Daftar TV publik, komunitas, kabel, swasta (lengkap sampe mejret deh lo, belajar gila jangan copas!)



Daftar TV Publik
Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia, yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.
Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April tahun 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.
TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.

Latar belakang

Pada tahun 1961, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games IV.
Pada tanggal 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
Pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri Penerangan saat itu, Maladi untuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut:

   Membangun studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang).
Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80 meter.
Mempersiapkan software (program dan tenaga).

Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.
Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI.
Pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Samarinda.

Pembangunan Stasiun Produksi Keliling
Mulai tahun 1977, secara bertahap di beberapa ibu kota Provinsi dibentuklah Stasiun-stasiun Produksi Keliling atau SPK, yang berfungsi sebagai perwakilan atau koresponden TVRI di daerah, yang terdiri dari:

SPK Jayapura
SPK Ambon
SPK Kupang
SPK Malang (Tahun 1982 diintegrasikan dengan TVRI Stasiun Surabaya)
SPK Semarang
SPK Bandung
SPK Banjarmasin
SPK Pontianak
SPK Banda Aceh
SPK Jambi
SPK Padang
SPK Lampung

TVRI pada Era Orde Baru

Tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat, langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.
Sebagai alat komunikasi Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.
Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.
Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.
Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.


TVRI pada Era Reformasi

Bulan Juni 2000, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI.
Bulan Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan RI untuk urusan keuangan.
Tanggal 17 April 2002, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2002, status TVRI diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan Kementerian Negara BUMN.
Selanjutnya melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri dan tidak komersial. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televisi yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 82 persen penduduk Indonesia. Saat ini TVRI memiliki 27 stasiun Daerah dan 1 Stasiun Pusat dengan didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Ke 27 TVRI Stasiun Daerah tersebut adalah:

TVRI Stasiun DKI Jakarta
TVRI Stasiun Aceh
TVRI Stasiun Sumatera Utara
TVRI Stasiun Sumatera Selatan dan Bangka Belitung
TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten
TVRI Stasiun Jawa Tengah
TVRI Stasiun Jogyakarta
TVRI Stasiun Jawa Timur
TVRI Stasiun Bali
TVRI Stasiun Sulawesi Selatan
TVRI Stasiun Kalimantan Timur
TVRI Stasiun Sumatera Barat
TVRI Stasiun Jambi
TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau
TVRI Stasiun Kalimantan Barat
TVRI Stasiun Kalimantan Selatan
TVRI Stasiun Kalimantan Tengah
TVRI Stasiun Papua
TVRI Stasiun Bengkulu
TVRI Stasiun Lampung
TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara
TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur
TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat
TVRI Stasiun Gorontalo
TVRI Stasiun Sulawesi Utara
TVRI Stasiun Sulawesi Tengah
TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara
TVRI Stasiun Sulawesi Barat

Karyawan TVRI pada Tahun Anggaran 2007 berjumlah 6.099 orang, terdiri atas 5.085 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.014 orang Tenaga Honor/Kontrak yang tersebar di seluruh Indonesia dan sekitar 1.600 orang di antaranya adalah karyawan Kantor Pusat dan TVRI Stasiun Pusat Jakarta.
TVRI bersiaran dengan menggunakan dua sistem yaitu VHF dan UHF, setelah selesainya dibangun stasiun pemancar Gunung Tela Bogor pada 18 Mei 2002 dengan kekuatan 80 Kw. Kota-kota yang telah menggunakan UHF yaitu Jakarta, Bandung dan Medan, selain beberapa kota kecil seperti di Kalimantan dan Jawa Timur.
TVRI Pusat Jakarta setiap hari melakukan siaran selama 19 jam, mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB dengan substansi acara bersifat informatif, edukatif dan entertain.

TVRI dewasa ini
Dengan perubahan status TVRI dari Perusahaan Jawatan ke TV Publik sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, maka TVRI diberi masa transisi selama 3 tahun dengan mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2002 di mana disebutkan TVRI berbentuk PERSERO atau PT.
Melalui PERSERO ini Pemerintah mengharapkan Direksi TVRI dapat melakukan pembenahan-pembenahan baik di bidang Manajemen, Struktur Organisasi, SDM dan Keuangan. Sehubungan dengan itu Direksi TVRI tengah melakukan konsolidasi, melalui restrukturisasi, pembenahan di bidang Marketing dan Programing, mengingat sikap mental karyawan dan hampir semua acara TVRI masih mengacu pada status Perjan yang kurang memiliki nilai jual.
Khusus mengenai karyawan, Direksi TVRI melalui restrukturisasi akan diketahui jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, berdasarkan kemampuan masing-masing individu karyawan untuk mengisi fungsi-fungsi yang ada dalam struktur organisasi sesuai dengan keahlian dan profesi masing-masing, dengan kualifikasi yang jelas.
Melalui restrukturisasi tersebut akan diketahui apakah untuk mengisi fungsi tersebut di atas dapat diketahui, dan apakah perlu dicari tenaga profesional dari luar atau dapat memanfaatkan sumberdaya TVRI yang tersedia.
Dalam bentuk PERSERO selama masa transisi ini, TVRI benar-benar diuji untuk belajar mandiri dengan menggali dana dari berbagai sumber antara lain dalam bentuk kerjasama dengan pihak luar baik swasta maupun sesama BUMN serta meningkatkan profesionalisme karyawan.
Dengan adanya masa transisi selama 3 tahun ini, diharapkan TVRI akan dapat memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh undang-undang penyiaran yaitu sebagai TV publik dengan sasaran khalayak yang jelas.
Bertepatan dengan peringatan hari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2003 yang lalu, TVRI mengoperasikan kembali seluruh pemancar stasiun relay TVRI sebanyak 376 buah, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebagai stasiun televisi pertama di negeri ini, TVRI telah melalui perjalanan panjang dan mempunyai peran strategis dalam perjuangan dan perjalanan kehidupan bangsa. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-44 (24 Agustus 2006), TVRI resmi menjadi Lembaga Penyiaran Publik.

Kontroversi
Pada 6 Juni 2013 pagi, TVRI menayangkan siaran tunda acara Muktamar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Senayan Jakarta. Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Idy Muzayyad menilai TVRI sebagai lembaga penyiaran publik telah 'mengalami disorientasi kebangsaan dengan menayangkan hal ini karena ideologi HTI yang mempermasalahkan ideologi negara, nasionalisme dan menolak demokrasi'. TVRI dipanggil dan terbuka kemungkinan dijatuhkan sanksi.

Programa 2
TVRI juga memiliki Programa 2 Jakarta, pada saluran/chanel 8 VHF. Programa 2 mulai mengudara pada April 1989 dengan acara tunggal siaran berita bahasa Inggris dengan nama Six Thirty Report selama setengah jam pukul 18.30 WIB, di bawah tanggung jawab bagian Pemberitaan.
Pada perkembangannya rubrik tersebut berubah nama menjadi English News Service (ENS).
Programa 2 TVRI kini mengudara mulai pukul 16.00 - 21.00 WIB dengan berbagai jenis acara berita dan hiburan.
Sekarang ini tengah dilakukan negosiasi dengan pihak swasta untuk bekerjasama di bidang manajemen produksi dan siaran programa 2 TVRI Jakarta dan sekitarnya, dengan adanya rencana perubahan frekuensi dari VHF ke UHF. Di bidang isi siaran akan lebih ditekankan kepada paket-paket jadi (can product) dengan materi siaran untuk konsumsi masyarakat metropolitan Jakarta.

Stasiun
Stasiun Pusat TVRI berada di Jakarta, dan TVRI memiliki stasiun relay pada sejumlah kota di Indonesia. Selain TVRI Stasiun Pusat Jakarta, juga terdapat TVRI Stasiun Daerah pada beberapa ibukota provinsi di Indonesia. TVRI Stasiun Daerah selain merelay TVRI Jakarta, juga memiliki acara yang bersifat lokal (termasuk Berita Daerah) pada jam-jam tertentu. TVRI Stasiun Daerah pada umumnya juga direlay oleh stasiun relay di wilayah provinsi tersebut.

Berikut adalah daftar TVRI Stasiun Daerah:

Sumatera:
        TVRI Aceh (Banda Aceh)
        TVRI Jambi (Jambi)
        TVRI Sumbar (Padang)
        TVRI Sumsel Babel (Palembang)
        TVRI Sumatera Utara (Medan)
        TVRI Riau (Pekanbaru)
        TVRI Lampung (Bandar Lampung)
        TVRI Bengkulu (Bengkulu)

Jawa:
        TVRI Jawa Barat (Bandung)
        TVRI Jawa Tengah (Semarang)
        TVRI Jawa Timur (Surabaya)
        TVRI Jogja (Yogyakarta)

Bali dan Nusa Tenggara:
        TVRI Bali (Denpasar)
        TVRI Nusa Tenggara Timur (Kupang)

Kalimantan:
        TVRI Kalimantan Timur (Samarinda)
        TVRI Kalimantan Tengah (Palangkaraya)
        TVRI Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
        TVRI Kalimantan Barat (Pontianak)

Sulawesi:
        TVRI Sulawesi Utara (Manado)
        TVRI Sulawesi Selatan (Makassar)

Maluku dan Papua:
        TVRI Maluku (Ambon)
        TVRI Papua (Jayapura)



Daftar TV Swasta
1.       RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) adalah stasiun televisi swasta Indonesia pertama. RCTI pertama mengudara pada 13 November 1988 dan diresmikan 24 Agustus 1989 dan pada waktu itu, siaran RCTI hanya dapat ditangkap oleh pelanggan yang memiliki dekoder dan membayar iuran setiap bulannya. RCTI melepas dekodernya pada akhir 1989. Pemerintah mengizinkan RCTI melakukan siaran bebas secara nasional sejak tahun 1990 tapi baru terwujud pada akhir 1991 setelah membuat RCTI Bandung pada 1 Mei 1991. Pada 2004 RCTI termasuk stasiun televisi yang besar di Indonesia.
Sejak Oktober 2003, RCTI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki Global TV dan MNCTV. RCTI telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Eropa, Euro 2008 bersama Global TV dan MNCTV.
Pada tahun 2011, RCTI memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama MNCTV dan Global TV. Sejarah
Izin siaran

RCTI menerima izin siaran pada 1 Januari 1987 di Jakarta dan sekitarnya dengan dekoder. RCTI berdiri pada 21 Agustus 1987 di Jakarta dan dibangun di atas tanah seluas 10 Hektar. Pada 13 November 1988, RCTI melakukan siaran percobaan pertama kali, selama 4 jam sehari dengan dekoder.
Televisi berlangganan

Bermula dari Jl. Raya Pejuangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, RCTI memulai siarannya secara komersial pada 24 Agustus 1989 yang mencakup wilayah Jabodetabek, di mana pada saat itu siaran RCTI diterima secara terbatas untuk pelanggan yang memiliki dekoder di wilayah Jabodetabek. Meskipun bersiaran lokal di Jakarta, namun ternyata status RCTI pada saat itu adalah televisi berlangganan, bukan televisi lokal. Meski pada saat itu RCTI masih berstatus televisi berlangganan di Jakarta, RCTI sempat menayangkan iklan-iklan bermerek. Satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 24 Agustus 1990, RCTI melakukan siaran terestrial ke seluruh Indonesia. Pada saat awal siaran, RCTI hanya menayangkan acara-acara luar negeri karena modalnya lebih murah jika dibandingkan dengan memproduksi sendiri yang biayanya jauh lebih mahal.
Televisi terestrial

Karena setiap hari pelanggan dekoder RCTI semakin bertambah di wilayah Jabodetabek, maka pada 1 Agustus 1990, RCTI melakukan pelepasan dekoder. Lalu bertepatan dengan ulang tahun RCTI ke-1, tepatnya tanggal 24 Agustus 1990, pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI beroperasi secara terestrial sebagai siaran gratis dan pada saat itu pula, PT Bimantara Citra Tbk mendirikan SCTV sebagai stasiun televisi swasta kedua di Indonesia yang pada saat itu berstatus televisi lokal di Surabaya untuk merelay acara-acara RCTI di Surabaya. Baru pada tahun 1991, RCTI merealisasikan hal itu setelah RCTI meluaskan siarannya ke Bandung pada 1 Mei 1991.

Bertepatan dengan ulang tahun ke-4, tepatnya tanggal 24 Agustus 1993, RCTI melakukan siarannya secara nasional. Menginjak usia ke-11, tepatnya tanggal 24 Agustus 2000, RCTI resmi berganti logo baru yang menggambarkan penampilan dan semangat baru. Hingga awal tahun 2001, RCTI memiliki 47 stasiun transmisi di seluruh Indonesia.



2.       MNCTV (dahulu bernama TPI) adalah stasiun televisi swasta Indonesia yang mengudara secara terestrial dari Jakarta. Namanya yang sekarang dipergunakan sejak 20 Oktober 2010.
MNCTV merupakan stasiun televisi swasta ketiga di Indonesia setelah RCTI dan SCTV. MNCTV didirikan oleh Mbak Tutut dan dulu sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Cipta Lamtoro Gung Persada.
Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, MNCTV tidak menyiarkan acara olahraga. Tetapi, mulai tahun 2010, MNCTV kembali menyiarkan acara olahraga yaitu Liga Utama Inggris.
Pada tahun 2011, MNCTV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama RCTI dan Global TV.

Awal didirikan
TPI pertama kali mengudara pada 1 Januari 1991 selama 2 jam dari jam 19.00-21.00 WIB. TPI diresmikan Presiden Soeharto pada 23 Januari 1991 di Studio 12 TVRI Senayan, Jakarta Pusat. Pada awal pendiriannya tahun 1991 TPI hanya ingin menyiarkan siaran edukatif saja. Saat itu TPI hanya mengudara 4 jam. Salah satunya dengan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyiarkan materi pelajaran pendidikan menengah. Sejak itu TPI mengudara 4 jam, lalu sejak 1 Juni 1991 menjadi 6,5 jam. Lalu menjelang akhir 1991 sudah 8 jam.
TPI setelah pertengahan 1990-an
Pada tahap awal pendiriannya, TPI berbagi saluran dengan televisi milik pemerintah, TVRI. Perlahan-lahan mereka mengurangi misi edukatif, dengan juga menyiarkan acara-acara lain, termasuk kuis-kuis dan sinetron sebagai selingan.
TPI berpisah saluran dengan TVRI di pertengahan 90-an. Program edukasi pun tergusur, dan TPI fokus di program acara musik dangdut, seolah acara lain yang disebut 'makin Indonesia' dalam motto barunya seakan tenggelam oleh hingar bingar acara dangdut di TPI. Bahkan TPI sebagai kependekan dari Televisi Pendidikan Indonesia sudah tidak berlaku lagi.
Dalam situs web resmi TPI, disebutkan TPI adalah Televisi Paling Indonesia, sesuai dengan misi barunya, yakni menyiarkan acara-acara khas Indonesia seperti tayangan sinetron lokal dan musik dangdut. TPI pernah mendapat penghargaan karena telah bertahun-tahun menayangkan acara kuis dangdut pertama di Indonesia yaitu Kuis Dangdut yang dibawakan oleh Jaja Miharja dan Dorce Gamalama. Pada Festival Sinetron Indonesia 1997, serial "Mat Angin" (Deddy Mizwar) yang ditayangkan TPI menyabet 11 penghargaan, ditambah dengan 5 penghargaan lagi tahun berikutnya dari serial yang sama. Tak lupa juga acara terfavorit di Indonesia yaitu Santapan Nusantara yang dibawakan oleh Enita Sriyana, sang pakar kuliner.
Program Kontes Dangdut Indonesia yang merupakan versi dangdut dari kontes American Idol dan Indonesian Idol merupakan salah satu program unggulan TPI pada saat itu.
Sejak Oktober 2003, 75% saham TPI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki RCTI dan Global TV.

Peluncuran ulang dan pergantian nama
Sejak 20 Oktober 2010, TPI resmi berganti nama menjadi MNCTV. Perubahan ini terjadi dikarenakan TPI tidak sesuai dengan konteks tertulis pada televisi tersebut yaitu menjadi salah satu televisi yang berbau pendidikan di Indonesia, dan oleh karena itu nama TPI berubah menjadi MNCTV untuk mengubah citra TPI di mata masyarakat.



3.       SCTV (singkatan dari Surya Citra Televisi) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. SCTV merupakan stasiun televisi swasta kedua di Indonesia setelah RCTI. SCTV lahir pada tanggal 24 Agustus 1990 sebagai stasiun televisi lokal di Surabaya yang berpusat di Jl. Darmo Permai, Surabaya, Jawa Timur, di mana SCTV pada awalnya didirikan untuk menayangkan acara-acara RCTI untuk wilayah Surabaya. Meski tanggal itu ditetapkan sebagai tanggal lahir SCTV, namun baru tanggal 1 Januari 1993, SCTV mendapatkan izin sebagai stasiun televisi nasional di Jakarta. Kantor operasional SCTV pun secara bertahap dipindahkan dari Surabaya ke Jakarta, namun studio SCTV tetap berada di Surabaya. Awalnya, mayoritas saham SCTV dimiliki oleh PT Bimantara Citra, Tbk, melalui anak usahanya, PT Sindo Citra Media (kini menjadi PT Surya Citra Media).
Meski berkali-kali berpindah kantor, SCTV selalu mengudara setiap hari. Pada tahun 1993 misalnya, SCTV berpindah kantor ke Wisma AKR, Jakarta Barat yang letaknya berdekatan dengan kantor RCTI. Lalu pada tahun 1996, SCTV berpindah kantor lagi ke Wisma Indovision. Menginjak usia ke-11, pada tahun 2001, SCTV kemudian memusatkan kegiatan operasionalnya di Gedung Graha SCTV, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dan pada tahun 2007, kegiatan operasional SCTV berpusat di Senayan City. Namun, stasiun pemancar dan studio tetap dipusatkan di Kebon Jeruk.
Sejak tahun 1999, mayoritas saham SCTV diakuisisi oleh PT Surya Citra Media, Tbk. Pada awal Mei 2013, SCTV dan Indosiar resmi bergabung. Televisi lokal

Pada awalnya, SCTV adalah singkatan dari Surabaya Centra Televisi yang melakukan siaran percobaan pada 1 Juni 1990 di Surabaya dan diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1990 di Surabaya, Jawa Timur, dengan jangkauan wilayah Surabaya dan sekitarnya (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan) yang mengacu pada izin Departemen Penerangan No. 1415/RTF/K/IX/1989 dan SK No. 150/SP/DIR/TV/1990. Meski pada saat itu SCTV masih berstatus televisi lokal di Surabaya, beberapa merek sempat beriklan di SCTV, misalnya Baygon dan Citra.SCTV didirikan untuk merelai RCTI di Surabaya karena saat itu siaran RCTI hanya dapat ditangkap di Jabodetabek dengan menggunakan dekoder. Saat itu pula, RCTI dan SCTV dikenal sebagai "Saudara Kembar" karena RCTI dan SCTV selalu bersama menayangkan acara-acara yang ditayangkan RCTI meskipun waktu tayang antara RCTI dan SCTV selalu berbeda. Pada tahun 1991, pancaran siaran SCTV meluas mencapai Denpasar, Bali serta Manado, Sulawesi Utara dan sekitarnya. Sejak itulah kepanjangan SCTV berubah menjadi Surya Citra Televisi.
Televisi nasional

Pada tanggal 1 Januari 1993, berbekal SK Menteri Penerangan No. 111/1992, SCTV mendapatkan izin mengudara secara nasional. Namun, siarannya secara nasional dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1993 pukul 21.00 WIB, tepat saat SCTV berulang tahun yang ke-3. Secara bertahap, mulai tahun 1993 sampai dengan 1998, SCTV memindahkan basis operasi media siaran nasionalnya dari Surabaya ke Jakarta. Saat ini, melalui 47 stasiun transmisi, SCTV mampu menjangkau 240 kota dan menggapai sekitar lebih dari 175 juta potensial pemirsa.

Sejak Januari 2005, SCTV mengubah logo dan slogannya menjadi "Satu Untuk Semua".

Saat ini kantor pusat SCTV terletak di SCTV Tower, Senayan City, Jalan Asia Afrika Lot 19, Jakarta Selatan. Sebelum 23 November 2007, kantor pusat SCTV berada di Jalan Gatot Subroto Kavling 21 Jakarta yang kini ditempati oleh perusahaan dibawah naungan Surya Citra Media. SCTV juga memiliki studio khusus di Jalan Raya Kebon Jeruk Nomor 66 Jakarta Barat

Kepemilikan SCTV dikuasai oleh grup Elang Mahkota Teknologi melalui Surya Citra Media (SCM). Sejak pertengahan 1990-an, SCTV yang pada awalnya satu manajemen dengan RCTI akhirnya keduanya berpisah manajemen. Direktur Utama SCTV saat ini ialah Grace Wiranata.

Pada 22 Desember 2011, SCTV berhasil memenangkan bidding hak siar UEFA Champions League dan UEFA Europa League untuk musim 2012/13 hingga musim 2014/15. Pertandingan UEFA Champions League mulai musim 2012/13 akan disiarkan bersama Indosiar, sedangkan UEFA Europa League disiarkan sepenuhnya oleh SCTV.

Pada pertengahan 2013, SCTV resmi menjadi pemegang hak siar Liga Utama Inggris musim 2013-2014 sampai 2015-2016 bersama Indosiar dan TV berbayar Nexmedia.



4.       antv (dieja Anteve, singkatan dari Andalas Televisi) adalah suatu stasiun televisi swasta nasional Indonesia. Stasiun televisi ini awalnya disiarkan pada 1 Januari 1993 di kota Lampung dan sekitarnya. Bermula dari sebuah izin siaran lokal di Lampung, antv mengudara selama 5 jam sehari. Satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 1 Maret 1994, antv secara resmi disiarkan ke seluruh Indonesia dari Jakarta.
antv dimiliki oleh konglomerat muda Anindya Bakrie dan sekarang dikelola oleh yaitu Erick Thohir, yang menjadi Presiden Direktur dari stasiun televisi ini sekaligus Wakil Komisaris Utama VIVA. Konglomerat media asal Amerika Serikat, Rupert Murdoch, membeli sekitar 20% saham antv pada 30 April 2006 melalui perusahaannya di Hong Kong, STAR TV. Pangsa pasar antv saat ini adalah sekitar 5% dari 180 juta penonton. antv didirikan pada 1 Januari 1993 sebagai stasiun televisi lokal di kota Lampung. Tanggal 18 Januari 1993 antv mendapat izin siaran nasional melalui Keputusan Menteri Penerangan RI No. 04A/1993. Sepuluh hari setelah izin tersebut keluar antv mengudara secara nasional. Studio antv yang semula berada di Lampung dipindahkan secara bertahap ke Jakarta.

Tepat tanggal 1 Maret 1993 antv untuk pertama kalinya memproduksi program sendiri berupa liputan berita aktual jalannya Sidang Umum DPR/MPR. Saat itu antv berhasil melakukan siaran langsung meliput jalannya kegiatan penting kenegaraan. Momen istimewa itu yang kini dijadikan sebagai hari jadi antv.

Stasiun televisi ini pada mulanya dikhususkan pada pemirsa remaja (usia 13–25 tahun) dan pernah menyiarkan acara-acara MTV Indonesia hingga awal tahun 2000-an, tetapi tahun 2002 stasiun ini berkembang menjadi stasiun untuk segala usia, sama dengan stasiun televisi yang lain.

antv berhasil mencatatkan prestasi gemilang di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara konser selama 72 jam yang diselenggarakan akhir tahun 2003.

Pada 30 April 2006 antv berhasil menjalin kerjasama strategis dengan jaringan televisi dunia STAR TV. Kerjasama ini ditandai dengan masuknya 20% saham STAR TV ke antv. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Logo

Mulai 20 September 2009, antv kembali mengubah logonya dengan kemiripan seperti logo yang lama. Memiliki kotak yang berbentuk sama dengan logo sebelumnya, namun logo ini didominasi warna merah dengan bayangan berwarna kuning dan menggunakan huruf "antv".

Pancaran yang tebal dan berwarna merah menggambarkan kekuatan dan kepercayaan diri antv menuju masa depan yang gemilang, yang memperlihatkan ANTV dipersembahkan sebagai kebanggaan Indonesia.

Warna putih melambangkan tekad ANTV menjalankan usaha ini berdasarkan azas ketentuan yang berlaku dilandasi nilai-nilai kejujuran, ketulusan, serta menjunjung tinggi integritas bangsa.

Warna kuning melambangkan kemakmuran dimana kami berharap bahwa ANTV akan dapat memberikan kemakmuran kepada seluruh pemangku kepentingan.

Sejak 20 Juli 2012, logo ini divariasikan menjadi versi abu-abu sebagai logo on-air, baik saat tayangan acara berlangsung maupun saat iklan. Bertepatan dengan siaran langsung Viva La Vida pada tanggal 17 Maret 2013, di saat antv genap berusia 20 tahun, logo ini divariasikan lagi menjadi versi batik, baik sebagai logo on-air maupun logo komersial terutama di situs web resmi antv.



5.       Indosiar adalah salah satu stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Stasiun televisi ini beroperasi dari Daan Mogot, Jakarta Barat. Indosiar awalnya didirikan dan dikuasai oleh Grup Salim. Pada tahun 2004, Indosiar merupakan bagian dari PT. Indosiar Karya Media Tbk. (sebelumnya PT. Indovisual Citra Persada) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta). Pada 13 Mei 2011, mayoritas saham PT. Indosiar Karya Media Tbk. dibeli oleh PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk., pemilik SCTV (melalui SCM sebelum bergabung dengan IDKM) dan O Channel, menjadikan ketiga stasiun televisi berada dalam satu pengendalian. Kini, stasiun televisi ini resmi dikuasai oleh SCM pasca bergabung dengan IDKM dan "bersaudara" dengan SCTV. Sejarah

Indosiar memulai siarannya dalam bentuk siaran percobaan pada November 1994. Pada siaran percobaannya, Indosiar hanya menampilkan daftar kota yang akan dijangkau siarannya

Indosiar resmi mengudara pada 11 Januari 1995. Dalam siarannya, Indosiar banyak menekankan kebudayaan. Salah satu program kebudayaan yang selalu ditayangkan adalah acara pertunjukan wayang pada malam minggu.

Bentuk logo Indosiar yang sangat mirip dengan bentuk logo Television Broadcasts Limited, Hongkong. Awalnya, Indosiar memang banyak menayangkan drama-drama Hongkong. Seperti misalnya serial Return of The Condor Heroes yang dibintangi oleh Andy Lau, To Liong To yang dibintangi oleh Tony Leung yang keduanya cukup populer di kalangan penonton.

Selain itu, Indosiar juga memopulerkan sinetron-sinetron Indonesia yang bertemakan cinta dan keluarga (dimulai sejak munculnya Tersanjung), acara-acara realitas yang melibatkan emosi penonton dan SMS secara langsung (dimulai sejak munculnya AFI), infotainment KISS (Kisah Seputar Selebritis), dan juga program berita seperti Fokus dan Patroli. Indosiar juga menayangkan kartun yang cukup banyak setiap hari Minggu yaitu dari pukul 06.30 sampai 12.00 WIB. Kartun yang pernah populer di Indosiar adalah Dragon Ball, Digimon, Pokemon, Bleach, Naruto, Gundam, dan lain-lain.

Direktur Utama Indosiar saat ini adalah E. Loe Soei Kim.
Pada awal Mei 2013, Indosiar Karya Media resmi bergabung dengan Surya Citra Media dan membuat stasiun televisi ini dikendalikan oleh satu perusahaan media yang juga menguasai SCTV.
Pada pertengahan 2013, Indosiar berhasil memperoleh hak siar Liga Utama Inggris untuk musim kompetisi 2013-2014 hingga 2015-2016 bersama SCTV dan Nexmedia.



6.       MetroTV adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia yang didirikan oleh PT Media Televisi Indonesia. Stasiun ini resmi mengudara sejak 25 November 2000 di Jakarta.
                PT Media Televisi Indonesia merupakan anak perusahaan dari Media Group, suatu kelompok usaha media yang dipimpin oleh Surya Paloh, yang juga merupakan pemilik surat kabar Media Indonesia. PT Media Televisi Indonesia memperoleh izin penyiaran atas nama "MetroTV" pada tanggal 25 Oktober 1999. Pada tanggal 25 November 2000, MetroTV mengudara untuk pertama kalinya dalam bentuk siaran uji coba di 7 kota. Pada awalnya hanya bersiaran 12 jam sehari, sejak tanggal 1 April 2001, MetroTV mulai bersiaran selama 24 jam. Dari awalnya memulai operasi dengan 280 orang karyawan, saat ini MetroTV mempekerjakan lebih dari 900 orang, sebagian besar di ruang berita dan daerah produksi.



7.       Trans7 (sebelumnya bernama TV7) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Trans7 yang pada awalnya menggunakan nama TV7, melakukan siaran perdananya secara terestrial di Jakarta pada 25 November 2001 dan pada saat itulah mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kompas Gramedia. Pada tanggal 4 Agustus 2006, PT Trans Corporation mengakuisisi mayoritas saham TV7. Meski sejak itulah TV7 dan Trans TV resmi bergabung, namun ternyata TV7 masih dimiliki oleh Kompas Gramedia, sampai TV7 akhirnya melakukan re-launch (peluncuran ulang) pada 15 Desember 2006 dan menggunakan nama baru, yaitu Trans7. Trans7 berdiri dengan nama TV7 berdasarkan izin dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000 yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Kompas Gramedia (KG) dan 12% dimiliki Bakrie & Brothers (perusahaan konglomerat milik Aburizal Bakrie yang memiliki antv). Pada tanggal 25 November 2001 keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Logo TV7 Sendiri diartikan sebagai simbol dari "JO" yang merupakan singkatan dari Jakob Oetama, pemilik TV7.

TV7 dan Al Jazeera

TV7 semakin dikenal masyarakat pada triwulan pertama 2003. TV7 merelai siaran Al Jazeera secara langsung setiap harinya selama invasi Amerika Serikat ke Irak berlangsung melalui tayangan berita bertajuk "Invasi ke Irak". Langkah TV7 ini diikuti oleh ANTV yang merelai siaran stasiun televisi yang berbasis di Dubai, Al Arabiya, ihwal invasi Amerika Serikat ke Irak.

Masyarakat Indonesia secara umum menyambut baik langkah TV7 ini, terutama bagi pihak yang kurang setuju dengan "kebenaran" media Barat. Meski beredar kabar Megawati mendesak TV7 agar menghentikan relai siaran Al Jazeera, humas TV7 saat itu, Uni Lubis, membantah kabar itu. Bahkan, Uni menegaskan bahwa relai tetap diteruskan dan gangguan-gangguan dalam relai tersebut terus diatasi.

Pergantian nama dan logo

Pada 15 Desember 2006 (bertepatan dengan ulang tahun Trans Corp yang ke-5), TV7 mengubah logo dan namanya menjadi Trans7 setelah 55% sahamnya dibeli oleh Trans Media pada 4 Agustus 2006, yaitu dengan mengubah kata TV menjadi Trans. Meski perubahan ini terjadi, namanya tetap menggunakan angka 7. Sejak itu letak logonya pun diubah pula, dari posisi yang biasanya di sudut kiri atas menjadi sudut kanan atas agar letak logonya sama dengan Trans TV yang letak logonya selalu di sudut kanan atas.

Pada 15 Desember 2013 (bertepatan dengan ulang tahun ke 12 Trans Corp), Trans7 kembali mengubah logonya dengan mengubah logo "Trans" pada Trans7. Kini logo "Trans" pada Trans7 sama dengan yang digunakan Trans TV serta Trans Corp saat ini.

Menjadi Trans7

Berdasarkan kutipan dari buku yang berjudul Chairul Tanjung si Anak Singkong, pada 4 Agustus 2006, Para Group melalui PT Trans Corpora resmi membeli 55% saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Jakob Oetama sebagai Presiden Direktur Kompas Gramedia juga menyetujui kerjasama dengan Trans TV karena adanya kesamaan kultur yang dipegang oleh kedua belah pihak, yakni adanya kesamaan antara visi dan misinya. Proses kerjasama pun berlangsung dengan cepat yang diikuti oleh Rapat Umum Pemegang Saham pada hari yang sama.

Selain itu, melalui kerjasama dengan Trans TV. Manajemen pun secara langsung diganti. Agung Adiprasetyo yang kini ditunjuk sebagai CEO Kompas Gramedia pun ditunjuk sebagai Komisaris Trans7 hingga kini. Seiring dengan berjalannya waktu, redaksi dan kantor pun secara berangsur-angsur pindah dari Wisma Dharmala Sakti di Kawasan Soedirman, Jakarta Pusat serta di Cawang, Jakarta Timur ke Gedung Trans TV. Dengan dilaksanakannya re-launch pada tanggal 15 Desember 2006 , TV7 resmi berganti nama menjadi Trans7 sekaligus menjadikan hari jadi Trans7. Semua Operasional dan Teknisi juga digabung dengan Trans TV sebagai upaya mengurangi biaya operasional yang mencapai Rp 15 Milyar per bulan.
Kesuksesan Trans7

Berbeda dengan saat menjadi TV7, terhitung mulai 2007, keuntungan yang dicapai Trans7 telah memasuki puncaknya. Bahkan, menurut Buku Chairul Tanjung si Anak Singkong pun, keuntungan Trans7 mampu mengalahkan Trans TV sebagai saudaranya sendiri. Dan, berkat keuntungannya, Trans7 menyewa gedung sendiri meski sudah bergabung dengan Trans TV.

Pertengahan tahun 2011, Trans7 memiliki gedung sendiri yang lokasinya berada di seberang gedung Trans TV. Gedung yang ditempati Trans7 itu awalnya adalah bekas gedung Sampoerna. Di gedung berlantai lima itu, terdapat studio berita dan beberapa divisi yang memang terpisah dari Trans TV. Namun untuk meja direksi dan komisioner, serta beberapa divisi menetap satu gedung dengan Trans TV karena efisiensi dan juga mobilitas. Kantor Trans7 yang terpisah dari Gedung Trans TV

Perubahan logo

Trans Media, sebagai media terdepan di Indonesia yang selalu konsisten menghadirkan karya penuh inovasi dan menjadi trendsetter untuk Indonesia lebih baik telah memiliki identitas baru.

Minggu, 15 Desember 2013 Trans Media me-launching logo baru bersamaan dengan ulang tahun Trans Media yang ke-12. Logo dengan simbol 'Diamond A' ditengah kata Trans7 merefleksikan kekuatan dan semangat baru yang memberikan inspirasi bagi semua orang didalamnya untuk menghasilkan karya yang gemilang, diversifikasi konten atau keunikan tersendiri serta kepemimpinan yang kuat.

Masing-masing warna dalam logo ini memiliki makna dan filosofi. Warna kuning sebagai cerminan warna keemasan pasir pantai yang berbinar dan hasil alam nusantara sekaligus melambangkan optimisme masyarakat Indonesia. Sedangkan rangkaian warna hijau menggambarkan kekayaan alam Indonesia yang hijau dan subur, serta memiliki ketangguhan sejarah bangsa. Warna biru melambangkan luasnya cakrawala dan laut biru sekaligus menggambarkan kekuatan generasi muda bangsa Indonesia yang handal dan memiliki harapan tinggi. Yang terakhir adalah rangkaian warna ungu, menggambarkan keagungan dan kecantikan budaya dan seni bangsa Indonesia yang selalu dipuja dan dihargai sepanjang masa.

Semua rangkaian warna yang mengandung makna cerita didalamnya, menyatu dengan serasi dan membentuk simbol yang utuh, kuat dan bercahaya didalam berlian berbentuk A ini. Sehingga bisa dipahami makna dari logo baru Trans Media ini menjadi tanda yang menyuarakan sebuah semangat dan perjuangan untuk mencapai keunggulan yang tiada banding mulai dari sekarang hingga masa mendatang.



8.       Trans TV atau Televisi Transformasi Indonesia adalah sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia mulai secara terrestrial area di Jakarta, yang dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung. Dengan motto "Milik Kita Bersama", konsep tayang stasiun ini tidak banyak berbeda dengan stasiun swasta lainnya. Trans TV adalah anak perusahaan PT Trans Corporation. Kantor Pusat stasiun ini berada di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan. Direktur Utama Trans TV saat ini adalah Atiek Nur Wahyuni yang juga merupakan Direktur Utama Trans7.
Trans TV memperoleh izin siaran pada tanggal 1 Agustus 1998. Trans TV mulai resmi disiarkan pada 10 November 2001 namun masih terhitung siaran percobaan, Trans TV sudah membangun Stasiun Relai TV-nya di Jakarta dan Bandung. Siaran percobaan dimulai dari seorang presenter yang menyapa pemirsa pukul 17.51 WIB. Trans TV kemudian pertama mengudara dan diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri sejak tanggal 15 Desember 2001 sekitar pukul 19.00 WIB, Trans TV memulai siaran secara resmi.



9.       tvOne (sebelumnya bernama Lativi) adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia. Berawal dari penggunaan nama Lativi, stasiun televisi ini didirikan pada tanggal 30 Juli 2002 oleh Abdul Latief dan dimiliki oleh Pasaraya Group. Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya adalah banyak menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya. Sejak tahun 2006, sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Grup Bakrie yang juga memiliki stasiun televisi antv.

Pada tanggal 14 Februari 2008, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. Abdul Latief tidak lagi berada dalam kepemilikan saham tvOne. Komposisi kepemilikan saham tvOne terdiri dari PT Visi Media Asia Tbk sebesar 49%, PT Redal Semesta 31%, Good Response Ltd 10%, dan Promise Result Ltd 10%. Direktur Utama tvOne saat ini adalah Ardiansyah Bakrie.

Lativi
Izin siaran

Pada awal siaran, tvOne dahulu bernama Lativi. Lativi sendiri berdiri berdasarkan izin dari Depkominfo Kanwil. Jakarta Timur dengan No. 809/BH.09.05/III/1999 yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pasaraya Group (perusahaan yang dimiliki oleh Abdul Latief). Pada bulan Januari 1999, keberadaan Lativi diumumkan dalam Berita Negara No. 8687 sebagai PT Lativi Media Karya.

Lativi sendiri mulai disiarkan sejak tahun 1999 sebagai izin siaran dan awal tahun 2001 sebagai siaran percobaan. Meskipun siaran percobaan, Lativi telah membangun stasiun relai televisi di Kota Jakarta.
tvOne

Mulai Kamis, 14 Februari 2008 pukul 19:30 WIB, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne. Kepastian peresmian penggunaan nama tvOne disampaikan Direktur utama dari tvOne, Erick Thohir, dalam jumpa pers Rabu, 13 Februari 2008. Perubahan nama ini adalah upaya strategi manajemen untuk memberikan sesuatu yang berbeda di industri pertelevisian Indonesia. Peresmian tvOne akan dilaksanakan di Plenary Hall, Gedungan Jakarta Convention Center, dan ditayangkan secara langsung di tvOne mulai pukul 19:30 WIB. Peresmian tvOne juga dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.



10.   Global TV adalah salah satu stasiun televisi swasta nasional di Indonesia yang mengudara secara terestrial dari Jakarta. Berawal dari sebuah stasiun televisi swasta lokal di Jakarta, Global TV belakangan meluaskan siaran ke 5 kota besar lainnya. Global TV memiliki hak siar atas liga balap paling bergengsi di dunia, Formula 1 setelah sebelumnya hak siar Formula 1 dikuasai MNCTV, dan kejuaraan dunia balap antar negara, A1. Kedua ajang ini disiarkan Global TV sendirian. Global TV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Euro 2008, bersama RCTI dan MNCTV. Direktur Utama Global TV saat ini adalah David Fernando Audy yang menggantikan Daniel Tatang Hartono. Global TV juga pernah menayangkan Piala Dunia 2010 dan untuk tahun ini, Global TV dan MNCTV menayangkan Liga Utama Inggris. Pada tahun 2011, Global TV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama RCTI dan MNCTV.
Global TV memulai izin siaran pada tahun 1999 dan diluncurkan pada tanggal 8 Oktober 2002 di Jakarta yang dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki RCTI, MNCTV, dan SINDOtv. Stasiun ini pada awalnya didirikan untuk merelay acara-acara MTV Asia, yang sebelumnya direlay melalui antv, namun pada perkembangannya juga menyiarkan acara-acara non-MTV dengan pembagian 8 jam untuk Global TV, 8 jam untuk MTV dan 8 jam untuk Nickelodeon yang juga pernah ditayangkan di Lativi (sekarang tvOne). Pada awalnya pula, kartun jenis Nickelodeon adalah kartun yang banyak di Global TV, namun sekarang juga menyiarkan kartun non-Nickelodeon, termasuk anime.
Logo
Global TV yang awalnya menggunakan logo TVG dengan tulisan "tv" warna hijau dan huruf "G" besar warna biru digunakan ketika masih merelay acara-acara MTV, digunakan pada tanggal 8 Oktober 2002 hingga 2006. Karena Global TV terus menayangkan acara non-MTV termasuk acara Nickelodeon, TVG harus ganti logo dengan Global TV dengan huruf "G" warna hijau, jingga dan biru di atasnya pada tanggal 8 Oktober 2006. Agar lebih segar, Global TV mengganti logonya dengan bola tiga-dimensi biru dengan huruf "G" pada tanggal 1 Juli 2008, pada saat Euro 2008 berakhir. Huruf "G" di logo Global TV sudah tidak lagi digunakan, karena Global TV ganti logo yang mirip dan sama warnanya dengan logo MNCTV pada tanggal 28 Maret 2012. Berikut ini adalah perkembangan logo Global TV (2002-sekarang).






Daftar TV Berlangganan

1.       aora TV satelit (menggunakan merek dagang aora) adalah stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh PT Karyamegah Adijaya milik Rini M. Soemarno dan Ongki M. Soemarno.

Sejarah
aora diluncurkan pada tanggal 8 Agustus 2008 di Jakarta. Produk pertama yang ditawarkan adalah paket perdana terbatas Olimpiade Beijing 2008, yang terdiri dari 10 kanal, 3 lokal dan 7 internasional. 4 kanalnya dikhususkan untuk siaran-siaran Olimpiade non-stop.

Paket yang ditawarkan setelah aora berhasil memperoleh hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia untuk musim 2008-2009 yang semula dimiliki oleh Astro Nusantara adalah Paket Liga Inggris.[1] Pecahnya kerjasama Astro All Asia Networks plc dan PT First Media Tbk (bagian dari Grup Lippo) dalam PT Direct Vision, operator Astro Nusantara, dimanfaatkan oleh aora untuk mendapatkan lisensi penyelenggaraan siaran Liga Inggris di Indonesia.

Pada 16 April 2009, aora mengganti saluran Goal TV 1, Goal TV 2, SCTV, History Channel, dan Crime & Investigation dengan saluran-saluran baru seperti Star Movies, Star World, Eurosport, National Geographic Adventure, dan National Geographic Wild. aora juga melakukan penomoran saluran baru dengan 3 digit. aora juga mengungkapkan rencananya untuk melakukan penambahan saluran-saluran lain yang akan diusahakan sebelum tahun 2009 berakhir.

Sejak 15 Agustus 2009, aora tidak lagi menayangkan saluran ESPN dan Star Sports seiring dengan berakhirnya hak siar Liga Utama Inggris yang musim sebelumnya menjadi jualan utama mereka. Goal TV 1 dan Goal TV 2 menjadi saluran penggantinya. Bersamaan dengan penggantian kedua saluran tersebut, aora juga menambahkan 12 saluran baru dan 1 saluran preview ke dalam daftar salurannya.

Awal tahun 2010, masa depan aora sempat dalam keraguan usai dirumahkannya sekitar 90% karyawannya dan banyaknya pelanggan yang menghentikan langganannya usai kehilangan hak siar Liga Inggris di Agustus 2009. Tetapi hal ini kemudian dibantah oleh managing director aora, Guntur S. Siboro. Ia lantas menambahkan aora sedang merestrukturisasi perusahaannya dan akan memperbaiki serta menambah konten-kontennya sebelum tahun 2010 berakhir. Janji tersebut kemudian terwujud dengan tampilan baru situs aora pada akhir tahun 2010, dan mereka juga menawarkan dua paket baru untuk pelanggan yaitu "Paket Asyik" dan "Paket Cihuy".

Di awal 2011 aora kembali menambahkan dua paket baru dalam promosi langganan mereka yaitu "Paket Siip" dan "Paket Mantap". Selanjutnya aora juga menghadirkan saluran televisi resolusi tinggi (HDTV) mulai tanggal 1 November melalui "Paket HD", yang bisa pelanggan dapatkan dengan cara menyewa dekoder khusus HD atau berlangganan "Paket Marvel HD" yang berisi 67 saluran standar dan enam saluran HD. Aora juga menghadirkan kembali saluran ESPN dan Star Sports dalam paket terpisah yaitu "Paket Olahraga". Empat saluran HBO yang sebelumnya hanya terdapat di "Paket Mantap" kini juga bisa pelanggan nikmati di paket terpisah yang diberi nama "Paket HBO".

Pangsa pasar aora saat ini tidak hanya mencakup kalangan menengah keatas saja. Dengan tarif iuran yang relatif terjangkau dimulai dari 59.000 rupiah, aora saat ini sedang berupaya menggaet pangsa pasar kelas menengah ke bawah yang sangat ingin mencicipi tayangan-tayangan berkualitas. aora juga telah melebarkan sayapnya ke seluruh pelosok Indonesia melalui pembukaan kantor-kantor cabang di setiap ibu kota provinsi.



2.       Astro Nusantara (tidak beroperasi) dalah stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang beroperasi sejak pada tanggal 1 Maret 2006 sampai dengan 19 Oktober 2008.[1] Stasiun televisi ini menjadikan siaran eksklusif Liga Utama Inggris sebagai jualan utamanya untuk wilayah yang menjadi sasaran pemasaran adalah pulau Sumatera, Jawa dan Bali. Pada akhir tahun 2007, jumlah pelanggannya mencapai 145.000-orang pelanggan. Sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, Astro Nusantara berhenti siaran karena berakhirnya lisensi penggunaan merek dagang Astro dengan slogan dan moto "Hidup Penuh Warna" yang digunakan pertama kali memperkenalkan sejak pada tanggal 1 Maret 2006 sampai dengan 19 Oktober 2008 juga berstudio televisi dan kantor pusat di Plaza Indonesia Lantai Basement di Jalan Muhammad Husni Thamrin Kavling. 28-30 dari kelurahan Gondangdia, kecamatan Menteng, kota Jakarta Pusat menyertai presiden direktur utama saat ini adalah Konglomerat Djenar Maesa Ayu. Ia merupakan duta bagi saluran Astro Nusantara.

Astro Nusantara dioperasikan oleh PT Direct Vision yang dimiliki oleh PT Ayunda Prima Mitra (49%) dan Silver Concorde Holding Limited (51%). Kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari Grup Lippo di mana PT Ayunda Prima Mitra adalah anak perusahaan langsung dari First Media juga operator televisi kabel berlangganan. PT Direct Vision memperoleh pasokan siaran dari Astro All Asia Networks yang beroperator televisi satelit berlangganan Astro di Malaysia dan Brunei yang juga berhak menggunakan nama Astro melalui suatu perjanjian lisensi penggunaan merek dagang (Trademark License Agreement). Kedua pihak juga menyepakati suatu perjanjian dimana dalam waktu 2-tahun Astro All Asia Networks akan turut serta menjadi pemegang saham di PT Direct Vision.

Astro Nusantara beroperasi dengan menggunakan satelit Measat 2.

Sejak pada tanggal 11 April 2008, siaran Astro Nusantara sempat dihentikan selama lebih kurang 3-hari akibat belum dipenuhinya persyaratan administrasi yang ditentukan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Menjelang berakhirnya perjanjian lisensi penggunaan merek dagang Astro sejak pada tanggal 30 Agustus 2008, Astro All Asia Networks dan Grup Lippo bersengketa mengenai kerjasama mereka dalam penyelenggaraan siaran Astro di bawah PT Direct Vision. Astro All Asia Networks meragukan rencana awal mereka untuk menjadi pemegang saham di PT Direct Vision akan terwujud dengan sementara mereka telah menyediakan pasokan siaran bernilai Rp2,5 triliun selama lebih dari 2-tahun. Astro All Asia Networks menginginkan kejelasan mengenai rencana tersebut yang apabila tidak mungkin terwujud, Astro All Asia Networks menginginkan PT Direct Vision membayar seluruh jasa yang telah mereka berikan secara gratis tersebut. Walau lisensi penggunaan merek dagang Astro sempat diperpanjang sejak pada tanggal 30 September 2008 dan kemudian diperpanjang lagi menjadi sejak pada tanggal 19 Oktober 2008, Astro All Asia Networks dan Grup Lippo tetap tidak berhasil mencapai kesepakatan. Hal ini berujung pada dihentikannya secara total seluruh pasokan siaran dari Astro All Asia Networks sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dengan bersamaan dengan berakhirnya masa perpanjangan lisensi.

Pecahnya kerjasama ini sempat coba dimanfaatkan oleh Aora TV untuk mencoba menjadi mitra Astro di Indonesia selanjutnya. Hasilnya, hak siar eksklusif Liga Utama Inggris untuk musim 2008-2009 berhasil diambil alih oleh Aora TV. Hal ini berdampak kepada penurunan jumlah pelanggan Astro Nusantara dari 145.000-pelanggan pada akhir tahun 2007 menjadi 98.000-pelanggan terakhir pada saat berhenti siaran.

Acara-acara yang diselenggarakan

    Program Astro Asih yang dimulai sejak pada bulan September 2006 merupakan wadah kerja sama Astro dan masyarakat untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan melalui program Astro Asih adalah Mobile Child Service aksi langsung bagi anak-anak korban gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan provinsi Jawa Barat serta aktivitas rehabilitasi bagi korban banjir di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

    Sejak pada tanggal 5 Februari 2007, Astro mengadakan Jumpa Bintang The Unforgettable Memory di Sun Plaza di Jalan Kiai Haji Zainul Arifin Nomor. 7 dari kelurahan Petisah Tengah, kecamatan Medan Petisah, kota Medan (ibu kota provinsi Sumatera Utara) dengan mengundang 2-aktor dari Taiwan seperti: Wang Shi Xian (sebagai berperan nama "Wang Qing Yun" dan "Wang Sheng Tian") dan Li Xing Wen (sebagai berperan nama "Li Quan Shui").

    Astro dan STAR World yang bekerjasama dengan Radio Hard Rock 87.6 FM mengelar acara Nonton Bareng The 49th Annual Grammy Awards sejak pada tanggal 12 Februari 2007 di Hard Rock Cafe dari Wisma Plaza Indonesia dekat Entertainment X'nter di Jalan Muhammad Husni Thamrin Kavling. 28-30 dari kelurahan Gondangdia, kecamatan Menteng, kota Jakarta Pusat.

    Astro berperan aktif dalam pengembangan olahraga di Indonesia dengan menjadi title sponsor Enjoy Jakarta Astro Indonesia Open 2007 yang sebuah turnamen golf bertaraf internasional yang mendapat pengakuan dari European Tour dan Asian Tour yang berlangsung di Damai Indah Golf and Country Club di Jalan Bukit Golf 1 Sektor 6 dari kelurahan Lengkong Wetan, kecamatan Serpong, kota Tangerang Selatan, provinsi Banten dari sejak pada tanggal 15 Februari 2007 sampai dengan 18 Februari 2007.

Program

Sampai saat terakhirnya, Astro Nusantara menyediakan 60-stasiun televisi termasuk di dalamnya 9-saluran yang diproduksi khusus oleh Astro Indonesia melalui perusahaan penyedia isi siaran PT Adhi Karya Visi yaitu: Astro TVIQ (untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan), Astro Ceria (untuk anak-anak), Astro Aruna (untuk sinetron Indonesia), Astro Kirana (untuk film Indonesia), Astro Xpresi (untuk video musik klip muda dan remaja), Astro Awani (untuk berita dan informasi), Astro SuperSport (untuk olahraga), Astro Wah Lai Toi (untuk sinetron bahasa Kantonis) dan Astro Shuang Xing (untuk sinetron bahasa Mandarin) yang disiarkan di Astro Nusantara sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB. Astro Ceria, Astro Kirana dan Astro Aruna juga disiarkan di Astro Malaysia dan Brunei sejak pada tanggal 1 September 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 Waktu Malaysia (23:00 WIB).

Sejak pada tanggal 1 Agustus 2007 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, Astro Nusantara tidak lagi menyediakan siaran ANTV dan digantikan dengan Al Jazerra English News.

Sejak pada tanggal 7 September 2007 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, Astro Nusantara menambah satu lagi saluran baru yaitu Astro Oasis. Astro Oasis adalah saluran Astro yang menayangkan program-program yang bernafaskan agama Islam.

Mulai musim 2008-2009, Astro Nusantara kehilangan hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia.

Terhitung mulai pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, PT Direct Vision selaku pemegang hak siar televisi berlangganan Astro sudah tidak menyiarkan lagi tayangan Astro Nusantara di Indonesia.
Saluran televisi

Daftar saluran sampai penutup siaran dan tamat transmissi sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB.
Anak-anak

    Channel 10 - Astro Ceria (yang mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 11 - Disney Junior (sebelum bernama Playhouse Disney dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 12 - Disney Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 13 - Cartoon Network (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 14 - Nickelodeon (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Ilmu pengetahuan dan pendidikan

    Channel 18 - Discovery Home and Health (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 19 - Discovery Real Time (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 20 - Astro TVIQ (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 21 - Discovery Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 22 - Discovery Travel and Living (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 23 - Animal Planet (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 24 - National Geographic Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 25 - Food Network Asia (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 29 - Astro Oasis (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 7 September 2007 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 49 - Asian Food Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 42 - BBC Knowledge (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Berita dan informasi

    Channel 30 - Astro Awani (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 31 - CNN International (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 32 - BBC World News (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 34 - CCTV English News (sebelum bernama CCTV-9 dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 36 - Al Jazeera English News (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Agustus 2007 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 37 - MediaCorp Channel NewsAsia International (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Bisnis dan keuangan

    Channel 33 - Bloomberg Television (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Hiburan

    Channel 15 - Animax (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 35 - NHK World (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 40 - Astro Aruna (yang mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 41 - Zee English (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 44 - STAR TV World (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 45 - AXN (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:01 WIB)
    Channel 46 - E! Entertainment (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 47 - BBC Entertainment (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 48 - BBC Lifestyle (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Musik

    Channel 50 - Astro Xpresi (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 51 - MTV Asia Tenggara (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 52 - Channel V (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Film

    Channel 60 - Astro Kirana (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 61 - Celestial Chinese Movies (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 65 - FOX Movies Premium (sebelum bernama STAR Movies dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 66 - HBO (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 67 - Cinemax (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 68 - Zee Hollywood (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Olahraga

    Channel 70 - Astro SuperSport (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 71 - FOX Sports 1 (sebelum bernama ESPN dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 72 - FOX Sports 2 (sebelum bernama STAR TV Sports tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 73 - Goal TV1 (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 74 - Goal TV2 (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Dinasti

    Channel 80 - Astro Wah Lai Toi (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 81 - TVB Xing He (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 82 - CETV Entertainment Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 83 - CCTV-1 (Saluran Umum) (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 84 - CCTV-13 (Saluran Berita Bahasa Tiongkok) (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 85 - TVB8 (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 88 - Astro Shuang Xing (mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 89 - STAR TV Chinese Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Siaran gratis terestrial

    Channel 1 - TVRI-1 Nasional (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 2 - TVRI-2 Jakarta (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 3 - Indosiar (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 4 - SCTV (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 5 - Trans TV (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 7 - Trans7 (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 8 - MetroTV (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
    Channel 9 - tvOne (sebelum bernama LatiVi, mulai mengudara pertama kali siaran perdana sejak pada tanggal 14 Februari 2008 malam ini sejak sekitar pada pukul 19:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)

Mantan saluran

    Channel 6 - ANTV (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 1 Agustus 2007 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dengan sekarang berganti saluran resmi yang baru menjadi Al Jazerra English News)
    Channel 9 - LatiVi (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 14 Februari 2008 malam ini sejak sekitar pada pukul 19:00 WIB dengan sekarang berganti nama resmi yang baru menjadi "tvOne" yang dibuka untuk umum oleh Susilo Bambang Yudhoyono.



3.       Big TV (ejaan berdasarkan merek dagang: BiG TV) merupakan stasiun televisi satelit berlangganan yang diresmikan mengudara pada 9 September 2013, dioperasikan oleh PT. Indonesia Media Televisi dan merupakan anak perusahaan oleh Grup Lippo.

Daftar
    1 Satelit
    2 Paket dan saluran
        2.1 Inhouse
        2.2 Hiburan
        2.3 Gaya Hidup
        2.4 Pendidikan & Dokumentari
        2.5 Anak-anak
        2.6 Olahraga
        2.7 Musik
        2.8 Berita
        2.9 Film
        2.10 Special Tiering
        2.11 Religi
        2.12 Saluran Lokal & Daerah
        2.13 Saluran HD
    3 Paket tambahan
        3.1 BiG BPL Bola
        3.2 BiG BPL
        3.3 BiG Ultimate Sports
        3.4 BiG MAX Sports
        3.5 BiG Movies
        3.6 BiG HBO Movies
        3.7 BiG Box Office
        3.8 BiG Kids
        3.9 BiG Korea
        3.10 BiG China
        3.11 BiG Hong Kong
        3.12 BiG Aussie
        3.13 BiG England
        3.14 BiG Japan
        3.15 BiG India

Satelit

BiG TV dipancarkan melalui satelit JCSAT-13|JCSAT-8A / LIPPOSTAR-1, sebuah satelit telekomunikasi yang dipesan oleh Grup Lippo bekerjasama dengan perusahaan Jepang, SKY Perfect JSat Corporation dan Mitsui Corporation. Dengan dilengkapi 11 KU Band Transponder, yang keseluruhannya mencakup ke Indonesia, LIPPOSTAR-1 saat ini memiliki jumlah transponder terbanyak di Indonesia. Hal ini memungkinkan BiG TV untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi, baik dalam video definisi standar maupun definisi tinggi. Satelit tersebut diluncurkan pada hari Selasa (15/5/12) sore waktu Guyana Perancis, atau Rabu (16/6/12) pagi atau sekitar pukul 01.00 WIB dan akan beroperasi dengan masa aktif mencapai 15 tahun.
Paket dan saluran

Secara keseluruhan, saat ini BiG TV memiliki 178 saluran yang menjadikan BiG TV sebagai televisi satelit berbayar yang memiliki saluran terbanyak di Indonesia. BiG TV juga memudahkan pelanggan dengan adanya 2 (dua) pilihan layanan yaitu per-bulan (post-paid) dan pra-bayar (pre-paid) yang berupa voucher, sistem pemakaian voucher ini mirip seperti saat mengisi pulsa ponsel. Paket per-bulan yang ditawarkan terdiri dari BiG Deal (92 saluran SD + 13 saluran HD[a]), BiG Fun (99 saluran SD + 13 saluran HD[a]), BiG Sun (124 saluran SD + 15 saluran HD[a]), BiG Star (201 saluran SD + 19 saluran HD[a]) dan BiG Universe (198 saluran SD + 24 saluran HD[a]).



4.       Centrin TV satelit (tidak beroperasi) adalah stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh PT Central Tivi Digital. Centrin TV merupakan jaringan afiliasi aora.

Satelit
Centrin TV dipancarkan dari Satelit MEASAT-3a, sama dengan yang digunakan oleh aora.

Penghentian siaran dan operasional
Pada tanggal 8 Februari 2013, Centrin TV menghentikan siaran channel SET One, kemudian di susul oleh beberapa channel seperti Cartoon Network, Disney Channel, Disney Junior, HBO dan lainnya. Awalnya manajemen Centrin TV menginformasikan kepada pelanggan melalui jejaring sosial sedang ada gangguan pada perangkat satelit. Pada tanggal 1 Maret 2013, manajemen Centrin TV mengumumkan akan menghentikan operasionalnya.



5.       PT First Media Tbk (IDX:KBLV ), sebelumnya bernama PT Broadband Multimedia Tbk, adalah perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan internet pita lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara keseluruhan diperkenalkan sebagai "Triple Play". Jaringannya meliputi Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.

First Media merupakan anak perusahaan Grup Lippo. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham PT Citra Ayunda Pariwara yang menguasai 80% saham PT Direct Vision, perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit Astro Nusantara. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak 19 Oktober 2008.

Pada tahun 2008, First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal 2009.

Sejarah

First Media didirikan pada tahun 1994 dengan nama PT Broadband Multimedia Tbk. Pada Maret 1999, Broadband Multimedia mulai memasarkan diri secara komersial dengan merek dagang Kabelvision, yang diikuti pada tahun-tahun berikutnya dengan peluncuran Digital1 dan MyNet.

Pada 16 Juni 2007, Broadband Multimedia mengganti namanya menjadi First Media, sekaligus meluncurkan identitas dan merek baru sebagai penyedia layanan "Triple Play". Kabelvision dan Digital1 disatukan di bawah produk HomeCable, sementara MyNet menjadi FastNet.

Pada akhir Agustus 2007. Grup Lippo mengumumkan kucuran investasi sebesar $650 juta selama empat tahun kedepan kepada First Media. Kucuran dana tadi akan diinvestasikan keberbagai layanan pengembangan konten dan belanja internet, TV kabel, HDTV, akses pita lebar, layanan nirkabel, fasilitas pentimpanan data, serta layanan telepon. Dalam kucuran dana tersebut, Grup Lippo menggandeng perusahaan Shanghai Media Entertainment Group (melalui anak perusahaan STR), Cisco, dan Motorola untuk pembangunan jaringan serta pembiayaan proyek tersebut.

Teknologi

Saat ini First Media memiliki dan mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki ujung terminal di Jakarta (Citra Graha), Bandung (Binong), dan Surabaya (Gubeng). Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume data yang sangat besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa industri.

Pada tahun 2006, First Media secara bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir 2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2007, jaringan kabel First Media menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.

Produk

Produk First Media disebut Triple Play, yang merupakan layanan berbasiskan teknologi pita lebar digital mencakup jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala (FastNet), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).

FastNet
FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki keunggulan dalam harganya yang lebih murah dibanding dengan penyelenggara jasa internet lain di paket kecepatan serupa.

Teknologi
FastNet tidak menggunakan saluran telepon dalam menyediakan akses internet, tetapi menggunakan jaringan pita lebar tersendiri bertipe Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’). Hal ini menyebabkan jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon, karena kabel pita lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah Jabotabek, Surabaya, dan Bandung.

FastNet menggunakan standar teknologi DOCSIS (Data Over Cable Service Interface Specification) untuk menyalurkan layanan internet ke pelanggan. Di sisi pelanggan dibutuhkan Cable Modem DOCSIS agar dapat memakai layanan internet FastNet.

HomeCable
HomeCable adalah merek dagang stasiun televisi kabel berlangganan dari First Media. HomeCable merupakan merek dagang baru dari 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1.

HomeCable HD
HomeCable HD merupakan brand untuk format tayangan High Definition (HD) di HomeCable. HomeCable HD (sebelumnya disebut First HD) diluncurkan pada 1 September 2010 dan menjadi layanan televisi kabel pertama di Indonesia yang menggunakan format High Definition (HD). HomeCable HD menggunakan format gambar HD 1080i dengan aspect ratio 16:9 dan format suara Dolby Digital Plus. Untuk dapat menerima tayangan HD, pelanggan membutuhkan decoder HD dan TV (HDTV) yang mendukung input HDMI. Sampai saat ini terdapat 54 channel HD + 1 channel HD 3D.

Saluran HD yang ditampilkan adalah:
just for widening coloum

    Cartoon Network HD
    Cartoonito HD
    Nat Geo HD
    Nat Geo Wild HD
    Nat Geo People HD
    Discovery HD World
    History Channel HD
    Biography Channel HD
    Aniplus HD
    Star World HD
    AXN HD
    FOX HD
    FOX Crime HD
    Crime & Investigation Network HD
    Warner TV HD
    FX HD
    SyFy HD
    Universal HD
    KIX HD
    Disney XD HD
    Phoenix Chinese Channel HD

                just for widening coloum

    Li TV HD
    Luxe TV HD
    Lifetime HD
    Travel Channel HD
    FOODIE HD
    Fashion One HD
    MTV Live HD
    Channel M HD
    WakuWaku Japan HD
    NBA TV HD
    FOX Sports 3 HD
    Star Cricket HD
    Eurosport HD
    ASN HD
    Setanta Sports HD
    beIN Sports 1 HD
    beIN Sports 2 HD
    Fight Sports HD
    Phoenix InfoNews Channel HD

                just for widening coloum

    CNN Int HD
    BBC World News HD
    Sky News HD
    HBO HD
    HBO Family HD
    HBO Hits HD
    HBO Signature HD
    Cinemax HD
    FOX Family Movies HD
    FOX Action Movies HD
    FOX Movies Premium HD
    NET. HD
    MiX HD
    Berita Satu HD
    Berita Satu World HD
    J'go HD
    Hi! TV HD
    Jack City HD
    SET ONE HD
    KBS World HD

Saluran HD 3D yang ditampilkan adalah:

    HighTV 3D
    Sky 3D

Teknologi

HomeCable menggunakan teknologi digital dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini merupakan teknologi yang sebelumnya dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital yang digunakan memakai standar Digital Video Broadcasting (DVB).

Sebelumnya, Kabelvision (pendahulu HomeCable) menggunakan sistem analog, kabel langsung disambung ke kabel antena di rumah dan semua televisi yang tersambung dapat langsung menikmati layanan TV berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi mengembangkan sistem analog, dan secara bertahap mengganti jaringan analog yang sudah ada menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada televisi yang digunakan untuk layanan HomeCable.
Peralatan penerima

Peralatan penerima memakai sebuah decoder digital. Alat ini berfungsi untuk menerima siaran digital DVB dari pusat dan menampilkannya di TV pelanggan. Decoder First Media menggunakan Conditional Access System / CAS dari Nagravision untuk sistem kontrol aksesnya.

First Media menggunakan decoder HD Samsung SMT-C5050, yang memiliki kapabilitas penerimaan tayangan SD & HD, layanan Video-on-Demand dan fitur Digital Recording serta Time shifting. Untuk menghubungkan decoder dengan TV dapat menggunakan koneksi RCA atau HDMI. Decoder dapat pula dihubungkan ke sistem pengeras suara (amplifier) dengan memakai koneksi SPDIF ataupun HDMI. Secara bertahap decoder SD (Eastern Digital SE-830, Hyundai HSC-5172NA, Samsung SMT-C1050) akan diganti dengan decoder HD (Samsung SMT-C5050).

Paket dan saluran
    HomeCable Ultimate HD

    Selection pack:
        Kids Club
        Fox Movies HD
        Best Sports HD
        HBO Pack HD
        Best Entertainment
        Box Office HD
        Fave HD
        Style HD

    Add-on:
        Japanese
        Setanta Sports
        Chinese World
        India Favourite
        Korean
        Super League HD



6.       Groovia TV adalah televisi protokol internet yang diluncurkan Telkom Indonesia pada 4 Juni 2011. Groovia TV merupakan televisi protokol internet pertama di Indonesia. Groovellas adalah sebutan bagi pelanggan atau penggemar Groovia TV.

TelkomSpeedy
Groovia TV membutuhkan koneksi Internet dengan menggunakan Set Top Box (STB) yang terhubung Speedy. Hanya pelanggan Speedy yang dapat mengakses Groovia TV.
Definisi tinggi

Groovia TV telah mendukung teknologi video definisi tinggi, sehingga pengguna layanan Groovia TV dapat menikmati kualitas televisi resolusi tinggi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tampilan video definisi standar dari TV konvensional. Pemilik televisi dengan teknologi LCD dan LED yang mendukung fitur full HD dapat menikmati Groovia TV dengan tampilan yang maksimal.



7.       IM2 PayTV adalah stasiun televisi kabel berlangganan yang diselenggarakan oleh PT Indosat Mega Media dengan lebih dari 46 saluran TV internasional. Pada 2013, IM2 PayTV akan diakuisisi oleh Indovision.


8.       Indovision adalah sebuah stasiun televisi satelit berlangganan yang diselenggarakan oleh PT MNC Sky Vision Tbk.
Jenis
Motto
Bukan yang lain
Negara
Tanggal siaran perdana
Januari 1994
Pemilik
Kelompok usaha
Tokoh kunci
Situs web resmi


9.       K-Vision merupakan stasiun televisi satelit berlangganan yang diresmikan mengudara pada 18 April 2014, dioperasikan oleh Kompas Gramedia.

Satelit
K-Vision dipancarkan melalui Satelit Palapa D dan Measat 3a.
Jenis
Slogan
On Terus!
Negara
Ketersediaan
Tanggal didirikan
Tanggal siaran perdana
Tanggal peluncuran
Wilayah siaran
Pemilik
Format gambar
SDTV dan HDTV
Situs web resmi



10.   M2V Mobile TV merupakan sebuah televisi berlangganan yang biasa ditonton di mobil. TV berlangganan ini memiliki lebih dari 25 saluran TV baik lokal maupun internasional.


11.   max3 adalah merek dagang yang digunakan Biznet Networks, sebuah penyelenggara jasa telekomunikasi dan multimedia berbasis kabel terkemuka di Indonesia. Saat ini, max3 menyediakan jasa layanan internet pita lebar dan televisi kabel. Sejak didirikan tahun 2000 hingga saat ini, jaringannya meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, Cimahi, Karawang, Purwakarta, Serang, Tangerang, Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, dan Ubud.

Produk / layanan
Layanan max3 disalurkan dengan menggunakan teknologi jaringan serat optik dan hybrid fiber coaxial (HFC). Untuk menggunakan layanan max3, pelanggan dikenakan biaya starter pack sebesar Rp500.000, dan mendapatkan produk:

    max3 internet merupakan layanan Internet pita lebar untuk pengguna rumahan dan apartemen dengan kecepatan koneksi mencapai sampai dengan 25 Mbps baik untuk pengunduhan maupun pengunggahan.
    max3 cabletv merupakan layanan Televisi kabel premium sebagai bonus layanan max3 internet. Sebagai siaran berbasis digital, max3 TV kabel menyiarkan tayangan kualitas standar definisi (SD) dan High Definition (HD); termasuk konten in-house produksi max3 studioworks: max3 lifestyleHD dan max3 kidsHD.



12.   Nexmedia merupakan sebuah stasiun televisi terestrial berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh Elang Mahkota Teknologi, pengelola tayangan hiburan melalui SCTV, Indosiar dan O Channel.
Teknologi

Nexmedia berbeda dengan operator televisi berlangganan lainnya yang saat ini ada di Indonesia. Nexmedia menggunakan teknologi DVB-T (Digital Video Broadcasting-Terrestrial) yang mampu menyalurkan siaran layanan digital melalui frekuensi UHF/VHF atau cukup dengan menggunakan antena televisi biasa yang saat ini digunakan sudah bisa menerima siaran Nexmedia. Pelanggan Nexmedia cukup menghubungkan kabel antena ke STB Nexmedia dan menghubungkan kabel RCA ke TV pelanggan hampir sama seperti memasang alat pemutar DVD. Nexmedia menggunakan teknologi Digital MPEG-2 pada perangkatnya yang akan membuat siaran Nexmedia mempunyai kualitas tayangan digital dan bebas gangguan cuaca seperti angin, hujan dan panas.
Jangkauan

Saat ini jangkauan Nexmedia hanya dapat dinikmati diwilayah Jakarta,Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek). Selanjutnya, nexmedia akan ekspansi ke 6-7 kota-kota besar di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.



13.   OkeVision diluncurkan sejak pada November 2008 di Jakarta oleh PT. Nusantara Vision, sebagai sebuah lembaga penyiaran berlangganan jasa penyiaran televisi melalui Satelit di Indonesia.

Menggunakan Satelit Cakrawarta yang memungkinkan siaran OkeVision bisa diterima di seluruh pelosok wilayah nusantara.

Perangkat keras

Ada beberapa perangkat keras yang dibutuhkan pelanggan untuk dapat melihat tayangan-tayangan dari saluran TV yang didistribusikan melalui OkeVision. Berikut adalah perangkat keras yang dibutuhkan pelanggan untuk bisa menangkap tayangan-tayangan dari saluran-saluran TV tersebut:

    Decoder Digital merupakan alat untuk mengembalikan sinyal dari bentuk teracak ke bentuk semula, sehingga bisa di nikmati oleh pelanggan.
    Viewing Card (Kartu Tayang) adalah kartu yang dibutuhkan pelanggan untuk bisa mengakses dan membuka kode tayang sehingga tayangan menjadi aktif.
    LNB-F
    2 F Konektor
    Kabel 20 Meter
    Remote Control
    Dish (Parabola Mini) dengan diameter 80 cm

14.   Parabola Orange TV adalah adalah stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh PT Mega Media Indonesia, anak usaha Sinar Mas Group. Stasiun televisi ini menyediakan layanan siaran satelit TV digital dengan sistem prabayar sehingga konsumen cukup fleksible dan tidak terikat untuk berlangganan.
Stasiun TV ini menggunakan teknologi DVB-S2 dan MPEG-4 dan memiliki jangkauan nasional. Fokus OrangeTV pada awalnya adalah menyajikan hiburan-hiburan bertema oriental, terlihat dari banyaknya saluran televisi Asia yang masuk ke dalam daftar saluran OrangeTV. Mulai musim 2013–14 sampai 2015–16, OrangeTV mendapat kesempatan untuk menjadi televisi resmi siaran Liga Primer Inggris melalui kemitraan bersama MP & Silva.



15.   Skynindo adalah sebuah stasiun televisi satelit berlangganan yang dimiliki oleh PT Cipta Skynindo. Siaran-siaran yang disuguhkan Skynindo dipancarkan melalui satelit Palapa D yang menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, bahkan dunia.
Sejarah

PT Cipta Skynindo didirikan pada bulan November 2000, siaran-siaran yang disediakannya mengudara untuk pertama kali menggunakan satelit Telstar-18 pada 17 Agustus 2009 yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Diluncurkan kembali pada bulan November 2010 dengan nama dagang Skynindo. Penyedia layanan TV berbayar ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia terhadap kualitas TV berbayar. Skynindo telah mendapat izin siaran tetap dari Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dengan dasar 101/M.KOMINFO/03/2010.

Dengan menggunakan sistem satelit dan MPEG-4, Skynindo mengharapkan untuk memaksimalkan kualitas audio-visual yang dapat diberikan kepada seluruh wilayah geografis Indonesia. Disertakan dengan berbagai saluran internasional dan kualitas saluran yang sesuai dengan gaya hidup Indonesia. Skynindo memberikan bahan tontonan berkualitas dengan harga yang kompetitif.



16.   Transvision (sebelumnya dikenal sebagai TelkomVision) adalah perusahaan Trans Corp yang bergerak di bidang stasiun televisi berlangganan dengan kantor pusat yang berada di Jakarta, Indonesia. Saat ini Transvision memberikan layanan siaran televisi kabel, televisi satelit, dan televisi protokol internet. Transvision menyiarkan siarannya lewat satelit Telkom-1 (C-Band).
Sejarah perusahaan

TelkomVision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 oleh empat perusahaan konsorsium yaitu PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT Telekomindo Primabhakti dan PT Datakom Asia dengan nama TelkomVision dan kemudian terus tumbuh dan berkembang dalam bisnis siaran televisi berlangganan di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan bisnis tersebut, TelkomVision mengalami beberapa kali perubahan struktur kepemilikan saham dan Telkom sebagai salah satu BUMN sekaligus perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia mencoba untuk tetap eksis menjadi pemegang saham mayoritas TelkomVision dengan kepemilikan saham saat ini sebesar 99,54 % dan sebesar 0,46% saham TelkomVision dimiliki oleh PT Multimedia Nusantara (METRA) dengan total modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp. 647,5 Milyar posisi 31 Desember 2011.[2]

Sebagai perusahaan yang dulu mayoritas sahamnya sempat dimiliki oleh Telkom sekaligus menjadi satu-satunya TIME operator di Indonesia, TelkomVision diposisikan sebagai bisnis media dan edutainment yang merupakan bagian dalam bisnis TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment) tersebut, sehingga kedepan bisnis televisi berlangganan TelkomVision akan terus dikembangan baik dari sisi program, jenis dan media layanan dengan inovasi-inovasi terbaru.

Produk layanan DTH (direct to home) prepaid (prabayar) menjadi andalan TelkomVision sekaligus pelopor bagi bisnis televisi berlangganan milik pemerintah ini sampai sekarang, dengan layanan tersebut pelanggan dimudahkan untuk memilih program dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk mengembangkan pelanggan DTH postpaid (pascabayar) TelkomVision melakukan sinergy dengan Telkom dengan meluncurkan bandling produk Speedy-YES TV dengan target market semua pelanggan Speedy Telkom dalam mengoptimalkan kerjasama sinergy Telkom Group.

Seiring tuntutan perkembangan industri yang berbasis media dan edutainment yang semakin beragam dan dinamis, mulai tahun 2011 TelkomVision hadir dengan logo dan semangat baru untuk memperkuat komitmen dan posisinya sebagai penyedia layanan TV berbayar yang terbaik kepada pelanggan melalui program-programnya yang inspiratif, yang ditujukan untuk memperkaya kehidupan pelanggannya. Logo baru TelkomVision mengangkat tema menyerupai bintang yang menunjuk ke 5 arah yang melambangkan harmonisasi antara 5 elemen kehidupan, serta visi TelkomVision yang menyatukan berbagai layanan multimedia.

Di masa mendatang, secara berkesinambungan TelkomVision berencana akan terus melakukan pengembangan produk layanan dengan tetap mengoptimalkan program sinergy dengan Telkom Group. Pada tahun 2011 telah diluncurkan produk IPTV ”Groovia TV” dan akan terus dikembangkan untuk televisi mobile, Value Added Service (VAS), dan interactive content, dengan pengembangan layanan yang berorientasi kepada konsumen, serta inovasi dan perbaikan yang berkesinambungan, TelkomVision optimis untuk bisa menjadi yang terdepan di industrinya.

Pada tahun 2013, pengusaha nasional Chairul Tanjung melalui perusahaannya yaitu Trans Corp membeli 80% saham TelkomVision, meskipun pada awalnya keputusan ini sempat ditentang oleh DPR RI.[3][4] Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat juga ikut untuk menyelesaikan penjualan salah satu aset Telkom ini dengan alasan selama dipegang oleh Telkom, TelkomVision terlihat stagnan dalam hal penghasilan meskipun memiliki prospek bagus sebagai salah satu pemain lama di bisnis televisi berlangganan.[5] Kedepannya Telkom dengan sisa 20% saham akan lebih fokus kepada infrastruktur sementara Trans Corp fokus kepada pengembangan konten.[6]

Pada tanggal 23 Mei 2014, TelkomVision berubah menjadi Transvision sejak kepemilikannya oleh Trans Corp melalui unit usahanya Trans Media.
Pencapaian

    Transvision merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang jasa penyiaran TV berbayar dengan memiliki izin penyelenggara siaran berbasis kabel dan satelit. Untuk layanan berbasis kabel cakupan telah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta[7], Bandung[8], Semarang[9], Surabaya[10], Denpasar[11] dan beberapa kota besar lainnya.[12] Untuk yang berbasis satelit atau DTH (direct to home) cakupan mencapai siaran seluruh wilayah Indonesia yang termasuk dalam jaringan satelit Telkom-1.[13]

    Transvision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 dengan nama TelkomVision dan layanan hingga tahun 2008 telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari susunan pengurus perseroan maupun kepemilikan saham. Perubahan tersebut terjadi seiring dinamika dan regulasi bisnis yang berkembang sangat cepat sehingga perusahaan perlu melakukan penyesuaian untuk menyongsong bisnis multimedia di masa mendatang.

    Pada bulan Agustus 2008, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. melalui anak perusahaannya PT Multimedia Nusantara mengambil alih saham Transvision yang pada saat itu bernama TelkomVision dari Datakom Asia sehingga komposisi kepemilikan saham TelkomVision telah seluruhnya dimiliki oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

    Transvision dalam perkembangan bisnisnya meluncurkan produk unggulannya, yaitu YesTV, TV berbayar dengan dua metode pembayaran yakni layanan prabayar dengan sistem voucher dan layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan. Sistem prabayar tersebut memungkinkan pelanggan memiliki keleluasaan menikmati tayangan berlangganan sesuai dengan pilihan dan harga tanpa harus membayar bulanan. Bagi pelanggan yang memilih untuk berlangganan dengan system abonemen dapat memilih berbagai paket basic dan paket a la carte dengan pilihan channel menarik.

    Dengan berkembangnya industri multimedia dan jasa telekomunikasi maka Transvision yang pada saat itu bernama TelkomVision bersama Telkom Group terus mengembangkan produk baru antara lain IPTV (internet protokol television). Pengembangan produk ini merupakan wujud komitmen Transvision dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring kemajuan teknologi untuk menjadi pemain utama dan terbesar dalam bidang multimedia dan jasa televisi berbayar di wilayah Asia.

    Pada tanggal 7 Mei 2012, tepat di usia yang ke-15 tahun, TelkomVision mengganti mottonya dengan Nice & Easy.

    Pada tanggal 1 Mei 2014, Transvision mengganti motonya menjadi Transformasi Hiburan Keluarga.

    Pada tanggal 23 Mei 2014, TelkomVision digantikan Transvision setelah sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh Trans Corp.
17.   Topas TV merupakah televisi berlangganan yang baru di-launching pada tanggal 29 Juli 2012 di Bandung, Jawa Barat. Topas TV menjadi bagian dari Grup Mayapada yang memiliki saham di bidang perbankan, multifinance, property, media, retail, dan travel.

Pada akhir tahun 2012 ini, Topas TV menargetkan jangkauan pemasarannya meliputi semua kota-kota besar di Indonesia dan kedepan hingga ke desa-desa terpencil.

Teknologi dan Saluran Produksi Sendiri

Sebagai pendatang baru di dunia televisi berlangganan di Indonesia, Topas TV menggunakan teknologi terbaru dengan format gambar MPEG-4/DVB-S2 yang mampu menyajikan gambar dan suara yang berkualitas dengan jangkauan nasional. Topas TV memiliki tujuh (7) saluran eksklusif yang di produksi sendiri, yakni: Sinefilm Indonesia (sinetron dan film Indonesia), My Movies (film luar negeri), Hidayah (saluran bernuansa Islam), Arus Hayat (saluran bernuansa Nasrani), Bin Fen (sinetron mandarin), My Beatz (musik), dan Animation (kartun anak-anak) yang dapat dinikmati di semua paket Topas TV.
Satelit

Topas TV dipancarkan melalui Satelit Palapa D, sama dengan satelit yang digunakan oleh Skynindo.



18.   Top TV merupakan produk televisi berlangganan dibawah naungan PT MNC Sky Vision Tbk, yang juga pemilik merek televisi berlangganan Indovision.
Diluncurkan pada bulan April 2008, Top TV ditujukan untuk mengisi pasar televisi berlangganan di kelas menengah kebawah. Menggunakan satelit Indostar II dalam mendistribusikan jasa penyiaran televisi berlangganan-nya yang memiliki jangkauan ke seluruh wilayah Indonesia sehingga siaran Top TV dapat dinikmati di seluruh wilayah Indonesia. Top TV menggunakan frekuensi S Band.



19.   viva+ (dahulu bernama Vivasky) adalah sebuah televisi berlangganan di bawah naungan PT Visi Media Asia Tbk. viva+ akan mengusung sebuah konten bernama Sport One. Tayangan itu mengutamakan laga Piala Dunia FIFA 2014.


20.   USeeTV adalah sebuah TV berlangganan yang menggunakan teknologi secara online/streaming. Yang dapat diakses melalaui Internet. USee TV berbeda dengan Tv berlangganan lain yang menggunakan decorder/parabola.


Daftar TV Komunitas

Aceh
1.      TVRI Aceh 6 UHF TVRI     Banda Aceh
Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia Stasiun Aceh atau yang biasa disingkat LPP TVRI Aceh atau TVRI Aceh didirikan pada tahun 1973 di Kota Banda Aceh merupakan salah satu Televisi Daerah milik Pemerintah Indonesia yang Berkantor di Jalan Jend. Sudirman, Kota Banda Aceh. TVRI Aceh me-relay 92% Acara pada TVRI Nasional dan Sisanya, TVRI Aceh membuat Program Khusus Provinsi Aceh yang ditayangkan mulai Pukul 15.00 - 19.00 WIB.
2.      Aceh TV     48 UHF            Indonesia Network      Banda Aceh
Stasiun televisi lokal yang menyajikan program informasi dan program budaya di Aceh. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan Bali TV.
3.      Koetaraja TV         55 UHF                        Banda Aceh

Sumatera Utara
1.      TVRI Sumatera Utara        47 UHF
2.      NET. Medan          43 UHF            NET.     Medan
3.      Deli TV      45 UHF            SINDOtv           Medan
Stasiun televisi lokal pertama di Medan dan Sumatera Utara.
Memiliki stasiun pemancar di Sibolangit serta studio dan kantor di Kompl. Wartawan Jl. Intertip No.1 Simpang Medan, Indonesia. Diluncurkan tanggal 18 Desember 2005. Siaran dimulai jam 06.00 WIB-24.00 WIB dengan konten hampir 50% program lokal. Hanya dalam 2 tahun Deli TV telah eksis dengan didukung hampir 70% sponsor atau iklan lokal.
4.      DAAI TV     49 UHF            DAAI TV           Medan
5.      RTV Medan           53 UHF            Rajawali Televisi         Medan
6.      Medan TV UHF     JPMC   Medan

Sumatera Barat
1.      TVRI Sumatera Barat        25 UHF            TVRI     Padang
2.      Minang TV            31 UHF            SINDOtv           Padang
3.      Padang TV             33 UHF            JPMC   Padang
4.      NET. Padang          35 UHF            NET.     Padang
5.      RTV Padang           53 UHF            Rajawali Televisi         Padang dan Painan
6.      Bukittinggi TV       54 UHF            City TV Network          Bukittinggi
Bukittinggi TV atau lebih dikenal dengan BiTV adalah salah satu stasiun televisi lokal yang ada di Kota Bukittinggi. BiTV mulai mengudara tanggal 22 November 2003.
BiTV sekarang telah mengudara di beberapa kota dan kabupaten yang ada di provinsi Sumatera Barat yakni diantaranya Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam bagian timur, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Padang Pariaman dengan jam tayang antara pukul 06.00 hingga 24.00.
7.      Triarga TV             56 UHF            JPMC   Bukittinggi
8.      Dharmasraya TV   36 UHF                        Pulau Punjung, Dharmasraya

Riau
1.      TVRI Riau 8 UHF TVRI     Pekanbaru
2.      Labschool TV         14 VHF                         Pekanbaru
3.      Riau TV      46 UHF            JPMC   Pekanbaru
Berpusat di Pekanbaru, Riau. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
Pertama kali mengudara pada tanggal 20 Mei 2001 yang saat itu masih berada di frekuensi 32 UHF, dan seiring waktu dan perkembangan, Riau TV mengubah frekuensi menjadi 46 UHF dengan kekuatan pemancar sebesar 10 KW dan coverage area nya adalah beberapa kabupaten atau sebagian dari Provinsi Riau. Riau TV mempunyai no izin prinsip siaran 394/KEP/M.KOMINFO/11/2010. Riau TV bermarkas di Jl. HR Subrantas Km 10.5 Panam,Pekanbaru. Jam siaran Riau TV dimulai dari pukul 06.00 sampai dengan 24.00 WIB.
4.      Esa TV RIAU          48 UHF            Esa TV Pekanbaru
5.      Riauchannel          51 UHF            City TV Network          Riau
6.      Rohil TV                 JPMC   Rokan Hilir
7.      Rohul TV                JPMC   Rokan Hulu
8.      Gemilang TV                                 Indragiri Hilir
Sri Gemilang Televisi adalah nama sebuah stasiun televisi di Riau, Indonesia. Kantornya berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Saat ini telah dilakukan pemindahan manajemen dari humas kantor bupati ke Badan Usaha Milik Daerah yang kemudian akan dijadikan sebuah perusahaan swasta. Untuk itu penggantian nama akan dilakukan dari SGTV menjadi GTV atau TVG.
9.      SAM TV                             Indragiri Hilir
10.  Srijunjungan TV     33 UHF                        Bengkalis
Sri Junjungan Televisi (disingkat: SJTV) adalah sebuah stasiun televisi lokal di Kabupaten Bengkalis, Riau. Pendirian stasiun televisi ini digagas oleh Drs. H. Syamsurizal, MM, Bupati Bengkalis (2005-2010).
Saat ini SJTV melakukan siaran 5 jam perhari dengan program unggulan Bengkalis Terkini (program berita), Sibak (talkshow), Pantun Seloka (Budaya), dan program lokal lainnya.

Berkekuatan 4 kW, SJTV memiliki pemirsa potensial 1,3 juta jiwa. Siaran SJTV dapat ditangkap di Kota Dumai, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar serta Tanjung Balai Karimun. Letak geografisnya yang berdekatan dengan Malaka (Malaysia), SJTV juga bisa ditangkap di negeri tersebut.
11.  Siak TV      52 UHF                        Siak
12.  Spot TV      56 UHF                        Siak
13.  RTV Pekanbaru     38 UHF            Rajawali Televisi         Pekanbaru

Kepulauan Riau
1.      RTV Batam            55 UHF            Rajawali Televisi         Batam
2.      STV Batam            39 UHF                        Batam
3.      Batam TV 51 UHF            JPMC   Batam
Stasiun televisi regional yang berkantor di Kota Batam, Indonesia. Saat ini jangkauan siar Batam TV sudah mencakup seluruh area Kepri, Singapura hingga Johor Bahru Malaysia.
Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC. Kekuatan daya pancar saat ini adalah 5 KW dipancarkan di Channel 51 UHF dan terus melakukan pengembangan untuk semakin memperluas jangkauan siarnya.
Jam siaran saat ini sudah dilakukan sejak pukul 07.00-24.00 WIB dengan beragam mata acara unggulan, yang terdiri dari program berita, Lejel Home Shopping, program hiburan, program anak-anak, program keagamaan, program kesehatan dll. Khusus program berita didapatkan dari beberapa daerah di Kepulauan Riau seperti: Batam, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Bintan dan Natuna. Berita-berita yang ditayangkan lebih menitikberatkan berita-berita lokal. Studio operasional dilakukan dari lantai 9 Gedung Graha Pena, Jalan Raya Batam Centre, Pulau Batam.
4.      UTV           61 UHF            SINDOtv           Batam
5.      Karimun TV                                   Karimun
6.      TV Tanjungpinang                                     Tanjungpinang
7.      Bintan Vision TV                Bintan Vision   Tanjungpinang
8.      Barvis TV               Barelang Vision           Tanjungpinang
9.      Natuna TV                                     Natuna

Jambi
1.      TVRI Jambi            45 UHF            TVRI     Telanipura
2.      Jambi TV   27 UHF            JPMC   Jambi Selatan
Jambi TV adalah sebuah stasiun televisi swasta regional pertama Provinsi Jambi. Jambi TV berkantor di Graha Pena Jambi Independent, Jalan Jenderal Sudirman, No. 100, Kel. The Hok, Kec. Jambi Selatan, Jambi. Jangkauan Jambi TV meliputi Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari, dan sekitarnya. Jambi TV melakukan siaran selama 18 jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
3.      Batanghari TV       47 UHF            Kompas TV      Kota Baru
4.      Jek TV        49 UHF            JPMC   Telanaipura
Jek TV adalah stasiun televisi swasta di Kota Jambi, Provinsi Jambi. Jek TV adalah televisi swasta regional kedua di Provinsi Jambi. Jek TV berkantor di Graha Pena Jambi Ekspres, Pattimura, Jambi. Jangkauan Jek TV meliputi Kota Jambi, dan sekitarnya.
Diawal kehadirannya Jek TV hanya mengudara 5 jam setiap hari mulai pukul 16.00 siang hingga pukul 21.00 malam. Enam bulan kemudian, Jek TV menambah lagi jam tayang menjadi 16 jam setiap hari mulai pukul 08.00–24.00 WIB. Dan saat ini Jek TV telah mengudara sejak pukul 04.30-01.00 WIB.
Awalnya, kantor Jek TV hanya "numpang" di Gedung Graha Pena Jambi lantai 5, Jalan Kapten Pattimura, Kenalibesar, Kotabaru, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Namun saat genap berusia satu tahun Jek TV mulai memiliki gedung sendiri, yang berdiri belakang gedung Graha Pena Jambi Ekspres.
Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
5.      Bungo TV   40 UHF            JPMC   Bungo
6.      Tungkal TV            59 UHF            JPMC   Tanjung Jabung Barat

Bengkulu
1.      TVRI Bengkulu       48 UHF            TVRI     Bengkulu
2.      RBtv           46 UHF            JPMC   Bengkulu
3.      ESA TV       32 UHF            Lunar TV          Bengkulu
4.      Sumatera TV                                 Bengkulu
5.      Bengkulu TV          38 UHF            Kompas TV      Bengkulu
Bengkulu TV adalah sebuah stasiun televisi swasta di Kota Bengkulu. Stasiun televisi ini antara lain menyajikan acara pendidikan, film-film kampanye sosial dan lingkungan, serta informasi-informasi lokal yang aktual, sekarang Bengkulu TV merupakan jaringan dari Kompas TV.
    Channel: 36 UHF
    Frequency: 121,30 MHz
    Jam Siaran: 04.00 s/d 02.00 WIB
    Coverage Area: Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Seluma, Kepahiang
    Daya Pancar: 1,2 Kw
6.      BE TV         24 UHF            JPMC   Bengkulu
7.      TV8                                    Bengkulu
8.      SINDOtv Bengkulu             24 UHF            SINDOtv           Bengkulu
SINDOtv (sebelumnya bernama SUN TV) adalah stasiun televisi swasta berjaringan di Indonesia. SINDOtv didirikan oleh kelompok perusahaan Media Nusantara Citra.
9.      NCTV                                 Bengkulu
10.  Sumatera Vision    50 UHF                        Bengkulu
11.  Rafflesia TV                                   Rejang Lebong, Bengkulu

Sumatera Selatan
1.      TVRI Sumatera Selatan           46 UHF            TVRI     Palembang
2.      Palembang TV             42 UHF            JPMC   Palembang
Palembang TV (PAL TV) adalah stasiun TV yang berdiri di Kota Palembang, Sumatera Selatan . Stasiun televisi yang berdiri pada 9 September 2007 ini juga telah menjadi salah satu sponsor tim sepakbola bernama Sriwijaya FC yang berlaga di Liga Super Indonesia. Stasiun TV ini juga menyiarkan semua berita tentang Sriwijaya FC dan siaran langsung Sriwijaya FC setiap kali berlaga di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.
Jaringan Siaran
Stasiun TV ini dapat dinikmati di channel 42 UHF (khusus Provinsi Sumatera Selatan) dan kekuatan transmisi 5 KW. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
Dengan kekuatan tx (transmiter) 10 Kw, coverage areanya meliputi sekitar Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir serta sebagian Kab Muara Enim, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin dan Kota Prabumulih. Kehadiran PAL TV tentu saja mendapat sambutan hangat masyarakat Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang. Itu lantaran, PAL TV sebagai televisi lokal pertama di Sumatera Selatan lebih tahu apa yang dinginkan pecintanya.
Acara PAL TV
PAL TV membuat program yang betul-betul dekat dengan masyarakat. Yaitu memilih program yang lebih menekankan pada konten lokal (70-80%). Membuat program yang banyak melibatkan masyarakat sebagai peserta. Selain itu juga sebagian program ditayangkan dalam format LIVE dan interaktif dengan pemirsa. Penggunaan bahasa di beberapa program menggunakan bahasa Palembang. Memperbanyak kegiatan off air terutama pada program unggulan. Dalam penempatan program (scheduling) PAL TV memakai pertimbangan yaitu waktu menonton pemirsa (viewing habit), jenis pemirsa (audience segment), kompetisi program di stasiun televisi lain dan jenis program/content yang dimiliki.
3.      Sky TV Palembang      44 UHF            SINDOtv           Palembang
Sky TV Palembang adalah sebuah stasiun televisi lokal swasta yang didirikan pada bulan Januari 2006. Saat ini, Sky TV dimiliki oleh Media Nusantara Citra yang jangkauan siarannya meliputi Kota Palembang dan sekitarnya. Sky TV berada di Channel 44 UHF.
4.      Sriwijaya TV    48 UHF            Indonesia Network      Palembang
Sriwijaya TV adalah sebuah stasiun televisi di Sumatera Selatan, Indonesia. Sriwijaya TV merupakan TV lokal kedua selain Palembang TV. Sriwijaya TV terletak di Jalan Angkatan 45. Saat ini, Sriwijaya TV mengudara selama 24 jam sehari. Stasiun televisi ini merupakan jaringan Bali TV.
5.      Kompas TV Sumsel      52 UHF            Kompas TV      Ogan Ilir Dan Palembang
6.      Palembang Channel    60 UHF                        Palembang
7.      Candaradimuka TV     62 UHF                        Palembang
8.      Radar Palembang TV UHF     JPMC   Palembang
9.      Linggau TV      53 UHF            JPMC   Lubuk Linggau
10.  RTV Banyuasin            52 UHF            Rajawali Televisi         Banyuasin (Jangkauan siarannya di Sekayu, Banyuasin, dan Palembang)

Kepulauan Bangka Belitung
1.      TVRI Bangka Belitung             27 UHF            TVRI     Pangkal Pinang
2.      Bangka TV                               Bangka

Lampung
1.      TVRI Lampung             40 UHF            TVRI     Way Huwi, Sukarame, Bandar Lampung
2.      RTV Lampung 44 UHF            Rajawali Televisi         Bandar Lampung
3.      Tegar TV         42 UHF            City TV Network          Bandar Lampung
4.      Siger TV           46 UHF                        Bandar Lampung
Siger TV adalah stasiun televisi lokal yang ada di daerah Bandar Lampung. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah dan berita lokal.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, Lampung memiliki kelebihan yang signifikan dilihat dari letak yang strategis sebagai pintu gerbang sumatera. Didukung dengan keragaman suku adat dan budaya serta pelestarian nilai-nilai kebudayaan Lampung, Siger TV hadir untuk memenuhi kebutuhan Informasi, Komunikasi dan hiburan masyarakat propinsi Lampung.
Siger TV sebagai penyelenggara penyiaran televisi lokal daerah Lampung berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menampilkan informasi dan komunikasi visual kepada masyarakat, mulai dari berita, budaya, pendidikan, hiburan hingga talk show, sehingga Siger TV mampu menjadi pelopor televisi lokal yang professional serta memberikan pendidikan kepada masyarakat luas dan Lampung pada khususnya, yang tidak terbatas dengan usia atau pendidikan. Kondisi masyarakat Lampung yang heterogen merupakan modal dasar sebagai pangsa pasar yang cukup baik untuk dijadikan sebagai pemirsa yang loyal terhadap program Siger TV.
5.      Suma TV          48 UHF                        Bandar Lampung
Suma TV adalah salah satu stasiun televisi lokal di Indonesia yang beroperasi di provinsi Lampung. Suma TV mengudara pada frekuensi 48 UHF dengan menara pemancar yang terletak di Gunung Sukadanaham serta studio siaran yang berada di Jl Ryacudu Kedaton Bandarlampung. Siaran Suma TV selain menjangkau Kota Bandarlampung juga mencapai beberapa ibukota kabupaten di sekelilingnya seperti Kota Metro Bandarjaya hingga Menggala, Kabupaten Lampung timur dan Kabupaten Lampung selatan.
6.      L TV     50 UHF            SINDOtv           Sukadanaham, Bandar Lampung
Lampung Mega Televisi atau lebih dikenal sebagai LTV adalah stasiun televisi swasta di provinsi Lampung, Indonesia. LTV merupakan stasiun televisi afiliasi dari SINDOtv milik Media Nusantara Citra yang jangkauan siarannya meliputi Bandar Lampung dan sekitarnya. Siaran LTV ditayangkan pertama kali pada tahun 2005.
Sejak awal siarannya, LTV menjadi terdepan dibandingkan dengan TV swasta lainnya. Dan saat ini, LTV menjadi referensi pemberitaan lokal di Lampung. Ini karena program-program andalan televisi ini berupa berita lokal.
Dengan kecepatan tayang dan konten sepenuhnya berita lokal, program berita LTV selalu ditunggu masyarakat Lampung. Sebab, televisi lain di pulau Sumatera belum menggarap program sejenis. Jam siaran LTV dimulai pukul 06.00 sampai 00.00 WIB. LTV berada di Channel 50 UHF.
7.      Radar TV Lampung                 JPMC   Bandar Lampung

Jakarta
1.      TVRI Jakarta    31 UHF (DKI Jakarta) & 39 UHF(Nasional)      TVRI     Jakarta
2.      RTV      23 UHF            Rajawali Televisi         Jakarta
3.      NET. Jakarta    27 UHF            NET.     Jakarta
NET. (singkatan dari News and Entertainment Television) adalah sebuah stasiun televisi berjaringan di Indonesia yang resmi diluncurkan pada 26 Mei 2013. NET. menggantikan siaran terestrial Spacetoon Indonesia yang sebagian sahamnya telah diambil alih oleh Grup Indika. Berbeda dengan Spacetoon yang acaranya ditujukan untuk anak-anak, program-program NET. ditujukan kepada keluarga dan pemirsa muda.
Selain melalui jaringan terestrial, NET. juga menyiarkan kontennya melalui saluran komunikasi lain seperti jejaring sosial dan YouTube.
Program Grand Launching NET. ditayangkan secara langsung pada tanggal 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB dan disiarkan secara streaming melalui Youtube dan website resmi NET., dan acara Grand Launching ini menampilkan penyanyi internasional seperti Carly Rae Jepsen, Taio Cruz dan juga didukung oleh beberapa artis dalam negeri seperti Agnes Monica, Maudy Ayunda, Cherrybelle, Sm*sh, Noah, Raisa, Kahitna, Dewa 19, Andien, Ungu, Reza Rahardian, Andi Rianto dan banyak lagi.
Pada tanggal 18 Mei 2014 NET. merayakan ulang tahun pertamanya yang bertajuk NET. ONE (Indonesian Choice Awards 2014).
Pada tahun 2012, PT Net Mediatama Indonesia (NET.) ingin membangun sebuah stasiun TV yang membawakan sebuah revolusi media yang maju dan lebih modern yang diprakasai oleh Wishnutama (mantan Direktur Utama Trans TV) dan Agus Lasmono (CEO Grup Indika dan pernah menjabat sebagai Komisaris Independen SCTV). Pada pertengahan Maret 2013, PT Net Mediatama Indonesia mengakuisisi saham kepemilikan dari PT Televisi Anak Spacetoon (Spacetoon) yang sebagian sahamnya dialih oleh Grup Indika sebesar 95% dari saham kepemilikan Spacetoon. Sesaat setelah akuisisi saham kepemilikan Spacetoon ke NET., akhirnya pada Sabtu, 18 Mei 2013, siaran Spacetoon di jaringan terrestrial menghilang dan digantikan oleh NET. yang memulai siaran perdananya dengan menggunakan frekuensi milik Spacetoon di seluruh mantan jaringan frekuensi Spacetoon di Indonesia.
NET. memulai masa siaran percobaan selama satu pekan yang terhitung sejak Sabtu, 18 Mei 2013 sampai menjelang program Grand Launching Media Revolution yang disiarkan secara live pada Minggu, 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Masa siaran percobaan NET. disiarkan mulai dari pukul 05.00 WIB-24.00 WIB tanpa ada iklan komersial. Setelah selesai masa siaran percobaan, jam tayang NET. diperpanjang dari pukul 04.00 WIB-02.00 WIB. Akan tetapi, khusus selama bulan suci Ramadhan siaran NET. menjadi 24 jam nonstop.
Seluruh program-program dari Spacetoon Indonesia dirombak menjadi yang maju dan lebih modern, akan tetapi NET. tetap menayangkan lima program kartun unggulan dari Spacetoon yang disiarkan setiap Senin-Jumat mulai pukul 13.30 WIB-16.00 WIB dengan nama "NET. Playground" atau "NETOON".
4.      O Channel       33 UHF            Emtek Jakarta Selatan, DKI Jakarta
O Channel adalah sebuah stasiun televisi lokal di Indonesia yang memfokuskan siarannya di wilayah Jabodetabek. O Channel didirikan oleh MRA Media Group dan Elang Mahkota Teknologi dengan kepemilikan masing-masing 50%, yang memulai siaran percobaan pada tanggal 2 Agustus 2004, kemudian diresmikan sejak pada tanggal 16 Juni 2005. Namun, pada awal 2007, pihak MRA resmi menjual sisa 50% saham O Channel ke Emtek, sehingga O Channel dikuasai 100% oleh Emtek hingga sekarang.
O Channel terfokus pada program gaya hidup dan hiburan yang berkualitas. O Channel akan benar-benar memperkenalkan tampilan baru kepada peminat pertelevisian di Indonesia. Sebuah stasiun televisi yang menampilkan tayangan-tayangan berkualitas, bersamaan dengan gaya mempresentasikan program yang ada, memperluas pilihan saluran televisi lain bagi para pemirsa yang ada di Jakarta. O Channel mempunyai keunikan dan kemampuan yang baik dari set-up mereka yang akan membantu menayangkan program-program mereka. Tujuan dari pendirian O Channel adalah untuk menghasilkan standar baru bagi dunia pertelevisian yang fokus dan menarik hati masyarakat Jakarta serta memberikan alternatif yang berbeda bagi pemirsa televisi di Indonesia.
5.      Elshinta TV      35 UHF            Elshinta Media            Jakarta Barat, DKI Jakarta
Elshinta TV adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia. Elshinta TV memulai siaran percobaan di wilayah Jakarta sejak 24 Agustus 2005. Elshinta TV menggunakan frekuensi yang dulunya digunakan oleh Indosiar yang dialokasikan untuk daerah Jabodetabek, yaitu 35 UHF. Siaran Elshinta TV dapat diterima dengan baik di wilayah Jabodetabek, karena kekuatan pemancar serta ketinggian antena 630 meter di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Elshinta TV memfokuskan siarannya tentang masalah-masalah sosial, budaya, dan edukasi yang terjadi di sekitar Jabodetabek khususnya DKI Jakarta.
Bagi yang menyaksikan Elshinta TV, maka sehari-harinya pemirsa adanya menemui acara-acara seperti sinetron, video musik, atau acara varietas. Mayoritas acara-acara Elshinta TV adalah informasi ringan seputar dunia usaha kecil, kesehatan, info seputar Jakarta, budaya, dan profil daerah-daerah di Indonesia. Jam siaran Elshinta TV dimulai pada pukul 05.30 WIB sampai dengan 22.45 WIB.
6.      Jak tv   62 UHF            City TV Network          Jakarta
7.      DAAI TV           59 UHF            DAAI TV           Jakarta
8.      Radar TV Jakarta        60 UHF (digital)           JPMC   Jakarta

Banten
1.      Banten TV       22 UHF            Banten TV Network     Serang (Jangkauan siarannya di Serang & Jabodetabek)
Banten TV (PT. Banten Media Global) adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial asal Banten, Indonesia. stasiun TV ini mengudara sejak 7 Juli 2006. Ia berada di Channel 22 UHF dan lokasi pemancarnya berada di koordinat S: 06° 07’ 27” ; E: 106° 11’ 13.6”.
Banten TV memiliki tower TV berketinggian tower 100 m dan daya pancar 20 kilowatt. Sesuai namanya Banten TV berusaha menjangkau seluruh pemirsa yang berada di lokasi sekitar kota Serang, Cilegon, Pandeglang, Lebak, Anyer, Tangerang, dan Labuan. Mulai Januari 2012, Banten TV telah meningkatkan jangkauan siar ke Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Agar masyarakat Jabodetabek dapat ikut menikmati siaran Banten TV. Pemirsa setia Banten TV telah mencapai 5 juta pemirsa. Mengudara setiap hari dari jam 6.00 - 24.00 Saat ini, program Banten TV sendiri lebih difokuskan pada acara hiburan, soft news dan variety show untuk keluarga.
Motto Banten TV adalah Dari Banten Untuk Nusantara
2.      Ktv       28 UHF            Kompas TV      Serang (Jangkauan siarannya di Serang & Jabodetabek)[4]
3.      Baraya TV       50 UHF                        Serang (Jangkauan siarannya di Serang & Jabodetabek)
4.      Untirta TV       14 VHF                         Serang
5.      CTV Banten     26 UHF            CTV Network   Serang (Jangkauan siarannya di Serang & Jabodetabek)
CTV Banten (singkatan dari Cahaya TV Banten) adalah stasiun televisi pertama di provinsi Banten, Indonesia. Beroperasi pada channel 26 UHF, meliputi wilayah siar Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kota Cilegon, dengan kekuatan sinyal mencapai 10 kilowatt. CTV Banten memiliki motto Cahaya Bagi Keluarga.
Mulai 1 Januari 2004, CTV Banten siaran 18 jam setiap hari. Mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 00.00 WIB. Ada beberapa program berita, seperti Halo Banten Pagi, Halo Banten Malam, Banten News Room (BNR), Beja Ti Lembur (program berita dalam bahasa Sunda Banten), Saya Orang Indonesia (program feature), dan CTV Sport. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan CTV Network.
6.      Carita TV         32 UHF                        Pandeglang
7.      TV3      34 UHF            CTV Network   Tangerang
TV3 Tangerang atau hanya disingkat sebagai TV3 saja adalah salah satu stasiun televisi regional yang bermarkas di Kota Tangerang, Indonesia dan sedang melakukan pengembangan untuk melakukan siaran secara lokal di wilayah Tangerang.
Untuk memenuhi syarat 10 persen tayangan konten lokal untuk televisi-televisi nasional, maka jaringan televisi ini masing-masing memproduksi tayangan yang mengangkat konten lokal di masing-masing biro. Selebihnya merupakan program-program yang diproduksi secara in house maupun di beli dari production house.
Pada awalnya, TV3 merupakan jaringan dari SINDOtv. Namun, pada tahun 2010 TV3 melepaskan diri dari SINDOtv dan resmi menjadi saudaranya CTV Banten kemudian ditetapkan sebagai jaringan dari CTV Network. Saat TV3 menjadi jaringan dari CTV Network, TV3 mengubah konsepnya dari TV keluarga menjadi TV khusus perempuan.
8.      CCNC   Hanya terdapat di Gereja Christ Cathedral Gading Serpong                         Tangerang Selatan
CCNC (Christ Cathedral News Channel) adalah sebuah channel lokal yang hanya terdapat di Christ Cathedral Gading Serpong. Channel Ini hanya di tayangkan di Hari Minggu saja saat ada Ibadah Raya. Pembawa Acara CCNC adalah Henoch Agung dan Butty Lumabantoruam. Biasanya Channel ini selalu membawakan Berita tentang Gereja Christ Cathedral. Selanjutnya setelah acara Berita selesai, ada iklan dari Organisasi-Organisasi Gereja ini.
9.      Carlita TV        52 UHF            CTV Network   Pandeglang, sebagian Tangerang Rangkasbitung, sebagian Serang
Carlita TV adalah stasiun televisi lokal pertama di Kabupaten Pandeglang, Banten. Beroperasi pada channel 52 UHF dengan kekuatan pemancar 1.6 KW, Carlita TV dapat menjangkau pemirsa baik di seputar kota Pandeglang, Rangkasbitung, sebagian Serang dan Tangerang.
Carlita TV hadir kehadapan pemirsanya mulai pukul 10.00 s.d 22.00 WIB dengan beragam acaranya. Carlita TV sebagai televisi lokal Banten memfokuskan diri terhadap minat dan keinginan pemirsa. Nuansa lokal yang melibatkan pemirsa melalui program interaktif via telepon, SMS dan kegiatan off air juga dilakukan untuk memperkuat penetrasi ke masyarakat Banten.
Dalam menjalankan aktivitasnya Carlita TV didukung oleh tenaga-tenaga professional dan berpengalaman dalam pembuatan produk publikasi yang berbasis video grafik digital, yang terbagi atas beberapa divisi baik berita, produksi, penyiaran, administrasi dan pemasaran.
10.  TV-M   30 UHF            SINDOtv           Tangerang, sebagian Jabodetabek
Televisi Mitra (TV-M) adalah salah satu stasiun televisi regional yang berada di Kota Tangerang, Indonesia. TV-M berkantor di Jl. Barata Raya no 1, Tangerang. TV-M berada di Channel 30 UHF. Jangkauan siarannya berada di wilayah Jabodetabek. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah Tangerang dan berita lokal.
Stasiun TV ini bertujuan untuk meningkatkan peluang-peluang usaha yang diberdayakan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dengan mempromosikan produk UKM agar akses pemasaran dan penjualan produk UMKM dapat ditingkatkan.
Pada awal siarannya, TV-M berjaringan dengan Spacetoon dan sisanya acara yang diproduksi oleh sendiri. Tapi mulai 22 Agustus 2013 TV-M merelai dengan BeritaSatu TV sepenuhnya. Dan pada tahun 2014, TV-M resmi berjaringan dengan SINDOtv.


Jawa Barat
1.      TVRI Jawa Barat    40 UHF            TVRI     Bandung
2.      BCTV Bandung      21 UHF                        Bandung
3.      IMTV         22 UHF            SINDOtv           Bandung
Indonesia Musik Televisi (IMTV) adalah televisi lokal berkualitas nasional dan berada pada saluran 22 UHF. IMTV merupakan stasiun televisi lokal untuk wilayah Jawa Barat. Dengan Kekuatan pemancar 10 KW, siarannya dapat diterima dengan jernih di wilayah Bandung, Kabupaten Bandung, Cianjur serta sebagian wilayah Bogor, Sukabumi, Sumedang, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi dan Depok. Awalnya, IMTV dimiliki oleh Bina Sarana Informatika serta menyiarkan acara yang berhubungan dengan musik. Pada 29 Juni 2008, IMTV menjadi mitra jaringan dari SUN TV dan me-relai acara dari SUN TV, sisanya acara yang diproduksi sendiri. IMTV yang sebelumnya berkantor di Gedung Mobile-8 Jalan Surapati No.233 Bandung, sejak tahun 2011, IMTV berkantor di Komplek Setrasari Mal, Blok C3 no 9 / 35 Jln. Ters. Prof. Dr. Ir. Sutami Bandung setelah Gedung Mobile-8 dikuasai oleh smartfren. Selain itu, IMTV juga memiliki studio mini di Lantai 1 Bandung Indah Plaza yang lokasinya strategis yaitu tepat di jantung kota Bandung.
4.      Garuda Vision TV 24 UHF            Emtek Bandung
Garuda Vision TV (sebelumnya bernama Garuda Vision dan Garuda TV) merupakan stasiun televisi lokal yang berdiri dan mengudara di Bandung , Jawa Barat. Stasiun televisi ini mengudara pada frekuensi 24 UHF. Saat ini Garuda TV mengudara 24 Jam Sehari.
Garuda TV sebenarnya telah mengantongi Izin Penyiaran Prinsip (IPP) dari Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Jawa Barat serta memiliki izin mengudara dari Komisi Penyiaran Indonesia Jawa Barat sejak tahun 2005, namun karena terkendala dana operasional, maka Garuda TV hanya sebatas memiliki frekuensi saja dan belum dapat bersiaran. Dan pada tahun 2010, ketika Grup Garuda TV Network, sebuah perusahaan televisi berlangganan yang berpusat di Belanda bergabung dengan Garuda TV, maka Garuda TV pun dapat bersiaran. Dengan konten 100 persen seluruh acara ditayangkan dari Garuda TV Network.
Oktober 2011 , Garuda Vision masuk ke dalam grup City TV Network yang juga berafiliasi dengan Jak tv sehingga 30 persen siaran Garuda TV merupakan program dari Jak tv.
Bergabung dengan O Channel
Setelah lama mengudara secara sendiri, terhitung mulai bulan April 2013, Garuda TV mulai bergabung dengan O Channel dan sebagian acara dari Jakarta direlai oleh Garuda TV. Kantornya pun mulai dipindahkan ke Gedung Garuda FM Bandung karena merupakan satu grup, sementara studionya masih tetap berada di Bandung Trade Mall yang berlokasi di Cicadas, Kota Bandung. Kemudian jam siaran Garuda TV meluas menjadi 24 jam Sehari . Selain itu, jangkauannya pun melebar ke sebagian Jawa Barat.
Perselisihan dengan Jabar TV.
Pada Mei 2011, Siaran Garuda Vision (sebelum menjadi Garuda TV) secara mendadak menghilang dari layar televisi tanpa adanya alasan yang jelas. Dan hal itu dimanfaatkan oleh Jabar TV untuk mengudara pada kanal milik Garuda Vision. Memang sebenarnya Jabar TV juga telah mengantongi izin dari dinas terkait dan juga memiliki frekuensi yang sama di kanal 24 UHF. Tapi frekuensi ini telah ditempati oleh Garuda Vision saat Jabar TV memang dinyatakan berhenti beroperasi. Dan pada Juni 2011, Garuda TV kembali mengudara setelah Pemancar Jabar TV disegel oleh pihak berwenang karena menggunakan frekuensi lain.
5.      I Channel   26 UHF            BeritaSatu TV Bandung
I Channel merupakan stasiun televisi lokal yang berdiri dan mengudara di Bandung, Jawa Barat dan bersiaran pada frekuensi 26 UHF. I Channel sendiri digagas oleh beberapa pakar media yang bergerak di bidang pertelevisian dan saat ini I Channel merupakan jaringan dari BeritaSatu TV.
6.      Parijz van Java TV             28 UHF            JPMC   Bandung
Parijz Van Java TV(disingkat PJTV, dahulu Padjajaran TV) merupakan salah satu stasiun televisi lokal di Bandung. Berdiri pada tahun 2005 di Bandung dengan kekuatan pemancar 3Kw. Didukung dengan tenaga SDM yang muda dan kreatif serta mempunyai visi yang sama sampai saat ini PJTV menjadi stasiun televisi yang eksis di kota Bandung dan sekitarnya. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
Dengan semangat untuk mencapai Visinya, selain telah banyaknya program program baru yang menarik, menghibur serta mendidik, PJTV adalah stasiun TV lokal pertama yang di bandung yang sudah mengudara kurang lebih 19 jam per hari dan saat ini telah menambah daya pancarnya menjadi 10kw yang tentunya akan menjangkau sebagian besar wilayah Jawa Barat.
Pada tanggal 15 April 2010, PJTV berganti nama dari Padjadjaran TV menjadi Parijz van Java TV. Program-Program PJTV ditujukan untuk menjadi tontonan keluarga, dengan melibatkan secara penuh masyarakat Bandung agar PJTV menjadi bagian dari hati masyarakat Bandung dan menjadi Televisi Pilihan Pertama Penonton.
Saat ini PJTV mengudara mulai Pukul 05.00 WIB sampai 00.00 WIB.
7.      NET. Bandung       30 UHF            NET.     Bandung
8.      Inovasi TV 32 UHF            Prawiro Group            Cimahi
9.      Kompas TV Jawa Barat     34 UHF            Kompas TV      Bandung
10.  RTV Bandung        36 UHF            Rajawali Televisi         Bandung
11.  Bandung TV           38 UHF            Indonesia Network      Bandung
12.  MQTV        60 UHF                        Bandung
Manajemen Qolbu Televisi (MQTV) adalah sebuah stasiun televisi regional Indonesia dengan siaran bernuansa Islam. MQTV mulai mengudara pada tanggal 22 Juni 2002 melalui satelit Palapa C2 milik Indosat. Stasiun yang didirikan oleh Abdullah Gymnastiar ini berpusat di Bandung, Jawa Barat. Slogan MQTV ialah "Sahabat Penyejuk Hati". Saat ini MQTV sudah resmi siaran menjadi TV lokal Bandung pada 60 UHF yang wilayah jangkauannya mencakup wilayah kota Bandung dan sebagian kota-kota sekitarnya. MQTV juga adalah stasiun televisi komunitas yang sekarang telah bersiaran lokal di Bandung.
13.  Bekasi TV 24 UHF                        Bekasi
14.  CB Channel           21 UHF            JPMC   Depok
15.  Depok TV   62 UHF                        Depok
Depok TV adalah stasiun TV lokal yang mengudara di Depok, Jawa Barat. Depok TV mulai mengudara sebagai siaran percobaan pada tanggal 5 Mei 2007 dan mulai siaran perdana pada tahun 2009. Pada tahun 2011 di bulan Oktober dibawah naungan managemen yang baru. Saat ini, Depok TV berkantor di Jl. Proklamasi Raya No.1C, Abadi Jaya Depok 2 Timur, Kota Depok, Jawa Barat. Stasiun TV ini dapat dinikmati melalui Channel 62 UHF di frekuensi 799.25Mhz (khusus daerah Kota Depok dan sekitarnya). Stasiun televisi ini merupakan jaringan dari Bloomberg TV Indonesia.
16.  Green TV IPB         5 VHF   IPB Bogor        Bogor
GreenTV IPB adalah lembaga penyedia konten (content provider) yang didirikan oleh Institut Pertanian Bogor. GreenTV IPB memproduksi materi edukasi rujukan dalam bidang pertanian, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. GreenTV IPB berada di Bogor, Jawa Barat, Indonesia yang didirikan pada tanggal 23 November 2011. Slogannya adalah Inovasi Peradaban Baru. Saat ini berbagai meteri dapat diakses melalui http://greentv.ipb.ac.id
17.  Dian TV Sukabumi             32 UHF                        Cicurug, Kabupaten Sukabumi
18.  NUSANTARA TV     32 UHF                        Sebagian Jabodetabek
19.  TV Plus! Bogor      25 UHF                        Bogor,Jabodetabek
TV Plus! (sebelumnya Megaswara TV) merupakan stasiun televisi lokal yang mengudara di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan frekuensi 25 UHF dari Bogor, Jawa Barat. TV Plus! sendiri kini mulai memfokuskan diri terhadap hiburan untuk keluarga dengan suguhan tayangan yang berbeda dari stasiun televisi lain.
20.  Jatiluhur TV           59 UHF                        Purwakarta
Jatiluhur TV adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial yang bersiaran di Purwakarta, Jawa Barat. Jangkauan siarannya menjangkau wilayah Purwakarta dan sekitarnya (tidak bisa menjangkau Tol Cipularang) dengan kekuatan pemancar sebesar 10 KW. Jatiluhur TV mengudara pukul 06.00 sampai 24.00 WIB. Jatiluhur TV sendiri merupakan stasiun televisi lokal yang independen dan belum ada kerjasama siaran dengan penyedia konten di bidang pertelevisian walaupun sebelumnya berjaringan dengan City TV Network.
21.  RTV Purwakarta    61 UHF            Rajawali Televisi         Purwakarta
22.  Radar Tasikmalaya TV      56 UHF            JPMC   Tasikmalaya
23.  Priangan TV          50 UHF                        Tasikmalaya
24.  Taz TV       52 UHF            SINDOtv           Tasikmalaya
25.  RCTV         58 UHF            JPMC   Cirebon
Radar Cirebon TV (RCTV) adalah saluran televisi lokal yang ada di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Stasiun televisi yang dimiliki oleh Radar Cirebon ini bermarkas di Jl. Perjuangan By Pass no 9 Cirebon, Jawa Barat. Jangkauan siarannya meliputi kota Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). RCTV berada di Channel 58 UHF. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC. Pada tanggal 25 Nopember 2012 RCTV resmi berganti logo baru yang menggambarkan penampilan dan semangat baru.
26.  Dian TV     31 UHF            SINDOtv           Indramayu,Cirebon
27.  RTV Cirebon          60 UHF            Rajawali Televisi         Cirebon
28.  Badar TV   24 UHF                        Bekasi
29.  TVN           61 UHF            Rajawali Televisi         Cikarang
30.  ATV Sukabumi       30 UHF                        Sukabumi
31.  Subi TV      60 UHF                        Sukabumi
32.  RTV Sukabumi       22 UHF            Rajawali Televisi         Sukabumi
33.  Sembilan TV          26 UHF                        Garut
34.  Spensa TV                          Garut
35.  ParTV Sumedang 23 UHF                        Sumedang
36.  NET. Priangan Timur        36 UHF            NET.     Garut (jangkuan siarannya di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran)

Jawa Tengah
1.      TVRI Jawa Tengah             23 UHF            TVRI     Semarang
2.      Pro TV       45 UHF            SINDOtv           Semarang
Pro TV merupakan salah satu stasiun televisi regional di Jawa Tengah, dengan lisensi perusahaan bernama PT Global Telekomunikasi Terpadu yang berdomisili di kota Semarang, dan berada pada frekeuensi baru 45 UHF. Awalnya Pro TV mengudara di frekuensi 49 UHF, namun sekarang digunakan siaran dari TVKU. Pada awal mengudara stasiun televisi ini adalah milik Prima Entertainment yang bergerak pada pembuatan sinetron dan film di Jakarta, namun seiring perkembangan bergabung dengan jaringan SINDOtv.
Program yang dikembangkan di Pro TV lebih berpandangan pada kultur masa depan. Artinya, walaupun program-program tersebut berisikan tampilan budaya tradisional, namun kemasan yang diproduksi secara langsung menggabungkan antara unsur budaya tradisional dengan perkembangan zaman.Selain beberapa program lokal, Pro TV juga menayangkan program-program berkelas Nasional yang merupakan hasil join program dengan SINDOtv Network.

Hal ini bertujuan untuk lebih pada pembuktian pemikiran bahwa budaya tradisional bukan hanya milik zaman dulu, tetapi budaya-budaya tersebut dapat pula dikombinasikan dengan kultur modern yang sedang berkembang saat ini. Dengan begitu masyarakat generasi penerus dapat melihat, mengetahui, serta menikmati budaya-budaya tradisional yang ada di wilayah Jawa Tengah dengan kemasan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Selain mengangkat budaya, Pro TV juga memberikan acara pendidikan kepada masyarakat wilayah Jawa Tengah. Didukung oleh para kru yang rata-rata adalah para pekerja muda yang kreatif, program-program televisi yang ditayangkan di ProTV lebih dikemas dalam nuansa hiburan yang menarik.
3.      Kompas TV Jawa Tengah 47 UHF            Kompas TV      Semarang
4.      TVKU Semarang    52 UHF            Rajawali Televisi         Semarang
Televisi Kampus Universitas Dian Nuswantoro (disingkat:TVKU) merupakan stasiun televisi lokal yang berdiri dan mengudara di Semarang, Jawa Tengah. Dengan berbekal Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 483/116/2003 tanggal 13 September 2003, TVKU dapat mengudara secara lokal dengan menempati frekuensi awal pada posisi 21 dan 23 UHF.
Namun seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya kebutuhan masyarakat, TVKU mulai memosisikan diri sebagai stasiun televisi lokal Semarang, dari sebelumnya televisi komunitas yang terbatas di kalangan kampus saja. Kanal frekuensi pun ditingkatkan menjadi 49 UHF sehingga lebih stabil dan jernih. Didukung dengan teknisi yang berpengalaman, menjadikan TVKU sebagai televisi lokal satu-satunya di Semarang yang didirikan oleh kelompok mahasiswa kampus. TVKU saat ini memiliki dua jaringan siaran, yakni dari RTV dan juga media lokal terbesar dan pertama di Jawa Tengah, Harian Suara Merdeka mulai tahun 2011 bekerjasama dengan TVKU untuk menyiarkan berbagai konten lokal yang disiapkan oleh Suara Merdeka sebagai wadah aspirasi pembaca harian itu dan masyarakat Jawa Tengah.
5.      Semarang TV        53 UHF            Indonesia Network      Semarang
Cakra Semarang TV adalah sebuah stasiun TV swasta yang lebih dikenal oleh masyarakat Semarang dan Jawa Tengah sebagai Cakra TV. Saat ini televisi lokal yang berada di bawah manajemen PT. Mataram Cakrawala Televisi Indonesia ini memiliki jam siaran sebanyak 17 jam per hari mulai dari pukul 06.30 sampai 23.30 WIB serta bersiaran di channel baru yaitu 53 UHF. Pada awal mengudara ada pada channel 45 UHF yang sekarang digunakan untuk siaran Pro TV. Isi program siaran berfokus pada kultur budaya lokal yang ada di Jawa Tengah. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan Bali TV.
6.      BMS TV     49 UHF            SINDOtv           Purwokerto
BMS TV atau Banyumas Televisi adalah stasiun televisi lokal pertama yang hadir di daerah Banyumas, Jawa Tengah. BMS TV sendiri dulunya merupakan stasiun televisi yang dimiliki oleh Bina Sarana Informatika dan konon juga sebagian besar dana BMS TV juga dimiliki oleh Mayangsari. Dan kini, BMS TV merupakan televisi lokal berjaringan dengan SINDOtv, meski program harian BMS TV 100 persen masih diproduksi sendiri, sementara 80 persen merupakan siaran relai dari SINDOtv.
Jangkauan siaran
Jangkauan siarannya sampai saat ini sudah menjangkau wilayah Barlingmascakeb (Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan Kebumen) bahkan sampai ke Kabupaten Wonosobo dan sebagian Kabupaten Pemalang, Brebes dan Kabupaten Ciamis (Jawa Barat).
Kantor BMS TV
BMS TV mempunyai kantor dan studio yang berlokasi tak jauh dari kampus Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tepatnya di Gedung Bina Sarana Informatika (BSI) Purwokerto, Jl. H.R. Bunyamin 106 Purwokerto.
Program acara BMS TV
Program acara bernuansa lokal yang menjadi andalan BMS TV antara lain adalah komedi Kartun Banyumasan dengan logat Ngapak-nya yang khas, Ndopok Dablongan, program berita Warta Banyumas, Gudril Banyumasan dan lain sebagainya. Selain menayangkan program acara sendiri, BMS TV juga menayangkan siaran relai. BMS TV merelai program acara dari SINDOtv untuk jam-jam tertentu. BMS TV menjadi salah satu referensi berita yang terjadi di wilayah Barlingmascakeb maupun sekitarnya.
7.      Satria Mandala TV            48 UHF                        Sumpiuh, Banyumas
8.      Grabag TV             5 VHF               Grabag, Magelang
9.      MGTV        54 UHF            SINDOtv           Magelang
10.  TATV Solo 50 UHF                        Solo dan Salatiga (relay)
Terang Abadi Televisi atau disingkat TATV merupakan Stasiun televisi Swasta Lokal yang pertama di Kota Solo dan berdiri pada tanggal 1 September 2004.
TATV berdiri dan berkantor di Jalan Brigadir Jenderal Anumerta Katamso Darmokusumo Nomor. 173, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Dengan frekuensi 50 UHF serta kekuatan daya pancar sebesar 10 KW yang berasal dari Menara Pemancar TATV di Dusun Ngoro-oro, Patuk, Yogyakarta, menjadikan siaran TATV dapat diterima di Seluruh wilayah Solo, Yogyakarta, Sragen, Kabupaten Boyolali, dan sebagian besar wilayah Kabupaten Magelang serta beberapa daerah di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Selain itu mulai tahun 2009, TATV dapat diterima di wilayah Salatiga, Ambarawa, Semarang, Purwodadi, Jepara, Kudus, Pati, dan Temanggung pada kanal 50 UHF dengan membangun pemancar baru di Gunung Telomoyo, Salatiga sehingga dapat memancar ke sebagian pantura bagian tengah dan timur Jawa Tengah. Selain itu bisa juga melalui live streaming di www.tatv.co.id.
TATV memiliki beberapa karateristik yang kuat, yakni sebagai penyedia hiburan sebagai alat informasi lokal yang tajam dan lugas, serta sebagai televisi yang memberi pencerahan terhadap paradigma berpikir dan berperilaku bagi masyarakat pemirsa, tanpa meninggalkan budaya lokal dan tetap mengikuti perkembangan zaman. Dengan jangkauan siar yang semakin luas menjadikan TATV dapat dinikmati banyak pemirsa di wilayah Jawa Tengah.
11.  Solo TV      62 UHF                        Solo
12.  JK Lentera TV        21 UHF                        Salatiga
13.  Salatiga TV            58 UHF                        Salatiga
14.  Satya Wacana TV 60 UHF                        Salatiga
15.  Batik TV     57 UHF                        Pekalongan
Batik TV adalah stasiun televisi lokal Kota Pekalongan. Stasiun televisi ini dapat dinikmati dari jarak 60 km dari kantor pusat melalui 57 UHF.
Batik TV mulai mengudara pada 1 April 2012. Pada awalnya, Batik TV hanya tayang dua jam setiap harinya mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Dalam perjalanan waktu Batik TV menambah jam tayang, karena permintaan masyarakat, menjadi empat jam tayang setiap hari. Dan setelah terbit IPP, per 1 April 2012, Batik TV menambah jam tayang menjadi tujuh jam setiap hari dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.
Tujuan dari pendirian Batik TV adalah sebagai upaya mensiarkan berbagai kegiatan baik oleh masyarakat maupun di lingkungan Pemkot Pekalongan kepada warga Kota Pekalongan dan sekitarnya. Selain untuk kepentingan masyarakat, langkah tersebut juga sebagai antisipasi undang-undang penyiaran yang mulai tahun 2014 mendatang mewajibkan setiap televisi nasional untuk bekerjasama dengan televisi lokal.
Nama Batik merupakan kependekan dari Bersih, Aman, Tertib, Indah dan Komunikatif sekaligus sesanti pemerintah dan masyarakat Pekalongan. Disamping itu, batik merupakan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Pekalongan karena dengan batik yang merupakan pakaian nasional bangsa Indonesia yang telah dikukuhkan sebagai warisan budaya tak benda pada tanggal Oktober 2010 oleh UNESCO berdasarkan Konvensi Internasional Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda Manusia.
Pada 1 April 2013 Batik TV resmi berganti logo baru yang menggambarkan penampilan dan semangat baru.
16.  Televisi Tegal (TVT)                                  Tegal
Televisi Tegal (TVT) adalah stasiun televisi lokal yang berkantor pusat di Tegal, Jawa Tengah, Indonesia dengan wilayah siaran yang meliputi Karesidenan Pekalongan yang meliputi Kota Tegal, Slawi Brebes, Kuningan Cirebon, Pemalang, Comal, dan Pekalongan. TV Tegal adalah jaringan Bali TV (mulai Juli 2014).
Mulai beroperasi penuh pada Maret 2006, TVT menitik beratkan isinya pada berita-berita seputar Pantura (50%), pendidikan (30%) dan hiburan (20%). Stasiun televisi ini dikelola oleh PT. Televisi Tegal Mediatama Semesta. Presiden direkturnya saat ini adalah Joko Sumpeno,SE.
17.  Ratih TV    47 UHF            Prawiro Group            Karanganyar, Kebumen
Ratih TV adalah stasiun televisi milik Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Teknis siarannya bekerja sama dengan SCTV.
Berdirinya Ratih TV dirintis pada tanggal 12 Mei 2003 saat penandatanganan kesepakatan kerjasama siaran berjaringan antara Pemerintah Daerah Kebumen dengan SCTV. Sejak saat itu Ratih TV mulai mengadakan kegiatan siaran. Pada tanggal 27 Oktober 2003 dilakukan ujicoba siaran pada kanal 52 UHF yang pada waktu itu masih menempati salah satu ruangan di stasiun Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) IN FM.
Dalam prosesnya, tidak lebih dari satu tahun Ratih TV sudah dianggap layak sebagai sebuah lembaga penyiaran dibuktikan dengan turunnya ketentuan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 76 tahun 2003. Kurang lebih satu tahun kemudian Ratih TV mendapatkan Surat Izin Penyelenggaraan Siaran dari Gubernur Jawa Tengah Nomor 483/47/2004 tanggal 23 Agustus 2004. Sejak saat itu Ratih TV resmi menjadi sebuah televisi publik milik masyarakat Kebumen dan memiliki hak sepenuhnya untuk melakukan siarannya di daerah Kabupaten Kebumen. Dalam rangka menguatkan berdirinya Ratih TV, Bupati Kebumen mengeluarkan keputusan Bupati Nomor 14 Tahun 2006 mengenai pendirian Lembaga Penyiaran Publik Lokal Televisi Kabupaten Kebumen. Hal ini didasari bahwa penyelenggaraan siaran merupakan sarana yang sangat penting dalam komunikasi massa yang berguna untuk tujuan pendidikan, informasi, hiburan, dan pengawasan sosial bagi masyarakat.
Asal-usul munculnya ide untuk mendirikan sebuah stasiun televisi lokal di Kabupaten Kebumen salah satunya adalah dari bupati Kebumen kala itu, Rustriningsih yang bertujuan menciptakan good governance di Kabupaten Kebumen. Tujuan lain pendirian Ratih TV adalah agar masyarakat Kebumen dapat berinteraksi secara langsung atau menyampaikan aspirasinya kepada pejabat pemerintahan. Disamping itu di harapkan dengan adanya media televisi akan menjadi sebuah media transparansi dan partisipasi publik.
Cikal bakal didirikannya Ratih TV bermula dari pertemuan 3 (tiga) orang yang mempunyai nama besar pada dunianya masing-masing. Ketiga orang tersebut adalah Rustriningsih (Bupati Kebumen), Wisnu Hadi (Direktur SCTV), dan Ken T. Sudarto (Chairman MATARI Advertising) yang semuanya adalah putra asli daerah Kebumen. Nama Ratih TV asal mulanya diberikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri yang kala itu tengah melakukan kunjungannya di Kabupaten Kebumen dalam rangka Panen Raya Jagung sekaligus menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Pemerintah daerah Kebumen dan PT Surya Citra Televisi (SCTV).
Ratih adalah akronim dari Dara Putih yang menggambarkan seorang perempuan yang sukses membawa Kabupaten Kebumen ke arah yang lebih maju. Sosok perempuan yang dimaksud adalah Bupati Kebumen Dra. Rustriningsih, M.Si yang kala itu masih berstatus lajang. Secara filosofis, Dara Putih adalah nama lain dari seekor burung merpati berwarna putih yang mengirimkan pesan sampai ke tujuan dengan tepat. Sedangkan makna filosofis dari warna putih adalah sebagai simbol kebenaran, suci, dan dapat dipercaya.
Ratih TV Kebumen beroperasi melalui saluran 47 UHF (sebelumnya di 51 UHF). Dalam siarannya, berbagai pembenahan senantiasa dilakukan oleh Ratih TV dalam rangka meningkatkan kualitas peneriamaan siarannya. Hal tersebut antara lain dilakukan dengan penggantian channel dari 52 UHF menjadi 51 UHF dan mulai 1 Juni 2012, Ratih TV mengudara di kanal 47 UHF dengan kekuatan pemancar sebesar 3000 KW. Selain bisa menjangkau seluruh kawasan Kabupaten Kebumen, siaran Ratih TV juga dapat diterima di Kabupaten Purworejo bagian Selatan dan Barat.
Dalam hal struktur, Ratih TV Kebumen berada dibawah pembinaan Dinas Informasi Komunikasi dan Telematika (Inforkomtel) Kabupaten Kebumen. Biaya operasional dianggarkan dari APBD Kabupaten Kebumen.
18.  ART TV      59 UHF            Kompas TV      Purworejo
19.  RTV Pati    57 UHF            Rajawali Televisi         Pati
20.  Simpang Lima TV 59 UHF            JPMC   Pati
Simpang Lima TV adalah salah satu stasiun televisi regional yang bermarkas di Kabupaten Pati, Indonesia dan sedang melakukan pengembangan untuk melakukan siaran secara lokal Jawa Tengah.
Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
21.  JSTV                                   Jepara
JSTV (singkatan dari Jepara SMKN 3 Televisi) adalah salah satu stasiun televisi regional yang bermarkas di Jepara, Indonesia dan sedang melakukan pengembangan untuk melakukan siaran secara lokal Jawa Tengah.
22.  3TV
3TV (singkatan dari SMAN 3 Jepara Televisi) adalah salah satu stasiun televisi regional yang bermarkas di Jepara, Indonesia dan sedang melakukan pengembangan untuk melakukan siaran secara lokal Jawa Tengah.
Asal usul nama 3TV adalah dari kata SMAN 3 Jepara TV disingkat menjadi 3TV.

Yogyakarta
1.      TVRI Yogyakarta   22 UHF            TVRI     Yogyakarta
2.      RBTV Jogja            40 UHF            Kompas TV      Yogyakarta
Reksa Birama TV atau disingkat RBTV merupakan Stasiun televisi Swasta lokal yang berdiri dan mengudara di Yogyakarta. RBTV Berdiri atas kerjasama PT Redjo Buntung Yogyakarta (Radio RBFM Grup Jogja) dan STMIK Amikom Yogyakarta.
Dan sejak tanggal 1 Maret 2012, RBTV merupakan stasiun televisi lokal dibawah naungan Kompas TV. Dengan Demikian, siaran mengudara RBTV yang sebelumnya dari pukul 10.00 WIB-24.00 WIB, kini menjadi pukul 04.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB menyesuaikan dengan siaran Kompas TV.
Setelah menjadi mitra siaran Kompas TV, Stasiun Relay RBTV yang sebelumnya berada di Kantor Pusat RBTV Jalan Jagalan Nomor 36 Yogyakarta, dipindahkan ke Komplek Pemancar Televisi di wilayah Dusun Ngoro-oro, Patuk. Dengan kekuatan pemancar sebesar 30 KW, maka Siaran RBTV mampu menjangkau wilayah Yogyakarta, Solo, hingga Magelang, Jawa Tengah dengan Frekuensi 40 UHF.
3.      ADiTV        44 UHF            City TV Network          Yogyakarta
ADiTV adalah sebuah stasiun televisi lokal di Yogyakarta dengan siaran bernuansa Islam. Stasiun televisi yang dimiliki oleh Muhammadiyah ini bermarkas di Jl. Raya Tajem Km 3 Sleman, Yogyakarta. Awalnya sebagai televisi komunitas yang dimiliki oleh Universitas Ahmad Dahlan, namun seiring perkembangan dimiliki oleh Muhammadiyah menjadi televisi lokal di Yogyakarta.
ADiTV diluncurkan pada tanggal 18 Juli 2009, bertepatan dengan pelaksanaan Muktammar Muhammadiyah 2009. ADiTV sendiri didirikan sebagai hasil amanat Muktammar Muhammadiyah pada tahun 1995. Dipilihnya Jogja sebagai basis ADiTV karena kota ini memiliki imej dan tempat yang khusus bagi Indonesia sebagai daerah istimewa. Dengan atmosfir pendidikan dan budaya yang masih kental, televisi ini dipastikan akan berkembang dengan baik ke depannya.
Format program ADiTV adalah informasi, edukasi dan budaya lokal yang disajikan dalam bentuk hiburan yang bermaksud untuk menjangkau pemirsa dari segala usia. ADiTV mempunyai no izin prinsip siaran 96/KEP/M.KOMINFO/3/2009. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
4.      Jogja TV     48 UHF            Indonesia Network      Yogyakarta
Jogja TV adalah sebuah stasiun televisi swasta siaran gratis lokal terestrial di Kota Yogyakarta, Indonesia. Jogja TV dimiliki oleh PT Jogjakarta Tugu Televisi dan merupakan stasiun televisi swasta pertama di Yogyakarta. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan Bali TV.
Jogja TV mengudara pertama kali pada bulan Agustus 2004 di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Dengan jangkauan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya (Sleman, Bantul/Parangtritis, Wonosari, Wates, Purworejo, Klaten, Magelang, Muntilan, Solo). Jogja TV bersiaran menggunakan kanal 48 UHF.
5.      ATV            4 VHF               Yogyakarta
6.      RTV Jogjakarta      56 UHF            Rajawali Televisi         Yogyakarta

Jawa Timur
1.      TVRI Jawa Timur   9 VHF, 26 UHF, 35 Digital       TVRI     Surabaya
2.      SBO TV      36 UHF            JPMC   Surabaya
SBO TV atau Suroboyo TV adalah stasiun televisi lokal yang di Surabaya, Jawa Timur. SBO TV bermarkas di Graha Pena Surabaya, dan merupakan stasiun televisi di bawah PT Surabaya Media Televisi, salah satu anak perusahaan Grup Jawa Pos. Stasiun televisi ini mulai mengudara pada tanggal 1 Januari 2006. SBO TV mengudara setiap hari pada pukul 05.30-01.00 WIB, pada saluran 36 UHF (Surabaya dan sekitarnya), 55 UHF (Pasuruan, Kediri dan Nganjuk), serta 26 UHF (Madiun, Tuban, Bojonegoro, Magetan dan Jember). Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
3.      TV Edukasi                                     Surabaya
TVE (Televisi Edukasi) adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia. Stasiun televisi ini khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyarakat.
Stasiun televisi ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia adalah Bapak Abdul Malik Fadjar sejak pada tanggal 12 Oktober 2004 yang berada dari Studio TVE di Jakarta untuk meresmikan oleh penandatangani batu prasasti sebagai tanda mengudara Televisi Edukasi dan memiliki afiliasi dengan stasiun televisi pendidikan di daerah. Televisi Edukasi dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Siaran TVE direlai oleh Televisi Republik Indonesia setiap hari Senin sampai dengan Jumat siang sampai dengan sore ini sejak sekitar pukul 13:00 sampai dengan 15:00 WIB. TVE mempunyai dua channel yaitu channel 1 dan channel 2.
Tujuan didirikannya TVE ialah memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk menunjang tujuan pendidikan nasional. Sasaran TVE adalah Peserta didik dari semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, praktisi pendidikan, dan masyarakat.
TVE mulai mengadakan kompetisi KIHAJAR (Kita Harus Belajar) sejak tahun 2004. Kompetisi ini diadakan bertujuan untuk mencari siswa SMP sederajat yang berprestasi. Siswa SMP sederajat yang memenangkan kompetisi KIHAJAR akan mendapat beasiswa sampai S1. Mulai tahun 2011, selain untuk SMP, kompetisi KIHAJAR juga diadakan untuk siswa SD dan SMA sederajat. Sistem yang digunakan terutama ialah sistem siaran tertutup melalui penggunaan satelit Telkom-1 yang dimiliki oleh PT. Telkom. Dengan demikian siaran Televisi Edukasi bisa diakses secara bebas oleh pemirsa di seluruh wilayah Indonesia, dengan menggunakan pesawat televisi yang dilengkapi dengan antena parabola (TVRO). Untuk memberi kemudahan akses bagi masyarakat dan sekolah yang tidak memiliki TVRO, TVE mengadakan kerjasama dengan TVRI dan beberapa stasiun televisi lokal. Dengan demikian Televisi Edukasi bisa dinikmati pula oleh masyarakat yang berada dalam radius penyiaran TV lokal dengan menggunakan pesawat televisi biasa.
Televisi Edukasi channel 1 dapat diakses melalui satelit Telkom 1, frequency: 3785 MHz, Symbol Rate: 4000, LNB/LO: 5150, Video PID: 0308, Audio PID: 0256, PCR PID: 8190
Televisi Edukasi channel 2 dapat diakses melalui satelit Telkom 1, frequency: 3807 MHz, Symbol Rate: 4000, LNB/LO: 5150, Video PID: 0308, Audio PID: 0256, PCR PID: 8190
4.      TV Edukasi 2          37 UHF                        Surabaya
TV Edukasi 2 Adalah stasiun Televisi Pendidikan Programa 2 di Kota Surabaya. Channelnya masih di Jawa Timur dan lebarkan sayap ke Surabaya di channel 37 UHF. Acara Perdana Siaran TV Edukasi Surabaya/TV E 2 mulai Bersiaran Pada Tanggal 1 Oktober 2008 pada siaran langsung Salat Idul Fitri di masjid AT-TAQWA Waru, Surabaya & Acara Operet Idul Fitri dari SD Negeri 77 Sambisari Surabaya. Siarannya Mulai Pukul 15:00 Hingga 22:00 WIB. siarannya memakai TV Satelit Palapa C6 Mini.TV Edukasi 2 Surabaya Berbagi dengan TV Edukasi 1 Jabodetabek:
-TV Edukasi 1 {04:00-00:00}
-TV Edukasi 2 {12:00-20:00}
Program-Program TV Edukasi 2 Antara Lain :
-Operet Katolik Anak-Anak -Pelajaran Matematika SD -Pelajaran Bahasa Inggris SD & SMP -Pelajaran PPKn SD & SMP -Pelajaran Bahasa Indonesia -Kuis Belajar Untuk Mengerti -Cipta Bintang Sekolah -Ayo Berfisika -Pelajaran Biologi -Pelajaran Geografi -Berita Daerah -Pengajian
5.      RTV Surabaya        38 UHF            Rajawali Televisi         Surabaya
6.      Kompas TV Surabaya        40 UHF            Kompas TV      Surabaya
7.      TV9 Surabaya        42 UHF            TempoTV/TV Edukasi Surabaya
TV9 Surabaya adalah sebuah stasiun televisi lokal di Surabaya dengan siaran bernuansa Islam. TV9 dikelola oleh PT. Dakwah Inti Media, perusahaan yang dimiliki oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H.,MM., termasuk di dalamnya organisasi sosial keagamaan Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. TV9 diluncurkan pada tanggal 31 Januari 2010 oleh Soekarwo sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Nahdlatul Ulama ke-84. TV9 telah memperoleh Ijin Penyelenggaraan Penyiaran prinsip tertanggal pada 7 Juli 2009 dan Ijin Penyelenggaraan Penyiaran tetap tertanggal pada 23 Juli 2012 dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk melakukan siaran sebagai lembaga penyiaran swasta lokal untuk di Surabaya/Jawa Timur. TV9 berada di Channel 42 UHF.
TV9 memulai siarannya pada tanggal 31 Januari 2010 dan memfokuskan siaran pada program-program bernuansa Islami. Sesuai dengan perkembangannya, TV9 telah menjadi TV komersial yang tetap menawarkan sajian program beragam yang tetap mengusung Tradisi Kaum Muslim khususnya untuk wilayah Surabaya. Dengan bertemakan "santun menyejukkan" menjadikan TV9 sebagai televisi religi terbaik di Indonesia.
Di Indonesia, tradisi kaum Muslim sering diidentikkan dengan NU, sebuah organisasi sosial keagamaan terbesar. Agar mempertahankan tradisi Muslim, NU menciptakan TV9 sebagai media yang memberikan informasi dan hiburan seputar tradisi kaum Muslim. Penyajian program religi ini dibuat untuk mempertahankan dan membudayakan tradisi kaum Muslim khususnya untuk wilayah Surabaya, dimana TV9 berada.
Program-program acara Islami yang bertajuk dakwah bertujuan agar pesan-pesan agama Islam dapat diresapi oleh pemirsa dan diharapkan pesan-pesan yang dikemas dalam bentuk program acara dapat diamalkan oleh masyarakat. Program acara yang disajikan dikemas dengan semenarik mungkin tanpa menghilangkan identitas dari tradisi Muslim yang dihadirkan oleh TV9.
8.      Surabaya TV          44 UHF            Indonesia Network      Surabaya
Surabaya TV adalah stasiun televisi swasta siaran gratis lokal terestrial dengan wilayah penyiaran di Surabaya dan sekitarnya (Gresik, Jombang, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Pasuruan, Bangkalan, Jember, Banyuwangi, Bojonegoro, Tuban). Surabaya TV dibentuk pada tanggal 31 Mei 2004 bersamaan dengan hari ulang tahun Kota Surabaya ke-711. Surabaya TV juga disiarkan di channel 44 UHF dan wilayah Bojonegoro channel 51 UHF. Format siaran Surabaya TV mirip tvOne, SCTV, RCTI, Indosiar dan JTV. Surabaya TV mengudara dari Pkl. 04.00-02.00 WIB. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan Bali TV.
9.      BBS TV       46 UHF                        Surabaya
10.  Arek TV     48 UHF            City TV Network          Surabaya
Arek TV merupakan televisi lokal di kota Sidoarjo. Jangkauannya di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya seperti Surabaya, Pasuruan, Bangkalan, Lamongan, Gresik, Mojokerto. Arek TV disiarkan melalui frekuensi 48 UHF. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan Bloomberg TV Indonesia dan ANTARA TV.
11.  JTV             60 UHF            JPMC   Surabaya
12.  NET. Surabaya       58 UHF            NET.     Surabaya
13.  MHTV Surabaya    62 UHF            SINDOtv           Surabaya
14.  RTV Malang          24 UHF            Rajawali Televisi         Malang
15.  Gajayana TV          28 UHF                        Malang
Gajayana TV adalah salah satu dari stasiun televisi lokal di Indonesia yang menyelenggarakan siaran di Kota Malang, Jawa Timur. Gajayana TV bermarkas di Jl. Merjosari Blok L, Komplek Universitas Gajayana Malang. Gajayana TV ada di bawah naungan PT. Gajayana Media Karya sebagai perusahaan induk yang bergerak dibidang Penyelenggaraan Penyiaran Radio dan Televisi. Pada perkembangannya Gajayana TV akan menjadi stasiun televisi swasta lokal, sesuai dengan proses pengajuan perizinannya untuk mengajukan Ijin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta. "Hiburan yang Mendidik dan Pendidikan yang Menghibur", merupakan pilihan yang diambil oleh media ini. Tahun 2002 Gajayana TV menjadi Relayer TPI. Tahun 2004 Gajayana TV tidak bersiaran. Tahun 2012 Gajayana TV mulai melakukan siarannya kembali dengan kanal 28 UHF.
Bermula dari pemancar radio FM sebagai ajang praktek mahasiswa Universitas Gajayana. Dalam perkembangannya kalah dengan kampus lain yang memiliki dana yang cukup besar untuk pengembangannya. Dari situlah timbul pemikiran untuk membuat sebuah pemancar televisi sendiri. Setelah beberapa bulan keinginan para mahasiswa tersebut di respon oleh seorang dosen Teknik Elektro. Dari situlah terbentuk sebuah tim untuk merealisasikan pemancar televisi yang berada di area kampus Universitas Gajayana. Pada pertengahan tahun 1997 tim yang terdiri dari sekelompok mahasiswa dan di dukung oleh dosen mampu membuat pemancar televisi menggunakan saluran VHF. Setelah mendapatkan hasil pihak kampus memberikan dukungan penuh dengan menambah sebagian fasilitas termasuk sebuah tower untuk panel pemancar. Tim yang melakukan seluruh aktifitas televisi bekerja secara suka rela di antara kesibukannya sebagai mahsiswa.
Seiring dengan perkembangan waktu, beberapa tahun mengudara ada perubahan tim pengurus Gajayana TV. Hal tersebut karena para tim yang selama ini bekerja lulus kuliah dan meninggalkan kampus untuk memulai hidup baru dengan profesi yang mereka geluti. Dengan pergantian pengurus ini ada kebijakann kampus untuk mengambil alih Gajayana TV, dari ruang praktek untuk di kembangkan lebih besar lagi. Pada pertengahan tahun 2002 dari kanal VHF diubah menjadi UHF dengan maksud untuk menambah jangkauan yang lebih luas dan di kembangkan kearah komersil. Saat itu masih satu-satunya televisi lokal yang ada di Kota Malang dan sekitarnya.

Baru pada tahun 2003 bermunculan televisi lokal yang di kelola oleh pihak swasta. Dan saat itu juga keberadaan Gajayana TV kian hari mengalami penurunan, bahkan pada pertengahan tahun 2005 sempat mengalami masalah pada peralatan hingga tidak mengudara lagi. Bersamaan dengan waktu bergulir muncul kembali televisi lokal swasta yang berada baik di Kota Malang maupun di Kota Batu.
Meskipun sudah tidak mengudara lagi keberadaan Gajayana TV masih mendapatkan perhatian dari beberapa pengusaha yang ingin mengembangkan usaha di bidang pertelevisian. Bahkan diantaranya ada yang sempat mengajak untuk bekerjasama membangkitkan televisi tersebut. Namun harapan yang di inginkan oleh kedua belah pihak tidak sesuai dengan kenyataan dan akhirnya kembali jatuh dan tidak mengudara lagi. Perjalanan Gajayana TV tidak seindah yang kita bayangkan dan bertahun-tahun kembali terpuruk dan tidak mengudara lagi.
Pada pertengahan tahun 2012 pihak pemegang peranan Gajayana TV bertemulah dengan pemilik Khatulistiwa TV (stasiun TV yang berjaringan dengan Kompas TV). Pada saat itu diselenggarakan temu alumni lulusan Universitas Gajayana, dan kebetulan pemilik Khatulistiwa TV termasuk alumni dari kampus yang berada di Merjosari Kota Malang tersebut. Dari situlah di mulai pembicaraan dan disepakati untuk kerjasama untuk membangkitkan Gajayana TV dengan konsep acara televisi keluarga.
Pertengahan tahun 2012 merupakan tonggak sejarah bangkitnya kembali Gajayana TV yang melibatkan para alumni yang sudah bekerja lama di televisi lokal yang ada di Malang Raya, maupun di instansi lain termasuk di pemerintahan. Kembalinya para pengurus lama ini dan di dukung oleh kampus serta pemegang saham yang sudah malang melintang di dunia pertelevisian, dari proses perekrutan, ujian test tulis, psikologi, wawancara/interviuw, kesehatan, pelatihan selama 1 bulan. Gajayana TV kembali mengudara lagi dengan Launcing Gajayana Televisi tepatnya hari rabu tanggal 12 Desember 2012 pukul 12.00 sampai dengan 24.00 dengan semboyan “Bersama Kita Berjaya”.
16.  CRTV         62 UHF                        Malang
CRTV adalah sebuah stasiun televisi lokal di Kota Malang, yang berlokasi di Ruko Soekarno-Hatta Indah E/9 Kota Malang, Jawa Timur. CRTV didirikan sekitar tahun 2008. Siaran CRTV dimulai pada pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. Siaran CRTV dapat diterima di kanal 62 UHF dan dapat ditangkap di area Malang Raya dan sekitarnya.
Pada awalnya, CRTV menunjukkan identitasnya sebagai TV bernuansa Islami. CRTV pernah berebut dengan Gajayana TV sehingga akhirnya harus pindah ke kanal 62 UHF.
Rangkaian program acara yang dihadirkan CRTV sekarang sudah bervariasi, dan meski unsur Islam tidak terlalu kental namun cukup nampak. CRTV menyuguhkan alternatif tontonan yang menghibur sekaligus mendidik dan bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Pada akhir Juli 2014, CRTV Malang merelay TV9 Surabaya.
17.  UBTV         56 UHF                        Malang
18.  Singosari TV                                  Malang
19.  JTV Malang           34 UHF            JTV/JPMC        Malang
20.  Malang TV            50 UHF                        Malang
Malang TV adalah sebuah stasiun televisi lokal di Kota Malang, yang berlokasi di Jl. Puncak Joyo Agung - Merjosari Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Malang TV adalah stasiun televisi lokal pertama di Kota Malang dan didirikan sekitar akhir 2004. Siaran Malang TV dimulai pada pukul 06.00 dan berakhir pada 24.00 WIB. Siaran utama Malang TV adalah film-film serial Korea, berita "Lintas Berita" dan "Lintas Olahraga", serta program lokal lainnya. Siaran Malang TV dapat diterima di kanal 50 UHF dan dapat ditangkap di area sekitar Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, dan beberapa wilayah di dekatnya.
21.  MHTV Malang      52 UHF                        Malang
22.  Batu Televisi         48 UHF                        Batu
Batu TV merupakan stasiun televisi lokal Malang Raya yang berpusat di Kota Batu. Stasiun televisi ini berada di frekuensi 48 UHF. Lokasi kantor dan studionya berada di lereng gunung dan pegunungan setinggi ±1.100 m dari permukaan laut ditunjang dengan pemandangannya yang indah merupakan keuntungan tersendiri bagi Batu TV untuk mendapatkan pemandangan yang bagus dalam pengambilan gambar untuk sebuah produksi acara dan menembus jangkauan pancar hingga ke pelosok Malang Raya.
Batu TV berdiri dilatarbelakangi oleh adanya otonomi daerah Kota Administratif Batu menjadi Kota Batu, munculnya undang – undang pertelevisian lokal dan dari letak demografi ada potensi usaha pertelevisian di Malang Raya.
Program Acara Batu TV terbentuk berdasarkan kerjasama dengan Tim Kreatif Batu TV, Production House (PH) dan Event Organizer (EO) baik lokal maupun nasional.
Selain itu banyaknya potensi-potensi daerah yang dapat dikembangkan, status Kota Malang sebagai kota Pelajar dimana mahasiswa dan pelajar dari seluruh pelosok daerah menempuh pendidikan di Kota Malang, Potensi Pariwisata yang sangat besar, serta kreatifitas masyararakatnya. Dengan tujuan ingin berperan aktif dalam membangkitkan dan menggali potensi-potensi daerah serta meningkatkan pendapatan dan kreatifitas masyararakat Malang Raya, Batu TV menghadirkan program–program acara dengan jangka waktu siar setiap Senin sampai Minggu pukul 07.00 hingga pada pukul 22.00 WIB.
23.  Agropolitan TV      32 UHF            Kompas TV      Batu
Agropolitan TV merupakan salah satu stasiun televisi lokal di Indonesia yang menyelenggarakan siaran di Kota Batu, Jawa Timur. Saat ini kepemilikan ATV berada di bawah Pemerintah Kota Batu. ATV beroperasi di Channel 32 UHF dengan waktu siaran dari pukul 4.00 pagi hingga pukul 2.00 pagi, dan 24 jam selama Ramadan. Cakupan siaran dari ATV hingga September 2006 telah menjangkau semua wilayah Malang Raya dan sebagian kecil wilayah Kab. Lumajang.

Pada bulan Mei 2011, status ATV berubah menjadi Lembaga Penyiaran Publik Daerah. Sejak 30 Agustus 2011 stasiun televisi ini bergabung dengan jaringan Kompas TV dan menyiarkan program-program Kompas TV.
24.  Dhamma TV          26 UHF                        Batu
Dhamma TV adalah salah satu stasiun televisi lokal yang beralamat di Jl. Ciliwung 57E Kota Malang, Jawa Timur, yang daya pancarnya memancarkan sekitar wilayah Kota Malang dan sekitarnya, Trenggalek, Tulungagung, Lamongan, Bromo, Pasuruan, Madiun, Kediri, Blitar, Jombang, Nganjuk. Dhamma TV berdiri pada tanggal 14 Januari 2006 sebagai pengganti Gema Nurani TV yang dipimpin oleh bhiksu Dhammavijayo. Dhamma TV merupakan TV religius Buddha yang pertama di Indonesia. Sekarang Dhamma TV beroperasi di channel 26 UHF (511,25 MHz) mulai pukul 05.45 sampai pukul 23.00.
25.  Dhamma TV Kediri           39 UHF            Dhamma TV    Batu
26.  Kilisuci TV 21 UHF            TempoTV         Kediri
Kilisuci TV (KSTV) adalah sebuah stasiun televisi regional di Kota Kediri, Jawa Timur, dan memiliki jangkauan di Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Jombang. Stasiun televisi ini dimiliki oleh PT Kediri Global Mediatama. KSTV memiliki slogan TV Kita Semua. Berdirinya KSTV telah melalui proses pemikiran dan pertimbangan yang matang, yang menjadikannya memiliki dasar yang kuat dalam melangkah.
Hadirnya KSTV dimaksudkan untuk menciptakan dan menumbuhkan pola pikir masyarakat agar lebih maju dan berkembang yang berdasar pada aspek-aspek seni dan budaya masyarakat yang ada. Sehingga akan dapat membuka wawasan masyarakat, yang tentunya juga akan berpengaruh pada perkembangan dan peningkatan di segala aspek kehidupan masyarakat baik politik, ekonomi maupun sosial budaya. Dengan demikian masyarakat akan memiliki pola pikir yang maju dengan tanpa meninggalkan konteks budaya yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Lokasi KSTV yang strategis dan didukung fasilitas serta sarana dan prasarana kota yang baik, semakin memudahkan KSTV dalam upaya mengembangkan potensi lokal yang sudah ada sebelumnya, melalui berbagai macam program acara yang telah disusun dan disiapkan, serta tentunya menjadi sumber informasi dan pada akhirnya akan dapat pula mendukung pengembangan potensi daerah dan diharapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat di segala aspek.
27.  DhohoTV   23 UHF            City TV Network          Kediri
DhohoTV merupakan TV lokal swasta komersial pertama di Kediri, Jawa Timur dibawah naungan manajemen PT. Dhoho Media Televisi dengan kantor pusat di Jl. Mayjen Panjaitan No.1 Kediri. DhohoTV merupakan representasi dari sebuah harapan untuk mengembangkan sebuah televisi lokal menjadi sebuah medium penyiaran yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh stasiun-stasiun TV yang berbasis Nasional, terlebih bagi warga eks.Karesidenan Kediri dan sekitarnya.
Dengan belajar dari pengalaman tv-tv lokal yang lebih dulu telah eksis di dunia pertelevisian, DhohoTV akan berusaha membuat dan menayangkan program-program yang menghibur tanpa meninggalkan kewajiban sebuah media massa sebagai media edukatif.
Seiring dengan otonomi daerah dan semangat menciptakan TV yang sesuai dengan masyarakat Eks.Karesidenan Kediri sebagai kota santri, kota budaya dan kota tujuan wisata. Maka kehadiran DhohoTV sangat bermanfaat bagi masyarakat pemirsa maupun industri pendukung pertelevisian (Rumah Produksi, Penyelenggara Acara, Periklanan, dll).
Siaran dari DhohoTV menjangkau wilayah Kediri, Blitar,Tulungagung, Trenggalek, Kertosono, Nganjuk, Jombang melalui kanal frekuensi 23 UHF (524 s/d 530 MHz). Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
28.  BBS TV       43 UHF                        Kediri
29.  JTV Kediri 29 UHF            JTV/JPMC        Kediri
30.  Rajawali TV           37 UHF                        Blitar
Rajawali TV sebuah stasiun televisi swasta lokal di Kota Blitar, Jawa Timur. Rajawali TV adalah televisi swasta lokal pertama di Blitar sekaligus yang terbesar hingga saat ini. Jangkauan Rajawali TV meliputi hampir seluruh Karesidenan Kediri (Blitar, Tulungagung, Kediri) dan juga bisa diterima di Malang, Trenggalek, Jombang, Mojokerto.
31.  Sakti TV     52 UHF            Sakti TV Network        Madiun
Sakti TV Madiun (sebelumnya bernama Madiun TV dan Sakti Madiun) adalah stasiun televisi lokal di Madiun, Jawa Timur. Sakti TV Madiun merupakan kelompok media TV pertama yang didirikan oleh Sakti TV Network yang berpusat di Surabaya. Sakti TV Madiun bermarkas di Graha Swara Building Jl.Kelapa Manis 38 Madiun. Sakti TV Madiun memperoleh ijin rekomendasi siaran pada bulan September 2009 setelah dinyatakan lulus dari ujian kelayakan yang dilakukan tim antar departemen pemerintah, dan sejak tanggal 9 Desember 2009, Sakti TV Madiun memulai siaran secara resmi dengan nama Madiun TV. Dan sejak tanggal 14 Januari 2012, Madiun TV berganti nama menjadi Sakti Madiun. Peresmian perubahan nama dan manajemen Sakti Madiun dilaksanakan pada 19 Februari 2012 dalam acara Harmoni Langkah Sakti Madiun di Auditorium RRI Madiun. Sakti TV Madiun mengudara selama 18 jam per hari pada pukul 06.00-00.00 WIB, pada saluran 52 UHF. Jangkauan dari televisi ini adalah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo. Dan mulai tahun 2013, Sakti Madiun berganti nama menjadi Sakti TV Madiun.
32.  ATV Madiun                                  Madiun
ATV Madiun adalah stasiun televisi lokal di Madiun, Jawa Timur. ATV didirikan akhir tahun 2003, siaran percobaanya di mulai awal tahun 2005 dan di awal bulan Juli tahun 2006 mendapat izin frekuensi resmi di Channel 33 UHF dari KOMINFO (Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi) dengan cover area Madiun, Magetan, Ngawi, Caruban, Ponorogo, Dungus, Nganjuk dan Wonogiri.
Bermodal izin tersebut serta dukungan dari masyarakat luas dan berbagai pihak baik oleh pemuka agama, adat, PEMKOT, PEMDA, POLWIL, serta pihak-pihak lain, semakin memantapkan perjalanan ATV Madiun untuk menggali keanekaragaman potensi budaya, memajukan dan mengangkat perekonomian daerah yang selama ini masih terpendam.
33.  JMTV         54 UHF                        Jember
34.  Jujur Jember TV (JTV)                               Jember
35.  Citra TV     47 UHF            JTV/JPMC        Lamongan
36.  Persada TV            43 UHF                        Lamongan
37.  Madura Channel   44 UHF                        Sumenep
MADURA CHANNEL (disingkat sebagai Machan) adalah sebuah stasiun televisi swasta regional di Sumenep, Jawa Timur. Madura Channel adalah stasiun televisi swasta pertama dan satu-satunya di madura. Madura Chanel adalah stasiun televisi yang berada dibawah naungan dari Machan Corp, yang terdiri dari Machan FM dan Koran Madura. Jangkauan Madura Channel meliputi hampir seluruh Madura. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah Madura dan berita lokal. Stasiun TV ini mulai beroperasi pada 16 April 2007 pada channel 44 UHF.
38.  B-One TV   49 UHF                        Bojonegoro

Bali
1.      TVRI Bali   29 UHF            TVRI     Denpasar
2.      Kompas TV Dewata           23 UHF            Kompas TV      Denpasar
3.      NET. Bali   39 UHF            NET.     Denpasar
4.      Bali TV       49 UHF            Indonesia Network      Denpasar
5.      BMC TV     53 UHF            SINDOtv           Denpasar
Bali Music Channel atau lebih dikenal oleh masyarakat Bali, "BMC" adalah salah satu dari empat TV lokal swasta di Bali. BMC sendiri mengusung tema News & Entertainment dengan program andalan berita dan hiburan. BMC mengudara selama 17 Jam dari Pk. 07.00 Wita-00.00 Wita, dimana acara unggulannya antara lain Klip Bali By Request, Bali News, Gumi Bali, Dharma Gita Wacana dan lain-lain. BMC sendiri berada pada kanal 53 UHF. Area Coveragenya sudah mencakup seluruh wilayah Bali.
6.      Nirwana TV           53 UHF            JPMC   Singaraja
Nirwana TVAdalah merupakan televisi Lokal di Singaraja yang berdiri dibawah bendera JawaPosGrup,mengudara pertama kali pada tanggal 10 november 2013,sengaja dipilih tanggal itu karena bertepatan dengan hari pahlawan,yang diharapkan program program kami dapat menjadi semangat tersendiri bagi pemirsa "Nirwana TV".
Nama Nirwana sendiri dipilih sebagai bentuk keindahan dan sarat akan nilai estetikadan memang sudah selayaknya bahwa sebuah televisi bukan hanya sebuah media informasi tapi juga sebagai media yang kaya dengan unsur seni dan keindahan sebagaimana hal ini adalah sebuah kekuatan yang dimiliki pulau Bali. Sebagai satu-satunya Televisi yang berpusat di bagian Utara pulau Bali yang sangat indah dengan keragaman budaya dan potensi wisata yang sangat besar tentunya Nirwana TV menjadi kebanggaan masyarakat Bali Utara dengan Slogan “Adiluhung Bali Utara”.
Visi
Menjadi Satu-Satunya TV Kebanggaan Masyarakat Bali Utara
Misi
1. Menjadi stasiun televisi lokal yang menyediakan informasi terkini yang inovatif,solutif, mendidik, dan menghibur. 2. Mengajak masyarakat untuk meningkatkan dan mengasah potensi lokal yang ada untuk menuju masyarakat yang berbudaya. 3. Menjalin komunikasi yang terbuka dan demokratis dengan menyajikan program acara edukatif, solutif, dan menghibur sebagai bagian dari tujuan mencerdaskan masyarakat dan meningkatkan kearifan lokal. 4. Menjadikan aspek bisnis untuk pengembangan usaha yang dapat memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi warga masyarakat luas baik langsung maupun tidak langsung.
7.      Indo TV                  Top TV Network          Denpasar
Top TV Network adalah sebuah stasiun televisi swasta berjaringan di Indonesia. Stasiun televisi ini merupakan stasiun televisi berjaringan pertama yang memfokuskan diri pada wilayah timur dan tengah Indonesia.
8.      RTV Denpasar       51 UHF            Rajawali Televisi         Singaraja dan Denpasar

Nusa Tenggara Barat
1.      TVRI Nusa Tenggara Barat                       TVRI     Lombok
2.      Lombok TV            22 UHF            City TV Network          Lombok
Lombok TV adalah stasiun televisi lokal pertama yang ada di daerah Nusa Tenggara Barat. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah dan berita lokal.
Lombok TV sebagai stasiun televisi lokal kebanggan masyarakat Pulau Lombok dan menjadi pilihan untuk mendapatkan referensi dalam hal berita maupun program-program menarik lainnya (seperti sasak tulen, koes plus night, online request & musik spesial) yang kami sajikan.
Lombok TV sudah dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Pulau Lombok, yang meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan sebagian Lombok Timur. Saat ini, Lombok TV juga melakukan proses pengembangan jaringan untuk dapat menjangkau Kabupaten Sumbawa, Bima dan Dompu.
Dengan kekuatan pemancar sebesar 2000 KW di Bukit Ketejer serta 1300 KW yang masing-masing telah terpasang di Lombok Timur untuk menjangkau Sumbawa Barat dan 1300 KW di Lombok Utara.
Dengan potensi yang miliki saat ini, Lombok TV merupakan salah satu media promosi yang efektif untuk memasarkan produk barang maupun jasa.
Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
3.      Lombok Post TV    44 UHF            JPMC   Mataram
Lombok Post TV atau lebih sering dikenal dengan sebutan LPTV, merupakan salah satu televisi lokal yang berada di Wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Lombok Post TV merupakan televisi lokal yang dikelola oleh grup media terbesar di Indonesia, yaitu JPMC melalui Lombok Post Group. Lahir pada tanggal 14 Oktober 2012 dan mengukuhkan sebagai salah satu TV lokal yang beroperasi dan berkantor di Gedung Graha Pena Lombok, Jl. TGH Faisal No.33, Turida, Sandubaya, Kota Mataram. Lombok Post TV mengudara pada Channel 44 UHF.
Lombok Post TV melakukan siaran percobaan untuk pertama kalinya pada tanggal 3 Mei 2013 dan diresmikan oleh Lombok Post Group di Mataram, NTB pada tanggal 1 Agustus 2013. Jangkauan siarannya meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, dan Sumbawa Besar.
Lombok Post TV dengan latar belakang media group yang kuat sepertinya distrategikan untuk selalu menyajikan informasi yang lebih dekat kepada masyarakat sekitar melalui peningkatan program-program inovatif yang sesuai dengan kondisi kekinian masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya serta menjadi mitra bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk ikut mensukseskan program pembangunan khususnya di bidang pendidikan, kebudayaan, promosi wisata dan promosi bidang usaha lainnya.
Saat ini Lombok Post TV mengudara di Channel 44 UHF dengan kekuatan pemancar sebesar 3,3 KW dan dapat ditangkap dengan menggunakan antena biasa. Program-program Lombok Post TV dikemas untuk multi segmen dengan beragam jenis acara, mulai dari hiburan, pendidikan, olahraga, keagamaan dan berita-berita aktual.
Sesuai dengan visi misi yang disampaikan kepada masyarakat bahwa Lombok Post TV akan menjadi media free to air terbaik di wilayah Nusa Tenggara Barat, yang menyuguhkan beragam konten terbaik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dengan cita rasa nasional dan internasional. Serta berupaya membangun masyarakat Kota Mataram, NTB dan Indonesia secara keseluruhan melalui sajian program yang mendidik, informatif dan memberikan inspirasi.
4.      RTV Mataram       54 UHF            Rajawali Televisi         Mataram
5.      SINDOtv Mataram            38 UHF            SINDOtv           Mataram
6.      Bima TV    51 UHF                        Bima
Bima TV adalah sebuah stasiun televisi pertama di Pulau Sumbawa. Bima TV berdiri sejak 13 April 2003, menjangkau wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. Saat ini sedang disiapkan untuk menjangkau wilayah Kabupaten Dompu. Acara andalan Bima TV adalah Berita Daerah BIMA MENYAPA. Selain berita daerah, Bima TV juga memiliki aneka acara budaya, pariwisata, pendidikan. Dialog Interaktif dengan topik-topik menarik juga menjadi andalan Bima TV. Hal ini dapat dilihat dari antusiasnya masyarakat ikut berinteraksi dalam setiap dialog. Bima TV juga selalu ikut aktif dalam proses politik lokal seperti Pemilukada Kota Bima dan Kabupaten Bima.
Bima TV mengudara pada channel 51 UHF dan mulai siaran pkl 06.30 WITA sampai dengan pukul 23.00 WITA.
Saat ini, bersama 38 televisi daeri berbagai daerah, telah membangun perusahaan konsorsium yaitu Indonesia Brodcasting Network (IBN) dengan badan hukum PT. Indonesia TV Lokal Network, yaitu perusahaan bersama yang berpusat di Jakarta. Perusahaan ini akan memproduksi acara yang akan ditayangkan serentak di 38 televisi daerah, sebagai pemilik saham.
Bima TV berkantor pusat di Jl. Gajah Mada Nomor 66 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Bima TV didirikan oleh Ir. Khairudin M. Ali, M. AP yang saat ini menjadi Direktur Utama. Karena kegigihannya membangun Bima TV, pada tahun 2007 mendapat kehormatan dari Pemerintah Amerika Serikat dan diundang dalam International Visitor Leadership Program, mengunjungi negara itu selama lebih kurang sebulan.
7.      TV Sumbawa Barat                                   Taliwang
TV Sumbawa Barat adalah stasiun televisi lokal pertama yang ada di daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah dan berita lokal.


Nusa Tenggara Timur
1.      TVRI Nusa Tenggara Timur                      TVRI     Kupang
2.      AFB TV       40 UHF            Kompas TV      Kupang
3.      Kupang TV                                     Kupang
4.      RTV Kupang           44 UHF            Rajawali Televisi         Kupang

Kalimanatan Selatan
1.      TVRI Kalimantan Selatan 43 UHF DAN 8 VHF      TVRI     Banjarmasin
2.      Banjar TV 42 UHF            City TV Network          Banjarmasin
Banjar TV adalah saluran televisi swasta lokal pertama di Kalimantan Selatan. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
3.      Duta TV     44 UHF                        Banjarmasin
Duta TV menjadi salah satu televisi lokal ternama di Kalimantan Selatan. Bersiaran sejak tahun 2007, eksistensinya kian matang dengan perubahan manajemen pada tahun 2009. Selain manajemen, tagline dan logo pun turut berubah dari logo kepala dan tanduk rusa, menjadi logo sembilan jukung atau sampan. Didukung pemancar, studio dan sumberdaya yang memadai, membuat Duta TV menjadi satu-satunya televisi lokal pertama yang memiliki izin siaran tetap. Tanggal 2 Agustus 2010, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Tifatul Sembiring, menerbitkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta untuk PT. Duta Televisi Indonesia. Duta TV sangat konsen untuk menjadi news television (tv berita) di Bumi Lambung Mangkurat. Sejumlah program acara yang dituangkan dalam bentuk news bulletin dan news magazine, digarap untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat yang cepat, akurat dan bertanggung jawab.
Tagline; Inspirasi Banua menjadi harapan agar Duta TV benar-benar menjadi inspirasi bagi pemirsanya diseluruh penjuru Kalimantan Selatan. Bersiaran di kanal 44 UHF, sebagian besar program acara Duta TV diproduksi dengan mengutamakan konten lokal, sehingga mudah diterima khalayak pemirsa.
Logo Duta TV
Jukung atau sampan adalah alat transportasi utama warga, khususnya Banjarmasin dan umumnya di Kalimantan Selatan. Jukung juga simbol kearifan lokal dengan pepatah bijak; kayuh baimbai (dayung bersama) bermakna kebersamaan dan kekompakan. Jumlah jukung atau sampan ada sembilan, sebagai angka tertinggi yang bermakna meraih kesempurnaan. Warna dasar jukung yang cerah dan berbeda, menjadi simbol heterogenitas suku yang ada di Kalimantan Selatan. Warna-warna cerah ini sebagai bentuk dedikasi dan apresasi seluruh komponen di Duta TV. Warna oranye perlambang matahari yang selalu menyinari Bumi Lambung Mangkurat, warna kuning simbol raja dari Kerajaan Banjar dan warna merah symbol keberanian dan kebahagiaan.
4.      Kompas TV Banjarmasin   46 UHF            Kompas TV      Banjarmasin
5.      SUN TV Banjarmasin         50 UHF            SINDOtv           Banjarmasin
6.      RTV Banjarmasin 48 UHF            Rajawali Televisi         Banjarmasin
7.      TPKS          60 UHF                        Banjarmasin
Televisi Pendidikan Kalimantan Selatan (TPKS) adalah saluran televisi swasta lokal yang mengusung tema pendidikan di Kalimantan Selatan. Televisi ini berada pada channel 60 VHF pada Frekuensi 783,15 Mhz.
Alamat : Lantai II Gedung Kantor Wilayah Dinas Pendidkan Nasional Kalimantan Selatan, Jl. S. Parman no.44 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
8.      TV Majta   2 UHF              Banjarmasin
9.      NET. Kalimantan Selatan 60 UHF            NET.     Pelaihari (jangkuan siarannya di Kota Banjarmasin)
10.  Selidah TV             5 UHF              Marabahan
11.  AMTV (Amuntai TV)          37 UHF                        Amuntai
12.  Murakarta TV       5 UHF              Barabai
13.  Barabai TV            32 UHF                        Barabai
14.  Tapin TV    22 UHF                        Rantau
Tapin TV adalah sebuah saluran televisi lokal yang mengudara di wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Tapin TV didirikan pada tanggal 30 November 2004. Sebelumnya stasiun TV ini bernama Rantau TV (Ran TV) dan tayang tiga kali seminggu. Namun, sejak awal Agustus 2010, siaran Tapin TV diperpanjang menjadi setiap hari mulai pukul 15.00 - 19.00 WITA. Tapin TV sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Tapin.
15.  Tabalong TV                                  Tanjung

Kalimantan Tengah
1.      TVRI Kalimantan Tengah              TVRI     Palangkaraya
2.      NET. Kalimantan Tengah 27 UHF            NET.     Palangkaraya
3.      RTV Palangkaraya             25 UHF            Rajawali Televisi         Palangkaraya
4.      Palangkaraya TV                           Palangkaraya
5.      Suara Sampit TV                           Sampit

Kalimantan Barat
1.      TVRI Kalimantan Barat     7 VHF   TVRI     Pontianak
2.      Kompas TV Pontianak       39 UHF            Kompas TV      Pontianak
3.      Ruai TV      43 UHF                        Pontianak
4.      KCTV          45 UHF            SINDOtv           Pontianak
Kapuas Citra Televisi (KCTV) adalah stasiun televisi swasta lokal di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. KCTV merupakan stasiun televisi afiliasi dari SINDOtv milik Media Nusantara Citra yang jangkauan siarannya meliputi Pontianak dan sekitarnya. Siaran KCTV ditayangkan pertama kali pada tahun 2008. Jam siaran KCTV dimulai pukul 16.00 sampai 00.00 WIB. KCTV berada di Channel 45 UHF.
5.      PonTV        47 UHF            JPMC   Pontianak
6.      RTV Pontianak       51 UHF            Rajawali Televisi         Pontianak dan Kubu Raya
7.      SambasTV 40 UHF                        Sambas
8.      M2TV        40 UHF                        Pontianak
M2TV adalah sebuah stasiun televisi lokal Indonesia yang berpusat di Kalimantan Barat. Stasiun televisi ini mengudara dari jam 10.00-21.00, Jum'at yang mengudara dari jam 09.00-21.00 karena ada siaran Salat Subuh yang disiarkan langsung dari Ka'bah, Makkah Al-Mukarramah serta Sabtu yang mengudara dari jam 08.00-21.00 karena pukul 08.30 ada siaran program "Yaa Bunayya".


Kalimantan Timur
1.      TVRI Kalimantan Timur                TVRI     Samarinda
2.      RTV Balikpapan     34 UHF            Rajawali Televisi         Balikpapan
3.      TV8 Balikpapan     38 UHF                        Balikpapan
TV8 Balikpapan atau dikenal sebagai TV8 adalah salah satu televisi lokal yang berada di Kota Balikpapan. TV8 berkantor di Jl. APT Pronoto RT 39 no 10 Gunung Sari Ilir Balikpapan Tengah. TV8 berada di Channel 38 UHF. Jangkauan siarannya berada di seluruh Kalimantan Timur. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah Balikpapan dan berita lokal.
Stasiun televisi ini merupakan jaringan dari CTV Network.
4.      TV Beruang                                   Balikpapan
5.      Balikpapan TV       26 UHF            JPMC   Balikpapan
6.      Info Channel                                  Balikpapan
7.      Mahakam TV        39 UHF            CTV Network   Samarinda
8.      KalTV                                 Samarinda
9.      Kaltim TV                          Samarinda
10.  Tepian TV                          Samarinda
Tepian TV (dahulu bernama Tepian Channel) merupakan salah satu televisi lokal di Samarinda. Tepian TV dimiliki oleh PT. Tepian Multimedia yang berada di bawah naungan Mitra Kabel Group. Jangkauan siarannya telah mencapai seluruh Kota Samarinda. Tepian TV telah mendapatkan no izin prinsip siaran 244/KEP/M.KOMINFO/07/2010 dari Menteri Komunikasi dan Informatika.
Tepian TV sebagai media televisi lokal yang menjadi fenomena tersendiri bagi masyarakat di Samarinda. Hal ini terjadi di sebabkan kurangnya konten lokal kota Samarinda yang di tayangkan di televisi swasta nasional.
Tepian TV merupakan salah satu deklarator Asosiasi Televisi Kalimantan Timur yang digelar 27 Februari 2010 lalu. Bersama enam televisi lokal se Kalimantan Timur yakni Beruang TV, Tarakan TV, Paser TV, PKTV, Berau TV, dan Nunukan Channel mendeklarasikan diri dalam wadah Asosiasi Televisi Kalimantan Timur. Dengan sistem berjaringan melalui Asosiasi Televisi Kalimantan Timur tersebut, enam televisi lokal sepakat melakukan kerja sama dalam proses transfer informasi di setiap daerah sehingga informasi di masing-masing daerah dapat terekspos ke khalayak publik. Selain itu enam televisi lokal tersebut juga sepakat melalukan kerjasama dalam bidang advertaising (iklan dan promo produk), barter program siaran dan lainnya.
Tepian TV berafiliasi dengan sejumlah televisi lokal di tanah air, yakni Mimoza TV di Gorontalo, Prima Vison di Banjarmasin, Andalaz Channel di Palembang, Bintan Channel di Kepulauan Riau yang berinduk dengan Mitra Kabel Group yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Tepian TV juga bejaringan dengan TempoTV yang merupakan content provider di sejumlah televisi lokal di tanah air.
Selain didukung oleh sinergi jaringan yang kuat, Tepian TV didukung dengan SDM muda yang handal, tim kreatif, dan pekerja keras yang terus mengikuti trendsetter petelevisian lokal, nasional dan internasional. Hal tersebut semakin mengkokohkan Tepian TV sebagai trade mark local channel di Samarinda.
Format siaran Tepian TV secara umum bermuatan Islami, namun tidak melepas sisi berita dan informasi kepada masyarakat. Penggolongan dan persentase mata acara siaran berdasarkan agama atau Dakwah Islam 30%; berita 25%; hiburan / olah raga dan musik 20%; pendidikan dan kebudayaan 12,5%; penerangan/informasi 7,5%; dan iklan 7,5%. Persentase materi siaran lokal & asing yakni: lokal 95% dan asing 5%. Adapun sumber materi acara siaran yakni: in house production 70%; akuisisi atau membeli produk dari dalam maupun luar negeri 7,5% dan kerjasama program, revenue sharing siaran sebanyak 22,5%. Persentase siaran musik digolongkan berdasarkan jenis musik yakni Indonesia populer 70%; dangdut 10%; barat 10%; dan tradisional/daerah 10%. Waktu siarannya dimulai dari pukul 04.00 s/d pukul 24.00.
11.  PKTV          26 UHF            City TV Network          Bontang
Publik Khatulistiwa TV (disingkat: PKTV) adalah stasiun televisi regional Indonesia yang melakukan siaran di kota Bontang, Kalimantan Timur. Siaran PKTV mulai mengudara di kota Bontang sejak tahun 1998 dengan jangkauan siaran hingga mencapai sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur. Stasiun PKTV terletak di gedung GOR Pupuk Kaltim, Jl. Alamanda PC VI PKT dan bersebelahan dengan stasiun radio SKFM 103,9 FM. Stasiun PKTV dikelola dan didirikan oleh Pupuk Kaltim. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
12.  LNGTV                               Bontang
LNGTV merupakan stasiun TV pertama di Bontang yang dulunya hanya merupakan sebuah studio biasa dengan nama Studio45. LNGTV merupakan stasiun TV lokal yang dikelola sekaligus didirikan oleh Badak NGL. Stasiun ini berdiri pada tahun 1996 tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1996. Studio lama milik LNGTV dulu terletak di depan Recreation Hall milik Badak NGL. Studio baru LNGTV sekarang ini berada di area Town Center milik Badak NGL. LNGTV kini mengudara selama 24 jam dengan memiliki jangkauan siaran mencapai wilayah Kota Bontang dan sekitarnya.
13.  Kutim TV                           Sangatta
14.  Channel Etam                               Tenggarong
15.  Grogot TV                          Tanah Grogot
16.  Grogot Vision                                Tanah Grogot
17.  Paser TV                            Tanah Grogot
18.  Berau TV                           Tanjung Redeb

Kalimantan Utara
1.      TVRI Tarakan                    TVRI     Tarakan
2.      Nunukan Channel                          Nunukan
3.      Tarakan TV                                    Tarakan
Tarakan TV adalah stasiun televisi swasta regional Indonesia dan berpusat di Kalimantan Utara. Tarakan TV mulai mengudara pada tanggal 1 Agustus 2003 dari Gedung GADIS Lt. 6 Jl. Jendral Sudirman 76 Tarakan 77111.
Tarakan TV mengudara mulai pukul 06.00-23.00. Program-programnya antara lain Lintas Pagi, Ulasan Media, Lintas Interaktif, Jurnal VOA, Lintas Kaltara, Suara Anda (obrolan Masyarakat), Dialog Sepekan, Polisi Kita, Obsesi, Mr. Bean, Obrolon Politik, Reques Musik Mancanegara, Syiar Islam, Renungan Qolbu, dan Serial film Asia.
Didirikan pada tahun 2003 dan mulai beroperasi dengan menayangkan siaran perdana pada tanggal 1 Agustus 2003, Tarakan TV merupakan televisi yang masih relatif muda dari televisi lain yang sudah ada pada masa itu. Kehadiran Televisi Publik Lokal telah memberikan pencerahan bagi industri pertelevisian Indonesia lewat serangkaian terobosan dan inovasi baru yang mengutamakan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak heran jika dalam kurun waktu 3 tahun kemudian Tarakan TV mampu menyejajarkan diri dengan media lain di wilayah Kalimantan Timur.
Agar program yang ditayangkan Tarakan TV dapat dinikmati oleh seluruh pemirsa hingga wilayah perbatasan Malaysia, Tarakan TV telah menyusun perencanaan bisnis dengan dialokasikannya investasi pembangunan 2 stasiun relai pada akhir tahun 2006 dengan jangkauan siaran yang mencapai 80% dari total penduduk Kalimantan Timur Wilayah Utara.
Saat ini Tarakan TV sedang membangun stasiun pemancar baru di Pusat Kota Tarakan dengan didukung menara kurang lebih 120 meter untuk meningkatkan kualitas penerimaan siaran di wilayah Tarakan dan sekitarnya yang terganggu akibat perkembangan pembangunan gedung-gedung tinggi dan wilayah yang berbukit.
Kesuksesan dalam mengarungi kancah pertelevisian tidak membuat Tarakan TV lupa pada misi sosial sebagai televisi publik lokal yang diembannya. Kegiatan sosial "Tarakan TV Peduli" dan berbagai kegiatan lainnya yang digalakkan secara sukarela adalah salah satu bentuk kepedulian Lembaga Penyiaran Publik terhadap masyarakatnya.
Tarakan TV hadir sebagai televisi lokal pertama di wilayah utara Kaltim, sekaligus satu-satunya media yang menyasar segmen (pemirsa) berbagai kelas masyarakat. Kehadiranya di Wilayah Utara Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Malaysia, banyak mengupas berbagai sisi informasi seputar dunia ekonomi, politik, dan budaya yang tersaji secara apik dan komprehensif.
Disiarkan dengan gaya yang khas dan lugas, serta bahasa yang santun menjadikan Tarakan TV mudah diterima segenap lapisan masyarakat, Karenanya acara yang tersaji mampu memberikan inspirasi sekaligus pencerahan bagi pemirsa. Tarakan TV menjadi media audio visual yang pas dijadikan referensi utama para pengambil keputusan, profesional, aktivis organisasi, maupun pelaku usaha apapun.
Mulai Bulan September 2006 alamat URL Tarakan TV menjadi http://www.tarakan-tv.com
4.      Interconection TV                         Tarakan

Sulawesi Selatan
1.      TVRI Sulawesi Selatan       37 UHF            TVRI     Makassar
2.      Kompas TV Makassar       23 UHF            Kompas TV      Makassar
3.      Fajar TV     49 UHF            JPMC   Makassar
Fajar TV merupakan salah satu stasiun televisi lokal di kota Makassar. Stasiun Televisi yang menggunakan bahasa Makassar dalam program acaranya ini beroperasi pada frekuensi 49 UHF. Direktur Stasiun Televisi yang memiliki motto Makassar Sebenar-benarnya Makassar saat ini dijabat oleh M Sahlan Kartono. Fajar TV dimiliki oleh surat kabar Fajar dan Grup Jawa Pos. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
4.      SUN TV Makassar 51 UHF            SINDOtv           Makassar
SUN TV Makassar adalah stasiun televisi lokal ketiga yang berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Siaran SUN TV Makassar ditayangkan pertama kali pada 14 Januari 2009. Pada saat SUN TV Makassar sedang melakukan siaran percobaan, SUN TV Makassar hanya merelay MNC News saja. Kemudian, mulai 1 Maret 2009, SUN TV Makassar telah bersiaran resmi dan menjadi mitra jaringan dari SUN TV Jakarta. Pada Agustus 2009, SUN TV Makassar tidak bersiaran karena memindahkan frekuensi dari 31 UHF menjadi 51 UHF. Saat itu pula, pada saat SUN TV berubah nama menjadi SINDOtv, nama SUN TV Makassar tetap digunakan. Saat ini, SUN TV Makassar sudah resmi menjadi TV lokal di Makassar sejak September 2011. Dengan nama perusahaannya PT. Sun Televisi Makassar. Slogannya adalah Referensi Sulawesi Selatan. Siaran lokal SUN TV Makassar hadir setiap hari pukul 17.00 S/D 20.00 Wita dan pukul 23.00 S/D 24.00 Wita. Stasiun televisi ini merupakan jaringan dari SINDOtv.
5.      Celebes TV            31 UHF                        Makassar
Celebes TV adalah stasiun televisi berita lokal untuk daerah Sulawesi. Celebes TV berada dalam kanal 31 UHF dan disiarkan di 6 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan yaitu Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Sejarah
Celebes TV resmi mengudara di kanal 31 UHF. Untuk tahap awal Celebes TV akan mengudara pertama selama enam jam pukul 17.00 S/D 23.00 Wita. Siaran mengudara kedua selama 3 setengah jam pukul 14.00 S/d 16.30 Wita. Siaran mengudara ketiga selama 5 setengah jam pukul 12.00 S/d 16.30 Wita. Siaran mengudara ke empat selama enam jam 45 menit pukul 09.45 S/d 16.30 Wita. Siaran mengudara ke lima selama 5 jam pukul 15.00 S/d 20.00 Wita pada program Celebes Update, Celebes Musik Dan Kultum. Dan terakhir, siaran uji coba pada saat program Celebes Musik pukul 17.00 S/d 02.00 Wita. Celebes TV memulai dalam tahap pola siaran atau tes sinyal selama satu bulan.
Celebes TV merupakan televisi lokal ketiga yang ada di Kota Makassar, setelah Makassar TV dan Fajar TV. Celebes TV menyajikan sejumlah tayangan yang informatif, inovatif, dan mendidik. Celebes TV merupakan televisi lokal yang sumber daya manusianya merupakan gabungan, mantan sejumlah karyawan televisi nasional. Dengan modal pengalaman bekerja di televisi nasional, para awak Celebes TV diyakini mampu menyajikan siaran televisi lokal dengan kualitas nasional. PT Sunu Network Broadcast Televisi, perusahaan pemilik Celebes TV telah menjalin kerjasama dengan MetroTV. Kerjasama ini berupa dukungan untuk operasional siaran televisi lokal yang merupakan anak perusahaan Bosowa Corporation ini. Awal kerjasama ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman di Menara Bosowa pada Jumat, 25 Februari 2011. Penandatanganan MoU ini dilakukan Direktur Utama Celebes TV, Husain Abdullah dan Direktur Utama MetroTV, Wisnu Hadi. Pada saat penandatanganan MoU, Celebes TV menjadi mitra yang strategis, yaitu menjadi jaringan dari MetroTV. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Komisaris Utama PT Sunu Network Broadcasting Televisi Maddo Pammusu, Ketua KPID Sulsel Rusdin Tompo, dan Sekretaris Kota Makassar Anis Zakaria Kama. Sementara itu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin bersama Pendiri Bosowa Aksa Mahmud meresmikan kantor dan studio Celebes TV di Menara Bosowa lantai 15, Jl Jenderal Sudirman, Makassar pada Sabtu, 16 Juli 2011. Peresmian ini sebagai bagian dari hari jadi Aksa Mahmud. Untuk itu, Celebes TV menjadi sarana membangun citra positif di Makassar dan memberi tontonan yang berkualitas serta mampu bersaing dengan televisi nasional.
Kontroversi
Pada tanggal 26 Juni 2013, kantor Celebes TV diserang oleh sekelompok massa yang memakai atribut Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur. Penyerangan kantor Celebes TV terjadi saat siaran langsung "Obrolan Karebosi" yang menghadirkan narasumber pengamat politik, Firdaus yang juga merupakan Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) dan Arsyad, seorang tim sukses dari salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo, dan Busrah Abdullah serta Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur juga mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Makassar yang berpasangan dengan adik kandung Nurdin Halid, Kadir Kalid. Saat siaran langsung dialog, puluhan orang naik ke lantai 15 Menara Bosowa di Jalan Jenderal Sudirman dan mereka mencari Asyad. Massa pun langsung melakukan penyerangan dan hendak mengeroyok Arsyad. Beruntung, petugas keamanan gedung beserta kru Celebes TV melerai pengeroyokan terhadap Arsyad.
6.      RTV Makassar       57 UHF            Rajawali Televisi         Makassar
7.      VE Channel            59 UHF            BeritaSatu TV Makassar
VE Channel adalah stasiun televisi lokal yang berbasis di Makassar dengan konsep program berita, perjalanan, petualangan, pendidikan, dan hiburan yang inspirasional dan mendidik masyarakat. VE Channel dapat disaksikan di saluran 59 UHF dan disiarkan di 6 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yaitu Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Sejarah
VE Channel resmi mengudara pada 20 Januari 2014 dengan status siaran percobaan. Kemudian VE Channel melakukan uji coba pertama siaran pada tanggal 10 Februari 2014 dengan mengudara 2 jam, mulai pada pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00 WITA karena masih menunjukkan sebuah program VE Musik, Negeri 1001 Kuliner, dan Rona Timur. Mulai 14 April 2014 VE Channel mulai bersiaran ujiicoba pertama resmi dengan mengudara selama 2 jam pada pukul 06.00-08.00 WITA dan selama 3 jam pada pukul 17.00-20.00 WITA dan terakhir Siaran Ujicoba Mengudara Selama 14 Jam Mulai Pukul 06.00 sampai dengan pukul 20.00 WITA. Saat masih siaran simulasi, hanya menyiarkan berita dan musik saja. Acara unggulan dari VE Channel adalah VE Musik, Negeri 1001 Kuliner, dan Rona Timur. Untuk menjadi televisi berjaringan pertama yang terbentuk selama era penyiaran berkembang di tanah air, VE Channel akan bersindikasi dengan televisi jaringan, yaitu VETV Bone di Kota Watampone, VETV Palopo di Kota Palopo, VETV Phinisi di Kota Bulukumba dan VETV Pare di Kota Pare-pare. Selain itu VE Channel juga kelak akan dapat dinikmati melalui jaringan TV kabel di berbagai kota di Sulawesi Selatan. Dengan demikian, bahwa VE Channel merupakan televisi nasional versi Sulawesi Selatan. Itulah sebabnya, VE Channel memilih tagline "The Authentic Regional Television Broadcasting". Selain itu akan menayangkan berita, terdapat pula ragam program seperti dokumenter, traveling, adventure, education dan entertainment yang sifatnya inspirasi dan mendidik masyarakat Makassar serta Indonesia Timur. Konten tayangan VE Channel akan melakukan petualangan terhadap kekayaan alam Indonesia Timur, budaya, adat istiadat, beragam tentang masa kini, nuansa masyarakat di pedesaan dan perkotaan, putra-putri yang bertelanta dan yang berprestasi. Tayangan VE Channel kelak akan membuat penonton bangga dengan khazanahnya, budayanya, identitasnya dan percaya diri sebagai bagian dari masyarakat global. Dan Untuk mendukung program tersebut VE Channel telah menyediakan peralatan standar penyiaran terkini yang berkualitas High Definition (HD) yang menyajikan visual dengan resolusi tinggi. Penonton dapat menikmati tayangan VE Channel dengan visual yang jelas dan tajam serta audio yang jernih. Sebagai televisi nasional Indonesia Timur berbasis lokal, VE Channel merupakan televisi pertama setelah televisi nasional yang telah memiliki peralatan studio, master kontrol dan pemancar setara dengan televisi nasional. Beberapa peralatan yang kami gunakan diterapkan oleh 120 ribu televisi internasional di berbagai belahan dunia. VE Channel kelak akan tune up dengan digital ketika pemerintah telah memberlakukan televisi digital di kawasan Indonesia Timur. Stasiun televisi ini merupakan bagian dari jaringan BeritaSatu TV.
8.      Sakti TV Makassar            53 UHF            Sakti TV Network        Makassar
9.      MCTV Pare            24 UHF                        Pare-Pare
MCTV Pare atau yang dikenal sebagai Mitra Citra Televisi Pare (pernah bernama CTV Pare pada tahun 2007-2013) adalah televisi lokal yang ada di Pare-Pare. MCTV Pare didirikan pada tanggal 18 Maret 2008. Bermula menayangkan siaran kegiatan budaya lokal dan bergabung dengan TV Kabel lain dibawah naungan PT. Citra Televisi Pare. MCTV Pare berkantor di Jalan Muhammadiyah No. 31 Pare-Pare, Sulawesi Selatan.
Cakupan wilayah yang tercover oleh MCTV Pare melalui stasiun pemancar di Jl. Muhammadiyah No.31 Pare-Pare, dengan frekuensi kanal 24 UHF meliputi: Parepare, Sidrap, Pinrang, dan Barru.
MCTV Pare menjadi stasiun TV swasta lokal kebanggaan kota Pare-Pare yang mencerminkan nunifikasi dari kepribadian, karakter dan dinamika lokalitas masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Pare-Pare.
10.  Sinjai TV    51 UHF                        Sinjai
Sinjai TV adalah stasiun televisi lokal pertama di Kabupaten Sinjai. Sinjai TV berada dalam kanal 51 UHF. Kehadiran pemirsa sangatlah penting bagi sebuah stasiun TV. Karena pemirsa adalah motivasi bagi pekerja media televisi. Pemirsa adalah semangat bagi awak televisi, dalam menghasilkan program siaran yang berkualitas. Sinjai TV sebagai lembaga penyiaran publik lokal yang baru memasuki usia dua tahun, juga butuh kehadiran pemirsa.
11.  Mitra TV    22 UHF                        Sidrap

Sulawesi Utara
1.      Televisi 5 Dimensi             52 UHF            City TV Network          Tomohon
Televisi 5 Dimensi (disingkat TV5d) adalah sebuah stasiun televisi regional di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Stasiun televisi ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 18 Januari 2007 dan memulai siaran sejak Maret 2005 di kawasan Tomohon. Sejak Bulan Desember 2006 jangkauan siaran TV5d mencakup Manado, Minahasa, Bitung, dan sebagian Bolaang Mongondow dengan kekuatan transmisi 1800 KW pada frekuensi 52 UHF.
Stasiun milik Wakil Walikota Tomohon Syennie Watoelangkow ini cukup efektif digunakan untuk menyuarakan kegiatan dan aktivitas Wakil Walikota Tomohon beserta Parta Demokrat yang dipimpinnya. Kendati siaran telah dimulai pada pagi hari dan diakhiri malam hari, keseriusan dalam pengelolaan materi siaran seakan masih ditunggu oleh masyarakat pemirsa dikarenakan masih kurangnya program reguler dan ketidakpastian penayangan beberapa program. Program budaya dan relay penayangan bersama dengan stasiun jejaring dari Jakarta dalam penayangan program-program dengan tahun produksi tahun 1997 menjadi program yang sangat diandalkan di kota yang dipimpin oleh Walikota Jefferson Soleiman Montesquieu Rumajar, SE ini. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
2.      TVRI Sulawesi Utara                     TVRI     Manado
3.      Bunaken TV           40 UHF                        Manado
Bunaken TV adalah televisi lokal di Kota Manado yang dikelola oleh PT. Bunaken TV. Siarannya semua bermuatan lokal. Didirikan oleh Aldrin Arief, Direktur PT Point To Point Indonesia yang bergerak di bidang periklanan bekerjasama dengan Benny Tungka, Pemilik kawasan perdagangan Mega Mas di Manado.
Frekuensi yang digunakan 40 UHF dengan daya pancar kapasitas 2.000 watt menjadikan siaran Bunaken TV dapat diterima di seluruh kota Manado dan sebagian Minahasa.
Warna siaran Bunaken TV sangat berbeda dengan tv lokal di Indonesia, sesuai dengan misi siarannya "lokal edukatif - edukatif lokal" . Siarannya hanya 5 jam setiap hari.
Managemen Bunaken TV sarat konflik karena dijalankan secara kolektif oleh tiga direktur sekaligus yang mewakili pemilik yang berbeda. Hanya karena konflik manajemen di bulan ketiga sejak siaran stasiun tv ini ditutup.
Kini Bunaken TV tidak siaran lagi, meski demikian Stasiun tv ini banyak melahirkan warga lokal Manado yang menjadi pekerja tv yang kreatif, karena sebelumnya para pemilik TV Lokal di Manado selalu hanya menggunakan tenaga kerja dari Jakarta. Kini para pekerja bekas Bunaken TV tersebar bekerja di TV Manado dan Pacific TV dan bahkan stasiun TV Nasional di Jakarta.
4.      Gospel Overseas TV          50 UHF                        Makawembeng,Tondano
5.      Pacific TV 46 UHF            Kompas TV      Manado dan Makawembeng Tondano
Pacific TV (bergaya dengan PaCific TV) adalah salah satu stasiun televisi swasta lokal Indonesia yang berpusat di Manado, Sulawesi Utara. Stasiun televisi ini merupakan jaringan dari Kompas TV.
Sejarah
Dengan nama badan usaha PT. Pacific Televisi Anugerah, didirikan oleh seorang pengusaha Jusak Kereh pada bulan April 2003, yang dengan tenaga terampil terpilih dari Jakarta dan lokal memulai siarannya pada Tanggal 4 Oktober 2003 selama 8 jam Non-Stop mulai Pkl. 16.00 WITA sampai Pkl. 24.00 dengan mata acara reguler tanpa selingan video-clip musik. Hanya tiga bulan setelah penyiaran perdana, tepatnya mulai tanggal 10 Desember 2003, Pacific-TV sudah menyiar selama 18 jam sehari mulai Pkl. 06.00 sampai Pkl. 24.00 WITA non-stop dengan mata acara reguler. Pada awal tahun 2007, Pacific-TV menambah jam layanan siarnya untuk melayani pemirsanya dengan tambahan jam siar sehingga mencapai 20 jam per hari. Di tengah ketatnya bisnis pertelevisian di Kota Manado, Pacific-TV merupakan satu-satunya televisi lokal yang bertahan lebih dari 8 tahun menyiar. Stasiun televisi lokal sebelumnya seperti TV Manado (TVM) dan Bunaken TV hanya dapat bertahan paling lama selama satu tahun. Standar pemilihan acara yang ketat yang ditetapkan oleh Manajemen serta kerja keras dipadu kerja sama dari bagian Programming, Team Produksi, Team Pemasaran dan Post-Pro, didukung oleh team teknik yang serta sistem Accounting Pacific-TV telah menghasilkan acara-acara terpilih sehingga stasiun ini telah menjadi kepercayaan masyarakat Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara sebagai pilihan utama baik untuk saluran hiburan maupun informasi. Beberapa penghargaan untuk kategori stasiun televisi lokal pernah disandang oleh stasiun yang juga berafiliasi program tayangan dengan Badan Penyiaran Asing Voice of America ini, diantaranya adalah 3 besar stasiun televisi lokal terbaik versi Cakram Magazine Award 2003 dan 2004, juga Lima Besar Stasiun Televisi Lokal Kategori A versi Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) tahun 2006.
6.      Manado TV           55 UHF            BeritaSatu TV Manado dan Makawembeng Tondano
7.      RTV Manado         60 UHF            Rajawali Televisi         Manado dan Tondano
8.      CTV Manado         58 UHF            CTV Network   Manado[8]
9.      Manado Channel 26 UHF            SINDOtv           Manado
10.  KAWANUA TV                                Manado
11.  TV SULUT                          Manado
12.  Bintang TV                                    Manado
Top TV Network adalah sebuah stasiun televisi swasta berjaringan di Indonesia. Stasiun televisi ini merupakan stasiun televisi berjaringan pertama yang memfokuskan diri pada wilayah timur dan tengah Indonesia.
Sulawesi Tenggara
1.      TVRI Sulawesi Tenggara   60 UHF            TVRI    
2.      Kompas TV Kendari           32 UHF            Kompas TV      Kendari
3.      SINDOtv Kendari   44 UHF            SINDOtv           Kendari

Gorontalo
1.      Gorontalo TV         36 UHF                        Gorontalo
Gorontalo TV adalah salah satu stasiun televisi regional yang bermarkas di Kota Gorontalo, Indonesia.
Gorontalo TV adalah salah satu TV lokal tertua di tanah air. Berdiri pada September 2001, menjadi salah satu pengawal dari pendirian Provinsi Gorontalo.
Gorontalo TV lahir dari sebuah keprihatinan karena Gorontalo tidak memiliki akses ke siaran televisi. Padahal Potensi Gorontalo relatif besar. Meski Jumlah penduduknya hanya sekitar 1.000.000 jiwa, namun dengan status Provinsi sendiri terpisah dari Sulawesi Utara, maka pertumbuhannya pesat. Dengan pertumbuhan seperti itu, maka Gorontalo menduduki urutan kedua dari delapan Provinsi di kawasan Timur Indonesia dengan pertumbuhan mengesankan. Sedangkan Sulawesi Utara hanya sekitar 4,25%. Gorontalo digolongkan sebagai daerah low income, high growth. Posisi Gorontalo juga sangat strategis. Secara geografis berada di pintu gerbang (gateway) lalu lintas perdagangan dan jasa di kawasan Barat Sulawesi Utara dan Teluk Tomini, sehingga menjadikan Gorontalo Sebagai pusat pengembangan dan pelayanan jasa di kawasan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah dan Provinsi Gorontalo sendiri.
Gorontalo TV atau GOTV dimiliki oleh PT Gorontalo Televisi Utama dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Hamim Pou yang juga menjadi presiden direktur stasiun TV ini.
GOTV memiliki daya pancar 1,5 KW di 36 UHF dan mampu menjangkau lima dari tujuh daerah di Provinsi Gorontalo. GOTV bisa disaksikan di Kota Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, sebagian Kabupaten Gorontalo Utara dan sebagian Kabupaten Boalemo (pemancar tersendiri).
Diawali siaran Percobaan dengan pemancar berdaya rendah pada awal 2002 dan jaringan kabel sejak Juni 2002, mulai 1 Januari 2003 GOTV hadir setiap hari di Frekuensi 36 UHF menemani masyarakat Gorontalo.
GOTV banyak berkonsentrasi pada program program lokal, terutama pada kebudayaan daerah. Di samping itu, GOTV menjadi ikon berita terhangat di Gorontalo dengan paket berita Gorontalo Hari Ini. Kini stasiun ini bersiaran 16 jam sehari, di mana sekitar 10 jam merupakan produksi lokal.
2.      Civica TV   38 UHF                        Gorontalo
3.      TVRI Gorontalo     40 UHF            TVRI     Gorontalo
4.      RTV Gorontalo      48 UHF            Rajawali Televisi         Gorontalo
5.      SINDOtv Gorontalo           56 UHF            SINDOtv           Gorontalo

Sulawesi Tenggah
1.      TVRI Sulawesi Tengah       5 VHF   TVRI     Palu
2.      Palu TV      35 UHF                        Palu
3.      Nuansa TV             45 UHF                        Palu
4.      RTV Poso   22 UHF            Rajawali Televisi         Poso dan Palu

Sulawesi Barat
1.      TVRI Sulawesi Barat                      TVRI     Mamuju
2.      Mamuju TV (segera)                                 Mamuju

Maluku
1.      TVRI Maluku                     TVRI     Ambon
2.      Molluca TV            26 UHF            CTV Network   Ambon
Molluca TV adalah stasiun televisi lokal di Ambon. Molluca TV mulai tayang tanggal 16 Agustus 2006. Mengudara pada channel 26 UHF dengan kekuatan pemancar 1,5 KW menjangkau pulau Ambon dan sekitarnya. Molluca TV beroperasi selama 18 jam mulai dari pukul 06.00-24.00 WIT.
Molluca TV dengan slogan “Molluca TV Mantap!” hadir menjadi media pilihan utama masyarakat Maluku. Melalui program-program informasi seperti berita, pendidikan, budaya, hiburan yang sehat dan mempunyai kontrol sosial di masyarakat.
Format program Molluca TV berangkat dari informasi dan edukasi yang disajikan dalam bentuk hiburan yang bermaksud untuk menjangkau pemirsa dari segala usia.
3.      Ambon TV 36 UHF                        Ambon
Ambon TV adalah stasiun televisi lokal yang ada di daerah Ambon, Maluku, Indonesia. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah dan berita lokal. Stasiun TV ini memiliki frekuensi channel 36 UHF dan beroperasi selama 7 jam dari pukul 17:00-00:00 WITA.
4.      Top Maluku TV                             
5.      RTV Ambon           44 UHF            Rajawali Televisi         Ambon


Maluku Utara
1.      TVRI Maluku Utara                       TVRI     Kota Ternate dan sekitarnya
2.      Madodoto TV                                Ternate

Papua
1.      TVRI Papua                        TVRI    
2.      RTV Jayapura        44 UHF            Rajawali Televisi         Jayapura dan Papua
3.      Papua TV   34 UHF                        Jayapura
Papua TV (dahulu bernama Metro Papua TV dan TVMP, singkatan dari Televisi Mandiri Papua) adalah stasiun televisi lokal pertama di wilayah Papua, Indonesia. Stasiun TV ini dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Papua yang dibantu oleh MetroTV sebagai konsultan.
Papua TV mulai mengudara pada tanggal 20 Mei 2007 dengan nama Metro Papua TV. Jam tayangnya cukup singkat, mengingat program utamanya hanya berita, dengan konsep dasar dari MetroTV. Pada tahun 2008, Metro Papua TV berganti nama menjadi TVMP, dengan tetap mempertahankan konsep dari Metro Papua TV. Saat ini Papua TV dapat ditangkap melalui satelit Telkom-1 agar dapat dinikmati oleh pemirsa di luar Papua.
Pada hari Sabtu, 13 Juli 2013, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) dengan menghadirkan perusahaan holding company yang menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Papua, dikemukakan bahwa status Papua TV bukanlah milik Pemerintah Daerah, karena sahamnya milik perorangan. Sehingga pemerintah provinsi akan menyelidiki kejanggalan ini termasuk mendukung adanya penyidikan dari Badan Pemeriksa Keuangan.
4.      Top TV Jayapura   26 UHF            Top TV Network          Jayapura

Papua Barat
1.      Jaya TV      26 UHF            Top TV Network          Manokwari
Jaya TV Jayapura (merupakan peleburan antara Top TV Jayapura dan Jaya TV Manokwari) adalah sebuah stasiun televisi lokal yang mengudara di Kota Jayapura, Papua, Indonesia, yang dinaungi oleh PT Jayapura Televisi. Jaya TV Jayapura merupakan salah satu televisi lokal yang pertama di Papua yang dipancarkan melalui kanal 26 UHF dengan slogan "Televisi Orang Papua". Jaya TV Jayapura merupakan bagian dari Top TV Network bersama dengan Sorong TV, Golden TV, Indo TV, Top Maluku TV, dan Bintang TV Bitung.
2.      Sorong TV              Top TV Network          Sorong
3.      Golden TV             Top TV Network          Timika

Comments

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI