Filsafat: Renaisans
Metafisika
Kata Renaisans berarti “Kelahiran
Kembali”. Kebangkitan kembali pada budaya yunani kuno (Neo Paltonisme). Pertengahan antara
Zaman Pertengahan (Dark Age) dan Zaman Modern. Saat Zaman Renaisans
ini manusia bangun kembali. Seluruh kebudayaan barat lahir kembali dari mati
selama beribu-ribu tahun. Seperti Ilmu-ilmu, Sastra, Seni, serta Kehidupan
social mengalami perkembanagan baru.
Pada Zaman Renaisans teori filsafat
yang berkembang adalah Antroposentrisme (Manusia sebagai pusat realitas), yaitu
paham yang mulai digunakan oleh Fransesco Petrarca. Fransesco Petrarca adalah
sastrawan asal italia penggerak Zaman Renaisans. Dan karena mulai menggunakan
paham Antroposentrisme ini Zaman Modern sudah mulai berjalan.
Epistemologi
Pada masa Renaisans terjadi
beberapa kemajuan dalam praktek dan teknik seni visual kearah naturalism yang lebih luas dan terdapat
hubungan erat yang khusus antara sains empiris yang disebarkan oleh
(Aristoteles) dan studi seni. Kebangkitan kembali terhadap budaya seni Yunani
Klasik tercermin dalam teori artistik dan filsafat estetik. Seperti ditemukan
mesin, seni cetak dan kompas. Dan pada zaman ini pula ilmu pengetahuan alam
modern mulai ditemukan dan berkembang.
Estetika
1. Seni lukis dan Patung bersifat mental dan inteligensi (cosamentale).
2. Ilmu empiris memberikan penunjuk berguna bagi seni dan
puisi.
3. Seni-seni plastis dan sastra mengejar tujuan moral.
4. Tujuan segala seni yakni keindahan, harmoni, proporsi dan
kebenaran.
5. Puisi dan seni visual mencapai kesempurnaan dan kesenian
semakin merosot nilainya.
6. Seni harus tunduk dengan aturan-aturan kesempurnaan yang
dapat dimengerti dan diajarkan.
7. Unsur perspektif menjadi penting dalam proses menciptakan
ilusi.
8. Seni di Zaman Renaisans berhutang pada mitologi-mitologi
klasik dan filsafat mistik.
Comments
Post a Comment