Teori dasar suara film
Aspek dasar suara
1.
Pitch
a.
Tinggi suara; dering telpon
b.
Rendah suara; saat bocah minum di
jalan.
2.
Loudness/volume
a.
Kuat suara
b.
Lemah suara
3.
Timbre/warna suara; karena film ini
cukup berwarna. Maksudnya suara-suara yang timbul dalam film ini memiliki
berbagai variasi suara sesuai kebutuhan adegan tanpa keluar dari konsep fillm.
Unsur suara
1.
Speech (pembicaraan)
a.
Dialogue; 3 bocah saling bicara.
b.
Monologue; guru mengatakan bahwa
waktunya tinggal sedikit untuk mengerjakan soal.
c.
Direct address; semacam wawancara
d.
Narasi; kebetulan film ini tidak
menggunakan narasi.
e.
Voice over; saat anak kecil menulis
dan terdengar pintu dibuka, anak merobek kertas sedangkan gurunya menulis di
papan.
f.
Interior monologue; bocah kecil
menulis di papan tulis. Dan bocah yang sedang membaca.
2.
Sound effect; suara sepatu saat guru
berjalan ke arah murid-murid dan dentingan gelas yang diambil dari tempat
gelas.
3.
Music; saat bocah sedang dandan dan
terdengar suara music, saat 2 orang bocah berjalan.
Fungsi suara
1.
Realitas; saat bocah membuat api dan
terdengar suara api.
2.
Gambar tidak effektif; saat
pembukaan, saat camera seperti sedang berjalan menuju menara Eiffel.
3.
Gambar tidak effisien; saat ibu
mengobrol dengan ayah di ruang makan dan menceritakan tentang kemping musim
panas.
4.
Pembentuk ruang; suara kendaraan
seperti motor saat 2 orang ibu dan seorang bocah yang mengobrol di jalanan.
5.
Pembentuk waktu; saya belum mendengar
suara yang menunjukan waktu pada film ini.
6.
Pembentuk suasana & dramatic;
saat mainan diputar dan banyak orang yang berteriak menandakan permainan itu
seru namun mengerikan.
Dimensi suara
1.
Ritme; butuh ketelitian lebih untuk
mengetahui ritme tetapi menurut saya ritmenya sudah berjalan dengan baik.
2.
Fidelity; sudah sangat sesuai pada
setiap adegannya, semua unsur suara bisa menjelaskan maksud dan memperkuat
pengadeganan.
3.
Waktu
a.
Keselarasan yang sangat presisi ini
disebut dengan Synchronous Sound.
b.
Unsychronous Sound; suara pintu
terbuka dulu baru gambar pintu terbuka dan
c.
Simultaneous Sound (antara gambar
orang yang sedang diwawancara dengan pembicaraannya)
d.
Non-Simultaneous Sound (gambar orang
yang diwawancara tersebut juga dapat disisipkan gambargambar lain sehingga
antara gambar dan suara tidak tampak kesesuaiannya)
4.
Ruang
a.
Diegenetic sound
-
Diegetic-On Screen Sound; suara mesin
tik yang dicuri saat diletakan di atas meja dan berdenting.
-
Diegetic-Off Screen Sound: suara ibu
yang menggantung baju (tidak terlihat) saat berbicara dengan bocah yang membaca
buku di meja makan.
b.
Non-diegetic sound; lagu-lagu yang
dimainkan.
Mengolah suara
Entah saya yang kurang teliti atau bagaimana. Tetapi
menurut saya sura yang muncul dalam film ini sudah baik. Sebanarnya jika saya mengingat
film-film sebelum ini. Teknik sound juga sudah bagus.
Teknik dasar suara
1.
Alat perekam suara
2.
Mikrofon
3.
Arah penangkapan mikrofon
Mixing suara
1.
Preview materi
2.
Seleksi suara
3.
Sinkronasi
4.
Track laying
5.
Mixing
6.
Spoting music
7.
Final mixing
8.
Married print/layback
Nb: untuk menganalisa teknik dasar suara dan mixing
suara. Saya rasa harus dilakukan langsung dilapangan. Karena jika menganalisa
hanay dari segi menonton itu cukup sulit bagi amatir seperti saya. Butuh waktu
dan jam terbang lebih untuk sanagt peka terhadap hal-hal dasar seperti ini.