Generasi Pemaaf: Surat Terbuka untuk yang Sedang Berusaha
Kesalahan terjadi karena orang-orang yang bersangkutan mengakui bahwa itu adalah kesalahan.
Salahnya bukan cuma lo kok, Tam. Maafin diri lo deh, jangan terlalu keras. Kalau mereka (dia) nyalahin lo atas kesalahan yang dibuat bersama, setidaknya diri lo jangan menyalahkan diri lo sendiri. Banyak orang kabur dari masalah, seharusnya lo bangga, walau pun lo mempertaruhkan harga diri lo, lo nggak pernah kabur dari setiap masalah. Sayang-sayang sama diri sendiri, Tam. Jangan ngikutin orang yang gak sayang sama dirinya sendiri. Jangan ngikutin orang yang cuma bisa nyalahin orang lain tanpa melihat dirinya sendiri. Sayang sama diri lo, Tam. Lo dikasih "kesempatan" untuk melihat semuanya, baik-buruk dari sisi yang berbeda-beda, berarti lo juga punya kesempatan untuk ubah semuanya agar jadi lebih baik. Biarin masa lalu (masa kecil) lo jadi pengalaman yang buat lo semakin bijaksana dan menjadi pemaaf. Mereka nggak seberntung lo, Tam. Dan bersyukurlah karena lo "dipulihkan" (Tuhan/Semesta mengulurkan tangannya) sebelum lo benar-benar terpuruk.
Comments
Post a Comment