Papandayan Yuks! (Bisa Sambil Tacap)

Kita tahu bahwa sekarang sedang booming tren naik gunung. Seperti yang kita ketahui, tidak mudah untuk mempersiapkan diri untuk mendaki. Kita harus mempersiapkan mental, fisik, dan yang pasti izin orang tua. Terlebih, barang-barang yang akan kita bawa tidaklah sedikit. Kita harus mempersiapkan tenda, nesting, matras, sleepingbag, tali, dan segala macam atributnya.
                Belum lagi, kalau di gunung
susah air. Kita tidak tahu harus memasak pakai apa. Kita juga mulai kebingungan kalau-kalau ‘panggilan alam’ tidak berkompromi. Andalannya adalah tissue basah dan gali lubang. Sebenarnya, hal inilah sensasi dari mendaki itu sendiri. Namun, bagaimana jika pendaki tetap mau mendaki gunung dan tampak cantik?
                So, here is it. Papandayan. Lokasinya cukup dekat, kamu bisa naik bus Primajasa dari pool bis deket UKI. Cuma Rp 52.000,-/orang. Kalau tidak salah, pool bis ini 24 jam. Semua tergantung kalian mau sampai di terminal Garut jam berapa. Dari Jakarta ke Garut sekitar 3-4 jam perjalanan. Lumayanlah sekedar memejamkan mata.
                Waktu itu, kami sampai pagi sekitar jam 1. Lalu, kami memutuskan untuk istirahat di masjid. Sekitar jam 6 pagi, kami berbelanja ke pasar setempat untuk bahan makanan selama di atas gunung. Tentu saja, esensi dari naik gunung yah masak. Ini juga karena kami takut tidak ada persediaan makanan. Yang sebenarnya, ada TUKANG NASI GORENG, WARUNG KELONTONG, WARUNG NASI, dan sebagainya di tempat kami kemah.
                Untuk sampai ke pintu masuk tempat wisata alam, kami harus naik mobil angkot sebanyak 2 kali. Ini merupakan pemborosan karena 1 kali naik angkot, kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 20.000,-. Oh yah, saya ralat, angkutan kedua yang akan kalian naiki adalah mobil bak atau ojek. Mobil bak bertarif Rp 20.000,-/orang sedangkan motor bertarif Rp 25.000,- per orang.
                Sampailah kami di pintu masuk. Okay, ini saatnya kalian akan membayar tiket dan uang asuransi. Totalnya Rp 12.500,-/orang. Sebenaenya untuk biaya masuk tidak mahal, gunung-gunung daerah Jawa pada umumnya juga memasng tarif sekitar Rp 10.000,-.
                Siap untuk mendaki? Ayo kita mulai. Perjalanan akan terasa lumayan. Kalian juga bisa pilih jalur ektrim lewat tebing. Tapi saya sarankan, lewat yang normal saja. Pertama-tama, kalian akan melewati kawah belerang. Belerang di sini cukup kuat. Usahakan membawa masker/buff untuk menutup mulut dan hidung.
                Tak lama berjalan kalian akan melewati jalur yang memutari gunung, tidak terjal kok. Sampai pada saatnya kalian harus kembali mendaftar dan membayar tarif seikhlasnya untuk memastikan akan naik ke puncak. Sampailah di Pos Saladah. Pos ini adalah tempat yang paling tepat untuk membangun tenda. Untuk kalian yang tidak bawa tenda. Papandayan menyiapkan jasa penyewaan tenda.
                Bukan hanya tenda, untuk kamu yang enggan masak. Di Saladah sudah banyak sekali tukang-tukang makanan, di sini juga ada WC yang bersih. Tempat mengambil air untuk kebutuhan. Serta mushallah. Sebaiknya kalian bermalam di sini, persiapkan diri untuk memuncak dan kembali pulang.

Comments

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI