Gone Girl (2014), David Fincher

Perkara gua abis berantem sama senior yang eugh, nyebelin bat sialan. Bokep tapi dia nggak berani bokep sama gue, nice! Hahhaaa.. Soalnya kata dia gua mirip Amazing Amy. Iye serah lo. Jadi gua penasaran deh.

Ini film yang suspend gitu (bahasa gua udh sosoan intelek nih). Tentang seorang perempuan yang super spesial kaya piatos 2000. Jadi si cewe ini ternyata psikopadth. Cantik, cerdas, berasal dari keluarga terpandang, dan gila (emang sialan tuh senior ngatain gua gila). Terus dia menikah dan hidup bahagia, tiba-tiba ilang, suaminya dituduh ngebunuh dia. Detektif sosoan nyari nih cewe, ternyata si cewe gila ini yang sengaja ngelakuin hal gila. Salut sih gua sama si cewenya. Ceritanya sebenarnya biasa jaa, kaya lo nonton cerita detektif aja udah, dan selalu semenarique itu, karena emang basic gue suka cerita detektif aja. Setelah gua pikir-pikir, ini cerita biasa aja dagh. Karena perempuan, dan tidak menduga kalau perempuan bisa sekejam itu yang bikin keren.

Ngedit film ini tereatmennya pasti sama kaya film detektif deh, yaudah.

Suaranya sesuai kebutuhan film kok, nggak berlebihan, nggak kurang, pasti pas deh kaya pertamina, sundul gan.

Penataan kamera itu rasa-rasa holiwud aja, yah begitu. Pegimane donk?

Artnya, disesuaikan juga sama kebutuhan pengadeganan.

Si sutradara mungkin kasih treatmen berlebihan aja ke si cewe yang rada itu yah. Sama tokoh mantan pacar si cewe yang gilak, gua lupa namanya, kalau gak salah yang sering main film komedi, Barny. Karena yodis sering main film lucu sih jadi gua agak jingkrak-jingkrak pas nonton film ini.

Kesimpulannya:
1. Orang yang paling baik adalah orang yang paling jahat
2. Semakin lo mikir seseorang lemah, semakin dia kuat.

Terima kasih Bang Ary



Comments

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI