Daftar TV publik, komunitas, kabel, swasta (lengkap sampe mejret deh lo, belajar gila jangan copas!)
Daftar TV
Publik
Televisi Republik Indonesia
(TVRI) adalah stasiun televisi
pertama di Indonesia, yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran
perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI
kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.
Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam
satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua
kali). Sejak April tahun 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan
menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI
saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih
ditanggung oleh negara.
TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia
sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta,
dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.
Latar belakang
Pada tahun 1961, Pemerintah
Indonesia memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam
proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games
IV.
Pada tanggal 25 Juli 1961,
Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan
Panitia Persiapan Televisi (P2T).
Pada 23 Oktober 1961,
Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri
Penerangan saat itu, Maladi untuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu
waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut:
Membangun
studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang).
Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80 meter.
Mempersiapkan software (program dan tenaga).
Pada tanggal 17 Agustus
1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan pemancar
cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara
untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian
Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.
Pada tanggal 20 Oktober
1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan
Pimpinan Umum Presiden RI.
Pada tahun 1964 mulailah
dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun
Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya,
Makassar, Manado, Denpasar, dan Samarinda.
Pembangunan Stasiun Produksi
Keliling
Mulai tahun 1977, secara
bertahap di beberapa ibu kota Provinsi dibentuklah Stasiun-stasiun Produksi
Keliling atau SPK, yang berfungsi sebagai perwakilan atau koresponden TVRI di
daerah, yang terdiri dari:
SPK Jayapura
SPK Ambon
SPK Kupang
SPK Malang (Tahun 1982 diintegrasikan
dengan TVRI Stasiun Surabaya)
SPK Semarang
SPK Bandung
SPK Banjarmasin
SPK Pontianak
SPK Banda Aceh
SPK Jambi
SPK Padang
SPK Lampung
TVRI pada Era Orde Baru
Tahun 1974, TVRI diubah
menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan,
yang diberi status Direktorat, langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral
Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.
Sebagai alat komunikasi
Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan
Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way
traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak
mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.
Pada garis besarnya tujuan
kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan
negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan
sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan
lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta
programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio
TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.
Semua pelaksanaan TVRI baik
di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada
integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa
yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.
Tahun 1975, dikeluarkan SK
Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu
selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang
manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.
TVRI pada Era Reformasi
Bulan Juni 2000, diterbitkan
Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi
Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan
dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI.
Bulan Oktober 2001,
diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan
TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen
Keuangan RI untuk urusan keuangan.
Tanggal 17 April 2002,
diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2002, status TVRI diubah menjadi
Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan
Kementerian Negara BUMN.
Selanjutnya melalui
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI
ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang
didirikan oleh negara. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga
Penyiaran Publik adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik,
bersifat netral, mandiri dan tidak komersial. Peraturan Pemerintah Nomor 13
tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi,
pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta
melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui
penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Televisi Republik Indonesia
(TVRI) merupakan stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televisi
yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton
sekitar 82 persen penduduk Indonesia. Saat ini TVRI memiliki 27 stasiun Daerah
dan 1 Stasiun Pusat dengan didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia.
Ke 27 TVRI Stasiun Daerah
tersebut adalah:
TVRI Stasiun DKI Jakarta
TVRI Stasiun Aceh
TVRI Stasiun Sumatera Utara
TVRI Stasiun Sumatera Selatan
dan Bangka Belitung
TVRI Stasiun Jawa Barat dan
Banten
TVRI Stasiun Jawa Tengah
TVRI Stasiun Jogyakarta
TVRI Stasiun Jawa Timur
TVRI Stasiun Bali
TVRI Stasiun Sulawesi
Selatan
TVRI Stasiun Kalimantan
Timur
TVRI Stasiun Sumatera Barat
TVRI Stasiun Jambi
TVRI Stasiun Riau dan
Kepulauan Riau
TVRI Stasiun Kalimantan
Barat
TVRI Stasiun Kalimantan
Selatan
TVRI Stasiun Kalimantan
Tengah
TVRI Stasiun Papua
TVRI Stasiun Bengkulu
TVRI Stasiun Lampung
TVRI Stasiun Maluku dan
Maluku Utara
TVRI Stasiun Nusa Tenggara
Timur
TVRI Stasiun Nusa Tenggara
Barat
TVRI Stasiun Gorontalo
TVRI Stasiun Sulawesi Utara
TVRI Stasiun Sulawesi Tengah
TVRI Stasiun Sulawesi
Tenggara
TVRI Stasiun Sulawesi Barat
Karyawan TVRI pada Tahun
Anggaran 2007 berjumlah 6.099 orang, terdiri atas 5.085 orang Pegawai Negeri
Sipil (PNS) dan 1.014 orang Tenaga Honor/Kontrak yang tersebar di seluruh
Indonesia dan sekitar 1.600 orang di antaranya adalah karyawan Kantor Pusat dan
TVRI Stasiun Pusat Jakarta.
TVRI bersiaran dengan
menggunakan dua sistem yaitu VHF dan UHF, setelah selesainya dibangun stasiun
pemancar Gunung Tela Bogor pada 18 Mei 2002 dengan kekuatan 80 Kw. Kota-kota
yang telah menggunakan UHF yaitu Jakarta, Bandung dan Medan, selain beberapa
kota kecil seperti di Kalimantan dan Jawa Timur.
TVRI Pusat Jakarta setiap
hari melakukan siaran selama 19 jam, mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB
dengan substansi acara bersifat informatif, edukatif dan entertain.
TVRI dewasa ini
Dengan perubahan status TVRI
dari Perusahaan Jawatan ke TV Publik sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun
2002 tentang penyiaran, maka TVRI diberi masa transisi selama 3 tahun dengan
mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2002 di mana disebutkan TVRI
berbentuk PERSERO atau PT.
Melalui PERSERO ini Pemerintah
mengharapkan Direksi TVRI dapat melakukan pembenahan-pembenahan baik di bidang
Manajemen, Struktur Organisasi, SDM dan Keuangan. Sehubungan dengan itu Direksi
TVRI tengah melakukan konsolidasi, melalui restrukturisasi, pembenahan di
bidang Marketing dan Programing, mengingat sikap mental karyawan dan hampir
semua acara TVRI masih mengacu pada status Perjan yang kurang memiliki nilai
jual.
Khusus mengenai karyawan,
Direksi TVRI melalui restrukturisasi akan diketahui jumlah sumber daya manusia
yang dibutuhkan, berdasarkan kemampuan masing-masing individu karyawan untuk
mengisi fungsi-fungsi yang ada dalam struktur organisasi sesuai dengan keahlian
dan profesi masing-masing, dengan kualifikasi yang jelas.
Melalui restrukturisasi
tersebut akan diketahui apakah untuk mengisi fungsi tersebut di atas dapat
diketahui, dan apakah perlu dicari tenaga profesional dari luar atau dapat
memanfaatkan sumberdaya TVRI yang tersedia.
Dalam bentuk PERSERO selama
masa transisi ini, TVRI benar-benar diuji untuk belajar mandiri dengan menggali
dana dari berbagai sumber antara lain dalam bentuk kerjasama dengan pihak luar
baik swasta maupun sesama BUMN serta meningkatkan profesionalisme karyawan.
Dengan adanya masa transisi
selama 3 tahun ini, diharapkan TVRI akan dapat memenuhi kriteria yang
disyaratkan oleh undang-undang penyiaran yaitu sebagai TV publik dengan sasaran
khalayak yang jelas.
Bertepatan dengan peringatan
hari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2003 yang lalu, TVRI mengoperasikan
kembali seluruh pemancar stasiun relay TVRI sebanyak 376 buah, yang tersebar di
seluruh Indonesia.
Sebagai stasiun televisi
pertama di negeri ini, TVRI telah melalui perjalanan panjang dan mempunyai
peran strategis dalam perjuangan dan perjalanan kehidupan bangsa. Sesuai dengan
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, bertepatan dengan ulang
tahunnya yang ke-44 (24 Agustus 2006), TVRI resmi menjadi Lembaga Penyiaran
Publik.
Kontroversi
Pada 6 Juni 2013 pagi, TVRI
menayangkan siaran tunda acara Muktamar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di
Senayan Jakarta. Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Idy
Muzayyad menilai TVRI sebagai lembaga penyiaran publik telah 'mengalami
disorientasi kebangsaan dengan menayangkan hal ini karena ideologi HTI yang
mempermasalahkan ideologi negara, nasionalisme dan menolak demokrasi'. TVRI
dipanggil dan terbuka kemungkinan dijatuhkan sanksi.
Programa 2
TVRI juga memiliki Programa
2 Jakarta, pada saluran/chanel 8 VHF. Programa 2 mulai mengudara pada April
1989 dengan acara tunggal siaran berita bahasa Inggris dengan nama Six Thirty
Report selama setengah jam pukul 18.30 WIB, di bawah tanggung jawab bagian
Pemberitaan.
Pada perkembangannya rubrik
tersebut berubah nama menjadi English News Service (ENS).
Programa 2 TVRI kini
mengudara mulai pukul 16.00 - 21.00 WIB dengan berbagai jenis acara berita dan
hiburan.
Sekarang ini tengah
dilakukan negosiasi dengan pihak swasta untuk bekerjasama di bidang manajemen
produksi dan siaran programa 2 TVRI Jakarta dan sekitarnya, dengan adanya
rencana perubahan frekuensi dari VHF ke UHF. Di bidang isi siaran akan lebih
ditekankan kepada paket-paket jadi (can product) dengan materi siaran untuk
konsumsi masyarakat metropolitan Jakarta.
Stasiun
Stasiun Pusat TVRI berada di
Jakarta, dan TVRI memiliki stasiun relay pada sejumlah kota di Indonesia.
Selain TVRI Stasiun Pusat Jakarta, juga terdapat TVRI Stasiun Daerah pada
beberapa ibukota provinsi di Indonesia. TVRI Stasiun Daerah selain merelay TVRI
Jakarta, juga memiliki acara yang bersifat lokal (termasuk Berita Daerah) pada
jam-jam tertentu. TVRI Stasiun Daerah pada umumnya juga direlay oleh stasiun
relay di wilayah provinsi tersebut.
Berikut adalah daftar TVRI
Stasiun Daerah:
Sumatera:
TVRI Aceh (Banda Aceh)
TVRI Jambi (Jambi)
TVRI Sumbar (Padang)
TVRI Sumsel Babel (Palembang)
TVRI Sumatera Utara (Medan)
TVRI Riau (Pekanbaru)
TVRI Lampung (Bandar Lampung)
TVRI Bengkulu (Bengkulu)
Jawa:
TVRI Jawa Barat (Bandung)
TVRI Jawa Tengah (Semarang)
TVRI Jawa Timur (Surabaya)
TVRI Jogja (Yogyakarta)
Bali dan Nusa
Tenggara:
TVRI Bali (Denpasar)
TVRI Nusa Tenggara Timur (Kupang)
Kalimantan:
TVRI Kalimantan Timur (Samarinda)
TVRI Kalimantan Tengah (Palangkaraya)
TVRI Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
TVRI Kalimantan Barat (Pontianak)
Sulawesi:
TVRI Sulawesi Utara (Manado)
TVRI Sulawesi Selatan (Makassar)
Maluku dan
Papua:
TVRI Maluku (Ambon)
TVRI Papua (Jayapura)
Daftar TV
Swasta
1. RCTI (Rajawali Citra Televisi
Indonesia) adalah
stasiun televisi swasta Indonesia pertama. RCTI pertama mengudara pada 13
November 1988 dan diresmikan 24 Agustus 1989 dan pada waktu itu, siaran RCTI
hanya dapat ditangkap oleh pelanggan yang memiliki dekoder dan membayar iuran
setiap bulannya. RCTI melepas dekodernya pada akhir 1989. Pemerintah
mengizinkan RCTI melakukan siaran bebas secara nasional sejak tahun 1990 tapi
baru terwujud pada akhir 1991 setelah membuat RCTI Bandung pada 1 Mei 1991.
Pada 2004 RCTI termasuk stasiun televisi yang besar di Indonesia.
Sejak Oktober 2003, RCTI
dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga
memiliki Global TV dan MNCTV. RCTI telah memiliki hak siar atas ajang sepak
bola bergengsi Eropa, Euro 2008 bersama Global TV dan MNCTV.
Pada tahun 2011, RCTI
memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama MNCTV
dan Global TV. Sejarah
Izin siaran
RCTI menerima izin siaran pada
1 Januari 1987 di Jakarta dan sekitarnya dengan dekoder. RCTI berdiri pada 21
Agustus 1987 di Jakarta dan dibangun di atas tanah seluas 10 Hektar. Pada 13
November 1988, RCTI melakukan siaran percobaan pertama kali, selama 4 jam
sehari dengan dekoder.
Televisi berlangganan
Bermula dari Jl. Raya
Pejuangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, RCTI memulai siarannya secara komersial
pada 24 Agustus 1989 yang mencakup wilayah Jabodetabek, di mana pada saat itu
siaran RCTI diterima secara terbatas untuk pelanggan yang memiliki dekoder di
wilayah Jabodetabek. Meskipun bersiaran lokal di Jakarta, namun ternyata status
RCTI pada saat itu adalah televisi berlangganan, bukan televisi lokal. Meski
pada saat itu RCTI masih berstatus televisi berlangganan di Jakarta, RCTI sempat
menayangkan iklan-iklan bermerek. Satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 24
Agustus 1990, RCTI melakukan siaran terestrial ke seluruh Indonesia. Pada saat
awal siaran, RCTI hanya menayangkan acara-acara luar negeri karena modalnya
lebih murah jika dibandingkan dengan memproduksi sendiri yang biayanya jauh
lebih mahal.
Televisi terestrial
Karena setiap hari pelanggan
dekoder RCTI semakin bertambah di wilayah Jabodetabek, maka pada 1 Agustus
1990, RCTI melakukan pelepasan dekoder. Lalu bertepatan dengan ulang tahun RCTI
ke-1, tepatnya tanggal 24 Agustus 1990, pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI
beroperasi secara terestrial sebagai siaran gratis dan pada saat itu pula, PT
Bimantara Citra Tbk mendirikan SCTV sebagai stasiun televisi swasta kedua di
Indonesia yang pada saat itu berstatus televisi lokal di Surabaya untuk merelay
acara-acara RCTI di Surabaya. Baru pada tahun 1991, RCTI merealisasikan hal itu
setelah RCTI meluaskan siarannya ke Bandung pada 1 Mei 1991.
Bertepatan dengan ulang
tahun ke-4, tepatnya tanggal 24 Agustus 1993, RCTI melakukan siarannya secara
nasional. Menginjak usia ke-11, tepatnya tanggal 24 Agustus 2000, RCTI resmi
berganti logo baru yang menggambarkan penampilan dan semangat baru. Hingga awal
tahun 2001, RCTI memiliki 47 stasiun transmisi di seluruh Indonesia.
2. MNCTV (dahulu bernama TPI) adalah stasiun televisi
swasta Indonesia yang mengudara secara terestrial dari Jakarta. Namanya yang
sekarang dipergunakan sejak 20 Oktober 2010.
MNCTV merupakan stasiun
televisi swasta ketiga di Indonesia setelah RCTI dan SCTV. MNCTV didirikan oleh
Mbak Tutut dan dulu sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Cipta Lamtoro Gung
Persada.
Pada tahun 2009 sampai
dengan tahun 2010, MNCTV tidak menyiarkan acara olahraga. Tetapi, mulai tahun
2010, MNCTV kembali menyiarkan acara olahraga yaitu Liga Utama Inggris.
Pada tahun 2011, MNCTV juga
memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama RCTI dan
Global TV.
Awal didirikan
TPI pertama kali mengudara
pada 1 Januari 1991 selama 2 jam dari jam 19.00-21.00 WIB. TPI diresmikan
Presiden Soeharto pada 23 Januari 1991 di Studio 12 TVRI Senayan, Jakarta
Pusat. Pada awal pendiriannya tahun 1991 TPI hanya ingin menyiarkan siaran edukatif
saja. Saat itu TPI hanya mengudara 4 jam. Salah satunya dengan bekerjasama
dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyiarkan materi pelajaran
pendidikan menengah. Sejak itu TPI mengudara 4 jam, lalu sejak 1 Juni 1991
menjadi 6,5 jam. Lalu menjelang akhir 1991 sudah 8 jam.
TPI setelah pertengahan
1990-an
Pada tahap awal
pendiriannya, TPI berbagi saluran dengan televisi milik pemerintah, TVRI.
Perlahan-lahan mereka mengurangi misi edukatif, dengan juga menyiarkan
acara-acara lain, termasuk kuis-kuis dan sinetron sebagai selingan.
TPI berpisah saluran dengan
TVRI di pertengahan 90-an. Program edukasi pun tergusur, dan TPI fokus di
program acara musik dangdut, seolah acara lain yang disebut 'makin Indonesia'
dalam motto barunya seakan tenggelam oleh hingar bingar acara dangdut di TPI.
Bahkan TPI sebagai kependekan dari Televisi Pendidikan Indonesia sudah tidak
berlaku lagi.
Dalam situs web resmi TPI,
disebutkan TPI adalah Televisi Paling Indonesia, sesuai dengan misi barunya,
yakni menyiarkan acara-acara khas Indonesia seperti tayangan sinetron lokal dan
musik dangdut. TPI pernah mendapat penghargaan karena telah bertahun-tahun
menayangkan acara kuis dangdut pertama di Indonesia yaitu Kuis Dangdut yang
dibawakan oleh Jaja Miharja dan Dorce Gamalama. Pada Festival Sinetron
Indonesia 1997, serial "Mat Angin" (Deddy Mizwar) yang ditayangkan
TPI menyabet 11 penghargaan, ditambah dengan 5 penghargaan lagi tahun
berikutnya dari serial yang sama. Tak lupa juga acara terfavorit di Indonesia
yaitu Santapan Nusantara yang dibawakan oleh Enita Sriyana, sang pakar kuliner.
Program Kontes Dangdut
Indonesia yang merupakan versi dangdut dari kontes American Idol dan Indonesian
Idol merupakan salah satu program unggulan TPI pada saat itu.
Sejak Oktober 2003, 75%
saham TPI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang
juga memiliki RCTI dan Global TV.
Peluncuran ulang dan
pergantian nama
Sejak 20 Oktober 2010, TPI
resmi berganti nama menjadi MNCTV. Perubahan ini terjadi dikarenakan TPI tidak
sesuai dengan konteks tertulis pada televisi tersebut yaitu menjadi salah satu
televisi yang berbau pendidikan di Indonesia, dan oleh karena itu nama TPI
berubah menjadi MNCTV untuk mengubah citra TPI di mata masyarakat.
3. SCTV (singkatan dari Surya Citra
Televisi) adalah
sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. SCTV merupakan stasiun
televisi swasta kedua di Indonesia setelah RCTI. SCTV lahir pada tanggal 24
Agustus 1990 sebagai stasiun televisi lokal di Surabaya yang berpusat di Jl.
Darmo Permai, Surabaya, Jawa Timur, di mana SCTV pada awalnya didirikan untuk
menayangkan acara-acara RCTI untuk wilayah Surabaya. Meski tanggal itu
ditetapkan sebagai tanggal lahir SCTV, namun baru tanggal 1 Januari 1993, SCTV
mendapatkan izin sebagai stasiun televisi nasional di Jakarta. Kantor
operasional SCTV pun secara bertahap dipindahkan dari Surabaya ke Jakarta,
namun studio SCTV tetap berada di Surabaya. Awalnya, mayoritas saham SCTV
dimiliki oleh PT Bimantara Citra, Tbk, melalui anak usahanya, PT Sindo Citra
Media (kini menjadi PT Surya Citra Media).
Meski berkali-kali berpindah
kantor, SCTV selalu mengudara setiap hari. Pada tahun 1993 misalnya, SCTV
berpindah kantor ke Wisma AKR, Jakarta Barat yang letaknya berdekatan dengan
kantor RCTI. Lalu pada tahun 1996, SCTV berpindah kantor lagi ke Wisma
Indovision. Menginjak usia ke-11, pada tahun 2001, SCTV kemudian memusatkan
kegiatan operasionalnya di Gedung Graha SCTV, Jalan Gatot Subroto, Jakarta
Selatan. Dan pada tahun 2007, kegiatan operasional SCTV berpusat di Senayan
City. Namun, stasiun pemancar dan studio tetap dipusatkan di Kebon Jeruk.
Sejak tahun 1999, mayoritas
saham SCTV diakuisisi oleh PT Surya Citra Media, Tbk. Pada awal Mei 2013, SCTV
dan Indosiar resmi bergabung. Televisi lokal
Pada awalnya, SCTV adalah singkatan
dari Surabaya Centra Televisi yang melakukan siaran percobaan pada 1 Juni 1990
di Surabaya dan diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1990 di Surabaya, Jawa
Timur, dengan jangkauan wilayah Surabaya dan sekitarnya (Gresik, Bangkalan,
Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan) yang mengacu pada izin Departemen Penerangan
No. 1415/RTF/K/IX/1989 dan SK No. 150/SP/DIR/TV/1990. Meski pada saat itu SCTV
masih berstatus televisi lokal di Surabaya, beberapa merek sempat beriklan di
SCTV, misalnya Baygon dan Citra.SCTV didirikan untuk merelai RCTI di Surabaya
karena saat itu siaran RCTI hanya dapat ditangkap di Jabodetabek dengan
menggunakan dekoder. Saat itu pula, RCTI dan SCTV dikenal sebagai "Saudara
Kembar" karena RCTI dan SCTV selalu bersama menayangkan acara-acara yang
ditayangkan RCTI meskipun waktu tayang antara RCTI dan SCTV selalu berbeda.
Pada tahun 1991, pancaran siaran SCTV meluas mencapai Denpasar, Bali serta
Manado, Sulawesi Utara dan sekitarnya. Sejak itulah kepanjangan SCTV berubah
menjadi Surya Citra Televisi.
Televisi nasional
Pada tanggal 1 Januari 1993,
berbekal SK Menteri Penerangan No. 111/1992, SCTV mendapatkan izin mengudara
secara nasional. Namun, siarannya secara nasional dilakukan pada tanggal 24
Agustus 1993 pukul 21.00 WIB, tepat saat SCTV berulang tahun yang ke-3. Secara
bertahap, mulai tahun 1993 sampai dengan 1998, SCTV memindahkan basis operasi
media siaran nasionalnya dari Surabaya ke Jakarta. Saat ini, melalui 47 stasiun
transmisi, SCTV mampu menjangkau 240 kota dan menggapai sekitar lebih dari 175
juta potensial pemirsa.
Sejak Januari 2005, SCTV
mengubah logo dan slogannya menjadi "Satu Untuk Semua".
Saat ini kantor pusat SCTV
terletak di SCTV Tower, Senayan City, Jalan Asia Afrika Lot 19, Jakarta
Selatan. Sebelum 23 November 2007, kantor pusat SCTV berada di Jalan Gatot
Subroto Kavling 21 Jakarta yang kini ditempati oleh perusahaan dibawah naungan
Surya Citra Media. SCTV juga memiliki studio khusus di Jalan Raya Kebon Jeruk
Nomor 66 Jakarta Barat
Kepemilikan SCTV dikuasai
oleh grup Elang Mahkota Teknologi melalui Surya Citra Media (SCM). Sejak
pertengahan 1990-an, SCTV yang pada awalnya satu manajemen dengan RCTI akhirnya
keduanya berpisah manajemen. Direktur Utama SCTV saat ini ialah Grace Wiranata.
Pada 22 Desember 2011, SCTV
berhasil memenangkan bidding hak siar UEFA Champions League dan UEFA Europa
League untuk musim 2012/13 hingga musim 2014/15. Pertandingan UEFA Champions
League mulai musim 2012/13 akan disiarkan bersama Indosiar, sedangkan UEFA
Europa League disiarkan sepenuhnya oleh SCTV.
Pada pertengahan 2013, SCTV
resmi menjadi pemegang hak siar Liga Utama Inggris musim 2013-2014 sampai
2015-2016 bersama Indosiar dan TV berbayar Nexmedia.
4. antv (dieja Anteve, singkatan dari
Andalas Televisi) adalah suatu stasiun televisi swasta nasional Indonesia. Stasiun televisi
ini awalnya disiarkan pada 1 Januari 1993 di kota Lampung dan sekitarnya.
Bermula dari sebuah izin siaran lokal di Lampung, antv mengudara selama 5 jam
sehari. Satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 1 Maret 1994, antv secara resmi
disiarkan ke seluruh Indonesia dari Jakarta.
antv dimiliki oleh
konglomerat muda Anindya Bakrie dan sekarang dikelola oleh yaitu Erick Thohir,
yang menjadi Presiden Direktur dari stasiun televisi ini sekaligus Wakil
Komisaris Utama VIVA. Konglomerat media asal Amerika Serikat, Rupert Murdoch,
membeli sekitar 20% saham antv pada 30 April 2006 melalui perusahaannya di Hong
Kong, STAR TV. Pangsa pasar antv saat ini adalah sekitar 5% dari 180 juta
penonton. antv
didirikan pada 1 Januari 1993 sebagai stasiun televisi lokal di kota Lampung.
Tanggal 18 Januari 1993 antv mendapat izin siaran nasional melalui Keputusan
Menteri Penerangan RI No. 04A/1993. Sepuluh hari setelah izin tersebut keluar
antv mengudara secara nasional. Studio antv yang semula berada di Lampung
dipindahkan secara bertahap ke Jakarta.
Tepat tanggal 1 Maret 1993
antv untuk pertama kalinya memproduksi program sendiri berupa liputan berita
aktual jalannya Sidang Umum DPR/MPR. Saat itu antv berhasil melakukan siaran
langsung meliput jalannya kegiatan penting kenegaraan. Momen istimewa itu yang
kini dijadikan sebagai hari jadi antv.
Stasiun televisi ini pada
mulanya dikhususkan pada pemirsa remaja (usia 13–25 tahun) dan pernah
menyiarkan acara-acara MTV Indonesia hingga awal tahun 2000-an, tetapi tahun
2002 stasiun ini berkembang menjadi stasiun untuk segala usia, sama dengan
stasiun televisi yang lain.
antv berhasil mencatatkan
prestasi gemilang di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara konser
selama 72 jam yang diselenggarakan akhir tahun 2003.
Pada 30 April 2006 antv
berhasil menjalin kerjasama strategis dengan jaringan televisi dunia STAR TV.
Kerjasama ini ditandai dengan masuknya 20% saham STAR TV ke antv. Hal ini
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Logo
Mulai 20 September 2009,
antv kembali mengubah logonya dengan kemiripan seperti logo yang lama. Memiliki
kotak yang berbentuk sama dengan logo sebelumnya, namun logo ini didominasi
warna merah dengan bayangan berwarna kuning dan menggunakan huruf
"antv".
Pancaran yang tebal dan
berwarna merah menggambarkan kekuatan dan kepercayaan diri antv menuju masa
depan yang gemilang, yang memperlihatkan ANTV dipersembahkan sebagai kebanggaan
Indonesia.
Warna putih melambangkan
tekad ANTV menjalankan usaha ini berdasarkan azas ketentuan yang berlaku
dilandasi nilai-nilai kejujuran, ketulusan, serta menjunjung tinggi integritas
bangsa.
Warna kuning melambangkan
kemakmuran dimana kami berharap bahwa ANTV akan dapat memberikan kemakmuran
kepada seluruh pemangku kepentingan.
Sejak 20 Juli 2012, logo ini
divariasikan menjadi versi abu-abu sebagai logo on-air, baik saat tayangan
acara berlangsung maupun saat iklan. Bertepatan dengan siaran langsung Viva La
Vida pada tanggal 17 Maret 2013, di saat antv genap berusia 20 tahun, logo ini
divariasikan lagi menjadi versi batik, baik sebagai logo on-air maupun logo
komersial terutama di situs web resmi antv.
5. Indosiar adalah salah satu stasiun
televisi swasta nasional di Indonesia. Stasiun televisi ini beroperasi dari
Daan Mogot, Jakarta Barat. Indosiar awalnya didirikan dan dikuasai oleh Grup
Salim. Pada tahun 2004, Indosiar merupakan bagian dari PT. Indosiar Karya Media
Tbk. (sebelumnya PT. Indovisual Citra Persada) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia
(dahulu Bursa Efek Jakarta). Pada 13 Mei 2011, mayoritas saham PT. Indosiar
Karya Media Tbk. dibeli oleh PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk., pemilik SCTV
(melalui SCM sebelum bergabung dengan IDKM) dan O Channel, menjadikan ketiga
stasiun televisi berada dalam satu pengendalian. Kini, stasiun televisi ini
resmi dikuasai oleh SCM pasca bergabung dengan IDKM dan "bersaudara"
dengan SCTV. Sejarah
Indosiar memulai siarannya dalam bentuk siaran percobaan pada
November 1994. Pada siaran percobaannya, Indosiar hanya menampilkan daftar kota
yang akan dijangkau siarannya
Indosiar resmi mengudara pada 11 Januari 1995. Dalam
siarannya, Indosiar banyak menekankan kebudayaan. Salah satu program kebudayaan
yang selalu ditayangkan adalah acara pertunjukan wayang pada malam minggu.
Bentuk logo Indosiar yang sangat mirip dengan bentuk logo
Television Broadcasts Limited, Hongkong. Awalnya, Indosiar memang banyak
menayangkan drama-drama Hongkong. Seperti misalnya serial Return of The Condor
Heroes yang dibintangi oleh Andy Lau, To Liong To yang dibintangi oleh Tony
Leung yang keduanya cukup populer di kalangan penonton.
Selain itu, Indosiar juga memopulerkan sinetron-sinetron
Indonesia yang bertemakan cinta dan keluarga (dimulai sejak munculnya
Tersanjung), acara-acara realitas yang melibatkan emosi penonton dan SMS secara
langsung (dimulai sejak munculnya AFI), infotainment KISS (Kisah Seputar
Selebritis), dan juga program berita seperti Fokus dan Patroli. Indosiar juga
menayangkan kartun yang cukup banyak setiap hari Minggu yaitu dari pukul 06.30
sampai 12.00 WIB. Kartun yang pernah populer di Indosiar adalah Dragon Ball,
Digimon, Pokemon, Bleach, Naruto, Gundam, dan lain-lain.
Direktur Utama Indosiar saat ini adalah E. Loe Soei Kim.
Pada awal Mei 2013, Indosiar Karya Media resmi bergabung
dengan Surya Citra Media dan membuat stasiun televisi ini dikendalikan oleh
satu perusahaan media yang juga menguasai SCTV.
Pada pertengahan 2013, Indosiar berhasil memperoleh hak siar
Liga Utama Inggris untuk musim kompetisi 2013-2014 hingga 2015-2016 bersama
SCTV dan Nexmedia.
6. MetroTV adalah sebuah stasiun televisi swasta Indonesia yang
didirikan oleh PT Media Televisi Indonesia. Stasiun ini resmi mengudara sejak
25 November 2000 di Jakarta.
PT Media Televisi Indonesia
merupakan anak perusahaan dari Media Group, suatu kelompok usaha media yang
dipimpin oleh Surya Paloh, yang juga merupakan pemilik surat kabar Media
Indonesia. PT Media Televisi Indonesia memperoleh izin penyiaran atas nama
"MetroTV" pada tanggal 25 Oktober 1999. Pada tanggal 25 November
2000, MetroTV mengudara untuk pertama kalinya dalam bentuk siaran uji coba di 7
kota. Pada awalnya hanya bersiaran 12 jam sehari, sejak tanggal 1 April 2001,
MetroTV mulai bersiaran selama 24 jam. Dari awalnya memulai operasi dengan 280
orang karyawan, saat ini MetroTV mempekerjakan lebih dari 900 orang, sebagian
besar di ruang berita dan daerah produksi.
7. Trans7 (sebelumnya bernama TV7) adalah sebuah stasiun
televisi swasta nasional di Indonesia. Trans7 yang pada awalnya menggunakan nama
TV7, melakukan siaran perdananya secara terestrial di Jakarta pada 25 November
2001 dan pada saat itulah mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kompas Gramedia.
Pada tanggal 4 Agustus 2006, PT Trans Corporation mengakuisisi mayoritas saham
TV7. Meski sejak itulah TV7 dan Trans TV resmi bergabung, namun ternyata TV7
masih dimiliki oleh Kompas Gramedia, sampai TV7 akhirnya melakukan re-launch
(peluncuran ulang) pada 15 Desember 2006 dan menggunakan nama baru, yaitu
Trans7. Trans7
berdiri dengan nama TV7 berdasarkan izin dari Dinas Perdagangan dan
Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000 yang sahamnya
sebagian besar dimiliki oleh Kompas Gramedia (KG) dan 12% dimiliki Bakrie &
Brothers (perusahaan konglomerat milik Aburizal Bakrie yang memiliki antv).
Pada tanggal 25 November 2001 keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita
Negara Nomor 8687 sebagai PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Logo TV7 Sendiri
diartikan sebagai simbol dari "JO" yang merupakan singkatan dari
Jakob Oetama, pemilik TV7.
TV7 dan Al Jazeera
TV7 semakin dikenal masyarakat pada triwulan pertama 2003.
TV7 merelai siaran Al Jazeera secara langsung setiap harinya selama invasi
Amerika Serikat ke Irak berlangsung melalui tayangan berita bertajuk
"Invasi ke Irak". Langkah TV7 ini diikuti oleh ANTV yang merelai
siaran stasiun televisi yang berbasis di Dubai, Al Arabiya, ihwal invasi
Amerika Serikat ke Irak.
Masyarakat Indonesia secara umum menyambut baik langkah TV7
ini, terutama bagi pihak yang kurang setuju dengan "kebenaran" media
Barat. Meski beredar kabar Megawati mendesak TV7 agar menghentikan relai siaran
Al Jazeera, humas TV7 saat itu, Uni Lubis, membantah kabar itu. Bahkan, Uni
menegaskan bahwa relai tetap diteruskan dan gangguan-gangguan dalam relai
tersebut terus diatasi.
Pergantian nama dan logo
Pada 15 Desember 2006 (bertepatan dengan ulang tahun Trans
Corp yang ke-5), TV7 mengubah logo dan namanya menjadi Trans7 setelah 55%
sahamnya dibeli oleh Trans Media pada 4 Agustus 2006, yaitu dengan mengubah
kata TV menjadi Trans. Meski perubahan ini terjadi, namanya tetap menggunakan
angka 7. Sejak itu letak logonya pun diubah pula, dari posisi yang biasanya di
sudut kiri atas menjadi sudut kanan atas agar letak logonya sama dengan Trans
TV yang letak logonya selalu di sudut kanan atas.
Pada 15 Desember 2013 (bertepatan dengan ulang tahun ke 12
Trans Corp), Trans7 kembali mengubah logonya dengan mengubah logo
"Trans" pada Trans7. Kini logo "Trans" pada Trans7 sama
dengan yang digunakan Trans TV serta Trans Corp saat ini.
Menjadi Trans7
Berdasarkan kutipan dari buku yang berjudul Chairul Tanjung
si Anak Singkong, pada 4 Agustus 2006, Para Group melalui PT Trans Corpora
resmi membeli 55% saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Jakob Oetama
sebagai Presiden Direktur Kompas Gramedia juga menyetujui kerjasama dengan
Trans TV karena adanya kesamaan kultur yang dipegang oleh kedua belah pihak,
yakni adanya kesamaan antara visi dan misinya. Proses kerjasama pun berlangsung
dengan cepat yang diikuti oleh Rapat Umum Pemegang Saham pada hari yang sama.
Selain itu, melalui kerjasama dengan Trans TV. Manajemen pun
secara langsung diganti. Agung Adiprasetyo yang kini ditunjuk sebagai CEO
Kompas Gramedia pun ditunjuk sebagai Komisaris Trans7 hingga kini. Seiring
dengan berjalannya waktu, redaksi dan kantor pun secara berangsur-angsur pindah
dari Wisma Dharmala Sakti di Kawasan Soedirman, Jakarta Pusat serta di Cawang,
Jakarta Timur ke Gedung Trans TV. Dengan dilaksanakannya re-launch pada tanggal
15 Desember 2006 , TV7 resmi berganti nama menjadi Trans7 sekaligus menjadikan
hari jadi Trans7. Semua Operasional dan Teknisi juga digabung dengan Trans TV
sebagai upaya mengurangi biaya operasional yang mencapai Rp 15 Milyar per
bulan.
Kesuksesan Trans7
Berbeda dengan saat menjadi TV7, terhitung mulai 2007,
keuntungan yang dicapai Trans7 telah memasuki puncaknya. Bahkan, menurut Buku
Chairul Tanjung si Anak Singkong pun, keuntungan Trans7 mampu mengalahkan Trans
TV sebagai saudaranya sendiri. Dan, berkat keuntungannya, Trans7 menyewa gedung
sendiri meski sudah bergabung dengan Trans TV.
Pertengahan tahun 2011, Trans7 memiliki gedung sendiri yang
lokasinya berada di seberang gedung Trans TV. Gedung yang ditempati Trans7 itu
awalnya adalah bekas gedung Sampoerna. Di gedung berlantai lima itu, terdapat
studio berita dan beberapa divisi yang memang terpisah dari Trans TV. Namun
untuk meja direksi dan komisioner, serta beberapa divisi menetap satu gedung
dengan Trans TV karena efisiensi dan juga mobilitas. Kantor Trans7 yang
terpisah dari Gedung Trans TV
Perubahan logo
Trans Media, sebagai media terdepan di Indonesia yang selalu
konsisten menghadirkan karya penuh inovasi dan menjadi trendsetter untuk
Indonesia lebih baik telah memiliki identitas baru.
Minggu, 15 Desember 2013 Trans Media me-launching logo baru
bersamaan dengan ulang tahun Trans Media yang ke-12. Logo dengan simbol
'Diamond A' ditengah kata Trans7 merefleksikan kekuatan dan semangat baru yang
memberikan inspirasi bagi semua orang didalamnya untuk menghasilkan karya yang
gemilang, diversifikasi konten atau keunikan tersendiri serta kepemimpinan yang
kuat.
Masing-masing warna dalam logo ini memiliki makna dan
filosofi. Warna kuning sebagai cerminan warna keemasan pasir pantai yang
berbinar dan hasil alam nusantara sekaligus melambangkan optimisme masyarakat
Indonesia. Sedangkan rangkaian warna hijau menggambarkan kekayaan alam
Indonesia yang hijau dan subur, serta memiliki ketangguhan sejarah bangsa.
Warna biru melambangkan luasnya cakrawala dan laut biru sekaligus menggambarkan
kekuatan generasi muda bangsa Indonesia yang handal dan memiliki harapan
tinggi. Yang terakhir adalah rangkaian warna ungu, menggambarkan keagungan dan
kecantikan budaya dan seni bangsa Indonesia yang selalu dipuja dan dihargai
sepanjang masa.
Semua rangkaian warna yang mengandung makna cerita
didalamnya, menyatu dengan serasi dan membentuk simbol yang utuh, kuat dan
bercahaya didalam berlian berbentuk A ini. Sehingga bisa dipahami makna dari
logo baru Trans Media ini menjadi tanda yang menyuarakan sebuah semangat dan
perjuangan untuk mencapai keunggulan yang tiada banding mulai dari sekarang
hingga masa mendatang.
8. Trans TV atau Televisi Transformasi
Indonesia
adalah sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia mulai secara terrestrial
area di Jakarta, yang dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung. Dengan motto
"Milik Kita Bersama", konsep tayang stasiun ini tidak banyak berbeda
dengan stasiun swasta lainnya. Trans TV adalah anak perusahaan PT Trans
Corporation. Kantor Pusat stasiun ini berada di Gedung Trans TV, Jalan Kapten
Pierre Tendean, Jakarta Selatan. Direktur Utama Trans TV saat ini adalah Atiek
Nur Wahyuni yang juga merupakan Direktur Utama Trans7.
Trans TV memperoleh izin
siaran pada tanggal 1 Agustus 1998. Trans TV mulai resmi disiarkan pada 10
November 2001 namun masih terhitung siaran percobaan, Trans TV sudah membangun
Stasiun Relai TV-nya di Jakarta dan Bandung. Siaran percobaan dimulai dari
seorang presenter yang menyapa pemirsa pukul 17.51 WIB. Trans TV kemudian
pertama mengudara dan diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri sejak tanggal
15 Desember 2001 sekitar pukul 19.00 WIB, Trans TV memulai siaran secara resmi.
9. tvOne (sebelumnya bernama Lativi) adalah sebuah stasiun
televisi swasta Indonesia. Berawal dari penggunaan nama Lativi, stasiun
televisi ini didirikan pada tanggal 30 Juli 2002 oleh Abdul Latief dan dimiliki
oleh Pasaraya Group. Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya adalah banyak
menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan
beberapa hiburan ringan lainnya. Sejak tahun 2006, sebagian sahamnya juga
dimiliki oleh Grup Bakrie yang juga memiliki stasiun televisi antv.
Pada tanggal 14 Februari
2008, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70
persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan. Abdul Latief
tidak lagi berada dalam kepemilikan saham tvOne. Komposisi kepemilikan saham
tvOne terdiri dari PT Visi Media Asia Tbk sebesar 49%, PT Redal Semesta 31%,
Good Response Ltd 10%, dan Promise Result Ltd 10%. Direktur Utama tvOne saat
ini adalah Ardiansyah Bakrie.
Lativi
Izin siaran
Pada awal siaran, tvOne
dahulu bernama Lativi. Lativi sendiri berdiri berdasarkan izin dari Depkominfo
Kanwil. Jakarta Timur dengan No. 809/BH.09.05/III/1999 yang sebagian besar
sahamnya dimiliki oleh Pasaraya Group (perusahaan yang dimiliki oleh Abdul
Latief). Pada bulan Januari 1999, keberadaan Lativi diumumkan dalam Berita
Negara No. 8687 sebagai PT Lativi Media Karya.
Lativi sendiri mulai
disiarkan sejak tahun 1999 sebagai izin siaran dan awal tahun 2001 sebagai
siaran percobaan. Meskipun siaran percobaan, Lativi telah membangun stasiun
relai televisi di Kota Jakarta.
tvOne
Mulai Kamis, 14 Februari
2008 pukul 19:30 WIB, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne.
Kepastian peresmian penggunaan nama tvOne disampaikan Direktur utama dari
tvOne, Erick Thohir, dalam jumpa pers Rabu, 13 Februari 2008. Perubahan nama
ini adalah upaya strategi manajemen untuk memberikan sesuatu yang berbeda di
industri pertelevisian Indonesia. Peresmian tvOne akan dilaksanakan di Plenary
Hall, Gedungan Jakarta Convention Center, dan ditayangkan secara langsung di
tvOne mulai pukul 19:30 WIB. Peresmian tvOne juga dilakukan oleh Presiden
Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
10. Global TV adalah salah satu stasiun
televisi swasta nasional di Indonesia yang mengudara secara terestrial dari
Jakarta. Berawal dari sebuah stasiun televisi swasta lokal di Jakarta, Global
TV belakangan meluaskan siaran ke 5 kota besar lainnya. Global TV memiliki hak
siar atas liga balap paling bergengsi di dunia, Formula 1 setelah sebelumnya
hak siar Formula 1 dikuasai MNCTV, dan kejuaraan dunia balap antar negara, A1.
Kedua ajang ini disiarkan Global TV sendirian. Global TV juga memiliki hak siar
dalam ajang sepak bola Euro 2008, bersama RCTI dan MNCTV. Direktur Utama Global
TV saat ini adalah David Fernando Audy yang menggantikan Daniel Tatang Hartono.
Global TV juga pernah menayangkan Piala Dunia 2010 dan untuk tahun ini, Global
TV dan MNCTV menayangkan Liga Utama Inggris. Pada tahun 2011, Global TV juga
memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama RCTI dan
MNCTV.
Global TV memulai izin
siaran pada tahun 1999 dan diluncurkan pada tanggal 8 Oktober 2002 di Jakarta
yang dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga
memiliki RCTI, MNCTV, dan SINDOtv. Stasiun ini pada awalnya didirikan untuk
merelay acara-acara MTV Asia, yang sebelumnya direlay melalui antv, namun pada
perkembangannya juga menyiarkan acara-acara non-MTV dengan pembagian 8 jam
untuk Global TV, 8 jam untuk MTV dan 8 jam untuk Nickelodeon yang juga pernah
ditayangkan di Lativi (sekarang tvOne). Pada awalnya pula, kartun jenis
Nickelodeon adalah kartun yang banyak di Global TV, namun sekarang juga
menyiarkan kartun non-Nickelodeon, termasuk anime.
Logo
Global TV yang awalnya
menggunakan logo TVG dengan tulisan "tv" warna hijau dan huruf
"G" besar warna biru digunakan ketika masih merelay acara-acara MTV,
digunakan pada tanggal 8 Oktober 2002 hingga 2006. Karena Global TV terus
menayangkan acara non-MTV termasuk acara Nickelodeon, TVG harus ganti logo
dengan Global TV dengan huruf "G" warna hijau, jingga dan biru di
atasnya pada tanggal 8 Oktober 2006. Agar lebih segar, Global TV mengganti
logonya dengan bola tiga-dimensi biru dengan huruf "G" pada tanggal 1
Juli 2008, pada saat Euro 2008 berakhir. Huruf "G" di logo Global TV
sudah tidak lagi digunakan, karena Global TV ganti logo yang mirip dan sama
warnanya dengan logo MNCTV pada tanggal 28 Maret 2012. Berikut ini adalah
perkembangan logo Global TV (2002-sekarang).
Daftar TV
Berlangganan
1.
aora TV satelit (menggunakan merek dagang aora)
adalah stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang dioperasikan
oleh PT Karyamegah Adijaya milik Rini M. Soemarno dan Ongki M. Soemarno.
Sejarah
aora diluncurkan pada tanggal 8 Agustus
2008 di Jakarta. Produk pertama yang ditawarkan adalah paket perdana terbatas
Olimpiade Beijing 2008, yang terdiri dari 10 kanal, 3 lokal dan 7 internasional.
4 kanalnya dikhususkan untuk siaran-siaran Olimpiade non-stop.
Paket yang ditawarkan setelah aora berhasil
memperoleh hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia untuk musim 2008-2009 yang
semula dimiliki oleh Astro Nusantara adalah Paket Liga Inggris.[1] Pecahnya
kerjasama Astro All Asia Networks plc dan PT First Media Tbk (bagian dari Grup
Lippo) dalam PT Direct Vision, operator Astro Nusantara, dimanfaatkan oleh aora
untuk mendapatkan lisensi penyelenggaraan siaran Liga Inggris di Indonesia.
Pada 16 April 2009, aora mengganti saluran
Goal TV 1, Goal TV 2, SCTV, History Channel, dan Crime & Investigation
dengan saluran-saluran baru seperti Star Movies, Star World, Eurosport,
National Geographic Adventure, dan National Geographic Wild. aora juga
melakukan penomoran saluran baru dengan 3 digit. aora juga mengungkapkan
rencananya untuk melakukan penambahan saluran-saluran lain yang akan diusahakan
sebelum tahun 2009 berakhir.
Sejak 15 Agustus 2009, aora tidak lagi
menayangkan saluran ESPN dan Star Sports seiring dengan berakhirnya hak siar
Liga Utama Inggris yang musim sebelumnya menjadi jualan utama mereka. Goal TV 1
dan Goal TV 2 menjadi saluran penggantinya. Bersamaan dengan penggantian kedua
saluran tersebut, aora juga menambahkan 12 saluran baru dan 1 saluran preview
ke dalam daftar salurannya.
Awal tahun 2010, masa depan aora sempat
dalam keraguan usai dirumahkannya sekitar 90% karyawannya dan banyaknya
pelanggan yang menghentikan langganannya usai kehilangan hak siar Liga Inggris
di Agustus 2009. Tetapi hal ini kemudian dibantah oleh managing director aora,
Guntur S. Siboro. Ia lantas menambahkan aora sedang merestrukturisasi
perusahaannya dan akan memperbaiki serta menambah konten-kontennya sebelum
tahun 2010 berakhir. Janji tersebut kemudian terwujud dengan tampilan baru
situs aora pada akhir tahun 2010, dan mereka juga menawarkan dua paket baru
untuk pelanggan yaitu "Paket Asyik" dan "Paket Cihuy".
Di awal 2011 aora kembali menambahkan dua
paket baru dalam promosi langganan mereka yaitu "Paket Siip" dan
"Paket Mantap". Selanjutnya aora juga menghadirkan saluran televisi
resolusi tinggi (HDTV) mulai tanggal 1 November melalui "Paket HD",
yang bisa pelanggan dapatkan dengan cara menyewa dekoder khusus HD atau berlangganan
"Paket Marvel HD" yang berisi 67 saluran standar dan enam saluran HD.
Aora juga menghadirkan kembali saluran ESPN dan Star Sports dalam paket
terpisah yaitu "Paket Olahraga". Empat saluran HBO yang sebelumnya
hanya terdapat di "Paket Mantap" kini juga bisa pelanggan nikmati di
paket terpisah yang diberi nama "Paket HBO".
Pangsa pasar aora saat ini tidak hanya
mencakup kalangan menengah keatas saja. Dengan tarif iuran yang relatif
terjangkau dimulai dari 59.000 rupiah, aora saat ini sedang berupaya menggaet
pangsa pasar kelas menengah ke bawah yang sangat ingin mencicipi
tayangan-tayangan berkualitas. aora juga telah melebarkan sayapnya ke seluruh
pelosok Indonesia melalui pembukaan kantor-kantor cabang di setiap ibu kota
provinsi.
2.
Astro Nusantara (tidak beroperasi) dalah stasiun
televisi satelit berlangganan di Indonesia yang beroperasi sejak pada tanggal 1
Maret 2006 sampai dengan 19 Oktober 2008.[1] Stasiun televisi ini menjadikan
siaran eksklusif Liga Utama Inggris sebagai jualan utamanya untuk wilayah yang
menjadi sasaran pemasaran adalah pulau Sumatera, Jawa dan Bali. Pada akhir
tahun 2007, jumlah pelanggannya mencapai 145.000-orang pelanggan. Sejak pada
tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB,
Astro Nusantara berhenti siaran karena berakhirnya lisensi penggunaan merek
dagang Astro dengan slogan dan moto "Hidup Penuh Warna" yang
digunakan pertama kali memperkenalkan sejak pada tanggal 1 Maret 2006 sampai
dengan 19 Oktober 2008 juga berstudio televisi dan kantor pusat di Plaza
Indonesia Lantai Basement di Jalan Muhammad Husni Thamrin Kavling. 28-30 dari
kelurahan Gondangdia, kecamatan Menteng, kota Jakarta Pusat menyertai presiden
direktur utama saat ini adalah Konglomerat Djenar Maesa Ayu. Ia merupakan duta
bagi saluran Astro Nusantara.
Astro Nusantara dioperasikan oleh PT Direct
Vision yang dimiliki oleh PT Ayunda Prima Mitra (49%) dan Silver Concorde
Holding Limited (51%). Kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari Grup
Lippo di mana PT Ayunda Prima Mitra adalah anak perusahaan langsung dari First
Media juga operator televisi kabel berlangganan. PT Direct Vision memperoleh
pasokan siaran dari Astro All Asia Networks yang beroperator televisi satelit
berlangganan Astro di Malaysia dan Brunei yang juga berhak menggunakan nama
Astro melalui suatu perjanjian lisensi penggunaan merek dagang (Trademark
License Agreement). Kedua pihak juga menyepakati suatu perjanjian dimana dalam
waktu 2-tahun Astro All Asia Networks akan turut serta menjadi pemegang saham
di PT Direct Vision.
Astro Nusantara beroperasi dengan
menggunakan satelit Measat 2.
Sejak pada tanggal 11 April 2008, siaran
Astro Nusantara sempat dihentikan selama lebih kurang 3-hari akibat belum
dipenuhinya persyaratan administrasi yang ditentukan Departemen Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia.
Menjelang berakhirnya perjanjian lisensi
penggunaan merek dagang Astro sejak pada tanggal 30 Agustus 2008, Astro All
Asia Networks dan Grup Lippo bersengketa mengenai kerjasama mereka dalam
penyelenggaraan siaran Astro di bawah PT Direct Vision. Astro All Asia Networks
meragukan rencana awal mereka untuk menjadi pemegang saham di PT Direct Vision
akan terwujud dengan sementara mereka telah menyediakan pasokan siaran bernilai
Rp2,5 triliun selama lebih dari 2-tahun. Astro All Asia Networks menginginkan
kejelasan mengenai rencana tersebut yang apabila tidak mungkin terwujud, Astro
All Asia Networks menginginkan PT Direct Vision membayar seluruh jasa yang
telah mereka berikan secara gratis tersebut. Walau lisensi penggunaan merek dagang
Astro sempat diperpanjang sejak pada tanggal 30 September 2008 dan kemudian
diperpanjang lagi menjadi sejak pada tanggal 19 Oktober 2008, Astro All Asia
Networks dan Grup Lippo tetap tidak berhasil mencapai kesepakatan. Hal ini
berujung pada dihentikannya secara total seluruh pasokan siaran dari Astro All
Asia Networks sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar
pada pukul 00:00 WIB dengan bersamaan dengan berakhirnya masa perpanjangan
lisensi.
Pecahnya kerjasama ini sempat coba dimanfaatkan
oleh Aora TV untuk mencoba menjadi mitra Astro di Indonesia selanjutnya.
Hasilnya, hak siar eksklusif Liga Utama Inggris untuk musim 2008-2009 berhasil
diambil alih oleh Aora TV. Hal ini berdampak kepada penurunan jumlah pelanggan
Astro Nusantara dari 145.000-pelanggan pada akhir tahun 2007 menjadi
98.000-pelanggan terakhir pada saat berhenti siaran.
Acara-acara yang diselenggarakan
Program Astro Asih yang dimulai sejak pada bulan September 2006
merupakan wadah kerja sama Astro dan masyarakat untuk meningkatkan pendidikan
dan kesehatan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan melalui program
Astro Asih adalah Mobile Child Service aksi langsung bagi anak-anak korban
gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan provinsi Jawa Barat serta aktivitas
rehabilitasi bagi korban banjir di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Sejak pada tanggal 5 Februari 2007, Astro mengadakan Jumpa Bintang The
Unforgettable Memory di Sun Plaza di Jalan Kiai Haji Zainul Arifin Nomor. 7
dari kelurahan Petisah Tengah, kecamatan Medan Petisah, kota Medan (ibu kota
provinsi Sumatera Utara) dengan mengundang 2-aktor dari Taiwan seperti: Wang
Shi Xian (sebagai berperan nama "Wang Qing Yun" dan "Wang Sheng
Tian") dan Li Xing Wen (sebagai berperan nama "Li Quan Shui").
Astro dan STAR World yang bekerjasama dengan Radio Hard Rock 87.6 FM
mengelar acara Nonton Bareng The 49th Annual Grammy Awards sejak pada tanggal
12 Februari 2007 di Hard Rock Cafe dari Wisma Plaza Indonesia dekat
Entertainment X'nter di Jalan Muhammad Husni Thamrin Kavling. 28-30 dari
kelurahan Gondangdia, kecamatan Menteng, kota Jakarta Pusat.
Astro berperan aktif dalam pengembangan olahraga di Indonesia dengan
menjadi title sponsor Enjoy Jakarta Astro Indonesia Open 2007 yang sebuah
turnamen golf bertaraf internasional yang mendapat pengakuan dari European Tour
dan Asian Tour yang berlangsung di Damai Indah Golf and Country Club di Jalan
Bukit Golf 1 Sektor 6 dari kelurahan Lengkong Wetan, kecamatan Serpong, kota
Tangerang Selatan, provinsi Banten dari sejak pada tanggal 15 Februari 2007
sampai dengan 18 Februari 2007.
Program
Sampai saat terakhirnya, Astro Nusantara
menyediakan 60-stasiun televisi termasuk di dalamnya 9-saluran yang diproduksi
khusus oleh Astro Indonesia melalui perusahaan penyedia isi siaran PT Adhi
Karya Visi yaitu: Astro TVIQ (untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan), Astro
Ceria (untuk anak-anak), Astro Aruna (untuk sinetron Indonesia), Astro Kirana
(untuk film Indonesia), Astro Xpresi (untuk video musik klip muda dan remaja),
Astro Awani (untuk berita dan informasi), Astro SuperSport (untuk olahraga),
Astro Wah Lai Toi (untuk sinetron bahasa Kantonis) dan Astro Shuang Xing (untuk
sinetron bahasa Mandarin) yang disiarkan di Astro Nusantara sejak pada tanggal
1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB. Astro Ceria,
Astro Kirana dan Astro Aruna juga disiarkan di Astro Malaysia dan Brunei sejak
pada tanggal 1 September 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00
Waktu Malaysia (23:00 WIB).
Sejak pada tanggal 1 Agustus 2007 tengah
malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, Astro Nusantara tidak lagi
menyediakan siaran ANTV dan digantikan dengan Al Jazerra English News.
Sejak pada tanggal 7 September 2007 tengah
malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, Astro Nusantara menambah satu
lagi saluran baru yaitu Astro Oasis. Astro Oasis adalah saluran Astro yang
menayangkan program-program yang bernafaskan agama Islam.
Mulai musim 2008-2009, Astro Nusantara
kehilangan hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia.
Terhitung mulai pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB, PT Direct Vision
selaku pemegang hak siar televisi berlangganan Astro sudah tidak menyiarkan
lagi tayangan Astro Nusantara di Indonesia.
Saluran televisi
Daftar saluran sampai penutup siaran dan
tamat transmissi sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak
sekitar pada pukul 00:00 WIB.
Anak-anak
Channel 10 - Astro Ceria (yang mengudara pertama kali siaran perdana
sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00
WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam
ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 11 - Disney Junior (sebelum bernama Playhouse Disney dan tidak
lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak
sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 12 - Disney Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 13 - Cartoon Network (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 14 - Nickelodeon (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Ilmu pengetahuan dan pendidikan
Channel 18 - Discovery Home and Health (tidak lagi mengudara sejak pada
tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 19 - Discovery Real Time (tidak lagi mengudara sejak pada
tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 20 - Astro TVIQ (mulai mengudara pertama kali siaran perdana
sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00
WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam
ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 21 - Discovery Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal
20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 22 - Discovery Travel and Living (tidak lagi mengudara sejak
pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00
WIB)
Channel 23 - Animal Planet (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 24 - National Geographic Channel (tidak lagi mengudara sejak
pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00
WIB)
Channel 25 - Food Network Asia (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal
20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 29 - Astro Oasis (mulai mengudara pertama kali siaran perdana
sejak pada tanggal 7 September 2007 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul
00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah
malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 49 - Asian Food Channel (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal
20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 42 - BBC Knowledge (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Berita dan informasi
Channel 30 - Astro Awani (mulai mengudara pertama kali siaran perdana
sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB
dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini
sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 31 - CNN International (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal
20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 32 - BBC World News (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 34 - CCTV English News (sebelum bernama CCTV-9 dan tidak lagi
mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar
pada pukul 00:00 WIB)
Channel 36 - Al Jazeera English News (mulai mengudara pertama kali
siaran perdana sejak pada tanggal 1 Agustus 2007 tengah malam ini sejak sekitar
pada pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 37 - MediaCorp Channel NewsAsia International (tidak lagi
mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar
pada pukul 00:00 WIB)
Bisnis dan keuangan
Channel 33 - Bloomberg Television (tidak lagi mengudara sejak pada
tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Hiburan
Channel 15 - Animax (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 35 - NHK World (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 40 - Astro Aruna (yang mengudara pertama kali siaran perdana
sejak pada tanggal 1 Juli 2006 dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 41 - Zee English (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 44 - STAR TV World (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 45 - AXN (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:01 WIB)
Channel 46 - E! Entertainment (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal
20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 47 - BBC Entertainment (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal
20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 48 - BBC Lifestyle (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Musik
Channel 50 - Astro Xpresi (mulai mengudara pertama kali siaran perdana
sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00
WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam
ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 51 - MTV Asia Tenggara (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal
20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 52 - Channel V (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Film
Channel 60 - Astro Kirana (mulai mengudara pertama kali siaran perdana
sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00
WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam
ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 61 - Celestial Chinese Movies (tidak lagi mengudara sejak pada
tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 65 - FOX Movies Premium (sebelum bernama STAR Movies dan tidak
lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak
sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 66 - HBO (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 67 - Cinemax (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 68 - Zee Hollywood (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Olahraga
Channel 70 - Astro SuperSport (mulai mengudara pertama kali siaran
perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada
pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008
tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 71 - FOX Sports 1 (sebelum bernama ESPN dan tidak lagi mengudara
sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul
00:00 WIB)
Channel 72 - FOX Sports 2 (sebelum bernama STAR TV Sports tidak lagi
mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar
pada pukul 00:00 WIB)
Channel 73 - Goal TV1 (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 74 - Goal TV2 (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Dinasti
Channel 80 - Astro Wah Lai Toi (mulai mengudara pertama kali siaran
perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada
pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008
tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 81 - TVB Xing He (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 82 - CETV Entertainment Channel (tidak lagi mengudara sejak pada
tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 83 - CCTV-1 (Saluran Umum) (tidak lagi mengudara sejak pada
tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 84 - CCTV-13 (Saluran Berita Bahasa Tiongkok) (tidak lagi
mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar
pada pukul 00:00 WIB)
Channel 85 - TVB8 (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 88 - Astro Shuang Xing (mulai mengudara pertama kali siaran
perdana sejak pada tanggal 1 Juli 2006 tengah malam ini sejak sekitar pada
pukul 00:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008
tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 89 - STAR TV Chinese Channel (tidak lagi mengudara sejak pada
tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Siaran gratis terestrial
Channel 1 - TVRI-1 Nasional (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 2 - TVRI-2 Jakarta (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20
Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 3 - Indosiar (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 4 - SCTV (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 5 - Trans TV (tidak lagi mengudara
sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul
00:00 WIB)
Channel 7 - Trans7 (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 8 - MetroTV (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober
2008 tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Channel 9 - tvOne (sebelum bernama LatiVi, mulai mengudara pertama kali
siaran perdana sejak pada tanggal 14 Februari 2008 malam ini sejak sekitar pada
pukul 19:00 WIB dan tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 20 Oktober 2008
tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB)
Mantan saluran
Channel 6 - ANTV (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 1 Agustus 2007
tengah malam ini sejak sekitar pada pukul 00:00 WIB dengan sekarang berganti
saluran resmi yang baru menjadi Al Jazerra English News)
Channel 9 - LatiVi (tidak lagi mengudara sejak pada tanggal 14 Februari
2008 malam ini sejak sekitar pada pukul 19:00 WIB dengan sekarang berganti nama
resmi yang baru menjadi "tvOne" yang dibuka untuk umum oleh Susilo
Bambang Yudhoyono.
3.
Big
TV (ejaan berdasarkan merek dagang: BiG TV) merupakan stasiun televisi
satelit berlangganan yang diresmikan mengudara pada 9 September 2013,
dioperasikan oleh PT. Indonesia Media Televisi dan merupakan anak perusahaan
oleh Grup Lippo.
Daftar
1
Satelit
2
Paket dan saluran
2.1 Inhouse
2.2 Hiburan
2.3 Gaya Hidup
2.4 Pendidikan & Dokumentari
2.5 Anak-anak
2.6 Olahraga
2.7 Musik
2.8 Berita
2.9 Film
2.10 Special Tiering
2.11 Religi
2.12 Saluran Lokal & Daerah
2.13 Saluran HD
3
Paket tambahan
3.1 BiG BPL Bola
3.2 BiG BPL
3.3 BiG Ultimate Sports
3.4 BiG MAX Sports
3.5 BiG Movies
3.6 BiG HBO Movies
3.7 BiG Box Office
3.8 BiG Kids
3.9 BiG Korea
3.10 BiG China
3.11 BiG Hong Kong
3.12 BiG Aussie
3.13 BiG England
3.14 BiG Japan
3.15 BiG India
Satelit
BiG TV dipancarkan melalui satelit
JCSAT-13|JCSAT-8A / LIPPOSTAR-1, sebuah satelit telekomunikasi yang dipesan
oleh Grup Lippo bekerjasama dengan perusahaan Jepang, SKY Perfect JSat
Corporation dan Mitsui Corporation. Dengan dilengkapi 11 KU Band Transponder,
yang keseluruhannya mencakup ke Indonesia, LIPPOSTAR-1 saat ini memiliki jumlah
transponder terbanyak di Indonesia. Hal ini memungkinkan BiG TV untuk
menyiarkan lebih banyak saluran televisi, baik dalam video definisi standar
maupun definisi tinggi. Satelit tersebut diluncurkan pada hari Selasa (15/5/12)
sore waktu Guyana Perancis, atau Rabu (16/6/12) pagi atau sekitar pukul 01.00
WIB dan akan beroperasi dengan masa aktif mencapai 15 tahun.
Paket dan saluran
Secara keseluruhan, saat ini BiG TV
memiliki 178 saluran yang menjadikan BiG TV sebagai televisi satelit berbayar
yang memiliki saluran terbanyak di Indonesia. BiG TV juga memudahkan pelanggan
dengan adanya 2 (dua) pilihan layanan yaitu per-bulan (post-paid) dan pra-bayar
(pre-paid) yang berupa voucher, sistem pemakaian voucher ini mirip seperti saat
mengisi pulsa ponsel. Paket per-bulan yang ditawarkan terdiri dari BiG Deal (92
saluran SD + 13 saluran HD[a]), BiG Fun (99 saluran SD + 13 saluran HD[a]), BiG
Sun (124 saluran SD + 15 saluran HD[a]), BiG Star (201 saluran SD + 19 saluran
HD[a]) dan BiG Universe (198 saluran SD + 24 saluran HD[a]).
4.
Centrin TV satelit (tidak beroperasi) adalah
stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh PT
Central Tivi Digital. Centrin TV merupakan jaringan afiliasi aora.
Satelit
Centrin TV dipancarkan dari Satelit
MEASAT-3a, sama dengan yang digunakan oleh aora.
Penghentian siaran dan operasional
Pada tanggal 8
Februari 2013, Centrin TV menghentikan siaran channel SET One, kemudian di
susul oleh beberapa channel seperti Cartoon Network, Disney Channel, Disney
Junior, HBO dan lainnya. Awalnya manajemen Centrin TV menginformasikan kepada
pelanggan melalui jejaring sosial sedang ada gangguan pada perangkat satelit.
Pada tanggal 1 Maret 2013, manajemen Centrin TV mengumumkan akan menghentikan
operasionalnya.
5.
PT First Media Tbk (IDX:KBLV ), sebelumnya
bernama PT Broadband Multimedia Tbk, adalah perusahaan publik Indonesia yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan
internet pita lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara
keseluruhan diperkenalkan sebagai "Triple Play". Jaringannya meliputi
Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.
First Media merupakan anak perusahaan Grup
Lippo. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham PT Citra Ayunda
Pariwara yang menguasai 80% saham PT Direct Vision, perusahaan yang
mengoperasikan jasa televisi satelit Astro Nusantara. Astro Nusantara sendiri
tidak beroperasi lagi sejak 19 Oktober 2008.
Pada tahun 2008, First Media memiliki
sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi.
Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar
di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. First Media menargetkan satu juta rumah
akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal 2009.
Sejarah
First Media didirikan pada tahun 1994
dengan nama PT Broadband Multimedia Tbk. Pada Maret 1999, Broadband Multimedia
mulai memasarkan diri secara komersial dengan merek dagang Kabelvision, yang
diikuti pada tahun-tahun berikutnya dengan peluncuran Digital1 dan MyNet.
Pada 16 Juni 2007, Broadband Multimedia
mengganti namanya menjadi First Media, sekaligus meluncurkan identitas dan
merek baru sebagai penyedia layanan "Triple Play". Kabelvision dan
Digital1 disatukan di bawah produk HomeCable, sementara MyNet menjadi FastNet.
Pada akhir Agustus 2007. Grup Lippo
mengumumkan kucuran investasi sebesar $650 juta selama empat tahun kedepan
kepada First Media. Kucuran dana tadi akan diinvestasikan keberbagai layanan
pengembangan konten dan belanja internet, TV kabel, HDTV, akses pita lebar,
layanan nirkabel, fasilitas pentimpanan data, serta layanan telepon. Dalam kucuran
dana tersebut, Grup Lippo menggandeng perusahaan Shanghai Media Entertainment
Group (melalui anak perusahaan STR), Cisco, dan Motorola untuk pembangunan
jaringan serta pembiayaan proyek tersebut.
Teknologi
Saat ini First Media memiliki dan
mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah
pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki ujung terminal di Jakarta (Citra Graha),
Bandung (Binong), dan Surabaya (Gubeng). Digitalisasi memungkinkan kompresi
data yang lebih besar untuk ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian
meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan transmisi internet berkecepatan
tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume
data yang sangat besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa
industri.
Pada tahun 2006, First Media secara
bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir
2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan
akan selesai pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2007, jaringan kabel First Media
menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan
penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.
Produk
Produk First Media disebut Triple Play,
yang merupakan layanan berbasiskan teknologi pita lebar digital mencakup jasa
akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala (FastNet),
TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi dan
berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).
FastNet
FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah
penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki
keunggulan dalam harganya yang lebih murah dibanding dengan penyelenggara jasa
internet lain di paket kecepatan serupa.
Teknologi
FastNet tidak menggunakan saluran telepon
dalam menyediakan akses internet, tetapi menggunakan jaringan pita lebar
tersendiri bertipe Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’). Hal ini menyebabkan jangkauan
areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon, karena kabel pita
lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan
di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah
Jabotabek, Surabaya, dan Bandung.
FastNet menggunakan standar teknologi
DOCSIS (Data Over Cable Service Interface Specification) untuk menyalurkan
layanan internet ke pelanggan. Di sisi pelanggan dibutuhkan Cable Modem DOCSIS
agar dapat memakai layanan internet FastNet.
HomeCable
HomeCable adalah merek dagang stasiun
televisi kabel berlangganan dari First Media. HomeCable merupakan merek dagang
baru dari 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1.
HomeCable HD
HomeCable HD merupakan brand untuk format
tayangan High Definition (HD) di HomeCable. HomeCable HD (sebelumnya disebut First
HD) diluncurkan pada 1 September 2010 dan menjadi layanan televisi kabel
pertama di Indonesia yang menggunakan format High Definition (HD). HomeCable HD
menggunakan format gambar HD 1080i dengan aspect ratio 16:9 dan format suara
Dolby Digital Plus. Untuk dapat menerima tayangan HD, pelanggan membutuhkan
decoder HD dan TV (HDTV) yang mendukung input HDMI. Sampai saat ini terdapat 54
channel HD + 1 channel HD 3D.
Saluran HD yang ditampilkan adalah:
just for widening coloum
Cartoon Network HD
Cartoonito
HD
Nat Geo HD
Nat Geo Wild HD
Nat Geo People HD
Discovery HD World
History Channel HD
Biography Channel HD
Aniplus HD
Star World HD
AXN HD
FOX HD
FOX Crime HD
Crime & Investigation Network HD
Warner TV HD
FX HD
SyFy HD
Universal HD
KIX HD
Disney XD HD
Phoenix Chinese Channel HD
just
for widening coloum
Li TV HD
Luxe TV HD
Lifetime HD
Travel Channel HD
FOODIE HD
Fashion One HD
MTV Live HD
Channel M HD
WakuWaku Japan HD
NBA TV HD
FOX Sports 3 HD
Star Cricket HD
Eurosport HD
ASN HD
Setanta Sports HD
beIN Sports 1 HD
beIN Sports 2 HD
Fight Sports HD
Phoenix InfoNews Channel HD
just
for widening coloum
CNN Int HD
BBC World News HD
Sky News HD
HBO HD
HBO Family HD
HBO Hits HD
HBO Signature HD
Cinemax HD
FOX Family Movies HD
FOX Action Movies HD
FOX Movies Premium HD
NET. HD
MiX HD
Berita Satu HD
Berita Satu World HD
J'go HD
Hi! TV HD
Jack City HD
SET ONE HD
KBS World HD
Saluran HD 3D yang ditampilkan adalah:
HighTV 3D
Sky 3D
Teknologi
HomeCable menggunakan teknologi digital
dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini merupakan teknologi yang sebelumnya
dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital yang digunakan memakai standar
Digital Video Broadcasting (DVB).
Sebelumnya, Kabelvision (pendahulu
HomeCable) menggunakan sistem analog, kabel langsung disambung ke kabel antena
di rumah dan semua televisi yang tersambung dapat langsung menikmati layanan TV
berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi mengembangkan sistem analog,
dan secara bertahap mengganti jaringan analog yang sudah ada menjadi digital.
Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu dekoder yang berfungsi
menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada televisi yang digunakan
untuk layanan HomeCable.
Peralatan penerima
Peralatan penerima memakai sebuah decoder
digital. Alat ini berfungsi untuk menerima siaran digital DVB dari pusat dan
menampilkannya di TV pelanggan. Decoder First Media menggunakan Conditional
Access System / CAS dari Nagravision untuk sistem kontrol aksesnya.
First Media menggunakan decoder HD Samsung
SMT-C5050, yang memiliki kapabilitas penerimaan tayangan SD & HD, layanan
Video-on-Demand dan fitur Digital Recording serta Time shifting. Untuk
menghubungkan decoder dengan TV dapat menggunakan koneksi RCA atau HDMI.
Decoder dapat pula dihubungkan ke sistem pengeras suara (amplifier) dengan
memakai koneksi SPDIF ataupun HDMI. Secara bertahap decoder SD (Eastern Digital
SE-830, Hyundai HSC-5172NA, Samsung SMT-C1050) akan diganti dengan decoder HD
(Samsung SMT-C5050).
Paket dan saluran
HomeCable Ultimate HD
Selection pack:
Kids Club
Fox Movies HD
Best Sports HD
HBO Pack HD
Best Entertainment
Box Office HD
Fave HD
Style HD
Add-on:
Japanese
Setanta Sports
Chinese World
India Favourite
Korean
Super League HD
6.
Groovia TV adalah televisi protokol internet
yang diluncurkan Telkom Indonesia pada 4 Juni 2011. Groovia TV merupakan
televisi protokol internet pertama di Indonesia. Groovellas adalah sebutan bagi
pelanggan atau penggemar Groovia TV.
TelkomSpeedy
Groovia TV membutuhkan koneksi Internet
dengan menggunakan Set Top Box (STB) yang terhubung Speedy. Hanya pelanggan
Speedy yang dapat mengakses Groovia TV.
Definisi tinggi
Groovia TV telah mendukung teknologi video
definisi tinggi, sehingga pengguna layanan Groovia TV dapat menikmati kualitas
televisi resolusi tinggi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tampilan
video definisi standar dari TV konvensional. Pemilik televisi dengan teknologi
LCD dan LED yang mendukung fitur full HD dapat menikmati Groovia TV dengan
tampilan yang maksimal.
7.
IM2 PayTV adalah stasiun televisi kabel
berlangganan yang diselenggarakan oleh PT Indosat Mega Media dengan lebih dari
46 saluran TV internasional. Pada 2013, IM2 PayTV akan diakuisisi oleh
Indovision.
8.
Indovision adalah sebuah stasiun televisi
satelit berlangganan yang diselenggarakan oleh PT MNC Sky Vision Tbk.
|
Jenis
|
|
|
Motto
|
Bukan
yang lain
|
|
Negara
|
|
|
Tanggal
siaran perdana
|
Januari
1994
|
|
Pemilik
|
|
|
Kelompok
usaha
|
|
|
Tokoh
kunci
|
|
|
Situs
web resmi
|
9.
K-Vision merupakan stasiun televisi satelit
berlangganan yang diresmikan mengudara pada 18 April 2014, dioperasikan oleh
Kompas Gramedia.
Satelit
K-Vision dipancarkan melalui Satelit Palapa
D dan Measat 3a.
|
Jenis
|
|
|
Slogan
|
On Terus!
|
|
Negara
|
|
|
Ketersediaan
|
|
|
Tanggal didirikan
|
|
|
Tanggal siaran perdana
|
|
|
Tanggal peluncuran
|
|
|
Wilayah siaran
|
|
|
Pemilik
|
|
|
Format gambar
|
|
|
Situs web resmi
|
10.
M2V Mobile TV merupakan sebuah televisi
berlangganan yang biasa ditonton di mobil. TV berlangganan ini memiliki lebih
dari 25 saluran TV baik lokal maupun internasional.
11.
max3 adalah merek dagang yang digunakan Biznet
Networks, sebuah penyelenggara jasa telekomunikasi dan multimedia berbasis
kabel terkemuka di Indonesia. Saat ini, max3 menyediakan jasa layanan internet
pita lebar dan televisi kabel. Sejak didirikan tahun 2000 hingga saat ini,
jaringannya meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, Cimahi, Karawang,
Purwakarta, Serang, Tangerang, Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta,
Denpasar, dan Ubud.
Produk / layanan
Layanan max3 disalurkan dengan menggunakan
teknologi jaringan serat optik dan hybrid fiber coaxial (HFC). Untuk
menggunakan layanan max3, pelanggan dikenakan biaya starter pack sebesar
Rp500.000, dan mendapatkan produk:
max3 internet merupakan layanan Internet pita lebar untuk pengguna
rumahan dan apartemen dengan kecepatan koneksi mencapai sampai dengan 25 Mbps
baik untuk pengunduhan maupun pengunggahan.
max3 cabletv merupakan layanan Televisi kabel premium sebagai bonus
layanan max3 internet. Sebagai siaran berbasis digital, max3 TV kabel
menyiarkan tayangan kualitas standar definisi (SD) dan High Definition (HD);
termasuk konten in-house produksi max3 studioworks: max3 lifestyleHD dan max3
kidsHD.
12.
Nexmedia merupakan sebuah stasiun televisi
terestrial berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh Elang Mahkota
Teknologi, pengelola tayangan hiburan melalui SCTV, Indosiar dan O Channel.
Teknologi
Nexmedia berbeda dengan operator televisi
berlangganan lainnya yang saat ini ada di Indonesia. Nexmedia menggunakan
teknologi DVB-T (Digital Video Broadcasting-Terrestrial) yang mampu menyalurkan
siaran layanan digital melalui frekuensi UHF/VHF atau cukup dengan menggunakan
antena televisi biasa yang saat ini digunakan sudah bisa menerima siaran
Nexmedia. Pelanggan Nexmedia cukup menghubungkan kabel antena ke STB Nexmedia
dan menghubungkan kabel RCA ke TV pelanggan hampir sama seperti memasang alat
pemutar DVD. Nexmedia menggunakan teknologi Digital MPEG-2 pada perangkatnya yang
akan membuat siaran Nexmedia mempunyai kualitas tayangan digital dan bebas
gangguan cuaca seperti angin, hujan dan panas.
Jangkauan
Saat ini jangkauan Nexmedia hanya dapat
dinikmati diwilayah Jakarta,Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek).
Selanjutnya, nexmedia akan ekspansi ke 6-7 kota-kota besar di Indonesia,
khususnya di Pulau Jawa.
13.
OkeVision diluncurkan sejak pada November 2008
di Jakarta oleh PT. Nusantara Vision, sebagai sebuah lembaga penyiaran
berlangganan jasa penyiaran televisi melalui Satelit di Indonesia.
Menggunakan Satelit Cakrawarta yang
memungkinkan siaran OkeVision bisa diterima di seluruh pelosok wilayah
nusantara.
Perangkat keras
Ada beberapa perangkat keras yang
dibutuhkan pelanggan untuk dapat melihat tayangan-tayangan dari saluran TV yang
didistribusikan melalui OkeVision. Berikut adalah perangkat keras yang
dibutuhkan pelanggan untuk bisa menangkap tayangan-tayangan dari
saluran-saluran TV tersebut:
Decoder Digital merupakan alat untuk mengembalikan sinyal dari bentuk teracak
ke bentuk semula, sehingga bisa di nikmati oleh pelanggan.
Viewing Card (Kartu Tayang) adalah kartu yang dibutuhkan pelanggan untuk
bisa mengakses dan membuka kode tayang sehingga tayangan menjadi aktif.
LNB-F
2
F Konektor
Kabel 20 Meter
Remote Control
Dish (Parabola Mini) dengan diameter 80 cm
14.
Parabola Orange TV adalah adalah stasiun
televisi satelit berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh PT Mega Media
Indonesia, anak usaha Sinar Mas Group. Stasiun televisi ini menyediakan layanan
siaran satelit TV digital dengan sistem prabayar sehingga konsumen cukup
fleksible dan tidak terikat untuk berlangganan.
Stasiun TV ini menggunakan teknologi DVB-S2
dan MPEG-4 dan memiliki jangkauan nasional. Fokus OrangeTV pada awalnya adalah
menyajikan hiburan-hiburan bertema oriental, terlihat dari banyaknya saluran
televisi Asia yang masuk ke dalam daftar saluran OrangeTV. Mulai musim 2013–14
sampai 2015–16, OrangeTV mendapat kesempatan untuk menjadi televisi resmi siaran
Liga Primer Inggris melalui kemitraan bersama MP & Silva.
15.
Skynindo adalah sebuah stasiun televisi satelit
berlangganan yang dimiliki oleh PT Cipta Skynindo. Siaran-siaran yang
disuguhkan Skynindo dipancarkan melalui satelit Palapa D yang menjangkau seluruh
wilayah di Indonesia, bahkan dunia.
Sejarah
PT Cipta Skynindo didirikan pada bulan
November 2000, siaran-siaran yang disediakannya mengudara untuk pertama kali
menggunakan satelit Telstar-18 pada 17 Agustus 2009 yang bertepatan dengan hari
kemerdekaan Indonesia. Diluncurkan kembali pada bulan November 2010 dengan nama
dagang Skynindo. Penyedia layanan TV berbayar ini bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan pasar di Indonesia terhadap kualitas TV berbayar. Skynindo telah
mendapat izin siaran tetap dari Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia
dengan dasar 101/M.KOMINFO/03/2010.
Dengan menggunakan sistem satelit dan
MPEG-4, Skynindo mengharapkan untuk memaksimalkan kualitas audio-visual yang
dapat diberikan kepada seluruh wilayah geografis Indonesia. Disertakan dengan
berbagai saluran internasional dan kualitas saluran yang sesuai dengan gaya
hidup Indonesia. Skynindo memberikan bahan tontonan berkualitas dengan harga
yang kompetitif.
16.
Transvision (sebelumnya dikenal sebagai
TelkomVision) adalah perusahaan Trans Corp yang bergerak di bidang stasiun
televisi berlangganan dengan kantor pusat yang berada di Jakarta, Indonesia.
Saat ini Transvision memberikan layanan siaran televisi kabel, televisi
satelit, dan televisi protokol internet. Transvision menyiarkan siarannya lewat
satelit Telkom-1 (C-Band).
Sejarah perusahaan
TelkomVision didirikan pada tanggal 7 Mei
1997 oleh empat perusahaan konsorsium yaitu PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk
(Telkom), PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT Telekomindo Primabhakti
dan PT Datakom Asia dengan nama TelkomVision dan kemudian terus tumbuh dan
berkembang dalam bisnis siaran televisi berlangganan di Indonesia.
Seiring dengan perkembangan bisnis
tersebut, TelkomVision mengalami beberapa kali perubahan struktur kepemilikan
saham dan Telkom sebagai salah satu BUMN sekaligus perusahaan telekomunikasi
terbesar di Indonesia mencoba untuk tetap eksis menjadi pemegang saham
mayoritas TelkomVision dengan kepemilikan saham saat ini sebesar 99,54 % dan
sebesar 0,46% saham TelkomVision dimiliki oleh PT Multimedia Nusantara (METRA)
dengan total modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp. 647,5 Milyar posisi 31
Desember 2011.[2]
Sebagai perusahaan yang dulu mayoritas
sahamnya sempat dimiliki oleh Telkom sekaligus menjadi satu-satunya TIME
operator di Indonesia, TelkomVision diposisikan sebagai bisnis media dan
edutainment yang merupakan bagian dalam bisnis TIME (Telecommunication,
Information, Media and Edutainment) tersebut, sehingga kedepan bisnis televisi
berlangganan TelkomVision akan terus dikembangan baik dari sisi program, jenis
dan media layanan dengan inovasi-inovasi terbaru.
Produk layanan DTH (direct to home) prepaid
(prabayar) menjadi andalan TelkomVision sekaligus pelopor bagi bisnis televisi
berlangganan milik pemerintah ini sampai sekarang, dengan layanan tersebut
pelanggan dimudahkan untuk memilih program dengan harga yang sangat terjangkau.
Untuk mengembangkan pelanggan DTH postpaid (pascabayar) TelkomVision melakukan
sinergy dengan Telkom dengan meluncurkan bandling produk Speedy-YES TV dengan
target market semua pelanggan Speedy Telkom dalam mengoptimalkan kerjasama
sinergy Telkom Group.
Seiring tuntutan perkembangan industri yang
berbasis media dan edutainment yang semakin beragam dan dinamis, mulai tahun 2011
TelkomVision hadir dengan logo dan semangat baru untuk memperkuat komitmen dan
posisinya sebagai penyedia layanan TV berbayar yang terbaik kepada pelanggan
melalui program-programnya yang inspiratif, yang ditujukan untuk memperkaya
kehidupan pelanggannya. Logo baru TelkomVision mengangkat tema menyerupai
bintang yang menunjuk ke 5 arah yang melambangkan harmonisasi antara 5 elemen
kehidupan, serta visi TelkomVision yang menyatukan berbagai layanan multimedia.
Di masa mendatang, secara berkesinambungan
TelkomVision berencana akan terus melakukan pengembangan produk layanan dengan
tetap mengoptimalkan program sinergy dengan Telkom Group. Pada tahun 2011 telah
diluncurkan produk IPTV ”Groovia TV” dan akan terus dikembangkan untuk televisi
mobile, Value Added Service (VAS), dan interactive content, dengan pengembangan
layanan yang berorientasi kepada konsumen, serta inovasi dan perbaikan yang
berkesinambungan, TelkomVision optimis untuk bisa menjadi yang terdepan di
industrinya.
Pada tahun 2013, pengusaha nasional Chairul
Tanjung melalui perusahaannya yaitu Trans Corp membeli 80% saham TelkomVision,
meskipun pada awalnya keputusan ini sempat ditentang oleh DPR RI.[3][4] Menteri
BUMN Dahlan Iskan sempat juga ikut untuk menyelesaikan penjualan salah satu aset
Telkom ini dengan alasan selama dipegang oleh Telkom, TelkomVision terlihat
stagnan dalam hal penghasilan meskipun memiliki prospek bagus sebagai salah
satu pemain lama di bisnis televisi berlangganan.[5] Kedepannya Telkom dengan
sisa 20% saham akan lebih fokus kepada infrastruktur sementara Trans Corp fokus
kepada pengembangan konten.[6]
Pada tanggal 23 Mei 2014, TelkomVision
berubah menjadi Transvision sejak kepemilikannya oleh Trans Corp melalui unit
usahanya Trans Media.
Pencapaian
Transvision merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam
bidang jasa penyiaran TV berbayar dengan memiliki izin penyelenggara siaran
berbasis kabel dan satelit. Untuk layanan berbasis kabel cakupan telah tersebar
di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta[7], Bandung[8], Semarang[9],
Surabaya[10], Denpasar[11] dan beberapa kota besar lainnya.[12] Untuk yang
berbasis satelit atau DTH (direct to home) cakupan mencapai siaran seluruh
wilayah Indonesia yang termasuk dalam jaringan satelit Telkom-1.[13]
Transvision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 dengan nama TelkomVision
dan layanan hingga tahun 2008 telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari
susunan pengurus perseroan maupun kepemilikan saham. Perubahan tersebut terjadi
seiring dinamika dan regulasi bisnis yang berkembang sangat cepat sehingga
perusahaan perlu melakukan penyesuaian untuk menyongsong bisnis multimedia di
masa mendatang.
Pada bulan Agustus 2008, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. melalui anak
perusahaannya PT Multimedia Nusantara mengambil alih saham Transvision yang
pada saat itu bernama TelkomVision dari Datakom Asia sehingga komposisi
kepemilikan saham TelkomVision telah seluruhnya dimiliki oleh PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk.
Transvision dalam perkembangan bisnisnya meluncurkan produk unggulannya,
yaitu YesTV, TV berbayar dengan dua metode pembayaran yakni layanan prabayar
dengan sistem voucher dan layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan.
Sistem prabayar tersebut memungkinkan pelanggan memiliki keleluasaan menikmati
tayangan berlangganan sesuai dengan pilihan dan harga tanpa harus membayar
bulanan. Bagi pelanggan yang memilih untuk berlangganan dengan system abonemen
dapat memilih berbagai paket basic dan paket a la carte dengan pilihan channel
menarik.
Dengan
berkembangnya industri multimedia dan jasa telekomunikasi maka Transvision yang
pada saat itu bernama TelkomVision bersama Telkom Group terus mengembangkan
produk baru antara lain IPTV (internet protokol television). Pengembangan
produk ini merupakan wujud komitmen Transvision dalam memenuhi permintaan pasar
yang terus meningkat seiring kemajuan teknologi untuk menjadi pemain utama dan
terbesar dalam bidang multimedia dan jasa televisi berbayar di wilayah Asia.
Pada tanggal 7 Mei 2012, tepat di usia yang ke-15 tahun, TelkomVision
mengganti mottonya dengan Nice & Easy.
Pada tanggal 1 Mei 2014, Transvision mengganti motonya menjadi
Transformasi Hiburan Keluarga.
Pada tanggal 23 Mei 2014, TelkomVision digantikan Transvision setelah
sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh Trans Corp.
17.
Topas TV merupakah televisi berlangganan yang
baru di-launching pada tanggal 29 Juli 2012 di Bandung, Jawa Barat. Topas TV
menjadi bagian dari Grup Mayapada yang memiliki saham di bidang perbankan,
multifinance, property, media, retail, dan travel.
Pada akhir tahun 2012 ini, Topas TV
menargetkan jangkauan pemasarannya meliputi semua kota-kota besar di Indonesia
dan kedepan hingga ke desa-desa terpencil.
Teknologi dan Saluran Produksi Sendiri
Sebagai pendatang baru di dunia televisi
berlangganan di Indonesia, Topas TV menggunakan teknologi terbaru dengan format
gambar MPEG-4/DVB-S2 yang mampu menyajikan gambar dan suara yang berkualitas
dengan jangkauan nasional. Topas TV memiliki tujuh (7) saluran eksklusif yang di
produksi sendiri, yakni: Sinefilm Indonesia (sinetron dan film Indonesia), My
Movies (film luar negeri), Hidayah (saluran bernuansa Islam), Arus Hayat
(saluran bernuansa Nasrani), Bin Fen (sinetron mandarin), My Beatz (musik), dan
Animation (kartun anak-anak) yang dapat dinikmati di semua paket Topas TV.
Satelit
Topas TV dipancarkan melalui Satelit Palapa
D, sama dengan satelit yang digunakan oleh Skynindo.
18.
Top TV merupakan produk televisi berlangganan
dibawah naungan PT MNC Sky Vision Tbk, yang juga pemilik merek televisi
berlangganan Indovision.
Diluncurkan pada
bulan April 2008, Top TV ditujukan untuk mengisi pasar televisi berlangganan di
kelas menengah kebawah. Menggunakan satelit Indostar II dalam mendistribusikan
jasa penyiaran televisi berlangganan-nya yang memiliki jangkauan ke seluruh
wilayah Indonesia sehingga siaran Top TV dapat dinikmati di seluruh wilayah
Indonesia. Top TV menggunakan frekuensi S Band.
19.
viva+ (dahulu bernama Vivasky) adalah sebuah
televisi berlangganan di bawah naungan PT Visi Media Asia Tbk. viva+ akan
mengusung sebuah konten bernama Sport One. Tayangan itu mengutamakan laga Piala
Dunia FIFA 2014.
20.
USeeTV adalah sebuah TV berlangganan yang
menggunakan teknologi secara online/streaming. Yang dapat diakses melalaui
Internet. USee TV berbeda dengan Tv berlangganan lain yang menggunakan
decorder/parabola.
Daftar TV
Komunitas
Aceh
1. TVRI Aceh 6 UHF TVRI
Banda Aceh
Lembaga
Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia Stasiun Aceh atau yang biasa
disingkat LPP TVRI Aceh atau TVRI Aceh didirikan pada tahun 1973 di Kota Banda
Aceh merupakan salah satu Televisi Daerah milik Pemerintah Indonesia yang
Berkantor di Jalan Jend. Sudirman, Kota Banda Aceh. TVRI Aceh me-relay 92%
Acara pada TVRI Nasional dan Sisanya, TVRI Aceh membuat Program Khusus Provinsi
Aceh yang ditayangkan mulai Pukul 15.00 - 19.00 WIB.
2. Aceh TV 48 UHF Indonesia
Network Banda Aceh
Stasiun
televisi lokal yang menyajikan program informasi dan program budaya di Aceh.
Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan Bali TV.
3. Koetaraja
TV 55 UHF Banda Aceh
Sumatera Utara
1. TVRI
Sumatera Utara 47 UHF
2. NET. Medan 43 UHF NET.
Medan
3. Deli TV 45 UHF SINDOtv
Medan
Stasiun
televisi lokal pertama di Medan dan Sumatera Utara.
Memiliki
stasiun pemancar di Sibolangit serta studio dan kantor di Kompl. Wartawan Jl.
Intertip No.1 Simpang Medan, Indonesia. Diluncurkan tanggal 18 Desember 2005.
Siaran dimulai jam 06.00 WIB-24.00 WIB dengan konten hampir 50% program lokal.
Hanya dalam 2 tahun Deli TV telah eksis dengan didukung hampir 70% sponsor atau
iklan lokal.
4. DAAI TV 49 UHF DAAI
TV Medan
5. RTV Medan 53 UHF Rajawali Televisi Medan
6. Medan TV UHF JPMC
Medan
Sumatera Barat
1. TVRI
Sumatera Barat 25 UHF TVRI Padang
2. Minang TV 31 UHF SINDOtv Padang
3. Padang TV 33 UHF JPMC Padang
4. NET. Padang
35 UHF NET. Padang
5. RTV Padang 53 UHF Rajawali Televisi Padang
dan Painan
6. Bukittinggi
TV 54 UHF City TV Network Bukittinggi
Bukittinggi
TV atau lebih dikenal dengan BiTV adalah salah satu stasiun televisi lokal yang
ada di Kota Bukittinggi. BiTV mulai mengudara tanggal 22 November 2003.
BiTV
sekarang telah mengudara di beberapa kota dan kabupaten yang ada di provinsi
Sumatera Barat yakni diantaranya Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang,
Kabupaten Agam bagian timur, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Solok, Kota
Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Padang Pariaman dengan jam tayang
antara pukul 06.00 hingga 24.00.
7. Triarga TV 56 UHF JPMC Bukittinggi
8. Dharmasraya
TV 36 UHF Pulau Punjung, Dharmasraya
Riau
1. TVRI Riau 8 UHF TVRI
Pekanbaru
2. Labschool
TV 14 VHF Pekanbaru
3. Riau TV 46 UHF JPMC
Pekanbaru
Berpusat
di Pekanbaru, Riau. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
Pertama
kali mengudara pada tanggal 20 Mei 2001 yang saat itu masih berada di frekuensi
32 UHF, dan seiring waktu dan perkembangan, Riau TV mengubah frekuensi menjadi
46 UHF dengan kekuatan pemancar sebesar 10 KW dan coverage area nya adalah
beberapa kabupaten atau sebagian dari Provinsi Riau. Riau TV mempunyai no izin
prinsip siaran 394/KEP/M.KOMINFO/11/2010. Riau TV bermarkas di Jl. HR Subrantas
Km 10.5 Panam,Pekanbaru. Jam siaran Riau TV dimulai dari pukul 06.00 sampai
dengan 24.00 WIB.
4. Esa TV RIAU
48 UHF Esa TV Pekanbaru
5. Riauchannel
51 UHF City TV Network Riau
6. Rohil TV JPMC Rokan Hilir
7. Rohul TV JPMC Rokan Hulu
8. Gemilang TV
Indragiri
Hilir
Sri
Gemilang Televisi adalah nama sebuah stasiun televisi di Riau, Indonesia.
Kantornya berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Saat ini telah dilakukan
pemindahan manajemen dari humas kantor bupati ke Badan Usaha Milik Daerah yang
kemudian akan dijadikan sebuah perusahaan swasta. Untuk itu penggantian nama
akan dilakukan dari SGTV menjadi GTV atau TVG.
9. SAM TV Indragiri Hilir
10. Srijunjungan
TV 33 UHF Bengkalis
Sri
Junjungan Televisi (disingkat: SJTV) adalah sebuah stasiun televisi lokal di
Kabupaten Bengkalis, Riau. Pendirian stasiun televisi ini digagas oleh Drs. H.
Syamsurizal, MM, Bupati Bengkalis (2005-2010).
Saat
ini SJTV melakukan siaran 5 jam perhari dengan program unggulan Bengkalis
Terkini (program berita), Sibak (talkshow), Pantun Seloka (Budaya), dan program
lokal lainnya.
Berkekuatan
4 kW, SJTV memiliki pemirsa potensial 1,3 juta jiwa. Siaran SJTV dapat
ditangkap di Kota Dumai, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar serta Tanjung Balai
Karimun. Letak geografisnya yang berdekatan dengan Malaka (Malaysia), SJTV juga
bisa ditangkap di negeri tersebut.
11. Siak TV 52 UHF Siak
12. Spot TV 56 UHF Siak
13. RTV
Pekanbaru 38 UHF Rajawali Televisi Pekanbaru
Kepulauan Riau
1. RTV Batam 55 UHF Rajawali Televisi Batam
2. STV Batam 39 UHF Batam
3. Batam TV 51 UHF JPMC
Batam
Stasiun
televisi regional yang berkantor di Kota Batam, Indonesia. Saat ini jangkauan
siar Batam TV sudah mencakup seluruh area Kepri, Singapura hingga Johor Bahru
Malaysia.
Stasiun
televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC. Kekuatan daya pancar saat ini
adalah 5 KW dipancarkan di Channel 51 UHF dan terus melakukan pengembangan
untuk semakin memperluas jangkauan siarnya.
Jam
siaran saat ini sudah dilakukan sejak pukul 07.00-24.00 WIB dengan beragam mata
acara unggulan, yang terdiri dari program berita, Lejel Home Shopping, program
hiburan, program anak-anak, program keagamaan, program kesehatan dll. Khusus
program berita didapatkan dari beberapa daerah di Kepulauan Riau seperti:
Batam, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Bintan dan Natuna. Berita-berita yang
ditayangkan lebih menitikberatkan berita-berita lokal. Studio operasional
dilakukan dari lantai 9 Gedung Graha Pena, Jalan Raya Batam Centre, Pulau
Batam.
4. UTV 61 UHF SINDOtv Batam
5. Karimun TV Karimun
6. TV
Tanjungpinang Tanjungpinang
7. Bintan
Vision TV Bintan Vision Tanjungpinang
8. Barvis TV Barelang Vision Tanjungpinang
9. Natuna TV Natuna
Jambi
1. TVRI Jambi 45 UHF TVRI Telanipura
2. Jambi TV 27 UHF JPMC
Jambi Selatan
Jambi
TV adalah sebuah stasiun televisi swasta regional pertama Provinsi Jambi. Jambi
TV berkantor di Graha Pena Jambi Independent, Jalan Jenderal Sudirman, No. 100,
Kel. The Hok, Kec. Jambi Selatan, Jambi. Jangkauan Jambi TV meliputi Kota
Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari, dan sekitarnya. Jambi TV
melakukan siaran selama 18 jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.
Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
3. Batanghari
TV 47 UHF Kompas TV Kota
Baru
4. Jek TV 49 UHF JPMC
Telanaipura
Jek
TV adalah stasiun televisi swasta di Kota Jambi, Provinsi Jambi. Jek TV adalah televisi
swasta regional kedua di Provinsi Jambi. Jek TV berkantor di Graha Pena Jambi
Ekspres, Pattimura, Jambi. Jangkauan Jek TV meliputi Kota Jambi, dan
sekitarnya.
Diawal
kehadirannya Jek TV hanya mengudara 5 jam setiap hari mulai pukul 16.00 siang
hingga pukul 21.00 malam. Enam bulan kemudian, Jek TV menambah lagi jam tayang
menjadi 16 jam setiap hari mulai pukul 08.00–24.00 WIB. Dan saat ini Jek TV
telah mengudara sejak pukul 04.30-01.00 WIB.
Awalnya,
kantor Jek TV hanya "numpang" di Gedung Graha Pena Jambi lantai 5,
Jalan Kapten Pattimura, Kenalibesar, Kotabaru, Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Namun saat genap berusia satu tahun Jek TV mulai memiliki gedung sendiri, yang
berdiri belakang gedung Graha Pena Jambi Ekspres.
Stasiun
televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
5. Bungo TV 40 UHF JPMC
Bungo
6. Tungkal TV 59 UHF JPMC Tanjung Jabung
Barat
Bengkulu
1. TVRI
Bengkulu 48 UHF TVRI Bengkulu
2. RBtv 46 UHF JPMC Bengkulu
3. ESA TV 32 UHF Lunar
TV Bengkulu
4. Sumatera TV
Bengkulu
5. Bengkulu TV
38 UHF Kompas TV Bengkulu
Bengkulu
TV adalah sebuah stasiun televisi swasta di Kota Bengkulu. Stasiun televisi ini
antara lain menyajikan acara pendidikan, film-film kampanye sosial dan
lingkungan, serta informasi-informasi lokal yang aktual, sekarang Bengkulu TV merupakan
jaringan dari Kompas TV.
Channel: 36 UHF
Frequency: 121,30 MHz
Jam Siaran: 04.00 s/d 02.00 WIB
Coverage Area: Kota Bengkulu, Bengkulu
Utara, Seluma, Kepahiang
Daya Pancar: 1,2 Kw
6. BE TV 24 UHF JPMC
Bengkulu
7. TV8 Bengkulu
8. SINDOtv
Bengkulu 24 UHF SINDOtv Bengkulu
SINDOtv
(sebelumnya bernama SUN TV) adalah stasiun televisi swasta berjaringan di
Indonesia. SINDOtv didirikan oleh kelompok perusahaan Media Nusantara Citra.
9. NCTV Bengkulu
10. Sumatera
Vision 50 UHF Bengkulu
11. Rafflesia
TV Rejang
Lebong, Bengkulu
Sumatera
Selatan
1. TVRI
Sumatera Selatan 46 UHF TVRI Palembang
2. Palembang
TV 42 UHF JPMC Palembang
Palembang TV (PAL TV) adalah stasiun TV yang berdiri
di Kota Palembang, Sumatera Selatan . Stasiun televisi yang berdiri pada 9
September 2007 ini juga telah menjadi salah satu sponsor tim sepakbola bernama
Sriwijaya FC yang berlaga di Liga Super Indonesia. Stasiun TV ini juga
menyiarkan semua berita tentang Sriwijaya FC dan siaran langsung Sriwijaya FC
setiap kali berlaga di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.
Jaringan Siaran
Stasiun TV ini dapat dinikmati di channel 42 UHF
(khusus Provinsi Sumatera Selatan) dan kekuatan transmisi 5 KW. Stasiun
televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
Dengan kekuatan tx (transmiter) 10 Kw, coverage
areanya meliputi sekitar Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan
Ilir serta sebagian Kab Muara Enim, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin dan Kota
Prabumulih. Kehadiran PAL TV tentu saja mendapat sambutan hangat masyarakat
Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang. Itu lantaran, PAL TV sebagai
televisi lokal pertama di Sumatera Selatan lebih tahu apa yang dinginkan
pecintanya.
Acara PAL TV
PAL TV membuat program yang betul-betul dekat dengan
masyarakat. Yaitu memilih program yang lebih menekankan pada konten lokal
(70-80%). Membuat program yang banyak melibatkan masyarakat sebagai peserta.
Selain itu juga sebagian program ditayangkan dalam format LIVE dan interaktif
dengan pemirsa. Penggunaan bahasa di beberapa program menggunakan bahasa
Palembang. Memperbanyak kegiatan off air terutama pada program unggulan. Dalam
penempatan program (scheduling) PAL TV memakai pertimbangan yaitu waktu
menonton pemirsa (viewing habit), jenis pemirsa (audience segment), kompetisi
program di stasiun televisi lain dan jenis program/content yang dimiliki.
3. Sky TV
Palembang 44 UHF SINDOtv Palembang
Sky TV Palembang adalah sebuah stasiun televisi lokal
swasta yang didirikan pada bulan Januari 2006. Saat ini, Sky TV dimiliki oleh
Media Nusantara Citra yang jangkauan siarannya meliputi Kota Palembang dan
sekitarnya. Sky TV berada di Channel 44 UHF.
4. Sriwijaya
TV 48 UHF Indonesia Network Palembang
Sriwijaya TV adalah sebuah stasiun televisi di
Sumatera Selatan, Indonesia. Sriwijaya TV merupakan TV lokal kedua selain
Palembang TV. Sriwijaya TV terletak di Jalan Angkatan 45. Saat ini, Sriwijaya
TV mengudara selama 24 jam sehari. Stasiun televisi ini merupakan jaringan Bali
TV.
5. Kompas TV
Sumsel 52 UHF Kompas TV Ogan
Ilir Dan Palembang
6. Palembang
Channel 60 UHF Palembang
7. Candaradimuka
TV 62 UHF Palembang
8. Radar
Palembang TV UHF JPMC Palembang
9. Linggau TV 53 UHF JPMC
Lubuk Linggau
10. RTV
Banyuasin 52 UHF Rajawali Televisi Banyuasin (Jangkauan siarannya di
Sekayu, Banyuasin, dan Palembang)
Kepulauan Bangka Belitung
1. TVRI Bangka
Belitung 27 UHF TVRI Pangkal
Pinang
2. Bangka TV Bangka
Lampung
1. TVRI
Lampung 40 UHF TVRI Way
Huwi, Sukarame, Bandar Lampung
2. RTV Lampung
44 UHF Rajawali
Televisi Bandar Lampung
3. Tegar TV 42 UHF City
TV Network Bandar Lampung
4. Siger TV 46 UHF Bandar Lampung
Siger TV adalah stasiun televisi lokal yang ada di
daerah Bandar Lampung. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada
tayangan seputar kebudayaan daerah dan berita lokal.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi, Lampung memiliki kelebihan yang signifikan dilihat dari letak yang
strategis sebagai pintu gerbang sumatera. Didukung dengan keragaman suku adat
dan budaya serta pelestarian nilai-nilai kebudayaan Lampung, Siger TV hadir
untuk memenuhi kebutuhan Informasi, Komunikasi dan hiburan masyarakat propinsi
Lampung.
Siger TV sebagai penyelenggara penyiaran televisi
lokal daerah Lampung berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menampilkan
informasi dan komunikasi visual kepada masyarakat, mulai dari berita, budaya,
pendidikan, hiburan hingga talk show, sehingga Siger TV mampu menjadi pelopor
televisi lokal yang professional serta memberikan pendidikan kepada masyarakat
luas dan Lampung pada khususnya, yang tidak terbatas dengan usia atau
pendidikan. Kondisi masyarakat Lampung yang heterogen merupakan modal dasar
sebagai pangsa pasar yang cukup baik untuk dijadikan sebagai pemirsa yang loyal
terhadap program Siger TV.
5. Suma TV 48 UHF Bandar
Lampung
Suma TV adalah salah satu stasiun televisi lokal di
Indonesia yang beroperasi di provinsi Lampung. Suma TV mengudara pada frekuensi
48 UHF dengan menara pemancar yang terletak di Gunung Sukadanaham serta studio
siaran yang berada di Jl Ryacudu Kedaton Bandarlampung. Siaran Suma TV selain
menjangkau Kota Bandarlampung juga mencapai beberapa ibukota kabupaten di
sekelilingnya seperti Kota Metro Bandarjaya hingga Menggala, Kabupaten Lampung
timur dan Kabupaten Lampung selatan.
6. L TV 50 UHF SINDOtv
Sukadanaham, Bandar Lampung
Lampung Mega Televisi atau lebih dikenal sebagai LTV
adalah stasiun televisi swasta di provinsi Lampung, Indonesia. LTV merupakan
stasiun televisi afiliasi dari SINDOtv milik Media Nusantara Citra yang
jangkauan siarannya meliputi Bandar Lampung dan sekitarnya. Siaran LTV
ditayangkan pertama kali pada tahun 2005.
Sejak awal siarannya, LTV menjadi terdepan
dibandingkan dengan TV swasta lainnya. Dan saat ini, LTV menjadi referensi
pemberitaan lokal di Lampung. Ini karena program-program andalan televisi ini
berupa berita lokal.
Dengan kecepatan tayang dan konten sepenuhnya berita
lokal, program berita LTV selalu ditunggu masyarakat Lampung. Sebab, televisi
lain di pulau Sumatera belum menggarap program sejenis. Jam siaran LTV dimulai
pukul 06.00 sampai 00.00 WIB. LTV berada di Channel 50 UHF.
7. Radar TV
Lampung JPMC Bandar Lampung
Jakarta
1. TVRI
Jakarta 31 UHF (DKI Jakarta) & 39
UHF(Nasional) TVRI Jakarta
2. RTV 23 UHF Rajawali
Televisi Jakarta
3. NET.
Jakarta 27 UHF NET. Jakarta
NET. (singkatan dari News and Entertainment
Television) adalah sebuah stasiun televisi berjaringan di Indonesia yang resmi
diluncurkan pada 26 Mei 2013. NET. menggantikan siaran terestrial Spacetoon
Indonesia yang sebagian sahamnya telah diambil alih oleh Grup Indika. Berbeda
dengan Spacetoon yang acaranya ditujukan untuk anak-anak, program-program NET.
ditujukan kepada keluarga dan pemirsa muda.
Selain
melalui jaringan terestrial, NET. juga menyiarkan kontennya melalui saluran
komunikasi lain seperti jejaring sosial dan YouTube.
Program
Grand Launching NET. ditayangkan secara langsung pada tanggal 26 Mei 2013 pukul
19.00 WIB dan disiarkan secara streaming melalui Youtube dan website resmi NET.,
dan acara Grand Launching ini menampilkan penyanyi internasional seperti Carly
Rae Jepsen, Taio Cruz dan juga didukung oleh beberapa artis dalam negeri
seperti Agnes Monica, Maudy Ayunda, Cherrybelle, Sm*sh, Noah, Raisa, Kahitna,
Dewa 19, Andien, Ungu, Reza Rahardian, Andi Rianto dan banyak lagi.
Pada
tanggal 18 Mei 2014 NET. merayakan ulang tahun pertamanya yang bertajuk NET.
ONE (Indonesian Choice Awards 2014).
Pada tahun
2012, PT Net Mediatama Indonesia (NET.) ingin membangun sebuah stasiun TV yang
membawakan sebuah revolusi media yang maju dan lebih modern yang diprakasai
oleh Wishnutama (mantan Direktur Utama Trans TV) dan Agus Lasmono (CEO Grup
Indika dan pernah menjabat sebagai Komisaris Independen SCTV). Pada pertengahan
Maret 2013, PT Net Mediatama Indonesia mengakuisisi saham kepemilikan dari PT
Televisi Anak Spacetoon (Spacetoon) yang sebagian sahamnya dialih oleh Grup
Indika sebesar 95% dari saham kepemilikan Spacetoon. Sesaat setelah akuisisi
saham kepemilikan Spacetoon ke NET., akhirnya pada Sabtu, 18 Mei 2013, siaran
Spacetoon di jaringan terrestrial menghilang dan digantikan oleh NET. yang
memulai siaran perdananya dengan menggunakan frekuensi milik Spacetoon di
seluruh mantan jaringan frekuensi Spacetoon di Indonesia.
NET.
memulai masa siaran percobaan selama satu pekan yang terhitung sejak Sabtu, 18
Mei 2013 sampai menjelang program Grand Launching Media Revolution yang
disiarkan secara live pada Minggu, 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB, di Jakarta
Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Masa siaran percobaan NET. disiarkan
mulai dari pukul 05.00 WIB-24.00 WIB tanpa ada iklan komersial. Setelah selesai
masa siaran percobaan, jam tayang NET. diperpanjang dari pukul 04.00 WIB-02.00
WIB. Akan tetapi, khusus selama bulan suci Ramadhan siaran NET. menjadi 24 jam
nonstop.
Seluruh
program-program dari Spacetoon Indonesia dirombak menjadi yang maju dan lebih
modern, akan tetapi NET. tetap menayangkan lima program kartun unggulan dari
Spacetoon yang disiarkan setiap Senin-Jumat mulai pukul 13.30 WIB-16.00 WIB
dengan nama "NET. Playground" atau "NETOON".
4. O Channel 33 UHF Emtek
Jakarta Selatan, DKI Jakarta
O Channel adalah sebuah stasiun televisi lokal di
Indonesia yang memfokuskan siarannya di wilayah Jabodetabek. O Channel
didirikan oleh MRA Media Group dan Elang Mahkota Teknologi dengan kepemilikan
masing-masing 50%, yang memulai siaran percobaan pada tanggal 2 Agustus 2004,
kemudian diresmikan sejak pada tanggal 16 Juni 2005. Namun, pada awal 2007,
pihak MRA resmi menjual sisa 50% saham O Channel ke Emtek, sehingga O Channel
dikuasai 100% oleh Emtek hingga sekarang.
O Channel terfokus pada program gaya hidup dan hiburan
yang berkualitas. O Channel akan benar-benar memperkenalkan tampilan baru
kepada peminat pertelevisian di Indonesia. Sebuah stasiun televisi yang
menampilkan tayangan-tayangan berkualitas, bersamaan dengan gaya
mempresentasikan program yang ada, memperluas pilihan saluran televisi lain
bagi para pemirsa yang ada di Jakarta. O Channel mempunyai keunikan dan
kemampuan yang baik dari set-up mereka yang akan membantu menayangkan
program-program mereka. Tujuan dari pendirian O Channel adalah untuk
menghasilkan standar baru bagi dunia pertelevisian yang fokus dan menarik hati
masyarakat Jakarta serta memberikan alternatif yang berbeda bagi pemirsa
televisi di Indonesia.
5. Elshinta TV
35 UHF Elshinta Media Jakarta
Barat, DKI Jakarta
Elshinta TV adalah sebuah stasiun televisi di
Indonesia. Elshinta TV memulai siaran percobaan di wilayah Jakarta sejak 24
Agustus 2005. Elshinta TV menggunakan frekuensi yang dulunya digunakan oleh
Indosiar yang dialokasikan untuk daerah Jabodetabek, yaitu 35 UHF. Siaran
Elshinta TV dapat diterima dengan baik di wilayah Jabodetabek, karena kekuatan
pemancar serta ketinggian antena 630 meter di daerah Kebon Jeruk, Jakarta
Barat. Elshinta TV memfokuskan siarannya tentang masalah-masalah sosial,
budaya, dan edukasi yang terjadi di sekitar Jabodetabek khususnya DKI Jakarta.
Bagi yang menyaksikan Elshinta TV, maka sehari-harinya
pemirsa adanya menemui acara-acara seperti sinetron, video musik, atau acara
varietas. Mayoritas acara-acara Elshinta TV adalah informasi ringan seputar
dunia usaha kecil, kesehatan, info seputar Jakarta, budaya, dan profil
daerah-daerah di Indonesia. Jam siaran Elshinta TV dimulai pada pukul 05.30 WIB
sampai dengan 22.45 WIB.
6. Jak tv 62 UHF City
TV Network Jakarta
7. DAAI TV 59 UHF DAAI TV Jakarta
8. Radar TV
Jakarta 60 UHF (digital) JPMC Jakarta
Banten
1. Banten TV 22 UHF Banten
TV Network Serang (Jangkauan siarannya
di Serang & Jabodetabek)
Banten TV (PT. Banten Media Global) adalah sebuah
stasiun televisi swasta terestrial asal Banten, Indonesia. stasiun TV ini
mengudara sejak 7 Juli 2006. Ia berada di Channel 22 UHF dan lokasi pemancarnya
berada di koordinat S: 06° 07’ 27” ; E: 106° 11’ 13.6”.
Banten TV memiliki tower TV berketinggian tower 100 m
dan daya pancar 20 kilowatt. Sesuai namanya Banten TV berusaha menjangkau
seluruh pemirsa yang berada di lokasi sekitar kota Serang, Cilegon, Pandeglang,
Lebak, Anyer, Tangerang, dan Labuan. Mulai Januari 2012, Banten TV telah
meningkatkan jangkauan siar ke Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Agar
masyarakat Jabodetabek dapat ikut menikmati siaran Banten TV. Pemirsa setia
Banten TV telah mencapai 5 juta pemirsa. Mengudara setiap hari dari jam 6.00 -
24.00 Saat ini, program Banten TV sendiri lebih difokuskan pada acara hiburan,
soft news dan variety show untuk keluarga.
Motto Banten TV adalah Dari Banten Untuk Nusantara
2. Ktv 28 UHF Kompas
TV Serang (Jangkauan siarannya di
Serang & Jabodetabek)[4]
3. Baraya TV 50 UHF Serang
(Jangkauan siarannya di Serang & Jabodetabek)
4. Untirta TV 14 VHF Serang
5. CTV Banten 26 UHF CTV
Network Serang (Jangkauan siarannya di
Serang & Jabodetabek)
CTV Banten (singkatan dari Cahaya TV Banten) adalah stasiun
televisi pertama di provinsi Banten, Indonesia. Beroperasi pada channel 26 UHF,
meliputi wilayah siar Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang,
Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kota Cilegon, dengan kekuatan sinyal mencapai
10 kilowatt. CTV Banten memiliki motto Cahaya Bagi Keluarga.
Mulai 1 Januari 2004, CTV Banten siaran 18 jam setiap
hari. Mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 00.00 WIB. Ada beberapa program
berita, seperti Halo Banten Pagi, Halo Banten Malam, Banten News Room (BNR), Beja
Ti Lembur (program berita dalam bahasa Sunda Banten), Saya Orang Indonesia
(program feature), dan CTV Sport. Stasiun televisi ini merupakan anggota
jaringan CTV Network.
6. Carita TV 32 UHF Pandeglang
7. TV3 34 UHF CTV
Network Tangerang
TV3 Tangerang atau hanya disingkat sebagai TV3 saja
adalah salah satu stasiun televisi regional yang bermarkas di Kota Tangerang,
Indonesia dan sedang melakukan pengembangan untuk melakukan siaran secara lokal
di wilayah Tangerang.
Untuk memenuhi syarat 10 persen tayangan konten lokal
untuk televisi-televisi nasional, maka jaringan televisi ini masing-masing
memproduksi tayangan yang mengangkat konten lokal di masing-masing biro.
Selebihnya merupakan program-program yang diproduksi secara in house maupun di
beli dari production house.
Pada awalnya, TV3 merupakan jaringan dari SINDOtv.
Namun, pada tahun 2010 TV3 melepaskan diri dari SINDOtv dan resmi menjadi
saudaranya CTV Banten kemudian ditetapkan sebagai jaringan dari CTV Network.
Saat TV3 menjadi jaringan dari CTV Network, TV3 mengubah konsepnya dari TV
keluarga menjadi TV khusus perempuan.
8. CCNC Hanya terdapat di Gereja Christ Cathedral
Gading Serpong Tangerang
Selatan
CCNC (Christ Cathedral News Channel) adalah sebuah
channel lokal yang hanya terdapat di Christ Cathedral Gading Serpong. Channel
Ini hanya di tayangkan di Hari Minggu saja saat ada Ibadah Raya. Pembawa Acara
CCNC adalah Henoch Agung dan Butty Lumabantoruam. Biasanya Channel ini selalu
membawakan Berita tentang Gereja Christ Cathedral. Selanjutnya setelah acara
Berita selesai, ada iklan dari Organisasi-Organisasi Gereja ini.
9. Carlita TV 52 UHF CTV
Network Pandeglang, sebagian Tangerang
Rangkasbitung, sebagian Serang
Carlita TV adalah stasiun televisi lokal pertama di
Kabupaten Pandeglang, Banten. Beroperasi pada channel 52 UHF dengan kekuatan
pemancar 1.6 KW, Carlita TV dapat menjangkau pemirsa baik di seputar kota
Pandeglang, Rangkasbitung, sebagian Serang dan Tangerang.
Carlita TV hadir kehadapan pemirsanya mulai pukul
10.00 s.d 22.00 WIB dengan beragam acaranya. Carlita TV sebagai televisi lokal
Banten memfokuskan diri terhadap minat dan keinginan pemirsa. Nuansa lokal yang
melibatkan pemirsa melalui program interaktif via telepon, SMS dan kegiatan off
air juga dilakukan untuk memperkuat penetrasi ke masyarakat Banten.
Dalam menjalankan aktivitasnya Carlita TV didukung
oleh tenaga-tenaga professional dan berpengalaman dalam pembuatan produk
publikasi yang berbasis video grafik digital, yang terbagi atas beberapa divisi
baik berita, produksi, penyiaran, administrasi dan pemasaran.
10. TV-M 30 UHF SINDOtv
Tangerang, sebagian Jabodetabek
Televisi Mitra (TV-M) adalah salah satu stasiun
televisi regional yang berada di Kota Tangerang, Indonesia. TV-M berkantor di
Jl. Barata Raya no 1, Tangerang. TV-M berada di Channel 30 UHF. Jangkauan
siarannya berada di wilayah Jabodetabek. Stasiun televisi ini menitikberatkan
siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah Tangerang dan berita lokal.
Stasiun TV ini bertujuan untuk meningkatkan
peluang-peluang usaha yang diberdayakan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dengan
mempromosikan produk UKM agar akses pemasaran dan penjualan produk UMKM dapat
ditingkatkan.
Pada awal siarannya, TV-M berjaringan dengan Spacetoon
dan sisanya acara yang diproduksi oleh sendiri. Tapi mulai 22 Agustus 2013 TV-M
merelai dengan BeritaSatu TV sepenuhnya. Dan pada tahun 2014, TV-M resmi
berjaringan dengan SINDOtv.
Jawa Barat
1. TVRI Jawa
Barat 40 UHF TVRI Bandung
2. BCTV
Bandung 21 UHF Bandung
3. IMTV 22 UHF SINDOtv
Bandung
Indonesia
Musik Televisi (IMTV) adalah televisi lokal berkualitas nasional dan berada
pada saluran 22 UHF. IMTV merupakan stasiun televisi lokal untuk wilayah Jawa
Barat. Dengan Kekuatan pemancar 10 KW, siarannya dapat diterima dengan jernih
di wilayah Bandung, Kabupaten Bandung, Cianjur serta sebagian wilayah Bogor,
Sukabumi, Sumedang, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi dan Depok. Awalnya,
IMTV dimiliki oleh Bina Sarana Informatika serta menyiarkan acara yang
berhubungan dengan musik. Pada 29 Juni 2008, IMTV menjadi mitra jaringan dari
SUN TV dan me-relai acara dari SUN TV, sisanya acara yang diproduksi sendiri.
IMTV yang sebelumnya berkantor di Gedung Mobile-8 Jalan Surapati No.233
Bandung, sejak tahun 2011, IMTV berkantor di Komplek Setrasari Mal, Blok C3 no
9 / 35 Jln. Ters. Prof. Dr. Ir. Sutami Bandung setelah Gedung Mobile-8 dikuasai
oleh smartfren. Selain itu, IMTV juga memiliki studio mini di Lantai 1 Bandung
Indah Plaza yang lokasinya strategis yaitu tepat di jantung kota Bandung.
4. Garuda
Vision TV 24 UHF Emtek Bandung
Garuda
Vision TV (sebelumnya bernama Garuda Vision dan Garuda TV) merupakan stasiun
televisi lokal yang berdiri dan mengudara di Bandung , Jawa Barat. Stasiun
televisi ini mengudara pada frekuensi 24 UHF. Saat ini Garuda TV mengudara 24
Jam Sehari.
Garuda
TV sebenarnya telah mengantongi Izin Penyiaran Prinsip (IPP) dari Dinas
Komunikasi dan Informatika Propinsi Jawa Barat serta memiliki izin mengudara
dari Komisi Penyiaran Indonesia Jawa Barat sejak tahun 2005, namun karena
terkendala dana operasional, maka Garuda TV hanya sebatas memiliki frekuensi
saja dan belum dapat bersiaran. Dan pada tahun 2010, ketika Grup Garuda TV
Network, sebuah perusahaan televisi berlangganan yang berpusat di Belanda
bergabung dengan Garuda TV, maka Garuda TV pun dapat bersiaran. Dengan konten
100 persen seluruh acara ditayangkan dari Garuda TV Network.
Oktober
2011 , Garuda Vision masuk ke dalam grup City TV Network yang juga berafiliasi
dengan Jak tv sehingga 30 persen siaran Garuda TV merupakan program dari Jak
tv.
Bergabung
dengan O Channel
Setelah
lama mengudara secara sendiri, terhitung mulai bulan April 2013, Garuda TV
mulai bergabung dengan O Channel dan sebagian acara dari Jakarta direlai oleh
Garuda TV. Kantornya pun mulai dipindahkan ke Gedung Garuda FM Bandung karena
merupakan satu grup, sementara studionya masih tetap berada di Bandung Trade
Mall yang berlokasi di Cicadas, Kota Bandung. Kemudian jam siaran Garuda TV
meluas menjadi 24 jam Sehari . Selain itu, jangkauannya pun melebar ke sebagian
Jawa Barat.
Perselisihan
dengan Jabar TV.
Pada
Mei 2011, Siaran Garuda Vision (sebelum menjadi Garuda TV) secara mendadak
menghilang dari layar televisi tanpa adanya alasan yang jelas. Dan hal itu
dimanfaatkan oleh Jabar TV untuk mengudara pada kanal milik Garuda Vision. Memang
sebenarnya Jabar TV juga telah mengantongi izin dari dinas terkait dan juga
memiliki frekuensi yang sama di kanal 24 UHF. Tapi frekuensi ini telah
ditempati oleh Garuda Vision saat Jabar TV memang dinyatakan berhenti
beroperasi. Dan pada Juni 2011, Garuda TV kembali mengudara setelah Pemancar
Jabar TV disegel oleh pihak berwenang karena menggunakan frekuensi lain.
5. I Channel 26 UHF BeritaSatu
TV Bandung
I
Channel merupakan stasiun televisi lokal yang berdiri dan mengudara di Bandung,
Jawa Barat dan bersiaran pada frekuensi 26 UHF. I Channel sendiri digagas oleh
beberapa pakar media yang bergerak di bidang pertelevisian dan saat ini I
Channel merupakan jaringan dari BeritaSatu TV.
6. Parijz van
Java TV 28 UHF JPMC Bandung
Parijz
Van Java TV(disingkat PJTV, dahulu Padjajaran TV) merupakan salah satu stasiun
televisi lokal di Bandung. Berdiri pada tahun 2005 di Bandung dengan kekuatan
pemancar 3Kw. Didukung dengan tenaga SDM yang muda dan kreatif serta mempunyai
visi yang sama sampai saat ini PJTV menjadi stasiun televisi yang eksis di kota
Bandung dan sekitarnya. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
Dengan
semangat untuk mencapai Visinya, selain telah banyaknya program program baru
yang menarik, menghibur serta mendidik, PJTV adalah stasiun TV lokal pertama
yang di bandung yang sudah mengudara kurang lebih 19 jam per hari dan saat ini
telah menambah daya pancarnya menjadi 10kw yang tentunya akan menjangkau sebagian
besar wilayah Jawa Barat.
Pada
tanggal 15 April 2010, PJTV berganti nama dari Padjadjaran TV menjadi Parijz
van Java TV. Program-Program PJTV ditujukan untuk menjadi tontonan keluarga,
dengan melibatkan secara penuh masyarakat Bandung agar PJTV menjadi bagian dari
hati masyarakat Bandung dan menjadi Televisi Pilihan Pertama Penonton.
Saat
ini PJTV mengudara mulai Pukul 05.00 WIB sampai 00.00 WIB.
7. NET.
Bandung 30 UHF NET. Bandung
8. Inovasi TV 32 UHF Prawiro
Group Cimahi
9. Kompas TV
Jawa Barat 34 UHF Kompas TV Bandung
10. RTV Bandung
36 UHF Rajawali Televisi Bandung
11. Bandung TV 38 UHF Indonesia Network Bandung
12. MQTV 60 UHF Bandung
Manajemen
Qolbu Televisi (MQTV) adalah sebuah stasiun televisi regional Indonesia dengan
siaran bernuansa Islam. MQTV mulai mengudara pada tanggal 22 Juni 2002 melalui
satelit Palapa C2 milik Indosat. Stasiun yang didirikan oleh Abdullah
Gymnastiar ini berpusat di Bandung, Jawa Barat. Slogan MQTV ialah "Sahabat
Penyejuk Hati". Saat ini MQTV sudah resmi siaran menjadi TV lokal Bandung
pada 60 UHF yang wilayah jangkauannya mencakup wilayah kota Bandung dan
sebagian kota-kota sekitarnya. MQTV juga adalah stasiun televisi komunitas yang
sekarang telah bersiaran lokal di Bandung.
13. Bekasi TV 24 UHF Bekasi
14. CB Channel 21 UHF JPMC Depok
15. Depok TV 62 UHF Depok
Depok
TV adalah stasiun TV lokal yang mengudara di Depok, Jawa Barat. Depok TV mulai
mengudara sebagai siaran percobaan pada tanggal 5 Mei 2007 dan mulai siaran
perdana pada tahun 2009. Pada tahun 2011 di bulan Oktober dibawah naungan
managemen yang baru. Saat ini, Depok TV berkantor di Jl. Proklamasi Raya No.1C,
Abadi Jaya Depok 2 Timur, Kota Depok, Jawa Barat. Stasiun TV ini dapat
dinikmati melalui Channel 62 UHF di frekuensi 799.25Mhz (khusus daerah Kota
Depok dan sekitarnya). Stasiun televisi ini merupakan jaringan dari Bloomberg
TV Indonesia.
16. Green TV
IPB 5 VHF IPB Bogor Bogor
GreenTV
IPB adalah lembaga penyedia konten (content provider) yang didirikan oleh
Institut Pertanian Bogor. GreenTV IPB memproduksi materi edukasi rujukan dalam
bidang pertanian, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. GreenTV
IPB berada di Bogor, Jawa Barat, Indonesia yang didirikan pada tanggal 23
November 2011. Slogannya adalah Inovasi Peradaban Baru. Saat ini berbagai
meteri dapat diakses melalui http://greentv.ipb.ac.id
17. Dian TV
Sukabumi 32 UHF Cicurug, Kabupaten
Sukabumi
18. NUSANTARA
TV 32 UHF Sebagian Jabodetabek
19. TV Plus!
Bogor 25 UHF Bogor,Jabodetabek
TV
Plus! (sebelumnya Megaswara TV) merupakan stasiun televisi lokal yang mengudara
di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan frekuensi 25 UHF dari Bogor, Jawa
Barat. TV Plus! sendiri kini mulai memfokuskan diri terhadap hiburan untuk
keluarga dengan suguhan tayangan yang berbeda dari stasiun televisi lain.
20. Jatiluhur
TV 59 UHF Purwakarta
Jatiluhur
TV adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial yang bersiaran di
Purwakarta, Jawa Barat. Jangkauan siarannya menjangkau wilayah Purwakarta dan
sekitarnya (tidak bisa menjangkau Tol Cipularang) dengan kekuatan pemancar
sebesar 10 KW. Jatiluhur TV mengudara pukul 06.00 sampai 24.00 WIB. Jatiluhur
TV sendiri merupakan stasiun televisi lokal yang independen dan belum ada
kerjasama siaran dengan penyedia konten di bidang pertelevisian walaupun
sebelumnya berjaringan dengan City TV Network.
21. RTV
Purwakarta 61 UHF Rajawali Televisi Purwakarta
22. Radar
Tasikmalaya TV 56 UHF JPMC Tasikmalaya
23. Priangan TV
50 UHF Tasikmalaya
24. Taz TV 52 UHF SINDOtv
Tasikmalaya
25. RCTV 58 UHF JPMC
Cirebon
Radar
Cirebon TV (RCTV) adalah saluran televisi lokal yang ada di wilayah Cirebon,
Jawa Barat. Stasiun televisi yang dimiliki oleh Radar Cirebon ini bermarkas di
Jl. Perjuangan By Pass no 9 Cirebon, Jawa Barat. Jangkauan siarannya meliputi
kota Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). RCTV berada
di Channel 58 UHF. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC. Pada
tanggal 25 Nopember 2012 RCTV resmi berganti logo baru yang menggambarkan
penampilan dan semangat baru.
26. Dian TV 31 UHF SINDOtv
Indramayu,Cirebon
27. RTV Cirebon
60 UHF Rajawali Televisi Cirebon
28. Badar TV 24 UHF Bekasi
29. TVN 61 UHF Rajawali Televisi Cikarang
30. ATV
Sukabumi 30 UHF Sukabumi
31. Subi TV 60 UHF Sukabumi
32. RTV
Sukabumi 22 UHF Rajawali Televisi Sukabumi
33. Sembilan TV
26 UHF Garut
34. Spensa TV Garut
35. ParTV
Sumedang 23 UHF Sumedang
36. NET.
Priangan Timur 36 UHF NET. Garut
(jangkuan siarannya di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten
Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran)
Jawa Tengah
1. TVRI Jawa
Tengah 23 UHF TVRI Semarang
2. Pro TV 45 UHF SINDOtv
Semarang
Pro
TV merupakan salah satu stasiun televisi regional di Jawa Tengah, dengan
lisensi perusahaan bernama PT Global Telekomunikasi Terpadu yang berdomisili di
kota Semarang, dan berada pada frekeuensi baru 45 UHF. Awalnya Pro TV mengudara
di frekuensi 49 UHF, namun sekarang digunakan siaran dari TVKU. Pada awal
mengudara stasiun televisi ini adalah milik Prima Entertainment yang bergerak
pada pembuatan sinetron dan film di Jakarta, namun seiring perkembangan bergabung
dengan jaringan SINDOtv.
Program
yang dikembangkan di Pro TV lebih berpandangan pada kultur masa depan. Artinya,
walaupun program-program tersebut berisikan tampilan budaya tradisional, namun
kemasan yang diproduksi secara langsung menggabungkan antara unsur budaya
tradisional dengan perkembangan zaman.Selain beberapa program lokal, Pro TV
juga menayangkan program-program berkelas Nasional yang merupakan hasil join
program dengan SINDOtv Network.
Hal
ini bertujuan untuk lebih pada pembuktian pemikiran bahwa budaya tradisional
bukan hanya milik zaman dulu, tetapi budaya-budaya tersebut dapat pula
dikombinasikan dengan kultur modern yang sedang berkembang saat ini. Dengan
begitu masyarakat generasi penerus dapat melihat, mengetahui, serta menikmati
budaya-budaya tradisional yang ada di wilayah Jawa Tengah dengan kemasan yang
disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Selain
mengangkat budaya, Pro TV juga memberikan acara pendidikan kepada masyarakat
wilayah Jawa Tengah. Didukung oleh para kru yang rata-rata adalah para pekerja
muda yang kreatif, program-program televisi yang ditayangkan di ProTV lebih
dikemas dalam nuansa hiburan yang menarik.
3. Kompas TV
Jawa Tengah 47 UHF Kompas TV Semarang
4. TVKU
Semarang 52 UHF Rajawali Televisi Semarang
Televisi
Kampus Universitas Dian Nuswantoro (disingkat:TVKU) merupakan stasiun televisi
lokal yang berdiri dan mengudara di Semarang, Jawa Tengah. Dengan berbekal
Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 483/116/2003 tanggal 13 September
2003, TVKU dapat mengudara secara lokal dengan menempati frekuensi awal pada
posisi 21 dan 23 UHF.
Namun
seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya kebutuhan masyarakat, TVKU
mulai memosisikan diri sebagai stasiun televisi lokal Semarang, dari sebelumnya
televisi komunitas yang terbatas di kalangan kampus saja. Kanal frekuensi pun
ditingkatkan menjadi 49 UHF sehingga lebih stabil dan jernih. Didukung dengan
teknisi yang berpengalaman, menjadikan TVKU sebagai televisi lokal satu-satunya
di Semarang yang didirikan oleh kelompok mahasiswa kampus. TVKU saat ini
memiliki dua jaringan siaran, yakni dari RTV dan juga media lokal terbesar dan
pertama di Jawa Tengah, Harian Suara Merdeka mulai tahun 2011 bekerjasama
dengan TVKU untuk menyiarkan berbagai konten lokal yang disiapkan oleh Suara
Merdeka sebagai wadah aspirasi pembaca harian itu dan masyarakat Jawa Tengah.
5. Semarang TV
53 UHF Indonesia Network Semarang
Cakra
Semarang TV adalah sebuah stasiun TV swasta yang lebih dikenal oleh masyarakat
Semarang dan Jawa Tengah sebagai Cakra TV. Saat ini televisi lokal yang berada
di bawah manajemen PT. Mataram Cakrawala Televisi Indonesia ini memiliki jam
siaran sebanyak 17 jam per hari mulai dari pukul 06.30 sampai 23.30 WIB serta
bersiaran di channel baru yaitu 53 UHF. Pada awal mengudara ada pada channel 45
UHF yang sekarang digunakan untuk siaran Pro TV. Isi program siaran berfokus
pada kultur budaya lokal yang ada di Jawa Tengah. Stasiun televisi ini
merupakan anggota jaringan Bali TV.
6. BMS TV 49 UHF SINDOtv
Purwokerto
BMS
TV atau Banyumas Televisi adalah stasiun televisi lokal pertama yang hadir di
daerah Banyumas, Jawa Tengah. BMS TV sendiri dulunya merupakan stasiun televisi
yang dimiliki oleh Bina Sarana Informatika dan konon juga sebagian besar dana
BMS TV juga dimiliki oleh Mayangsari. Dan kini, BMS TV merupakan televisi lokal
berjaringan dengan SINDOtv, meski program harian BMS TV 100 persen masih
diproduksi sendiri, sementara 80 persen merupakan siaran relai dari SINDOtv.
Jangkauan
siaran
Jangkauan
siarannya sampai saat ini sudah menjangkau wilayah Barlingmascakeb (Kabupaten
Banjarnegara, Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan Kebumen)
bahkan sampai ke Kabupaten Wonosobo dan sebagian Kabupaten Pemalang, Brebes dan
Kabupaten Ciamis (Jawa Barat).
Kantor
BMS TV
BMS
TV mempunyai kantor dan studio yang berlokasi tak jauh dari kampus Universitas
Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tepatnya di Gedung Bina Sarana
Informatika (BSI) Purwokerto, Jl. H.R. Bunyamin 106 Purwokerto.
Program
acara BMS TV
Program
acara bernuansa lokal yang menjadi andalan BMS TV antara lain adalah komedi
Kartun Banyumasan dengan logat Ngapak-nya yang khas, Ndopok Dablongan, program
berita Warta Banyumas, Gudril Banyumasan dan lain sebagainya. Selain
menayangkan program acara sendiri, BMS TV juga menayangkan siaran relai. BMS TV
merelai program acara dari SINDOtv untuk jam-jam tertentu. BMS TV menjadi salah
satu referensi berita yang terjadi di wilayah Barlingmascakeb maupun
sekitarnya.
7. Satria
Mandala TV 48 UHF Sumpiuh, Banyumas
8. Grabag TV 5 VHF Grabag, Magelang
9. MGTV 54 UHF SINDOtv
Magelang
10. TATV Solo 50 UHF Solo
dan Salatiga (relay)
Terang
Abadi Televisi atau disingkat TATV merupakan Stasiun televisi Swasta Lokal yang
pertama di Kota Solo dan berdiri pada tanggal 1 September 2004.
TATV
berdiri dan berkantor di Jalan Brigadir Jenderal Anumerta Katamso Darmokusumo
Nomor. 173, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Dengan frekuensi
50 UHF serta kekuatan daya pancar sebesar 10 KW yang berasal dari Menara
Pemancar TATV di Dusun Ngoro-oro, Patuk, Yogyakarta, menjadikan siaran TATV dapat
diterima di Seluruh wilayah Solo, Yogyakarta, Sragen, Kabupaten Boyolali, dan
sebagian besar wilayah Kabupaten Magelang serta beberapa daerah di wilayah
Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Selain itu mulai tahun 2009, TATV dapat diterima
di wilayah Salatiga, Ambarawa, Semarang, Purwodadi, Jepara, Kudus, Pati, dan
Temanggung pada kanal 50 UHF dengan membangun pemancar baru di Gunung Telomoyo,
Salatiga sehingga dapat memancar ke sebagian pantura bagian tengah dan timur
Jawa Tengah. Selain itu bisa juga melalui live streaming di www.tatv.co.id.
TATV
memiliki beberapa karateristik yang kuat, yakni sebagai penyedia hiburan
sebagai alat informasi lokal yang tajam dan lugas, serta sebagai televisi yang
memberi pencerahan terhadap paradigma berpikir dan berperilaku bagi masyarakat
pemirsa, tanpa meninggalkan budaya lokal dan tetap mengikuti perkembangan
zaman. Dengan jangkauan siar yang semakin luas menjadikan TATV dapat dinikmati
banyak pemirsa di wilayah Jawa Tengah.
11. Solo TV 62 UHF Solo
12. JK Lentera
TV 21 UHF Salatiga
13. Salatiga TV
58 UHF Salatiga
14. Satya
Wacana TV 60 UHF Salatiga
15. Batik TV 57 UHF Pekalongan
Batik
TV adalah stasiun televisi lokal Kota Pekalongan. Stasiun televisi ini dapat
dinikmati dari jarak 60 km dari kantor pusat melalui 57 UHF.
Batik
TV mulai mengudara pada 1 April 2012. Pada awalnya, Batik TV hanya tayang dua
jam setiap harinya mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Dalam perjalanan
waktu Batik TV menambah jam tayang, karena permintaan masyarakat, menjadi empat
jam tayang setiap hari. Dan setelah terbit IPP, per 1 April 2012, Batik TV
menambah jam tayang menjadi tujuh jam setiap hari dari pukul 13.00 WIB hingga
pukul 19.00 WIB.
Tujuan
dari pendirian Batik TV adalah sebagai upaya mensiarkan berbagai kegiatan baik
oleh masyarakat maupun di lingkungan Pemkot Pekalongan kepada warga Kota
Pekalongan dan sekitarnya. Selain untuk kepentingan masyarakat, langkah
tersebut juga sebagai antisipasi undang-undang penyiaran yang mulai tahun 2014
mendatang mewajibkan setiap televisi nasional untuk bekerjasama dengan televisi
lokal.
Nama
Batik merupakan kependekan dari Bersih, Aman, Tertib, Indah dan Komunikatif
sekaligus sesanti pemerintah dan masyarakat Pekalongan. Disamping itu, batik
merupakan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Pekalongan karena dengan
batik yang merupakan pakaian nasional bangsa Indonesia yang telah dikukuhkan
sebagai warisan budaya tak benda pada tanggal Oktober 2010 oleh UNESCO
berdasarkan Konvensi Internasional Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda
Manusia.
Pada
1 April 2013 Batik TV resmi berganti logo baru yang menggambarkan penampilan
dan semangat baru.
16. Televisi
Tegal (TVT) Tegal
Televisi
Tegal (TVT) adalah stasiun televisi lokal yang berkantor pusat di Tegal, Jawa
Tengah, Indonesia dengan wilayah siaran yang meliputi Karesidenan Pekalongan
yang meliputi Kota Tegal, Slawi Brebes, Kuningan Cirebon, Pemalang, Comal, dan
Pekalongan. TV Tegal adalah jaringan Bali TV (mulai Juli 2014).
Mulai
beroperasi penuh pada Maret 2006, TVT menitik beratkan isinya pada
berita-berita seputar Pantura (50%), pendidikan (30%) dan hiburan (20%).
Stasiun televisi ini dikelola oleh PT. Televisi Tegal Mediatama Semesta.
Presiden direkturnya saat ini adalah Joko Sumpeno,SE.
17. Ratih TV 47 UHF Prawiro
Group Karanganyar, Kebumen
Ratih
TV adalah stasiun televisi milik Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah,
Indonesia. Teknis siarannya bekerja sama dengan SCTV.
Berdirinya
Ratih TV dirintis pada tanggal 12 Mei 2003 saat penandatanganan kesepakatan
kerjasama siaran berjaringan antara Pemerintah Daerah Kebumen dengan SCTV.
Sejak saat itu Ratih TV mulai mengadakan kegiatan siaran. Pada tanggal 27
Oktober 2003 dilakukan ujicoba siaran pada kanal 52 UHF yang pada waktu itu
masih menempati salah satu ruangan di stasiun Radio Siaran Pemerintah Daerah
(RSPD) IN FM.
Dalam
prosesnya, tidak lebih dari satu tahun Ratih TV sudah dianggap layak sebagai
sebuah lembaga penyiaran dibuktikan dengan turunnya ketentuan Keputusan Menteri
Perhubungan Nomor: KM 76 tahun 2003. Kurang lebih satu tahun kemudian Ratih TV
mendapatkan Surat Izin Penyelenggaraan Siaran dari Gubernur Jawa Tengah Nomor
483/47/2004 tanggal 23 Agustus 2004. Sejak saat itu Ratih TV resmi menjadi
sebuah televisi publik milik masyarakat Kebumen dan memiliki hak sepenuhnya
untuk melakukan siarannya di daerah Kabupaten Kebumen. Dalam rangka menguatkan
berdirinya Ratih TV, Bupati Kebumen mengeluarkan keputusan Bupati Nomor 14
Tahun 2006 mengenai pendirian Lembaga Penyiaran Publik Lokal Televisi Kabupaten
Kebumen. Hal ini didasari bahwa penyelenggaraan siaran merupakan sarana yang
sangat penting dalam komunikasi massa yang berguna untuk tujuan pendidikan,
informasi, hiburan, dan pengawasan sosial bagi masyarakat.
Asal-usul
munculnya ide untuk mendirikan sebuah stasiun televisi lokal di Kabupaten
Kebumen salah satunya adalah dari bupati Kebumen kala itu, Rustriningsih yang
bertujuan menciptakan good governance di Kabupaten Kebumen. Tujuan lain
pendirian Ratih TV adalah agar masyarakat Kebumen dapat berinteraksi secara
langsung atau menyampaikan aspirasinya kepada pejabat pemerintahan. Disamping
itu di harapkan dengan adanya media televisi akan menjadi sebuah media transparansi
dan partisipasi publik.
Cikal
bakal didirikannya Ratih TV bermula dari pertemuan 3 (tiga) orang yang
mempunyai nama besar pada dunianya masing-masing. Ketiga orang tersebut adalah
Rustriningsih (Bupati Kebumen), Wisnu Hadi (Direktur SCTV), dan Ken T. Sudarto
(Chairman MATARI Advertising) yang semuanya adalah putra asli daerah Kebumen.
Nama Ratih TV asal mulanya diberikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri yang
kala itu tengah melakukan kunjungannya di Kabupaten Kebumen dalam rangka Panen
Raya Jagung sekaligus menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Pemerintah
daerah Kebumen dan PT Surya Citra Televisi (SCTV).
Ratih
adalah akronim dari Dara Putih yang menggambarkan seorang perempuan yang sukses
membawa Kabupaten Kebumen ke arah yang lebih maju. Sosok perempuan yang
dimaksud adalah Bupati Kebumen Dra. Rustriningsih, M.Si yang kala itu masih
berstatus lajang. Secara filosofis, Dara Putih adalah nama lain dari seekor
burung merpati berwarna putih yang mengirimkan pesan sampai ke tujuan dengan
tepat. Sedangkan makna filosofis dari warna putih adalah sebagai simbol kebenaran,
suci, dan dapat dipercaya.
Ratih
TV Kebumen beroperasi melalui saluran 47 UHF (sebelumnya di 51 UHF). Dalam
siarannya, berbagai pembenahan senantiasa dilakukan oleh Ratih TV dalam rangka
meningkatkan kualitas peneriamaan siarannya. Hal tersebut antara lain dilakukan
dengan penggantian channel dari 52 UHF menjadi 51 UHF dan mulai 1 Juni 2012,
Ratih TV mengudara di kanal 47 UHF dengan kekuatan pemancar sebesar 3000 KW.
Selain bisa menjangkau seluruh kawasan Kabupaten Kebumen, siaran Ratih TV juga
dapat diterima di Kabupaten Purworejo bagian Selatan dan Barat.
Dalam
hal struktur, Ratih TV Kebumen berada dibawah pembinaan Dinas Informasi
Komunikasi dan Telematika (Inforkomtel) Kabupaten Kebumen. Biaya operasional
dianggarkan dari APBD Kabupaten Kebumen.
18. ART TV 59 UHF Kompas
TV Purworejo
19. RTV Pati 57 UHF Rajawali
Televisi Pati
20. Simpang
Lima TV 59 UHF JPMC Pati
Simpang
Lima TV adalah salah satu stasiun televisi regional yang bermarkas di Kabupaten
Pati, Indonesia dan sedang melakukan pengembangan untuk melakukan siaran secara
lokal Jawa Tengah.
Stasiun
televisi ini merupakan anggota jaringan JPMC.
21. JSTV Jepara
JSTV
(singkatan dari Jepara SMKN 3 Televisi) adalah salah satu stasiun televisi
regional yang bermarkas di Jepara, Indonesia dan sedang melakukan pengembangan
untuk melakukan siaran secara lokal Jawa Tengah.
22. 3TV
3TV
(singkatan dari SMAN 3 Jepara Televisi) adalah salah satu stasiun televisi
regional yang bermarkas di Jepara, Indonesia dan sedang melakukan pengembangan
untuk melakukan siaran secara lokal Jawa Tengah.
Asal usul
nama 3TV adalah dari kata SMAN 3 Jepara TV disingkat menjadi 3TV.
Yogyakarta
1. TVRI
Yogyakarta 22 UHF TVRI Yogyakarta
2. RBTV Jogja 40 UHF Kompas TV Yogyakarta
Reksa
Birama TV atau disingkat RBTV merupakan Stasiun televisi Swasta lokal yang
berdiri dan mengudara di Yogyakarta. RBTV Berdiri atas kerjasama PT Redjo
Buntung Yogyakarta (Radio RBFM Grup Jogja) dan STMIK Amikom Yogyakarta.
Dan
sejak tanggal 1 Maret 2012, RBTV merupakan stasiun televisi lokal dibawah
naungan Kompas TV. Dengan Demikian, siaran mengudara RBTV yang sebelumnya dari
pukul 10.00 WIB-24.00 WIB, kini menjadi pukul 04.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB
menyesuaikan dengan siaran Kompas TV.
Setelah
menjadi mitra siaran Kompas TV, Stasiun Relay RBTV yang sebelumnya berada di
Kantor Pusat RBTV Jalan Jagalan Nomor 36 Yogyakarta, dipindahkan ke Komplek
Pemancar Televisi di wilayah Dusun Ngoro-oro, Patuk. Dengan kekuatan pemancar
sebesar 30 KW, maka Siaran RBTV mampu menjangkau wilayah Yogyakarta, Solo,
hingga Magelang, Jawa Tengah dengan Frekuensi 40 UHF.
3. ADiTV 44 UHF City
TV Network Yogyakarta
ADiTV
adalah sebuah stasiun televisi lokal di Yogyakarta dengan siaran bernuansa
Islam. Stasiun televisi yang dimiliki oleh Muhammadiyah ini bermarkas di Jl.
Raya Tajem Km 3 Sleman, Yogyakarta. Awalnya sebagai televisi komunitas yang
dimiliki oleh Universitas Ahmad Dahlan, namun seiring perkembangan dimiliki
oleh Muhammadiyah menjadi televisi lokal di Yogyakarta.
ADiTV
diluncurkan pada tanggal 18 Juli 2009, bertepatan dengan pelaksanaan Muktammar
Muhammadiyah 2009. ADiTV sendiri didirikan sebagai hasil amanat Muktammar
Muhammadiyah pada tahun 1995. Dipilihnya Jogja sebagai basis ADiTV karena kota
ini memiliki imej dan tempat yang khusus bagi Indonesia sebagai daerah
istimewa. Dengan atmosfir pendidikan dan budaya yang masih kental, televisi ini
dipastikan akan berkembang dengan baik ke depannya.
Format
program ADiTV adalah informasi, edukasi dan budaya lokal yang disajikan dalam
bentuk hiburan yang bermaksud untuk menjangkau pemirsa dari segala usia. ADiTV
mempunyai no izin prinsip siaran 96/KEP/M.KOMINFO/3/2009. Stasiun televisi ini
merupakan anggota jaringan City TV Network.
4. Jogja TV 48 UHF Indonesia
Network Yogyakarta
Jogja
TV adalah sebuah stasiun televisi swasta siaran gratis lokal terestrial di Kota
Yogyakarta, Indonesia. Jogja TV dimiliki oleh PT Jogjakarta Tugu Televisi dan
merupakan stasiun televisi swasta pertama di Yogyakarta. Stasiun televisi ini
merupakan anggota jaringan Bali TV.
Jogja
TV mengudara pertama kali pada bulan Agustus 2004 di Yogyakarta, Daerah
Istimewa Yogyakarta, Dengan jangkauan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya
(Sleman, Bantul/Parangtritis, Wonosari, Wates, Purworejo, Klaten, Magelang,
Muntilan, Solo). Jogja TV bersiaran menggunakan kanal 48 UHF.
5. ATV 4 VHF Yogyakarta
6. RTV
Jogjakarta 56 UHF Rajawali Televisi Yogyakarta
Jawa Timur
1. TVRI Jawa
Timur 9 VHF, 26 UHF, 35 Digital TVRI Surabaya
2. SBO TV 36 UHF JPMC
Surabaya
SBO
TV atau Suroboyo TV adalah stasiun televisi lokal yang di Surabaya, Jawa Timur.
SBO TV bermarkas di Graha Pena Surabaya, dan merupakan stasiun televisi di
bawah PT Surabaya Media Televisi, salah satu anak perusahaan Grup Jawa Pos.
Stasiun televisi ini mulai mengudara pada tanggal 1 Januari 2006. SBO TV
mengudara setiap hari pada pukul 05.30-01.00 WIB, pada saluran 36 UHF (Surabaya
dan sekitarnya), 55 UHF (Pasuruan, Kediri dan Nganjuk), serta 26 UHF (Madiun,
Tuban, Bojonegoro, Magetan dan Jember). Stasiun televisi ini merupakan anggota
jaringan JPMC.
3. TV Edukasi Surabaya
TVE
(Televisi Edukasi) adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia. Stasiun
televisi ini khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan
dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyarakat.
Stasiun
televisi ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
adalah Bapak Abdul Malik Fadjar sejak pada tanggal 12 Oktober 2004 yang berada
dari Studio TVE di Jakarta untuk meresmikan oleh penandatangani batu prasasti
sebagai tanda mengudara Televisi Edukasi dan memiliki afiliasi dengan stasiun
televisi pendidikan di daerah. Televisi Edukasi dimiliki oleh Kementerian
Pendidikan Nasional Indonesia. Siaran TVE direlai oleh Televisi Republik
Indonesia setiap hari Senin sampai dengan Jumat siang sampai dengan sore ini
sejak sekitar pukul 13:00 sampai dengan 15:00 WIB. TVE mempunyai dua channel
yaitu channel 1 dan channel 2.
Tujuan
didirikannya TVE ialah memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk
menunjang tujuan pendidikan nasional. Sasaran TVE adalah Peserta didik dari
semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, praktisi pendidikan, dan
masyarakat.
TVE
mulai mengadakan kompetisi KIHAJAR (Kita Harus Belajar) sejak tahun 2004.
Kompetisi ini diadakan bertujuan untuk mencari siswa SMP sederajat yang
berprestasi. Siswa SMP sederajat yang memenangkan kompetisi KIHAJAR akan
mendapat beasiswa sampai S1. Mulai tahun 2011, selain untuk SMP, kompetisi
KIHAJAR juga diadakan untuk siswa SD dan SMA sederajat. Sistem yang
digunakan terutama ialah sistem siaran tertutup melalui penggunaan satelit
Telkom-1 yang dimiliki oleh PT. Telkom. Dengan demikian siaran Televisi Edukasi
bisa diakses secara bebas oleh pemirsa di seluruh wilayah Indonesia, dengan
menggunakan pesawat televisi yang dilengkapi dengan antena parabola (TVRO).
Untuk memberi kemudahan akses bagi masyarakat dan sekolah yang tidak memiliki
TVRO, TVE mengadakan kerjasama dengan TVRI dan beberapa stasiun televisi lokal.
Dengan demikian Televisi Edukasi bisa dinikmati pula oleh masyarakat yang
berada dalam radius penyiaran TV lokal dengan menggunakan pesawat televisi
biasa.
Televisi
Edukasi channel 1 dapat diakses melalui satelit Telkom 1, frequency: 3785 MHz,
Symbol Rate: 4000, LNB/LO: 5150, Video PID: 0308, Audio PID: 0256, PCR PID:
8190
Televisi
Edukasi channel 2 dapat diakses melalui satelit Telkom 1, frequency: 3807 MHz,
Symbol Rate: 4000, LNB/LO: 5150, Video PID: 0308, Audio PID: 0256, PCR PID:
8190
4. TV Edukasi
2 37 UHF Surabaya
TV
Edukasi 2 Adalah stasiun Televisi Pendidikan Programa 2 di Kota Surabaya.
Channelnya masih di Jawa Timur dan lebarkan sayap ke Surabaya di channel 37
UHF. Acara Perdana Siaran TV Edukasi Surabaya/TV E 2 mulai Bersiaran Pada
Tanggal 1 Oktober 2008 pada siaran langsung Salat Idul Fitri di masjid AT-TAQWA
Waru, Surabaya & Acara Operet Idul Fitri dari SD Negeri 77 Sambisari
Surabaya. Siarannya Mulai Pukul 15:00 Hingga 22:00 WIB. siarannya memakai TV
Satelit Palapa C6 Mini.TV Edukasi 2 Surabaya Berbagi dengan TV Edukasi 1
Jabodetabek:
-TV
Edukasi 1 {04:00-00:00}
-TV
Edukasi 2 {12:00-20:00}
Program-Program
TV Edukasi 2 Antara Lain :
-Operet
Katolik Anak-Anak -Pelajaran Matematika SD -Pelajaran Bahasa Inggris SD &
SMP -Pelajaran PPKn SD & SMP -Pelajaran Bahasa Indonesia -Kuis Belajar
Untuk Mengerti -Cipta Bintang Sekolah -Ayo Berfisika -Pelajaran Biologi
-Pelajaran Geografi -Berita Daerah -Pengajian
5. RTV
Surabaya 38 UHF Rajawali Televisi Surabaya
6. Kompas TV
Surabaya 40 UHF Kompas TV Surabaya
7. TV9
Surabaya 42 UHF TempoTV/TV Edukasi Surabaya
TV9
Surabaya adalah sebuah stasiun televisi lokal di Surabaya dengan siaran
bernuansa Islam. TV9 dikelola oleh PT. Dakwah Inti Media, perusahaan yang
dimiliki oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H.,MM., termasuk di dalamnya
organisasi sosial keagamaan Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. TV9 diluncurkan
pada tanggal 31 Januari 2010 oleh Soekarwo sebagai bagian dari perayaan ulang
tahun Nahdlatul Ulama ke-84. TV9 telah memperoleh Ijin Penyelenggaraan
Penyiaran prinsip tertanggal pada 7 Juli 2009 dan Ijin Penyelenggaraan
Penyiaran tetap tertanggal pada 23 Juli 2012 dari Menteri Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia untuk melakukan siaran sebagai lembaga penyiaran
swasta lokal untuk di Surabaya/Jawa Timur. TV9 berada di Channel 42 UHF.
TV9
memulai siarannya pada tanggal 31 Januari 2010 dan memfokuskan siaran pada
program-program bernuansa Islami. Sesuai dengan perkembangannya, TV9 telah menjadi
TV komersial yang tetap menawarkan sajian program beragam yang tetap mengusung
Tradisi Kaum Muslim khususnya untuk wilayah Surabaya. Dengan bertemakan
"santun menyejukkan" menjadikan TV9 sebagai televisi religi terbaik
di Indonesia.
Di
Indonesia, tradisi kaum Muslim sering diidentikkan dengan NU, sebuah organisasi
sosial keagamaan terbesar. Agar mempertahankan tradisi Muslim, NU menciptakan
TV9 sebagai media yang memberikan informasi dan hiburan seputar tradisi kaum
Muslim. Penyajian program religi ini dibuat untuk mempertahankan dan
membudayakan tradisi kaum Muslim khususnya untuk wilayah Surabaya, dimana TV9 berada.
Program-program
acara Islami yang bertajuk dakwah bertujuan agar pesan-pesan agama Islam dapat
diresapi oleh pemirsa dan diharapkan pesan-pesan yang dikemas dalam bentuk
program acara dapat diamalkan oleh masyarakat. Program acara yang disajikan
dikemas dengan semenarik mungkin tanpa menghilangkan identitas dari tradisi
Muslim yang dihadirkan oleh TV9.
8. Surabaya TV
44 UHF Indonesia Network Surabaya
Surabaya
TV adalah stasiun televisi swasta siaran gratis lokal terestrial dengan wilayah
penyiaran di Surabaya dan sekitarnya (Gresik, Jombang, Sidoarjo, Mojokerto,
Lamongan, Pasuruan, Bangkalan, Jember, Banyuwangi, Bojonegoro, Tuban). Surabaya
TV dibentuk pada tanggal 31 Mei 2004 bersamaan dengan hari ulang tahun Kota
Surabaya ke-711. Surabaya TV juga disiarkan di channel 44 UHF dan wilayah
Bojonegoro channel 51 UHF. Format siaran Surabaya TV mirip tvOne, SCTV, RCTI,
Indosiar dan JTV. Surabaya TV mengudara dari Pkl. 04.00-02.00 WIB. Stasiun
televisi ini merupakan anggota jaringan Bali TV.
9. BBS TV 46 UHF Surabaya
10. Arek TV 48 UHF City
TV Network Surabaya
Arek
TV merupakan televisi lokal di kota Sidoarjo. Jangkauannya di wilayah Sidoarjo
dan sekitarnya seperti Surabaya, Pasuruan, Bangkalan, Lamongan, Gresik,
Mojokerto. Arek TV disiarkan melalui frekuensi 48 UHF. Stasiun televisi ini
merupakan anggota jaringan Bloomberg TV Indonesia dan ANTARA TV.
11. JTV 60 UHF JPMC Surabaya
12. NET.
Surabaya 58 UHF NET. Surabaya
13. MHTV
Surabaya 62 UHF SINDOtv Surabaya
14. RTV Malang 24 UHF Rajawali
Televisi Malang
15. Gajayana TV
28 UHF Malang
Gajayana
TV adalah salah satu dari stasiun televisi lokal di Indonesia yang
menyelenggarakan siaran di Kota Malang, Jawa Timur. Gajayana TV bermarkas di
Jl. Merjosari Blok L, Komplek Universitas Gajayana Malang. Gajayana TV ada di
bawah naungan PT. Gajayana Media Karya sebagai perusahaan induk yang bergerak
dibidang Penyelenggaraan Penyiaran Radio dan Televisi. Pada perkembangannya
Gajayana TV akan menjadi stasiun televisi swasta lokal, sesuai dengan proses
pengajuan perizinannya untuk mengajukan Ijin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga
Penyiaran Swasta. "Hiburan yang Mendidik dan Pendidikan yang
Menghibur", merupakan pilihan yang diambil oleh media ini. Tahun 2002
Gajayana TV menjadi Relayer TPI. Tahun 2004 Gajayana TV tidak bersiaran. Tahun
2012 Gajayana TV mulai melakukan siarannya kembali dengan kanal 28 UHF.
Bermula
dari pemancar radio FM sebagai ajang praktek mahasiswa Universitas Gajayana.
Dalam perkembangannya kalah dengan kampus lain yang memiliki dana yang cukup
besar untuk pengembangannya. Dari situlah timbul pemikiran untuk membuat sebuah
pemancar televisi sendiri. Setelah beberapa bulan keinginan para mahasiswa
tersebut di respon oleh seorang dosen Teknik Elektro. Dari situlah terbentuk
sebuah tim untuk merealisasikan pemancar televisi yang berada di area kampus
Universitas Gajayana. Pada pertengahan tahun 1997 tim yang terdiri dari
sekelompok mahasiswa dan di dukung oleh dosen mampu membuat pemancar televisi
menggunakan saluran VHF. Setelah mendapatkan hasil pihak kampus memberikan
dukungan penuh dengan menambah sebagian fasilitas termasuk sebuah tower untuk
panel pemancar. Tim yang melakukan seluruh aktifitas televisi bekerja secara
suka rela di antara kesibukannya sebagai mahsiswa.
Seiring
dengan perkembangan waktu, beberapa tahun mengudara ada perubahan tim pengurus
Gajayana TV. Hal tersebut karena para tim yang selama ini bekerja lulus kuliah
dan meninggalkan kampus untuk memulai hidup baru dengan profesi yang mereka
geluti. Dengan pergantian pengurus ini ada kebijakann kampus untuk mengambil
alih Gajayana TV, dari ruang praktek untuk di kembangkan lebih besar lagi. Pada
pertengahan tahun 2002 dari kanal VHF diubah menjadi UHF dengan maksud untuk
menambah jangkauan yang lebih luas dan di kembangkan kearah komersil. Saat itu
masih satu-satunya televisi lokal yang ada di Kota Malang dan sekitarnya.
Baru
pada tahun 2003 bermunculan televisi lokal yang di kelola oleh pihak swasta.
Dan saat itu juga keberadaan Gajayana TV kian hari mengalami penurunan, bahkan
pada pertengahan tahun 2005 sempat mengalami masalah pada peralatan hingga
tidak mengudara lagi. Bersamaan dengan waktu bergulir muncul kembali televisi
lokal swasta yang berada baik di Kota Malang maupun di Kota Batu.
Meskipun
sudah tidak mengudara lagi keberadaan Gajayana TV masih mendapatkan perhatian
dari beberapa pengusaha yang ingin mengembangkan usaha di bidang pertelevisian.
Bahkan diantaranya ada yang sempat mengajak untuk bekerjasama membangkitkan
televisi tersebut. Namun harapan yang di inginkan oleh kedua belah pihak tidak
sesuai dengan kenyataan dan akhirnya kembali jatuh dan tidak mengudara lagi.
Perjalanan Gajayana TV tidak seindah yang kita bayangkan dan bertahun-tahun
kembali terpuruk dan tidak mengudara lagi.
Pada
pertengahan tahun 2012 pihak pemegang peranan Gajayana TV bertemulah dengan
pemilik Khatulistiwa TV (stasiun TV yang berjaringan dengan Kompas TV). Pada
saat itu diselenggarakan temu alumni lulusan Universitas Gajayana, dan
kebetulan pemilik Khatulistiwa TV termasuk alumni dari kampus yang berada di
Merjosari Kota Malang tersebut. Dari situlah di mulai pembicaraan dan
disepakati untuk kerjasama untuk membangkitkan Gajayana TV dengan konsep acara
televisi keluarga.
Pertengahan
tahun 2012 merupakan tonggak sejarah bangkitnya kembali Gajayana TV yang
melibatkan para alumni yang sudah bekerja lama di televisi lokal yang ada di
Malang Raya, maupun di instansi lain termasuk di pemerintahan. Kembalinya para
pengurus lama ini dan di dukung oleh kampus serta pemegang saham yang sudah
malang melintang di dunia pertelevisian, dari proses perekrutan, ujian test
tulis, psikologi, wawancara/interviuw, kesehatan, pelatihan selama 1 bulan.
Gajayana TV kembali mengudara lagi dengan Launcing Gajayana Televisi tepatnya
hari rabu tanggal 12 Desember 2012 pukul 12.00 sampai dengan 24.00 dengan
semboyan “Bersama Kita Berjaya”.
16. CRTV 62 UHF Malang
CRTV
adalah sebuah stasiun televisi lokal di Kota Malang, yang berlokasi di Ruko
Soekarno-Hatta Indah E/9 Kota Malang, Jawa Timur. CRTV didirikan sekitar tahun
2008. Siaran CRTV dimulai pada pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. Siaran CRTV dapat
diterima di kanal 62 UHF dan dapat ditangkap di area Malang Raya dan
sekitarnya.
Pada
awalnya, CRTV menunjukkan identitasnya sebagai TV bernuansa Islami. CRTV pernah
berebut dengan Gajayana TV sehingga akhirnya harus pindah ke kanal 62 UHF.
Rangkaian
program acara yang dihadirkan CRTV sekarang sudah bervariasi, dan meski unsur
Islam tidak terlalu kental namun cukup nampak. CRTV menyuguhkan alternatif
tontonan yang menghibur sekaligus mendidik dan bisa dinikmati oleh seluruh
anggota keluarga. Pada akhir Juli 2014, CRTV Malang merelay TV9 Surabaya.
17. UBTV 56 UHF Malang
18. Singosari
TV Malang
19. JTV Malang 34 UHF JTV/JPMC Malang
20. Malang TV 50 UHF Malang
Malang
TV adalah sebuah stasiun televisi lokal di Kota Malang, yang berlokasi di Jl.
Puncak Joyo Agung - Merjosari Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Malang TV
adalah stasiun televisi lokal pertama di Kota Malang dan didirikan sekitar
akhir 2004. Siaran Malang TV dimulai pada pukul 06.00 dan berakhir pada 24.00
WIB. Siaran utama Malang TV adalah film-film serial Korea, berita "Lintas
Berita" dan "Lintas Olahraga", serta program lokal lainnya.
Siaran Malang TV dapat diterima di kanal 50 UHF dan dapat ditangkap di area
sekitar Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, dan beberapa
wilayah di dekatnya.
21. MHTV Malang
52 UHF Malang
22. Batu
Televisi 48 UHF Batu
Batu
TV merupakan stasiun televisi lokal Malang Raya yang berpusat di Kota Batu.
Stasiun televisi ini berada di frekuensi 48 UHF. Lokasi kantor dan studionya
berada di lereng gunung dan pegunungan setinggi ±1.100 m dari permukaan laut
ditunjang dengan pemandangannya yang indah merupakan keuntungan tersendiri bagi
Batu TV untuk mendapatkan pemandangan yang bagus dalam pengambilan gambar untuk
sebuah produksi acara dan menembus jangkauan pancar hingga ke pelosok Malang
Raya.
Batu
TV berdiri dilatarbelakangi oleh adanya otonomi daerah Kota Administratif Batu
menjadi Kota Batu, munculnya undang – undang pertelevisian lokal dan dari letak
demografi ada potensi usaha pertelevisian di Malang Raya.
Program
Acara Batu TV terbentuk berdasarkan kerjasama dengan Tim Kreatif Batu TV,
Production House (PH) dan Event Organizer (EO) baik lokal maupun nasional.
Selain
itu banyaknya potensi-potensi daerah yang dapat dikembangkan, status Kota
Malang sebagai kota Pelajar dimana mahasiswa dan pelajar dari seluruh pelosok
daerah menempuh pendidikan di Kota Malang, Potensi Pariwisata yang sangat
besar, serta kreatifitas masyararakatnya. Dengan tujuan ingin berperan aktif
dalam membangkitkan dan menggali potensi-potensi daerah serta meningkatkan
pendapatan dan kreatifitas masyararakat Malang Raya, Batu TV menghadirkan
program–program acara dengan jangka waktu siar setiap Senin sampai Minggu pukul
07.00 hingga pada pukul 22.00 WIB.
23. Agropolitan
TV 32 UHF Kompas TV Batu
Agropolitan
TV merupakan salah satu stasiun televisi lokal di Indonesia yang
menyelenggarakan siaran di Kota Batu, Jawa Timur. Saat ini kepemilikan ATV
berada di bawah Pemerintah Kota Batu. ATV beroperasi di Channel 32 UHF dengan
waktu siaran dari pukul 4.00 pagi hingga pukul 2.00 pagi, dan 24 jam selama
Ramadan. Cakupan siaran dari ATV hingga September 2006 telah menjangkau semua
wilayah Malang Raya dan sebagian kecil wilayah Kab. Lumajang.
Pada
bulan Mei 2011, status ATV berubah menjadi Lembaga Penyiaran Publik Daerah.
Sejak 30 Agustus 2011 stasiun televisi ini bergabung dengan jaringan Kompas TV
dan menyiarkan program-program Kompas TV.
24. Dhamma TV 26 UHF Batu
Dhamma
TV adalah salah satu stasiun televisi lokal yang beralamat di Jl. Ciliwung 57E
Kota Malang, Jawa Timur, yang daya pancarnya memancarkan sekitar wilayah Kota
Malang dan sekitarnya, Trenggalek, Tulungagung, Lamongan, Bromo, Pasuruan,
Madiun, Kediri, Blitar, Jombang, Nganjuk. Dhamma TV berdiri pada tanggal 14
Januari 2006 sebagai pengganti Gema Nurani TV yang dipimpin oleh bhiksu
Dhammavijayo. Dhamma TV merupakan TV religius Buddha yang pertama di Indonesia.
Sekarang Dhamma TV beroperasi di channel 26 UHF (511,25 MHz) mulai pukul 05.45
sampai pukul 23.00.
25. Dhamma TV
Kediri 39 UHF Dhamma TV Batu
26. Kilisuci TV
21 UHF TempoTV
Kediri
Kilisuci
TV (KSTV) adalah sebuah stasiun televisi regional di Kota Kediri, Jawa Timur,
dan memiliki jangkauan di Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Jombang. Stasiun
televisi ini dimiliki oleh PT Kediri Global Mediatama. KSTV memiliki slogan TV
Kita Semua. Berdirinya KSTV telah melalui proses pemikiran dan pertimbangan
yang matang, yang menjadikannya memiliki dasar yang kuat dalam melangkah.
Hadirnya
KSTV dimaksudkan untuk menciptakan dan menumbuhkan pola pikir masyarakat agar
lebih maju dan berkembang yang berdasar pada aspek-aspek seni dan budaya
masyarakat yang ada. Sehingga akan dapat membuka wawasan masyarakat, yang
tentunya juga akan berpengaruh pada perkembangan dan peningkatan di segala
aspek kehidupan masyarakat baik politik, ekonomi maupun sosial budaya. Dengan
demikian masyarakat akan memiliki pola pikir yang maju dengan tanpa
meninggalkan konteks budaya yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat
sehari-hari.
Lokasi
KSTV yang strategis dan didukung fasilitas serta sarana dan prasarana kota yang
baik, semakin memudahkan KSTV dalam upaya mengembangkan potensi lokal yang
sudah ada sebelumnya, melalui berbagai macam program acara yang telah disusun
dan disiapkan, serta tentunya menjadi sumber informasi dan pada akhirnya akan
dapat pula mendukung pengembangan potensi daerah dan diharapkan dapat
meningkatkan kehidupan masyarakat di segala aspek.
27. DhohoTV 23 UHF City
TV Network Kediri
DhohoTV
merupakan TV lokal swasta komersial pertama di Kediri, Jawa Timur dibawah
naungan manajemen PT. Dhoho Media Televisi dengan kantor pusat di Jl. Mayjen
Panjaitan No.1 Kediri. DhohoTV merupakan representasi dari sebuah harapan untuk
mengembangkan sebuah televisi lokal menjadi sebuah medium penyiaran yang tidak
bisa dipandang sebelah mata oleh stasiun-stasiun TV yang berbasis Nasional,
terlebih bagi warga eks.Karesidenan Kediri dan sekitarnya.
Dengan
belajar dari pengalaman tv-tv lokal yang lebih dulu telah eksis di dunia
pertelevisian, DhohoTV akan berusaha membuat dan menayangkan program-program
yang menghibur tanpa meninggalkan kewajiban sebuah media massa sebagai media
edukatif.
Seiring
dengan otonomi daerah dan semangat menciptakan TV yang sesuai dengan masyarakat
Eks.Karesidenan Kediri sebagai kota santri, kota budaya dan kota tujuan wisata.
Maka kehadiran DhohoTV sangat bermanfaat bagi masyarakat pemirsa maupun
industri pendukung pertelevisian (Rumah Produksi, Penyelenggara Acara,
Periklanan, dll).
Siaran
dari DhohoTV menjangkau wilayah Kediri, Blitar,Tulungagung, Trenggalek,
Kertosono, Nganjuk, Jombang melalui kanal frekuensi 23 UHF (524 s/d 530 MHz).
Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
28. BBS TV 43 UHF Kediri
29. JTV Kediri 29 UHF JTV/JPMC
Kediri
30. Rajawali TV
37 UHF Blitar
Rajawali
TV sebuah stasiun televisi swasta lokal di Kota Blitar, Jawa Timur. Rajawali TV
adalah televisi swasta lokal pertama di Blitar sekaligus yang terbesar hingga
saat ini. Jangkauan Rajawali TV meliputi hampir seluruh Karesidenan Kediri
(Blitar, Tulungagung, Kediri) dan juga bisa diterima di Malang, Trenggalek,
Jombang, Mojokerto.
31. Sakti TV 52 UHF Sakti
TV Network Madiun
Sakti
TV Madiun (sebelumnya bernama Madiun TV dan Sakti Madiun) adalah stasiun
televisi lokal di Madiun, Jawa Timur. Sakti TV Madiun merupakan kelompok media
TV pertama yang didirikan oleh Sakti TV Network yang berpusat di Surabaya.
Sakti TV Madiun bermarkas di Graha Swara Building Jl.Kelapa Manis 38 Madiun.
Sakti TV Madiun memperoleh ijin rekomendasi siaran pada bulan September 2009
setelah dinyatakan lulus dari ujian kelayakan yang dilakukan tim antar
departemen pemerintah, dan sejak tanggal 9 Desember 2009, Sakti TV Madiun
memulai siaran secara resmi dengan nama Madiun TV. Dan sejak tanggal 14 Januari
2012, Madiun TV berganti nama menjadi Sakti Madiun. Peresmian perubahan nama
dan manajemen Sakti Madiun dilaksanakan pada 19 Februari 2012 dalam acara
Harmoni Langkah Sakti Madiun di Auditorium RRI Madiun. Sakti TV Madiun
mengudara selama 18 jam per hari pada pukul 06.00-00.00 WIB, pada saluran 52
UHF. Jangkauan dari televisi ini adalah Kota Madiun, Kabupaten Madiun,
Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo. Dan mulai tahun 2013,
Sakti Madiun berganti nama menjadi Sakti TV Madiun.
32. ATV Madiun Madiun
ATV
Madiun adalah stasiun televisi lokal di Madiun, Jawa Timur. ATV didirikan akhir
tahun 2003, siaran percobaanya di mulai awal tahun 2005 dan di awal bulan Juli
tahun 2006 mendapat izin frekuensi resmi di Channel 33 UHF dari KOMINFO
(Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi) dengan cover area Madiun, Magetan,
Ngawi, Caruban, Ponorogo, Dungus, Nganjuk dan Wonogiri.
Bermodal
izin tersebut serta dukungan dari masyarakat luas dan berbagai pihak baik oleh
pemuka agama, adat, PEMKOT, PEMDA, POLWIL, serta pihak-pihak lain, semakin
memantapkan perjalanan ATV Madiun untuk menggali keanekaragaman potensi budaya,
memajukan dan mengangkat perekonomian daerah yang selama ini masih terpendam.
33. JMTV 54 UHF Jember
34. Jujur
Jember TV (JTV) Jember
35. Citra TV 47 UHF JTV/JPMC
Lamongan
36. Persada TV 43 UHF Lamongan
37. Madura
Channel 44 UHF Sumenep
MADURA
CHANNEL (disingkat sebagai Machan) adalah sebuah stasiun televisi swasta
regional di Sumenep, Jawa Timur. Madura Channel adalah stasiun televisi swasta
pertama dan satu-satunya di madura. Madura Chanel adalah stasiun televisi yang
berada dibawah naungan dari Machan Corp, yang terdiri dari Machan FM dan Koran
Madura. Jangkauan Madura Channel meliputi hampir seluruh Madura. Stasiun
televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah
Madura dan berita lokal. Stasiun TV ini mulai beroperasi pada 16 April 2007
pada channel 44 UHF.
38. B-One TV 49 UHF Bojonegoro
Bali
1. TVRI Bali 29 UHF TVRI
Denpasar
2. Kompas TV
Dewata 23 UHF Kompas TV Denpasar
3. NET. Bali 39 UHF NET.
Denpasar
4. Bali TV 49 UHF Indonesia
Network Denpasar
5. BMC TV 53 UHF SINDOtv
Denpasar
Bali
Music Channel atau lebih dikenal oleh masyarakat Bali, "BMC" adalah
salah satu dari empat TV lokal swasta di Bali. BMC sendiri mengusung tema News
& Entertainment dengan program andalan berita dan hiburan. BMC mengudara
selama 17 Jam dari Pk. 07.00 Wita-00.00 Wita, dimana acara unggulannya antara
lain Klip Bali By Request, Bali News, Gumi Bali, Dharma Gita Wacana dan
lain-lain. BMC sendiri berada pada kanal 53 UHF. Area Coveragenya sudah
mencakup seluruh wilayah Bali.
6. Nirwana TV 53 UHF JPMC Singaraja
Nirwana
TVAdalah merupakan televisi Lokal di Singaraja yang berdiri dibawah bendera
JawaPosGrup,mengudara pertama kali pada tanggal 10 november 2013,sengaja
dipilih tanggal itu karena bertepatan dengan hari pahlawan,yang diharapkan program
program kami dapat menjadi semangat tersendiri bagi pemirsa "Nirwana
TV".
Nama
Nirwana sendiri dipilih sebagai bentuk keindahan dan sarat akan nilai
estetikadan memang sudah selayaknya bahwa sebuah televisi bukan hanya sebuah
media informasi tapi juga sebagai media yang kaya dengan unsur seni dan
keindahan sebagaimana hal ini adalah sebuah kekuatan yang dimiliki pulau Bali.
Sebagai satu-satunya Televisi yang berpusat di bagian Utara pulau Bali yang
sangat indah dengan keragaman budaya dan potensi wisata yang sangat besar
tentunya Nirwana TV menjadi kebanggaan masyarakat Bali Utara dengan Slogan
“Adiluhung Bali Utara”.
Visi
Menjadi
Satu-Satunya TV Kebanggaan Masyarakat Bali Utara
Misi
1.
Menjadi stasiun televisi lokal yang menyediakan informasi terkini yang
inovatif,solutif, mendidik, dan menghibur. 2. Mengajak masyarakat untuk
meningkatkan dan mengasah potensi lokal yang ada untuk menuju masyarakat yang
berbudaya. 3. Menjalin komunikasi yang terbuka dan demokratis dengan menyajikan
program acara edukatif, solutif, dan menghibur sebagai bagian dari tujuan
mencerdaskan masyarakat dan meningkatkan kearifan lokal. 4. Menjadikan aspek
bisnis untuk pengembangan usaha yang dapat memberikan keuntungan dan
kesejahteraan bagi warga masyarakat luas baik langsung maupun tidak langsung.
7. Indo TV Top TV Network Denpasar
Top
TV Network adalah sebuah stasiun televisi swasta berjaringan di Indonesia.
Stasiun televisi ini merupakan stasiun televisi berjaringan pertama yang
memfokuskan diri pada wilayah timur dan tengah Indonesia.
8. RTV
Denpasar 51 UHF Rajawali Televisi Singaraja dan Denpasar
Nusa Tenggara Barat
1. TVRI Nusa
Tenggara Barat TVRI Lombok
2. Lombok TV 22 UHF City TV Network Lombok
Lombok
TV adalah stasiun televisi lokal pertama yang ada di daerah Nusa Tenggara
Barat. Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar
kebudayaan daerah dan berita lokal.
Lombok
TV sebagai stasiun televisi lokal kebanggan masyarakat Pulau Lombok dan menjadi
pilihan untuk mendapatkan referensi dalam hal berita maupun program-program
menarik lainnya (seperti sasak tulen, koes plus night, online request &
musik spesial) yang kami sajikan.
Lombok
TV sudah dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Pulau Lombok, yang
meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan sebagian Lombok Timur.
Saat ini, Lombok TV juga melakukan proses pengembangan jaringan untuk dapat
menjangkau Kabupaten Sumbawa, Bima dan Dompu.
Dengan
kekuatan pemancar sebesar 2000 KW di Bukit Ketejer serta 1300 KW yang
masing-masing telah terpasang di Lombok Timur untuk menjangkau Sumbawa Barat
dan 1300 KW di Lombok Utara.
Dengan
potensi yang miliki saat ini, Lombok TV merupakan salah satu media promosi yang
efektif untuk memasarkan produk barang maupun jasa.
Stasiun
televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
3. Lombok Post
TV 44 UHF JPMC Mataram
Lombok
Post TV atau lebih sering dikenal dengan sebutan LPTV, merupakan salah satu
televisi lokal yang berada di Wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara
Barat.
Lombok
Post TV merupakan televisi lokal yang dikelola oleh grup media terbesar di
Indonesia, yaitu JPMC melalui Lombok Post Group. Lahir pada tanggal 14 Oktober
2012 dan mengukuhkan sebagai salah satu TV lokal yang beroperasi dan berkantor
di Gedung Graha Pena Lombok, Jl. TGH Faisal No.33, Turida, Sandubaya, Kota
Mataram. Lombok Post TV mengudara pada Channel 44 UHF.
Lombok
Post TV melakukan siaran percobaan untuk pertama kalinya pada tanggal 3 Mei
2013 dan diresmikan oleh Lombok Post Group di Mataram, NTB pada tanggal 1
Agustus 2013. Jangkauan siarannya meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok
Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, dan Sumbawa Besar.
Lombok
Post TV dengan latar belakang media group yang kuat sepertinya distrategikan
untuk selalu menyajikan informasi yang lebih dekat kepada masyarakat sekitar
melalui peningkatan program-program inovatif yang sesuai dengan kondisi
kekinian masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya serta menjadi mitra bagi
masyarakat dan pemerintah daerah untuk ikut mensukseskan program pembangunan
khususnya di bidang pendidikan, kebudayaan, promosi wisata dan promosi bidang
usaha lainnya.
Saat
ini Lombok Post TV mengudara di Channel 44 UHF dengan kekuatan pemancar sebesar
3,3 KW dan dapat ditangkap dengan menggunakan antena biasa. Program-program
Lombok Post TV dikemas untuk multi segmen dengan beragam jenis acara, mulai
dari hiburan, pendidikan, olahraga, keagamaan dan berita-berita aktual.
Sesuai
dengan visi misi yang disampaikan kepada masyarakat bahwa Lombok Post TV akan
menjadi media free to air terbaik di wilayah Nusa Tenggara Barat, yang
menyuguhkan beragam konten terbaik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
kearifan lokal dengan cita rasa nasional dan internasional. Serta berupaya
membangun masyarakat Kota Mataram, NTB dan Indonesia secara keseluruhan melalui
sajian program yang mendidik, informatif dan memberikan inspirasi.
4. RTV Mataram
54 UHF Rajawali Televisi Mataram
5. SINDOtv
Mataram 38 UHF SINDOtv Mataram
6. Bima TV 51 UHF Bima
Bima
TV adalah sebuah stasiun televisi pertama di Pulau Sumbawa. Bima TV berdiri
sejak 13 April 2003, menjangkau wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. Saat ini
sedang disiapkan untuk menjangkau wilayah Kabupaten Dompu. Acara andalan Bima
TV adalah Berita Daerah BIMA MENYAPA. Selain berita daerah, Bima TV juga
memiliki aneka acara budaya, pariwisata, pendidikan. Dialog Interaktif dengan
topik-topik menarik juga menjadi andalan Bima TV. Hal ini dapat dilihat dari
antusiasnya masyarakat ikut berinteraksi dalam setiap dialog. Bima TV juga selalu
ikut aktif dalam proses politik lokal seperti Pemilukada Kota Bima dan
Kabupaten Bima.
Bima
TV mengudara pada channel 51 UHF dan mulai siaran pkl 06.30 WITA sampai dengan
pukul 23.00 WITA.
Saat
ini, bersama 38 televisi daeri berbagai daerah, telah membangun perusahaan
konsorsium yaitu Indonesia Brodcasting Network (IBN) dengan badan hukum PT.
Indonesia TV Lokal Network, yaitu perusahaan bersama yang berpusat di Jakarta.
Perusahaan ini akan memproduksi acara yang akan ditayangkan serentak di 38
televisi daerah, sebagai pemilik saham.
Bima
TV berkantor pusat di Jl. Gajah Mada Nomor 66 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.
Bima TV didirikan oleh Ir. Khairudin M. Ali, M. AP yang saat ini menjadi Direktur
Utama. Karena kegigihannya membangun Bima TV, pada tahun 2007 mendapat
kehormatan dari Pemerintah Amerika Serikat dan diundang dalam International
Visitor Leadership Program, mengunjungi negara itu selama lebih kurang sebulan.
7. TV Sumbawa
Barat Taliwang
TV
Sumbawa Barat adalah stasiun televisi lokal pertama yang ada di daerah
Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Stasiun televisi ini
menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah dan berita
lokal.
Nusa Tenggara Timur
1. TVRI Nusa
Tenggara Timur TVRI Kupang
2. AFB TV 40 UHF Kompas
TV Kupang
3. Kupang TV Kupang
4. RTV Kupang 44 UHF Rajawali Televisi Kupang
Kalimanatan Selatan
1. TVRI
Kalimantan Selatan 43 UHF DAN 8 VHF TVRI Banjarmasin
2. Banjar TV 42 UHF City
TV Network Banjarmasin
Banjar
TV adalah saluran televisi swasta lokal pertama di Kalimantan Selatan. Stasiun
televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
3. Duta TV 44 UHF Banjarmasin
Duta
TV menjadi salah satu televisi lokal ternama di Kalimantan Selatan. Bersiaran
sejak tahun 2007, eksistensinya kian matang dengan perubahan manajemen pada
tahun 2009. Selain manajemen, tagline dan logo pun turut berubah dari logo
kepala dan tanduk rusa, menjadi logo sembilan jukung atau sampan. Didukung
pemancar, studio dan sumberdaya yang memadai, membuat Duta TV menjadi
satu-satunya televisi lokal pertama yang memiliki izin siaran tetap. Tanggal 2
Agustus 2010, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Tifatul
Sembiring, menerbitkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta
untuk PT. Duta Televisi Indonesia. Duta TV sangat konsen untuk menjadi news
television (tv berita) di Bumi Lambung Mangkurat. Sejumlah program acara yang
dituangkan dalam bentuk news bulletin dan news magazine, digarap untuk memenuhi
kebutuhan informasi bagi masyarakat yang cepat, akurat dan bertanggung jawab.
Tagline;
Inspirasi Banua menjadi harapan agar Duta TV benar-benar menjadi inspirasi bagi
pemirsanya diseluruh penjuru Kalimantan Selatan. Bersiaran di kanal 44 UHF,
sebagian besar program acara Duta TV diproduksi dengan mengutamakan konten
lokal, sehingga mudah diterima khalayak pemirsa.
Logo
Duta TV
Jukung
atau sampan adalah alat transportasi utama warga, khususnya Banjarmasin dan
umumnya di Kalimantan Selatan. Jukung juga simbol kearifan lokal dengan pepatah
bijak; kayuh baimbai (dayung bersama) bermakna kebersamaan dan kekompakan.
Jumlah jukung atau sampan ada sembilan, sebagai angka tertinggi yang bermakna
meraih kesempurnaan. Warna dasar jukung yang cerah dan berbeda, menjadi simbol
heterogenitas suku yang ada di Kalimantan Selatan. Warna-warna cerah ini
sebagai bentuk dedikasi dan apresasi seluruh komponen di Duta TV. Warna oranye
perlambang matahari yang selalu menyinari Bumi Lambung Mangkurat, warna kuning
simbol raja dari Kerajaan Banjar dan warna merah symbol keberanian dan
kebahagiaan.
4. Kompas TV
Banjarmasin 46 UHF Kompas TV Banjarmasin
5. SUN TV
Banjarmasin 50 UHF SINDOtv Banjarmasin
6. RTV
Banjarmasin 48 UHF Rajawali Televisi Banjarmasin
7. TPKS 60 UHF Banjarmasin
Televisi
Pendidikan Kalimantan Selatan (TPKS) adalah saluran televisi swasta lokal yang
mengusung tema pendidikan di Kalimantan Selatan. Televisi ini berada pada
channel 60 VHF pada Frekuensi 783,15 Mhz.
Alamat
: Lantai II Gedung Kantor Wilayah Dinas Pendidkan Nasional Kalimantan Selatan,
Jl. S. Parman no.44 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
8. TV Majta 2 UHF Banjarmasin
9. NET.
Kalimantan Selatan 60 UHF NET. Pelaihari
(jangkuan siarannya di Kota Banjarmasin)
10. Selidah TV 5 UHF Marabahan
11. AMTV
(Amuntai TV) 37 UHF Amuntai
12. Murakarta
TV 5 UHF Barabai
13. Barabai TV 32 UHF Barabai
14. Tapin TV 22 UHF Rantau
Tapin
TV adalah sebuah saluran televisi lokal yang mengudara di wilayah Kabupaten
Tapin, Kalimantan Selatan. Tapin TV didirikan pada tanggal 30 November 2004.
Sebelumnya stasiun TV ini bernama Rantau TV (Ran TV) dan tayang tiga kali
seminggu. Namun, sejak awal Agustus 2010, siaran Tapin TV diperpanjang menjadi
setiap hari mulai pukul 15.00 - 19.00 WITA. Tapin TV sepenuhnya dimiliki oleh
Pemerintah Kabupaten Tapin.
15. Tabalong TV
Tanjung
Kalimantan Tengah
1. TVRI
Kalimantan Tengah TVRI Palangkaraya
2. NET.
Kalimantan Tengah 27 UHF NET. Palangkaraya
3. RTV
Palangkaraya 25 UHF Rajawali Televisi Palangkaraya
4. Palangkaraya
TV Palangkaraya
5. Suara
Sampit TV Sampit
Kalimantan Barat
1. TVRI
Kalimantan Barat 7 VHF TVRI Pontianak
2. Kompas TV
Pontianak 39 UHF Kompas TV Pontianak
3. Ruai TV 43 UHF Pontianak
4. KCTV 45 UHF SINDOtv
Pontianak
Kapuas
Citra Televisi (KCTV) adalah stasiun televisi swasta lokal di Kota Pontianak,
Kalimantan Barat. KCTV merupakan stasiun televisi afiliasi dari SINDOtv milik
Media Nusantara Citra yang jangkauan siarannya meliputi Pontianak dan
sekitarnya. Siaran KCTV ditayangkan pertama kali pada tahun 2008. Jam siaran
KCTV dimulai pukul 16.00 sampai 00.00 WIB. KCTV berada di Channel 45 UHF.
5. PonTV 47 UHF JPMC
Pontianak
6. RTV
Pontianak 51 UHF Rajawali Televisi Pontianak dan Kubu Raya
7. SambasTV 40 UHF Sambas
8. M2TV 40 UHF Pontianak
M2TV
adalah sebuah stasiun televisi lokal Indonesia yang berpusat di Kalimantan
Barat. Stasiun televisi ini mengudara dari jam 10.00-21.00, Jum'at yang
mengudara dari jam 09.00-21.00 karena ada siaran Salat Subuh yang disiarkan
langsung dari Ka'bah, Makkah Al-Mukarramah serta Sabtu yang mengudara dari jam
08.00-21.00 karena pukul 08.30 ada siaran program "Yaa Bunayya".
Kalimantan Timur
1. TVRI
Kalimantan Timur TVRI Samarinda
2. RTV
Balikpapan 34 UHF Rajawali Televisi Balikpapan
3. TV8
Balikpapan 38 UHF Balikpapan
TV8
Balikpapan atau dikenal sebagai TV8 adalah salah satu televisi lokal yang
berada di Kota Balikpapan. TV8 berkantor di Jl. APT Pronoto RT 39 no 10 Gunung
Sari Ilir Balikpapan Tengah. TV8 berada di Channel 38 UHF. Jangkauan siarannya
berada di seluruh Kalimantan Timur. Stasiun televisi ini menitikberatkan
siarannya pada tayangan seputar kebudayaan daerah Balikpapan dan berita lokal.
Stasiun
televisi ini merupakan jaringan dari CTV Network.
4. TV Beruang Balikpapan
5. Balikpapan
TV 26 UHF JPMC Balikpapan
6. Info
Channel Balikpapan
7. Mahakam TV 39 UHF CTV
Network Samarinda
8. KalTV Samarinda
9. Kaltim TV Samarinda
10. Tepian TV Samarinda
Tepian
TV (dahulu bernama Tepian Channel) merupakan salah satu televisi lokal di
Samarinda. Tepian TV dimiliki oleh PT. Tepian Multimedia yang berada di bawah
naungan Mitra Kabel Group. Jangkauan siarannya telah mencapai seluruh Kota
Samarinda. Tepian TV telah mendapatkan no izin prinsip siaran
244/KEP/M.KOMINFO/07/2010 dari Menteri Komunikasi dan Informatika.
Tepian
TV sebagai media televisi lokal yang menjadi fenomena tersendiri bagi
masyarakat di Samarinda. Hal ini terjadi di sebabkan kurangnya konten lokal
kota Samarinda yang di tayangkan di televisi swasta nasional.
Tepian
TV merupakan salah satu deklarator Asosiasi Televisi Kalimantan Timur yang
digelar 27 Februari 2010 lalu. Bersama enam televisi lokal se Kalimantan Timur
yakni Beruang TV, Tarakan TV, Paser TV, PKTV, Berau TV, dan Nunukan Channel
mendeklarasikan diri dalam wadah Asosiasi Televisi Kalimantan Timur. Dengan
sistem berjaringan melalui Asosiasi Televisi Kalimantan Timur tersebut, enam
televisi lokal sepakat melakukan kerja sama dalam proses transfer informasi di
setiap daerah sehingga informasi di masing-masing daerah dapat terekspos ke
khalayak publik. Selain itu enam televisi lokal tersebut juga sepakat melalukan
kerjasama dalam bidang advertaising (iklan dan promo produk), barter program
siaran dan lainnya.
Tepian
TV berafiliasi dengan sejumlah televisi lokal di tanah air, yakni Mimoza TV di
Gorontalo, Prima Vison di Banjarmasin, Andalaz Channel di Palembang, Bintan
Channel di Kepulauan Riau yang berinduk dengan Mitra Kabel Group yang berpusat
di Surabaya, Jawa Timur. Tepian TV juga bejaringan dengan TempoTV yang
merupakan content provider di sejumlah televisi lokal di tanah air.
Selain
didukung oleh sinergi jaringan yang kuat, Tepian TV didukung dengan SDM muda
yang handal, tim kreatif, dan pekerja keras yang terus mengikuti trendsetter
petelevisian lokal, nasional dan internasional. Hal tersebut semakin
mengkokohkan Tepian TV sebagai trade mark local channel di Samarinda.
Format
siaran Tepian TV secara umum bermuatan Islami, namun tidak melepas sisi berita
dan informasi kepada masyarakat. Penggolongan dan persentase mata acara siaran
berdasarkan agama atau Dakwah Islam 30%; berita 25%; hiburan / olah raga dan
musik 20%; pendidikan dan kebudayaan 12,5%; penerangan/informasi 7,5%; dan
iklan 7,5%. Persentase materi siaran lokal & asing yakni: lokal 95% dan
asing 5%. Adapun sumber materi acara siaran yakni: in house production 70%;
akuisisi atau membeli produk dari dalam maupun luar negeri 7,5% dan kerjasama
program, revenue sharing siaran sebanyak 22,5%. Persentase siaran musik
digolongkan berdasarkan jenis musik yakni Indonesia populer 70%; dangdut 10%;
barat 10%; dan tradisional/daerah 10%. Waktu siarannya dimulai dari pukul 04.00
s/d pukul 24.00.
11. PKTV 26 UHF City
TV Network Bontang
Publik
Khatulistiwa TV (disingkat: PKTV) adalah stasiun televisi regional Indonesia
yang melakukan siaran di kota Bontang, Kalimantan Timur. Siaran PKTV mulai
mengudara di kota Bontang sejak tahun 1998 dengan jangkauan siaran hingga
mencapai sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur. Stasiun PKTV terletak di
gedung GOR Pupuk Kaltim, Jl. Alamanda PC VI PKT dan bersebelahan dengan stasiun
radio SKFM 103,9 FM. Stasiun PKTV dikelola dan didirikan oleh Pupuk Kaltim.
Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV Network.
12. LNGTV Bontang
LNGTV
merupakan stasiun TV pertama di Bontang yang dulunya hanya merupakan sebuah
studio biasa dengan nama Studio45. LNGTV merupakan stasiun TV lokal yang
dikelola sekaligus didirikan oleh Badak NGL. Stasiun ini berdiri pada tahun
1996 tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1996. Studio lama milik LNGTV dulu
terletak di depan Recreation Hall milik Badak NGL. Studio baru LNGTV sekarang
ini berada di area Town Center milik Badak NGL. LNGTV kini mengudara selama 24
jam dengan memiliki jangkauan siaran mencapai wilayah Kota Bontang dan
sekitarnya.
13. Kutim TV Sangatta
14. Channel
Etam Tenggarong
15. Grogot TV Tanah Grogot
16. Grogot
Vision Tanah
Grogot
17. Paser TV Tanah Grogot
18. Berau TV Tanjung Redeb
Kalimantan Utara
1. TVRI
Tarakan TVRI Tarakan
2. Nunukan
Channel Nunukan
3. Tarakan TV Tarakan
Tarakan
TV adalah stasiun televisi swasta regional Indonesia dan berpusat di Kalimantan
Utara. Tarakan TV mulai mengudara pada tanggal 1 Agustus 2003 dari Gedung GADIS
Lt. 6 Jl. Jendral Sudirman 76 Tarakan 77111.
Tarakan
TV mengudara mulai pukul 06.00-23.00. Program-programnya antara lain Lintas
Pagi, Ulasan Media, Lintas Interaktif, Jurnal VOA, Lintas Kaltara, Suara Anda
(obrolan Masyarakat), Dialog Sepekan, Polisi Kita, Obsesi, Mr. Bean, Obrolon
Politik, Reques Musik Mancanegara, Syiar Islam, Renungan Qolbu, dan Serial film
Asia.
Didirikan
pada tahun 2003 dan mulai beroperasi dengan menayangkan siaran perdana pada tanggal
1 Agustus 2003, Tarakan TV merupakan televisi yang masih relatif muda dari
televisi lain yang sudah ada pada masa itu. Kehadiran Televisi Publik Lokal
telah memberikan pencerahan bagi industri pertelevisian Indonesia lewat
serangkaian terobosan dan inovasi baru yang mengutamakan pelayanan informasi,
pendidikan dan hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak heran jika dalam
kurun waktu 3 tahun kemudian Tarakan TV mampu menyejajarkan diri dengan media
lain di wilayah Kalimantan Timur.
Agar
program yang ditayangkan Tarakan TV dapat dinikmati oleh seluruh pemirsa hingga
wilayah perbatasan Malaysia, Tarakan TV telah menyusun perencanaan bisnis
dengan dialokasikannya investasi pembangunan 2 stasiun relai pada akhir tahun
2006 dengan jangkauan siaran yang mencapai 80% dari total penduduk Kalimantan
Timur Wilayah Utara.
Saat
ini Tarakan TV sedang membangun stasiun pemancar baru di Pusat Kota Tarakan
dengan didukung menara kurang lebih 120 meter untuk meningkatkan kualitas
penerimaan siaran di wilayah Tarakan dan sekitarnya yang terganggu akibat
perkembangan pembangunan gedung-gedung tinggi dan wilayah yang berbukit.
Kesuksesan
dalam mengarungi kancah pertelevisian tidak membuat Tarakan TV lupa pada misi
sosial sebagai televisi publik lokal yang diembannya. Kegiatan sosial
"Tarakan TV Peduli" dan berbagai kegiatan lainnya yang digalakkan
secara sukarela adalah salah satu bentuk kepedulian Lembaga Penyiaran Publik
terhadap masyarakatnya.
Tarakan
TV hadir sebagai televisi lokal pertama di wilayah utara Kaltim, sekaligus
satu-satunya media yang menyasar segmen (pemirsa) berbagai kelas masyarakat.
Kehadiranya di Wilayah Utara Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Malaysia,
banyak mengupas berbagai sisi informasi seputar dunia ekonomi, politik, dan
budaya yang tersaji secara apik dan komprehensif.
Disiarkan
dengan gaya yang khas dan lugas, serta bahasa yang santun menjadikan Tarakan TV
mudah diterima segenap lapisan masyarakat, Karenanya acara yang tersaji mampu
memberikan inspirasi sekaligus pencerahan bagi pemirsa. Tarakan TV menjadi
media audio visual yang pas dijadikan referensi utama para pengambil keputusan,
profesional, aktivis organisasi, maupun pelaku usaha apapun.
Mulai
Bulan September 2006 alamat URL Tarakan TV menjadi http://www.tarakan-tv.com
4. Interconection
TV Tarakan
Sulawesi Selatan
1. TVRI
Sulawesi Selatan 37 UHF TVRI Makassar
2. Kompas TV
Makassar 23 UHF Kompas TV Makassar
3. Fajar TV 49 UHF JPMC
Makassar
Fajar
TV merupakan salah satu stasiun televisi lokal di kota Makassar. Stasiun
Televisi yang menggunakan bahasa Makassar dalam program acaranya ini beroperasi
pada frekuensi 49 UHF. Direktur Stasiun Televisi yang memiliki motto Makassar
Sebenar-benarnya Makassar saat ini dijabat oleh M Sahlan Kartono. Fajar TV
dimiliki oleh surat kabar Fajar dan Grup Jawa Pos. Stasiun televisi ini
merupakan anggota jaringan JPMC.
4. SUN TV
Makassar 51 UHF SINDOtv Makassar
SUN
TV Makassar adalah stasiun televisi lokal ketiga yang berada di Kota Makassar,
Sulawesi Selatan, Indonesia. Siaran SUN TV Makassar ditayangkan pertama kali
pada 14 Januari 2009. Pada saat SUN TV Makassar sedang melakukan siaran
percobaan, SUN TV Makassar hanya merelay MNC News saja. Kemudian, mulai 1 Maret
2009, SUN TV Makassar telah bersiaran resmi dan menjadi mitra jaringan dari SUN
TV Jakarta. Pada Agustus 2009, SUN TV Makassar tidak bersiaran karena
memindahkan frekuensi dari 31 UHF menjadi 51 UHF. Saat itu pula, pada saat SUN
TV berubah nama menjadi SINDOtv, nama SUN TV Makassar tetap digunakan. Saat
ini, SUN TV Makassar sudah resmi menjadi TV lokal di Makassar sejak September
2011. Dengan nama perusahaannya PT. Sun Televisi Makassar. Slogannya adalah
Referensi Sulawesi Selatan. Siaran lokal SUN TV Makassar hadir setiap hari
pukul 17.00 S/D 20.00 Wita dan pukul 23.00 S/D 24.00 Wita. Stasiun televisi ini
merupakan jaringan dari SINDOtv.
5. Celebes TV 31 UHF Makassar
Celebes
TV adalah stasiun televisi berita lokal untuk daerah Sulawesi. Celebes TV
berada dalam kanal 31 UHF dan disiarkan di 6 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan
yaitu Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Sejarah
Celebes TV resmi mengudara di kanal 31 UHF. Untuk tahap awal
Celebes TV akan mengudara pertama selama enam jam pukul 17.00 S/D 23.00 Wita.
Siaran mengudara kedua selama 3 setengah jam pukul 14.00 S/d 16.30 Wita. Siaran
mengudara ketiga selama 5 setengah jam pukul 12.00 S/d 16.30 Wita. Siaran
mengudara ke empat selama enam jam 45 menit pukul 09.45 S/d 16.30 Wita. Siaran
mengudara ke lima selama 5 jam pukul 15.00 S/d 20.00 Wita pada program Celebes
Update, Celebes Musik Dan Kultum. Dan terakhir, siaran uji coba pada saat
program Celebes Musik pukul 17.00 S/d 02.00 Wita. Celebes TV memulai dalam
tahap pola siaran atau tes sinyal selama satu bulan.
Celebes TV merupakan televisi lokal ketiga yang ada di Kota
Makassar, setelah Makassar TV dan Fajar TV. Celebes TV menyajikan sejumlah
tayangan yang informatif, inovatif, dan mendidik. Celebes TV merupakan televisi
lokal yang sumber daya manusianya merupakan gabungan, mantan sejumlah karyawan
televisi nasional. Dengan modal pengalaman bekerja di televisi nasional, para
awak Celebes TV diyakini mampu menyajikan siaran televisi lokal dengan kualitas
nasional. PT Sunu Network Broadcast Televisi, perusahaan pemilik Celebes TV
telah menjalin kerjasama dengan MetroTV. Kerjasama ini berupa dukungan untuk
operasional siaran televisi lokal yang merupakan anak perusahaan Bosowa
Corporation ini. Awal kerjasama ditandai melalui penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) atau nota kesepahaman di Menara Bosowa pada Jumat, 25
Februari 2011. Penandatanganan MoU ini dilakukan Direktur Utama Celebes TV,
Husain Abdullah dan Direktur Utama MetroTV, Wisnu Hadi. Pada saat
penandatanganan MoU, Celebes TV menjadi mitra yang strategis, yaitu menjadi
jaringan dari MetroTV. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Komisaris Utama PT
Sunu Network Broadcasting Televisi Maddo Pammusu, Ketua KPID Sulsel Rusdin
Tompo, dan Sekretaris Kota Makassar Anis Zakaria Kama. Sementara itu, Wali Kota
Makassar Ilham Arief Sirajuddin bersama Pendiri Bosowa Aksa Mahmud meresmikan
kantor dan studio Celebes TV di Menara Bosowa lantai 15, Jl Jenderal Sudirman,
Makassar pada Sabtu, 16 Juli 2011. Peresmian ini sebagai bagian dari hari jadi
Aksa Mahmud. Untuk itu, Celebes TV menjadi sarana membangun citra positif di
Makassar dan memberi tontonan yang berkualitas serta mampu bersaing dengan
televisi nasional.
Kontroversi
Pada tanggal 26 Juni 2013, kantor Celebes TV diserang oleh
sekelompok massa yang memakai atribut Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur.
Penyerangan kantor Celebes TV terjadi saat siaran langsung "Obrolan
Karebosi" yang menghadirkan narasumber pengamat politik, Firdaus yang juga
merupakan Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) dan Arsyad, seorang tim sukses
dari salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Irman
Yasin Limpo, dan Busrah Abdullah serta Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur
juga mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Makassar yang berpasangan dengan
adik kandung Nurdin Halid, Kadir Kalid. Saat siaran langsung dialog, puluhan
orang naik ke lantai 15 Menara Bosowa di Jalan Jenderal Sudirman dan mereka
mencari Asyad. Massa pun langsung melakukan penyerangan dan hendak mengeroyok
Arsyad. Beruntung, petugas keamanan gedung beserta kru Celebes TV melerai
pengeroyokan terhadap Arsyad.
6. RTV
Makassar 57 UHF Rajawali Televisi Makassar
7. VE Channel 59 UHF BeritaSatu TV Makassar
VE
Channel adalah stasiun televisi lokal yang berbasis di Makassar dengan konsep
program berita, perjalanan, petualangan, pendidikan, dan hiburan yang
inspirasional dan mendidik masyarakat. VE Channel dapat disaksikan di saluran
59 UHF dan disiarkan di 6 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yaitu Makassar,
Maros, Pangkep, Barru, Gowa, Takalar, dan Jeneponto.
Sejarah
VE
Channel resmi mengudara pada 20 Januari 2014 dengan status siaran percobaan.
Kemudian VE Channel melakukan uji coba pertama siaran pada tanggal 10 Februari
2014 dengan mengudara 2 jam, mulai pada pukul 16.00 sampai dengan pukul 18.00
WITA karena masih menunjukkan sebuah program VE Musik, Negeri 1001 Kuliner, dan
Rona Timur. Mulai 14 April 2014 VE Channel mulai bersiaran ujiicoba pertama
resmi dengan mengudara selama 2 jam pada pukul 06.00-08.00 WITA dan selama 3
jam pada pukul 17.00-20.00 WITA dan terakhir Siaran Ujicoba Mengudara Selama 14
Jam Mulai Pukul 06.00 sampai dengan pukul 20.00 WITA. Saat masih siaran
simulasi, hanya menyiarkan berita dan musik saja. Acara unggulan dari VE
Channel adalah VE Musik, Negeri 1001 Kuliner, dan Rona Timur. Untuk menjadi
televisi berjaringan pertama yang terbentuk selama era penyiaran berkembang di
tanah air, VE Channel akan bersindikasi dengan televisi jaringan, yaitu VETV
Bone di Kota Watampone, VETV Palopo di Kota Palopo, VETV Phinisi di Kota
Bulukumba dan VETV Pare di Kota Pare-pare. Selain itu VE Channel juga kelak
akan dapat dinikmati melalui jaringan TV kabel di berbagai kota di Sulawesi
Selatan. Dengan demikian, bahwa VE Channel merupakan televisi nasional versi
Sulawesi Selatan. Itulah sebabnya, VE Channel memilih tagline "The Authentic
Regional Television Broadcasting". Selain itu akan menayangkan berita,
terdapat pula ragam program seperti dokumenter, traveling, adventure, education
dan entertainment yang sifatnya inspirasi dan mendidik masyarakat Makassar
serta Indonesia Timur. Konten tayangan VE Channel akan melakukan petualangan
terhadap kekayaan alam Indonesia Timur, budaya, adat istiadat, beragam tentang
masa kini, nuansa masyarakat di pedesaan dan perkotaan, putra-putri yang
bertelanta dan yang berprestasi. Tayangan VE Channel kelak akan membuat
penonton bangga dengan khazanahnya, budayanya, identitasnya dan percaya diri
sebagai bagian dari masyarakat global. Dan Untuk mendukung program tersebut VE
Channel telah menyediakan peralatan standar penyiaran terkini yang berkualitas
High Definition (HD) yang menyajikan visual dengan resolusi tinggi. Penonton
dapat menikmati tayangan VE Channel dengan visual yang jelas dan tajam serta
audio yang jernih. Sebagai televisi nasional Indonesia Timur berbasis lokal, VE
Channel merupakan televisi pertama setelah televisi nasional yang telah
memiliki peralatan studio, master kontrol dan pemancar setara dengan televisi
nasional. Beberapa peralatan yang kami gunakan diterapkan oleh 120 ribu
televisi internasional di berbagai belahan dunia. VE Channel kelak akan tune up
dengan digital ketika pemerintah telah memberlakukan televisi digital di
kawasan Indonesia Timur. Stasiun televisi ini merupakan bagian dari jaringan
BeritaSatu TV.
8. Sakti TV
Makassar 53 UHF Sakti TV Network Makassar
9. MCTV Pare 24 UHF Pare-Pare
MCTV
Pare atau yang dikenal sebagai Mitra Citra Televisi Pare (pernah bernama CTV
Pare pada tahun 2007-2013) adalah televisi lokal yang ada di Pare-Pare. MCTV
Pare didirikan pada tanggal 18 Maret 2008. Bermula menayangkan siaran kegiatan
budaya lokal dan bergabung dengan TV Kabel lain dibawah naungan PT. Citra
Televisi Pare. MCTV Pare berkantor di Jalan Muhammadiyah No. 31 Pare-Pare,
Sulawesi Selatan.
Cakupan
wilayah yang tercover oleh MCTV Pare melalui stasiun pemancar di Jl.
Muhammadiyah No.31 Pare-Pare, dengan frekuensi kanal 24 UHF meliputi: Parepare,
Sidrap, Pinrang, dan Barru.
MCTV
Pare menjadi stasiun TV swasta lokal kebanggaan kota Pare-Pare yang
mencerminkan nunifikasi dari kepribadian, karakter dan dinamika lokalitas
masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Pare-Pare.
10. Sinjai TV 51 UHF Sinjai
Sinjai
TV adalah stasiun televisi lokal pertama di Kabupaten Sinjai. Sinjai TV berada
dalam kanal 51 UHF. Kehadiran pemirsa sangatlah penting bagi sebuah stasiun TV.
Karena pemirsa adalah motivasi bagi pekerja media televisi. Pemirsa adalah
semangat bagi awak televisi, dalam menghasilkan program siaran yang
berkualitas. Sinjai TV sebagai lembaga penyiaran publik lokal yang baru
memasuki usia dua tahun, juga butuh kehadiran pemirsa.
11. Mitra TV 22 UHF Sidrap
Sulawesi Utara
1. Televisi 5
Dimensi 52 UHF City TV Network Tomohon
Televisi
5 Dimensi (disingkat TV5d) adalah sebuah stasiun televisi regional di Kota
Tomohon, Sulawesi Utara. Stasiun televisi ini diresmikan oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono pada tanggal 18 Januari 2007 dan memulai siaran sejak Maret
2005 di kawasan Tomohon. Sejak Bulan Desember 2006 jangkauan siaran TV5d
mencakup Manado, Minahasa, Bitung, dan sebagian Bolaang Mongondow dengan
kekuatan transmisi 1800 KW pada frekuensi 52 UHF.
Stasiun
milik Wakil Walikota Tomohon Syennie Watoelangkow ini cukup efektif digunakan
untuk menyuarakan kegiatan dan aktivitas Wakil Walikota Tomohon beserta Parta
Demokrat yang dipimpinnya. Kendati siaran telah dimulai pada pagi hari dan
diakhiri malam hari, keseriusan dalam pengelolaan materi siaran seakan masih
ditunggu oleh masyarakat pemirsa dikarenakan masih kurangnya program reguler
dan ketidakpastian penayangan beberapa program. Program budaya dan relay
penayangan bersama dengan stasiun jejaring dari Jakarta dalam penayangan
program-program dengan tahun produksi tahun 1997 menjadi program yang sangat
diandalkan di kota yang dipimpin oleh Walikota Jefferson Soleiman Montesquieu
Rumajar, SE ini. Stasiun televisi ini merupakan anggota jaringan City TV
Network.
2. TVRI
Sulawesi Utara TVRI Manado
3. Bunaken TV 40 UHF Manado
Bunaken
TV adalah televisi lokal di Kota Manado yang dikelola oleh PT. Bunaken TV.
Siarannya semua bermuatan lokal. Didirikan oleh Aldrin Arief, Direktur PT Point
To Point Indonesia yang bergerak di bidang periklanan bekerjasama dengan Benny
Tungka, Pemilik kawasan perdagangan Mega Mas di Manado.
Frekuensi
yang digunakan 40 UHF dengan daya pancar kapasitas 2.000 watt menjadikan siaran
Bunaken TV dapat diterima di seluruh kota Manado dan sebagian Minahasa.
Warna
siaran Bunaken TV sangat berbeda dengan tv lokal di Indonesia, sesuai dengan
misi siarannya "lokal edukatif - edukatif lokal" .
Siarannya hanya 5 jam setiap hari.
Managemen
Bunaken TV sarat konflik karena dijalankan secara kolektif oleh tiga direktur
sekaligus yang mewakili pemilik yang berbeda. Hanya karena konflik manajemen di
bulan ketiga sejak siaran stasiun tv ini ditutup.
Kini
Bunaken TV tidak siaran lagi, meski demikian Stasiun tv ini banyak melahirkan
warga lokal Manado yang menjadi pekerja tv yang kreatif, karena sebelumnya para
pemilik TV Lokal di Manado selalu hanya menggunakan tenaga kerja dari Jakarta.
Kini para pekerja bekas Bunaken TV tersebar bekerja di TV Manado dan Pacific TV
dan bahkan stasiun TV Nasional di Jakarta.
4. Gospel
Overseas TV 50 UHF Makawembeng,Tondano
5. Pacific TV 46 UHF Kompas
TV Manado dan Makawembeng Tondano
Pacific
TV (bergaya dengan PaCific TV) adalah salah satu stasiun televisi swasta lokal
Indonesia yang berpusat di Manado, Sulawesi Utara. Stasiun televisi ini
merupakan jaringan dari Kompas TV.
Sejarah
Dengan
nama badan usaha PT. Pacific Televisi Anugerah, didirikan oleh seorang
pengusaha Jusak Kereh pada bulan April 2003, yang dengan tenaga terampil
terpilih dari Jakarta dan lokal memulai siarannya pada Tanggal 4 Oktober 2003
selama 8 jam Non-Stop mulai Pkl. 16.00 WITA sampai Pkl. 24.00 dengan mata acara
reguler tanpa selingan video-clip musik. Hanya tiga bulan setelah penyiaran
perdana, tepatnya mulai tanggal 10 Desember 2003, Pacific-TV sudah menyiar
selama 18 jam sehari mulai Pkl. 06.00 sampai Pkl. 24.00 WITA non-stop dengan
mata acara reguler. Pada awal tahun 2007, Pacific-TV menambah jam layanan
siarnya untuk melayani pemirsanya dengan tambahan jam siar sehingga mencapai 20
jam per hari. Di tengah ketatnya bisnis pertelevisian di Kota Manado,
Pacific-TV merupakan satu-satunya televisi lokal yang bertahan lebih dari 8
tahun menyiar. Stasiun televisi lokal sebelumnya seperti TV Manado (TVM) dan
Bunaken TV hanya dapat bertahan paling lama selama satu tahun. Standar
pemilihan acara yang ketat yang ditetapkan oleh Manajemen serta kerja keras
dipadu kerja sama dari bagian Programming, Team Produksi, Team Pemasaran dan
Post-Pro, didukung oleh team teknik yang serta sistem Accounting Pacific-TV telah
menghasilkan acara-acara terpilih sehingga stasiun ini telah menjadi
kepercayaan masyarakat Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara sebagai pilihan
utama baik untuk saluran hiburan maupun informasi. Beberapa penghargaan untuk
kategori stasiun televisi lokal pernah disandang oleh stasiun yang juga
berafiliasi program tayangan dengan Badan Penyiaran Asing Voice of America ini,
diantaranya adalah 3 besar stasiun televisi lokal terbaik versi Cakram Magazine
Award 2003 dan 2004, juga Lima Besar Stasiun Televisi Lokal Kategori A versi
Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) tahun 2006.
6. Manado TV 55 UHF BeritaSatu TV Manado
dan Makawembeng Tondano
7. RTV Manado 60 UHF Rajawali
Televisi Manado dan Tondano
8. CTV Manado 58 UHF CTV
Network Manado[8]
9. Manado Channel
26 UHF SINDOtv
Manado
10. KAWANUA TV Manado
11. TV SULUT Manado
12. Bintang TV Manado
Top TV
Network adalah sebuah stasiun televisi swasta berjaringan di Indonesia. Stasiun
televisi ini merupakan stasiun televisi berjaringan pertama yang memfokuskan
diri pada wilayah timur dan tengah Indonesia.
Sulawesi Tenggara
1. TVRI
Sulawesi Tenggara 60 UHF TVRI
2. Kompas TV
Kendari 32 UHF Kompas TV Kendari
3. SINDOtv
Kendari 44 UHF SINDOtv Kendari
Gorontalo
1. Gorontalo
TV 36 UHF Gorontalo
Gorontalo
TV adalah salah satu stasiun televisi regional yang bermarkas di Kota
Gorontalo, Indonesia.
Gorontalo
TV adalah salah satu TV lokal tertua di tanah air. Berdiri pada September 2001,
menjadi salah satu pengawal dari pendirian Provinsi Gorontalo.
Gorontalo
TV lahir dari sebuah keprihatinan karena Gorontalo tidak memiliki akses ke
siaran televisi. Padahal Potensi Gorontalo relatif besar. Meski Jumlah
penduduknya hanya sekitar 1.000.000 jiwa, namun dengan status Provinsi sendiri
terpisah dari Sulawesi Utara, maka pertumbuhannya pesat. Dengan pertumbuhan
seperti itu, maka Gorontalo menduduki urutan kedua dari delapan Provinsi di
kawasan Timur Indonesia dengan pertumbuhan mengesankan. Sedangkan Sulawesi
Utara hanya sekitar 4,25%. Gorontalo digolongkan sebagai daerah low income,
high growth. Posisi Gorontalo juga sangat strategis. Secara geografis berada di
pintu gerbang (gateway) lalu lintas perdagangan dan jasa di kawasan Barat
Sulawesi Utara dan Teluk Tomini, sehingga menjadikan Gorontalo Sebagai pusat
pengembangan dan pelayanan jasa di kawasan Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah dan
Provinsi Gorontalo sendiri.
Gorontalo
TV atau GOTV dimiliki oleh PT Gorontalo Televisi Utama dimana sebagian besar
sahamnya dimiliki oleh Hamim Pou yang juga menjadi presiden direktur stasiun TV
ini.
GOTV
memiliki daya pancar 1,5 KW di 36 UHF dan mampu menjangkau lima dari tujuh
daerah di Provinsi Gorontalo. GOTV bisa disaksikan di Kota Gorontalo, Kabupaten
Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, sebagian Kabupaten Gorontalo Utara dan
sebagian Kabupaten Boalemo (pemancar tersendiri).
Diawali
siaran Percobaan dengan pemancar berdaya rendah pada awal 2002 dan jaringan
kabel sejak Juni 2002, mulai 1 Januari 2003 GOTV hadir setiap hari di Frekuensi
36 UHF menemani masyarakat Gorontalo.
GOTV
banyak berkonsentrasi pada program program lokal, terutama pada kebudayaan
daerah. Di samping itu, GOTV menjadi ikon berita terhangat di Gorontalo dengan
paket berita Gorontalo Hari Ini. Kini stasiun ini bersiaran 16 jam sehari, di
mana sekitar 10 jam merupakan produksi lokal.
2. Civica TV 38 UHF Gorontalo
3. TVRI
Gorontalo 40 UHF TVRI Gorontalo
4. RTV
Gorontalo 48 UHF Rajawali Televisi Gorontalo
5. SINDOtv
Gorontalo 56 UHF SINDOtv Gorontalo
Sulawesi Tenggah
1. TVRI
Sulawesi Tengah 5 VHF TVRI Palu
2. Palu TV 35 UHF Palu
3. Nuansa TV 45 UHF Palu
4. RTV Poso 22 UHF Rajawali
Televisi Poso dan Palu
Sulawesi Barat
1. TVRI
Sulawesi Barat TVRI Mamuju
2. Mamuju TV
(segera) Mamuju
Maluku
1. TVRI Maluku
TVRI Ambon
2. Molluca TV 26 UHF CTV Network Ambon
Molluca
TV adalah stasiun televisi lokal di Ambon. Molluca TV mulai tayang tanggal 16
Agustus 2006. Mengudara pada channel 26 UHF dengan kekuatan pemancar 1,5 KW
menjangkau pulau Ambon dan sekitarnya. Molluca TV beroperasi selama 18 jam mulai
dari pukul 06.00-24.00 WIT.
Molluca
TV dengan slogan “Molluca TV Mantap!” hadir menjadi media pilihan utama
masyarakat Maluku. Melalui program-program informasi seperti berita,
pendidikan, budaya, hiburan yang sehat dan mempunyai kontrol sosial di
masyarakat.
Format
program Molluca TV berangkat dari informasi dan edukasi yang disajikan dalam
bentuk hiburan yang bermaksud untuk menjangkau pemirsa dari segala usia.
3. Ambon TV 36 UHF Ambon
Ambon
TV adalah stasiun televisi lokal yang ada di daerah Ambon, Maluku, Indonesia.
Stasiun televisi ini menitikberatkan siarannya pada tayangan seputar kebudayaan
daerah dan berita lokal. Stasiun TV ini memiliki frekuensi channel 36 UHF dan
beroperasi selama 7 jam dari pukul 17:00-00:00 WITA.
4. Top Maluku
TV
5. RTV Ambon 44 UHF Rajawali Televisi Ambon
Maluku Utara
1. TVRI Maluku
Utara TVRI Kota Ternate dan sekitarnya
2. Madodoto TV
Ternate
Papua
1. TVRI Papua TVRI
2. RTV
Jayapura 44 UHF Rajawali Televisi Jayapura dan Papua
3. Papua TV 34 UHF Jayapura
Papua
TV (dahulu bernama Metro Papua TV dan TVMP, singkatan dari Televisi Mandiri
Papua) adalah stasiun televisi lokal pertama di wilayah Papua, Indonesia.
Stasiun TV ini dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Papua yang dibantu oleh
MetroTV sebagai konsultan.
Papua
TV mulai mengudara pada tanggal 20 Mei 2007 dengan nama Metro Papua TV. Jam
tayangnya cukup singkat, mengingat program utamanya hanya berita, dengan konsep
dasar dari MetroTV. Pada tahun 2008, Metro Papua TV berganti nama menjadi TVMP,
dengan tetap mempertahankan konsep dari Metro Papua TV. Saat ini Papua TV dapat
ditangkap melalui satelit Telkom-1 agar dapat dinikmati oleh pemirsa di luar
Papua.
Pada
hari Sabtu, 13 Juli 2013, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) dengan menghadirkan perusahaan holding
company yang menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Papua,
dikemukakan bahwa status Papua TV bukanlah milik Pemerintah Daerah, karena
sahamnya milik perorangan. Sehingga pemerintah provinsi akan menyelidiki
kejanggalan ini termasuk mendukung adanya penyidikan dari Badan Pemeriksa
Keuangan.
4. Top TV
Jayapura 26 UHF Top TV Network Jayapura
Papua Barat
1. Jaya TV 26 UHF Top
TV Network Manokwari
Jaya
TV Jayapura (merupakan peleburan antara Top TV Jayapura dan Jaya TV Manokwari)
adalah sebuah stasiun televisi lokal yang mengudara di Kota Jayapura, Papua,
Indonesia, yang dinaungi oleh PT Jayapura Televisi. Jaya TV Jayapura merupakan
salah satu televisi lokal yang pertama di Papua yang dipancarkan melalui kanal
26 UHF dengan slogan "Televisi Orang Papua". Jaya TV Jayapura merupakan
bagian dari Top TV Network bersama dengan Sorong TV, Golden TV, Indo TV, Top
Maluku TV, dan Bintang TV Bitung.
2. Sorong TV Top TV Network Sorong
3. Golden TV Top TV Network Timika
Comments
Post a Comment