Dramaturgi (contoh dialog)
Di dalam
ruang introgasi.
Polisi : Saudara
Roy?
Roy : (Mengabaikan
polisi)
Polisi : Anda
membunuh Kevin?
Roy : (Tetap
mengabaikan polisi)
Polisi : (sedikit
menaikan nada) Saudara Roy, tolong jelaskan mengapa anda membunuh Kevin?
Roy : (Masih
tetap mengabaikan polisi)
Polisi : (Memukul
meja dengan sangat kesal) Saudara Roy! Anda dengar saya kan? Tolong ceritakan
kejadiannya?
Roy : Santai
donk!
Polisi : Apa
motif anda membunuh Kevin?
Adik : (Datang
secara tiba-tiba dan menghajar Roy) Bangsat, kau bunuh kakakku kan!
Polisi : Hey
ada apa ini? Mas, tolong janagn main hakim sendiri. (Memisahkan)
Roy : Kakak
lu tuh pengkhianat! Bangsat kakak lu itu! Gara-gara dia gua jadi kaya gini!
Adik : Anjing
kau! Tai! Mati saja kau! (menunjuk-nunjuk)
Polisi : Cukup,
cukup! Mas tunggu di luar saja. Kami akan mengatasinya.
Adik : Pokoknya
dia harus mati!
Polisi : (Membawa
adik keluar) Hei, hei! Kok ini bisa masuk sih? (memanggil staff kepolisian)
(Menghampiri
Roy) Kamu ikut saya! (Membawa Roy ke sel)
Comments
Post a Comment