Film Style & Form " Fire "
KONSEP GAYA FILM
Konsep Mise en Scene
1. Setting
& Properti
- Elemen-elemen
setting dan property: seragam petugas kebakaran.
- Fungsi
: Informasi Ruang (kota), Informasi Waktu (pagi hari cerah dan sepi), Status
Sosial (pakaian dan penataan atristik), kondisi tertentu (kebakaran di sebuah
kamar apartemen), mood (kegigihan), pendukung aktif adegan (seluruh property
dan setting menghidupkan cerita ini dengan baik)
- Kontribusi
untuk cerita; perjalanan kehidupan petugas pemadam.
- Motivasi;
kewajiban pemadam kebakaran.
2. Kostum
- Elemen-elemen
Kostum; seragam petugas kebakaran.
- Fungsi
: Informasi Ruang (kota yang tenag), Informasi Waktu (sesuai pada masa 1960an),
Status Sosial (menengah), image/kepribadian/symbol (petugas yang gagah berani),
motif penggerak cerita (tentang pekerjaan pemadam kebakaran)
- Kontribusi
untuk cerita; kostum-kostum yang dipilih petugas pemadam kebakaran.
- Motivasi;
memperkuat pengadeganan tugas pemadam kebakaran.
3. Make up
& Hair-do
- Jenis
make-up (natural / karakter); natural
- Fungsi
make-up (informasi usia /informasi ketaklaziman); usia sesuai dengan peran yang
dimainkan, semuanya masih dalam batas lazim sebagai petugas pemadam kebakaran.
- Kontribusi
untuk cerita; make up natural yang menampilkan kesan pria perkotaan.
- Motivasi;
semakin memperkuat petugas pemadam kebakaran.
4. Ekspresi
& Gerak Figur
- Gerak
figur (bloking); contoh adegan yang walk away saat petugas melihat kebakaran dan
walk in saat petugas membawa korban.
- Ekspresi
figure; natural.
- Motivasi;
segala ekspresi dan gerak disesuaikan dengan kebutuhan pengadeganan.
5. Pendekatan
Mise en Scene
- Realisme,
Imajinatif atau Hollywood Spectacular; menurut saya realisme karena hal-hal
yang terjadi dalam film ini bisa saja dan memang akan terjadi sekiranya dialami
oleh penonton.
- Motivasi;
menunjukan bahwa film ini sederhana tentang kehidupan sehari-hari saat ada
kebakaran.
Konsep Sinematografi / Videografi
I.
Pencapaian Mood (Suasana): suasana riuh
kebakaran.
II.
Pencapaian Look: petugas pemadam yang gagah.
1. Framing
- Aspect
Ratio; academy standart 1.33:1 (4:3)
- Type
Shot;
a. Long shot: semua adegan menggunakan
long shot (kesederhanaan dan keseluruhan penjelasan adegan)
b. Two shot: petugas memberi tahu
petugas lain (satu petugas yang baru siaga saat itu)
c. Three shot; petugas berlari kea rah
kuda (mulai banyak petugas yang bergegas melaksanakan kewajibannya)
d. Group shot: petugas melakukan
penyelamatan (kekompakan petugas)
Posisi kamera angle;
a. Eye level: semua adegan (penonton
melihat langsung ditempat kejadian apa yang sedang terjadi)
Mobile framing (gerak
kamera/lensa);
a. Kamera still berkesan kesederhanaan
(dokumentasi sederhana)
Komposisi visual;
a. Rule of thirds: kuda yang parker
(memberi kuda jalan ke arah kiri)
b. Memanfaatkan garis: garis bekas roda
kereta kuda (menunjukan jalan ke tempat tujuan)
c. Overlapping elements (elemen tumpang
tindih): petugas banyak yang di bawah tangga (menyelamatkan nyawa korban sangat
penting)
d. Cahaya: yang timbul di celah jendela
saat penyelamatan (sekitar siang hari)
e. Warna: hitam putih. (belum mampu
membuat film berwarna)
2. Lighting
- Pendekatan
teknis (available light /artificial light); keduanya ada. Beberapa shot di luar
ruangan yang memiliki efek cahaya mempuni bias menggunakan available light
namun adegan terutaman dalam ruangan pasti membutuhkan artificial light.
3. Tonalitas
- Brightness;
rendah saat penyelamatan dalam kamar karena tertutup asap.
- Kontras; rendah, adegan kebakaran yang
banyak api.
Untuk
brightness dan contrast saya agak bingung karena film ini masih hitam putih,
tentu saja kedua aspek ini digarap untuk menandakan tempat dan waktu.
- Warna;
warna hangat. (karena bercerita tentang perjuangan pemadam kebakaran)
Konsep Editing
1. Hubungan
Antar Shot
- Dimensi
Grafis
- Graphical continuity; kontinuitas sudah sangat baik cerita ini memiliki alur maju/linear.
- Graphical match; menurut saya kecocokan grafik sangat baik untuk film tahun 1900-an.
- Graphical contrast; karena film ini masih hitam putih dan pencahayaan yang beraturan maka kontras grafik sudah sangat baik dan sesuai dengan alur cerita yang ingin disampaikan.
- Dimensi
Ritmis
- Ritme internal (frame memiliki ukuran yang sama, gerak normal)
- Ritme external dipercepat
- Dimensi
Temporal menggukan 2 tipe time
ellipsis/diperpendek saat adegan membereskan peralatan (mempersingkat waktu)
2. Metode Penyambungan
3. Konsepsi
Editing
- Spatial
Continuity
* Kaidah 1800/3600; penyelamatan
pria dalam kamar.
- Temporal
Continuity
* Temporal Order; Linear
* Temporal Duration
-
story
duration: sekitar 3 jam.
-
plot
duration: perjalanan 30 menit.
-
screen
duration; 4 menit 41 detik
* Temporal Frequency; -.
4. Gaya
& Teknik / Metode Editing
Dasar:
- Cross-cutting; semuanya menggunakan teknik ini seperti saat merapikan peralatan ke dalam kereta kuda dan langsung ada dijalan raya. (mempersingkat waktu)
Konsep Suara
-