Film Style & Form " The Big Swallow "
KONSEP GAYA FILM
Konsep Mise en Scene
1. Setting
& Properti
- Elemen-elemen
setting dan property: kamera.
- Fungsi
: Informasi Ruang (ruangan terbuka dengan tembok di belakangnya), Informasi
Waktu (sekitar siang jam 10an), Status Sosial (pakaian), kondisi tertentu (pria
yang bermasalah dan marah-marah), mood (menjengkelkan), pendukung aktif adegan
(pakaian)
- Kontribusi
untuk cerita; seseorang yang mempunyai hak untuk marah.
- Motivasi;
pria yang marah dan berfikiran untuk menelan orang yang ada dihadapannya.
2. Kostum
- Elemen-elemen
Kostum; topi, tuxedo, dasi, tongkat.
- Fungsi
: Informasi Ruang (tempat terbuak), Informasi Waktu (sesuai pada masa 1960an),
Status Sosial (pakaiannya orang-orang yang memiliki tingkat social menengah ke
atas), image/kepribadian/symbol (pria yang memiliki hak cuup besar), motif
penggerak cerita (kostum perkotaan)
- Kontribusi
untuk cerita; kostum yang dipilih seperti baju pria yang rapi dan cukup mewah.
- Motivasi;
pria kaya yah boleh saja melakukan banyak hal termasuk marah-marah dan ingin
memakan orang.
3. Make up
& Hair-do
- Jenis
make-up (natural / karakter); natural
- Fungsi
make-up (informasi usia /informasi ketaklaziman); usia sesuai dengan peran yang
dimainkan, semuanya masih dalam batas lazim sebagai pria.
- Kontribusi
untuk cerita; make up natural yang menampilkan kesan pria memiliki status
sosial.
- Motivasi;
pria menengah ke atas yang bebas berbuat apa saja.
4. Ekspresi
& Gerak Figur
- Gerak
figur (bloking); walk in pria menghampiri kamera dan walk away saat pria
mengunyah kameraman.
- Ekspresi
figure; natural.
- Motivasi;
pria sedang menantang dan berbuat nekat dan kameraman yang ditelan.
5. Pendekatan
Mise en Scene
- Realisme,
Imajinatif atau Hollywood Spectacular; imajinatif
- Motivasi;
menunjukan perasaan dan emosi seorang pria.
Konsep Sinematografi / Videografi
I.
Pencapaian Mood (Suasana): menyebalakan.
II.
Pencapaian Look: priayang sedang kesal.
1. Framing
- Aspect
Ratio; academy standart 1.33:1 (4:3)
- Type
Shot;
a.
Extreme
long shot: -
b. Long shot: -
c. Full shot: berdiri dan marah-marah
(penjejasan total apa yang sedang ia lakukan)
d. Medium long shot: mulai mendekat dan
marah-marah. (dia mulai mendekat)
e. Medium shot: marah-marah. (semakin
mendekati kamera)
f.
Close
up: marah-marah. (focus keekspresi pria)
g. Medium close up: marah-marahr.
(focus pada gesture mulut, ekspresi)
h. Close shot: marah-marah. (focus pada
gesture mulut)
i.
Two
shot: -
j.
Three
shot: -
k. Four shot; -
l.
Group
shot: -
m. Over shoulder shot: -
Posisi kamera angle;
a. Eye level: pria marah-marah. (adegan
jelas menunjukan ekspresi dan seperti berbicara pada penonton)
b. High angle: -
c. Top angle/bird eye view: -
d. Low angle: -
e. Frog eye view: -
f.
Canted
angle/crazy angle/dutch angle: -
Mobile framing (gerak
kamera/lensa);
a. Pan (panoramic): -
b. Tilt: -
c. Track: -
d. Crane: -
e. Jimmy jib: -
f.
Hand
held: -
g. Steadycam: -
h. Zooming: mengunyah. (ekspresi mata
setelah memakan kameraman)
i.
Freeze
frame: -
Komposisi visual;
a. Simplicity: pria marah-marah.
(kenyataannya orang yang marah)
b. Cahaya: terang saat shot pria yang
mengunyah. (penunjuk waktu bahwa matahari siang)
c. Warna: hitam putih. (belum mampu
membuat film berwarna)
d. Ruang dalam framing: on screen space
(pria marah-marah)
e. Durasi shot: contoh long banyak
digunakan (mengikuti ekspresi objek), short take saat kameraman terjun
(kejadian yang begitu cepat tanpa pikir panjang)
2. Lighting
- Gaya
penataan cahaya; tampak sederhana namun saya yakin bukan hal sederhana dalam
penataan cahaya, karena cahaya factor kuat dalam pembentuk suasana.
- Pendekatan
teknis (available light /artificial light); artificial light.
3. Tonalitas
- Brightness
a. Brightness tinggi: close up.
b. Brightness rendah: saat terjun.
- Kontras
a. Contras tinggi: terjun.
b. Contras rendah: close up.
Untuk
brightness dan contrast saya agak bingung karena film ini masih hitam putih,
tentu saja kedua aspek ini digarap untuk menandakan tempat dan waktu.
- Warna;
warna hangat. (karena bercerita tentang pria yang geram)
Konsep Editing
1. Hubungan
Antar Shot
- Dimensi
Grafis
- Graphical continuity; kontinuitas sudah sangat baik cerita ini memiliki alur maju/linear.
- Graphical match; menurut saya kecocokan grafik sangat baik untuk film tahun 1900an.
- Graphical contrast; karena film ini masih hitam putih dan pencahayaan yang beraturan maka kontras grafik sudah sangat baik dan sesuai dengan alur cerita yang ingin disampaikan.
- Dimensi
Ritmis
- Ritme internal (frame memiliki ukuran yang sama, gerak normal)
- Ritme external juga menggunakan 3 tipe ritme konstan, dipercepat, dan diperlambat dan film ini menggunakan tipe normal.
- Dimensi
Spatial (-)
- Dimensi
Temporal menggukan
overlapping/diulang (mengunyah).
2. Metode
Penyambungan
- Cut
to cut (Match Cut & Cut Away); -.
- Optical
Effect (-)
3. Konsepsi
Editing
- Spatial
Continuity
* Kaidah 1800/3600; pria
marah-marah
- Temporal
Continuity
* Temporal Order; Linear
* Temporal Duration
-
story
duration: sekitar 30 menit.
-
plot
duration: berkunyah 2menit.
-
screen
duration; 1 menit 8 detik
* Temporal Frequency; -
4. Gaya
& Teknik / Metode Editing
Dasar:
- Cross-cutting; pria jatuh dan berkunyah. (membentuk 2 kejadian yang saling bersilangan)
Konsep Suara
1. Unsur
Suara -
2. Dimensi
Suara
- Dimensi
Spatial
* Non-Diegetic; suara selama adegan
berlangsung.