Pengamatan Film "Erin Brockovich"

 Setelah menonton film yang sayangnya hanya sebagian ditambah beberapa potong film di youtube, mengutip siopsis, dan sedikit melihat siapa Erin dalam wikipedia. Saya mendapat pemahaman bahwa Erin Brockovich adalah seorang single parent (janda) yang sudah 2 kali bercerai dan memiliki 3 orang anak dan seorang pengangguran. Dengan putus asa Erin mencoba mencari pekerjaan tapi selalu gagal mendapatkannya.
Tidak hanya itu, ia pun kalah dalam gugatan hukum terhadap seorang dokter sehubungan dengan kecelakaan mobil yang menimpanya. Tidak heran jika Erin menyalahkan pengacaranya, Ed Masry yang gagal membuatnya menang dalam perkara hukum itu.
Masry ternyata merasa bersalah pada kliennya itu sehingga ia pun memberikan pekerjaan dis ebuah firma hukumnya. Padahal Erin tidak puya pengalaman di bidang hukum. Sehingga orang-orang di firma hukum tersebut tidak memperdulikannya, apalagi selera busana Erin yang buruk dan suka berbicara kasar.

Tetapi pada suatu hari ia tanpa sengaja menemukan sebuah perkara Milik Donna Jensen kepada sebuah perusahaan raksasa Pacific Gas & Electric atau PG & E. Klaim yang sebenarnya hanya penolakan untuk menjual tanah dan rumah yang juga turut disertai dengan daftar pemeriksaan kesehatan Donna Jensen.
Perusahaan tersebut  diam-diam berusaha membeli sebidang area milik warga Hinkley yang terkontaminasi oleh haxavelent chromium, hasil limbah beracun dan berbahaya. Chromium mengkontaminasi air tanah yang dipergunakan sebagai kebutuhan hidup 300 orang warga Hinkley sehari-hari akibatnya hampir seluruh warga yang mendiami area tersebut keracunan dan menderita pusing, kanker, tulang kropos, keguguran, infeksi pernafasan, dan lain-lain, meski kenyataan itu baru bisa dilihat 1 tahun kemudian.
Di sela-sela kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan ibu dari ketiga anaknya, Erin terpanggil untuk membela hak pemukim yang sudah lama mengalami gangguan kesehatan akibat limbah chromium tingkat 6 tersebut. Atas dasar itulah, bersama bos firmanya, Erin melakukan investigasi agar bisa mengajukan tuntutan hukum kepada perusahan PG & E.
Selama hampir 2 tahun ia bekerja keras dengan caranya sendiri dan melewati berbagai hambatan dan masalah, hingga akhirnya ia memenangkan kasus terbesar di Amerika Serikat, yakni 333 juta dollar, ia sendiri mendapatkan 2 juta dollar ditambah bonus yang lain.
Seperti penonton pada umumnya saya memperhatikan protagonist yang dimainkan oleh Julia Roberts. Memang tidak bisa dipungkiri dalam setiap filmnya (misalya: Eat pray love), Julia selalu mampu membawa penonton masuk dalam karakternya yang sederhana, normal, namun kuat dan membawa kita tenggelam bersamanya. Jika mengambil sisi cerita dan menurut pemahaman saya, film ini diangkat yang dari kisah nyata seorang Erin Brockovich dengan segala masalahnya membuat dirinya harus berusahan menjadi wanita yang kuat. Sebenarnya film dengan gaya seperti ini sudah sangat biasa dalam dunia perfilman, hanya segala pengembangan cerita, tempat kejadian, setting, dan tentu saja tokoh yang berbeda. Mungkin hal yang menarik adalah bagaimana film ini bukan hanya menyampaikan wanita kuat dan kekejaman pihak lawan tetapi bagaimana pengembangan psikologis seseorang yang karena keterbatasan dan lingkungan kehidupannya membuat dia menjadi wanita yang kasar. Panggilan diri memperjuangkan hak banyak orang dikarenakan trauma saat haknya yang tidak dia dapat dari pengacaranya waktu lalu.
Jika melihat dari segi pergerakan kamera. Mungkin kata yang tepat adalah umum. Bukan berarti merendahkan dengan cara yang biasa, tetapi pergerakan kamera lebih menunjukan kesan kesederhanaan si tokoh walaupun dalam cerita yang memiliki kompleksitas cukup tinggi (jika saya ada dalam posisi tokoh sebenarnya). Pergerakan kamera membuat penonton nyaman dan focus pada masalah yang diceritakan supaya penonton paham betul sisi masalah yang diangkat.
Melihat dari segi artistic yang karena film ini menceritakan film tahun 1990an dengan segala gaya pakaian, kendaraan, banguan, dan sebagainya yang memang gaya 1990an. Film ini sudah mengungkapkan itu bagi mata orang awam pada umumnya. Mungkin bisa saja ada banyak kejanggalan jika saya memperhatikannya lebih detail. Namun sekali lagi, film ini menguatkan sisi pemahaman cerita yang memusatkan penonton pada isi cerita.

Secara keseluruhan dan karena beberapa teman saya menyatakan bahwa ini film mungkin bisa masuk kategori membosankan. Saya berpendapat ini terjadi karena terlalu banyaknya dialog, film ini tidak begitu menonjolkan gaya visual, memang film ini mirip documenter atau bisa saja saya menyebutnya doku-drama. Tapi jika saya sempat menonton keseluruhan ceritanya dengan konsentrasi penuh dan mengenal siapa sesungguhnya Erin Brockovich, saya yakin ini adalah sebuah penghargaan lewat seni yang tepat kepada Erin. Walau tentu saja film ini menambahkan berbagai macam kejadian yang lebih didramatisir dari aslinya untuk keperluan komersial.

Comments

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI