Tugas Komunikasi Massa (Pengamatan)
Seorang laki-laki yang wajahnya
ditutup stocking warna kulit (begie) mengetuk-ngetukan jari-jemarinya
di atas meja kasir. Terdapat tiga orang lain dengan penutup wajah yang sama
mondar-mandir ke segala penjuru supermarket. Mereka mamasukan
botol-botol bir
dan makanan ringan ke dalam jaket kulit hitamnya. Seorang perempuan di belakang
kasir sibuk mengumpulkan uang dari dalam mesin kasir. Seketika, uang-uang itu
berpindah tangan ke lelaki di depannya. Sesegera itu supermarket tampak
sepi-gamblang.
Wanita tua
sedang duduk menunggu bus di halte depan rumah sakit jantung. Seorang wanita
muda menghampirinya sambil bertanya-tanya alamat. Tak lama, wanita muda itu
mengeluarkan pisau kecil dan mengarahkannya pada si wanita tua. Wanita tua
masih tampak tenang duduk di sana. Kali ini si wanita muda yang kebingungan,
tubuhnya mulai bergetar, hingga seketika wanita muda berlutut meminta maaf dan
pergi.
Anak lelaki
yang teriak-teriak di depan sekolah SMA 19 bersama kawan-kawan sebayanya. Kali
ini mereka melompat-lompat dan mengoyang-goyangkan pagar SMA itu. Orang-orang
di sekeliling jalan memperhatikan tindakan mereka. Selang beberapa waktu,
pemadam kebakaran datang dan membasuh mereka, bersama dengn mobil-mobil polisi
yang terparkir apik di sekeliling mobil pemadam kebakaran.
Wanita-wanita
muda melenggang di pinggir jalan. Menghadang beberapa mobil yang melewati
mereka, pakaian khas yang mungkin manis membalut tubuh-tubuh mereka. Beberapa
mobil berhenti dan membuka jendela. Tangan indah masuk ke dalam kaca mobil
disambut hembusan asap rokok. Beberapa mobil pergi begitu saja, beberapa
membawa wanita masuk ke dalamnya. Satu per satu wanita-wanita itu pergi.
Beberapa masih menikmati malam dengan gemerlap lampu jalan. Sisanya kembali dan
duduk di atas trotoar. Terdapat warung dengan lampu agak gelap yang tak henti
menggelegarkan tawa.
Laki-laki
menggendong paksa soerang anak berusia sekitar 15 tahun. Laki-laki itu
membantingnya ke kasur tipis di atas lantai yang agak kotor. Si anak meronta
seiringan dengan genggaman kuat dan pukulan yang menghantam wajahnya. Beberapa
kali laki-laki ini berusaha mendekatkan wajahnya ke dada si anak. Namun,
berulang kali gagal karena kuatnya dorongan si anak. Si anak lepas dari
cengkraman laki-laki setengah baya itu. Dia mengambil radio tua dan menghantam
kepala si laki-laki. Setengah sadar si anak juga menusukan antena ke mata si
laki-laki. Kemudian, si anak pergi dengan baju yang hampir compang-camping.
Comments
Post a Comment