Kajian Fotografi Awal
Les amoureux de la
Bastill
, 1957 (Para Pecinta
Bastill)
, 1957 (Para Pecinta
Bastill)
Willy
Ronis, Perancis
Ayah Willy memiliki studio foto dan
ibunya mengajarkan piano saat Ronis masih kecil. Ronis sempat bercita-cita menjadi komposer. Karena ayah Ronis menderita kanker, maka
Ronis meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai fotografer keluarga. Walaupun
menjadi fotografer, Ronis tetap mengobservasikan kesukaannya terhadap musik.
Ketika ayahnya meninggal, Ronis menjadi freelancer fotografer. Ronis juga
sempat bergabung dengan beberapa studio foto dan mendapat beberapa penghargaan
bergengsi.
Gaya foto Ronis menggambarkan
kehidupan sehari-hari masyarakat Perancis. Ronis yang juga sebagai fotografer
jurnalistik ingin menunjukan sosok Paris yang liris, humanistik, hangat, terhormat,
kebalikan dari kekerasan, foto-fotonya juga sering dikemas penuh dengan informasi
dan rasa kehidupan serta cinta dari orang-orang. Kadang-kadang bayangan-bayangan
dimasukan ke dalam gaya formal pictorialist atau sentimental.
Karya yang terkenal Ronis dimulai
ketika Ronis memotret istrinya yang telanjang, Marie Anne yang juga seorang
pelukis. Ronis memotretnya saat Marie sedang di kamar mandi dan sebagainya.
Ronis ingin menunjukan kesan cintanya kepada sang istri. Foto terakhir istrinya
adalah saat sang istri menderita penyakit Alzheimer. Ronis membuat foto sang
istri yang sedang duduk sendirian di taman dengan daun-daun yang berguguran.
Kesan yang didapat dalam foto ini:
1.
Hitam-putih : selain kamera yang memang masih
hitam-putih menimbulkan masa lalu dan nostalgia lebih kental, kemungkinan di
sini Ronis ingin mengingat kembali masa lalu saat bersama istrinya.
2.
Background perkotaan yang luas : melambangkan
bahwa akan ada banyak cita-cita dan harapan yang harus ditempuh bersama,
perjalanan mereka berdua masih jauh dan panjang.
3.
Gesture pria : berbisik sangat dekat pada
telinga wanita tentang cita-cita yang dijanjikan dengan percaya diri dan tegas.
4.
Gesture wanita : bertolak pinggang karena masih
sedikit menentang (ragu) dengan apa yang pria katakan.
5.
Pagar : perjalanan yang akan ditempuh
bukanlah hal yang mudah, akan ada banyak halangan menggapai cita-cita dan
impian.
6.
Objek berada di samping karena fotografer lebih
menegaskan background (pandangan luas, cita-cita, impian) dari objek.
Alasan menyukai foto ini
Selama
ini kebanyakan orang mengangkat keburukan banyak hal terutama tentang cinta.
Ada beberapa orang yang mengangkat nama baik cinta tetapi banyak pertentangan
dan banyak yang tidak setuju dengan hal itu. Dalam foto ini, semua sisi positif
dan negative tentang cinta dibuat begitu alami dan kuat.
Blackpool, 1968
Tony Ray
Jones, Inggris
Lahir
dengan nama Holroyd Anthony Ray-Jones. Dia adalah anak termuda dari seorang
ayah yang merupakan pelukis. Ayahnya meninggal saat Jones berumur 8 tahun.
Jones bersekolah di jurusan desain grafis. Gaya fotonya menunjukan kesan
kekonyolan/kelucuan orang-orang Inggris. Jones merupakan fotografer jalanan
yang karyanya sering memenangkan pameran. Jones termasuk fotografer jalanan
yang terbaik di Inggris saat itu.
Kesan yang didapat dalam foto ini:
Hitam-putih menunjukan selain
kamera yang memang masih hitam putih, hitam-putih juga berkesan kesetaraan
setiap orang-orang yang sedang terpapar matahari. Di sana digambarkan banyak
orang dengan caranya masing-masing berusaha mengurangi teriknya matahari dengan
berbagai cara. Misalnya menggunaka kaca mata hitam, menundukan kepala, memakai
topi, dan sebagainya. Namun ada objek ditengah gambar menegaskan bahwa dialah
point interest-nya. Seorang pria menggunakan stelan jas lengkap dengan jam
tangan yang mengesakan bahwa dia memiliki strata sosial yang tinggi. Tangannya
yang melipat menunjukan kesan bahwa dia adalah orang yang angkuh dan cuek.
Seharusnya dia biasa saja menggunakan
pelindung yang jauh lebih efektif dari orang lainnya. Namun, dia memilih
cara praktis dan sangat murah dengan menggunakan tissue.
Alasan menyukai foto ini:
Sering kali gaya hidup orang-orang
terpandang tak luput dari kesan glamour dan mahal. Difoto ini, kesan tersebut
tidak dihilangkan namun foto ini mengingatkan kita bahwa siapa pun kita. Kita
adalah manusia unik dan sering kali melakukan hal-hal konyol.
Martin Parr, Inggris
Pembuat
film documenter, fotografer, wartawan foto dan photobook kolektor Inggris. Dia
dikenal karena proyek-proyek fotografi yang mengambil pandangan yang intim,
satir dan antropologi pada aspek kehidupan modern, khususnya mendokumentasikan
kelas sosial Inggris, kritik sosial, dan lebih luas lagi tentang kekayaan dunia
Barat.
Kesan yang didapat dari foto ini:
Digambarkan ada dua orang yang
berbeda warna kulit dan gender.
a.
Wanita kulit hitam tampak kurus hingga tinggal
tulang mengesankan bahwa wanita di era modern memang selalu berdebat dengan
berat badannya, wanita modern selalu berusaha tampak kurus. Wanita ini
digambarkan berumur sekitar 30 tahunan, masa di mana wanita seharusnya berfikir
sangat dewasa dan matang walau masih memiliki jiwa petualangan.
b.
Pria kulit putih yang perutnya buncit, pria
sekarang terkenal sebagai pria mapan jika perutnya buncit atau gemuk berlebihan
jadi dia bias membeli/memakan apa saja yang tentu saja memerlukan banyak uang.
Wajah yang berjenggot putih juga menunjukan pengalaman dan kerja keras yang
telah dia tempuh.
c.
Mereka mandi di tempat yang sama menggambarkan
kesetaraan ras. Background di pantai yang merupakan tempat umum memberikan
kesan bahwa segala hal yang Parr tampakan merupakan pemandangan umum keseharian
orang-orang modern di Inggris.
d.
Foto ini berwarna penuh lebih menegaskan bahwa
ini adalah keadaan zaman sekarang. Zaman saat kamera sudah mampu mengeluarkan
warna. Zaman modern.
e.
Kedua objek berada di tengah, tepatnya si wanita
di tengah dan pria agak sedikit ke kanan (ke pinggir) mengesankan bahwa wanitalah
yang pertama kali ingin diangkat oleh si fotografer. Fotografer membandingkan
wanita tersebut dengan si pria.
Alasan menyukai foto ini:
Banyak kesenjangan yang terjadi dalam berbagai hal.
Permasalahan ras, warna kulit, pemerintahan, dan sebagainya. Di foto ini, kesan
yang ditunjukan mengindahkan tentang kesamaan dan perbedaan. Kesamaan yang
sesungguhnya berbeda, dan perbedaan yang sesungguhnya sama. Lagi-lagi
menunjukan bhwa kita adalah manusia.
Comments
Post a Comment