Filsafat: Estetika Abad Pertengahan (Thomas Aquinas, 1225-1274)

Metafisika
Thomas membangun filsafatnya dalam kerangka ‘teosentrisme’. Akal membuat manusia mampu mengenali kebenaran dalam kawasan alamiah. Sebaliknya, teologi
memerlukan wahyu yang dikodrati. Karena itu teologi memerlukan iman. Dengan iman manusia dapat mencapai pengetahuan yang mengatasi akal, yakni pengetahuan yang tidak dapat ditembus oleh akal semata. Meskipun teori ini melampaui akal, namun ia tidak bertentangan dengan akal.
Epistemologi
Dua pengetahuan yang tidak saling bertentangan, melainkan berdiri sendiri secara berdampingan;
1.       Pengetahuan Alam: Pengetahuan yang bertolak dari terang akal budi, dan sasarannya adalah hal-hal yang bersifat insani dan umum. (Plato)
2.       Pengetahuan Iman: Pengetahuan yang berpangkal pada wahyu yang dikodrati dan sasarannya adalah hal-hal yang diwahyukan Allah, disampaikan kepada kita melalui Kitab Suci. (Aristoteles)

Estetika
1.       Estetika adalah bagian atau cabang Teologi. Dunia nyata sehari-hari adalah sama dengan simbol dari Ilahi. Karya seni adalah sebagai simbol atau image dari yang Ilahi.
2.       Keindahan bukanlah nilai yang independen, melainkan lebih sebagai ‘percikan kebenaran’ (splendor versitas) dari kesempurnaan Ilahi, yakni Tuhan sendiri.
3.       Kata kuncinya adalah, mengatasi dunia inderawi, menuju kontemplasi langsung ‘kesempurnaan Ilahi’ (devine perfection).
4.       Keindahan sejati berada di wilayah Tuhan, ditangkap lewat intelek atau intuisi mistik. Estetika ini melawan konsep naturalism atau kosmosentrisme Yunani Kuno.
Ciri-ciri Estetika Thomas
1.       Bersifat metafisik dan rasional. (Plato & Aristoteles)
2.       Keindahan adalah aspek dari ‘yang baik’ (the Good); dan dalam karya seni, ‘yang indah’ identik dengan ‘kebaikan’ (beauty is goodness). (Plato)
3.       Yang indah adalah yang menyenangkan secara inderawi (misalnya mata, telinga). Keindahan itu terkait erat dengan hasrat atau keinginan. (Aristoteles)
Tiga syarat keindahan
1.       Integritas atau kelengkapan (integrity): artinya sempurna, tidak terpecah dan tidak tersamai.
2.       Harmoni, selaras dan proposional (harmony): keselarasan yang benar.

3.       Kecemerlangan (clarity): jelas, terang, dan jernih.

Comments

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI