Ide sampai Skenario Pembuatan Film Pendek (Contoh Film Sequence Shot / One take)

Retrouvailles

Ide                               :           Cinta yang tidak selalu tentang manusia.

Tema                           :           Seorang pria yang sudah lama tidak membaca novel kesayangannya karena dipinjam oleh sahabat wanitanya.

Premis                         :           Andi memperjuangkan novel kesayangannya yang dipinjam Tika, walaupun tubuhnya menjadi taruhan, sampai akhirnya dia menemukan kembali novelnya.

Film statement            :           Bukan hal yang mustahil juga bagi para remaja walaupun pria yang suka membaca novel dan sangat kecanduan terhadapnya. Kegilaan inilah yang ingin ditimbulkan sebagai salah satu contoh terhadap berbagai jenis candu lainnya.

Durasi                          :           3 menit

Target penonton         :           Remaja usia 16 s.d. 20 tahun (Dengan perkembangan e-book tentu saja bukan alasan bagi para pembaca buku cetak untuk meninggalkan hobinya, karena ada sensasi lain saat membaca sambil membalik kertas. Bukan hanya buku yang terdiri dari beberapa jenis, pembaca pun berasal dari berbagai kalangan.)

Ditayangkan                :           Starworld Asia



Basic story                  :
                                    Pada tahun 2010. Di Institut Kesenian Jakarta, Andi (20) dan Tika (20) sudah lama bersahabat hingga masuk ke kampus yang sama, mereka juga memiliki novel favorit yang sama dan sering saling meminjam, kemudian Tika bercerita tetang pria yang dia suka (Rio) sedang dekat dengannya. Tak lama Tika berpacaran dengan pria yang dia sukai. Kedekatan dengan pria pujaan membuat Tika jarang menemui Andi. Andi sangat rindu. Setiap kali ingin menyapa, Rio selalu menghalangi. Andi berusaha menghubungi Tika namun tidak ada balasan.  Saat berpapasan di tangga, Rio dengan sergap menggandeng tangan Tika dan menginjak kaki Andi. Saat Andi hendak menghampiri Tika di perpustakaan, Rio mengajak Tika ke kantin dan menabrak Andi. Andi merasa pasrah dan mendudukin kursi yang tadi Tika duduki. Tiba-tiba kakinya menendang sesuatu. Ternyata itu adalah novel favoritnya yang dulu dipinjam Tika. Andi menatap tajam dan membacanya. Dia benar-benar merindukan Novelnya.


Synopsis                      :
            Siang hari di kampus. Seperti biasanya, Tika yang selalu meminjam novel Andi hendak mengembalikan dan meminjam novel lainnya. Namun kali ini alasan Tika menemui andi bukan hanya ingin meminjam novel kesayangan Andi melainkan Tika juga hendak bercerita tentang pria yang sedang dekat dengannya. Sebelum tika menjelaskan tujuannya, mereka masih bercanda dan tertawa bersama. Hingga akhirnya Tika bercerita, seketika itu pula suasana menjadi hening dan Tika berusaha menetralkan keadaan. Tika berpamitan dengan Andi karena Rio sudah menunggunya.
            Keesokan harinya Andi mulai khawatir dan berusaha menghubungi Tika. Andi menggubungi Tika dengan mengirim pesan lewat aplikasi chatting. Tidak seperti biasanya, Andi tampak sangat gelisa dan akhirnya memutuskan untuk menelepon Tika. sayangnya tidak ada jawaban hari itu.
            Hari berikutnya Andi melihat Tika dan Rio keluar dari perpustakaan. Andi hendak mengejarnya. Namun saat itu, Tika tampak nyaman bersama Rio. Andi mengurungkan niatnya untuk menghampiri Tika hari itu. Andi percaya jika esok ia akan mendapatkan kesempatan.
            Hari ini Andi baru saja keluar dari salah satu ruangan dekat toilet. Dia melihat Tika yang sedang asyik membca novel kesayangannya di depan tangga. Andi tampak sangat bahagia karena kali ini Tika sedirian dan berharap kali ini akan berhasil. Andi bersiap menghampiri Tika yang tampak sangat serius. Tiba-tiba dari belakang Andi, ada Rio yang baru keluar dari toilet dan mendorongnya. Tampak sepele memang, namun kelihatannya sangat menyakitkan. Dengan percaya diri, Rio menghampiri Tika dan mengajaknya naik ke atas.
            Siang ini Tika dengan sedikit terburu-buru masuk ke dalam perpustakaan. Dari luar, Andi melihat Tika dan segera mengejarnya. Andi yakin kali ini akan berhasil, dan akhirnya Andi sampai di dalam perpustakaan. Lagi-lagi Rio di sana. Rio denagn kepercayaan diri yang tinggi sedang bercengkrama dengan Tika. sesekali mereka bercanda dan menabrak meja. Berlebihan dan tampak memalukan. Tentu saja mereka tidak menghiraukan kehadiran Andi. Terlebih Rio yang sekarang mengajak Tika keluar dan menghantam tubuh Andi. Mereka masih tertawa terbahak.
            Andi pasrah saja kali ini. Matanya terus mengikuti arah mereka berlalu. Perlahan-lahan Andi berjalan mundur. Andi meraba-raba kursi dan mulai duduk di sana. Seketika NAdi tampak sangat letih dan berbalik secara tiba-tiba sambil menendang sesuatu. Dia melihat sesuatu itu yang ternyata adalah novel kesayangannya. Andi menatapnya dalam dan mengambilnya sambil terus menatapnya. Lama-lama novel itu diangkat sampai ke atas kepalnya. Andi terus menatap dan tersenyum bahagia.



Treatment

1.       Ruang duduk
Tika menghampiri Andi seraya mengembalikan novelnya dan meminjam yang baru. Walau kali ini agak sulit meminjam novel kesayangan Andi. Tika duduk di samping Andi sambil tertawa. Kemudian Tika bercerita tentang pria (Rio) yang sedang dekat dengannya.

2.       Pintu
Rio menunggu Tika sambil memainkan ponselnya. Rio menunggu dengan cukup sabar karena asik dengan ponselnya. Rio tersenyum ketika Tika menghampirinya. Tika menghampiri Rio dan pulang bersama.

3.       Depan toilet
Andi mengirim chat ke Tika dengan tidak sabar. Tika belum membalasnya. Andi tidak bisa menahan lagi dan menelepon Tika namun tidak ada jawaban.

4.       Depan perpustakaan
Andi melihat Tika bersama Rio keluar dari perpustakaan, Andi hendak mengejarnya. Tapi karena Tika tampak asik berjalan bersama Rio, Andi pun mengurungkan niatnya hingga besok.

5.       Depan tangga
Andi keluar dari ruangan samping toilet dan melihat Tika di depan tangga. Andi hendak menghampiri Tika yang sedang sendirian dan serius membaca novel. Tiba-tiba dari dalam toilet muncul Rio yang melewati Andi dan mendorongnya. Rio dengan bangga menggandeng Tika dan menutupi pandangan Tika dengan badannya yang besar. Sambil menaiki tangga.

6.       Perpustakaan
Tika masuk ke dalam perpustakaan. Seketika itu juga Andi melihatnya. Dari luar Andi berusaha mengejar Tika dan berhasil masuk ke dalam perpustakaan. Lagi-lagi di dalam perpustakaan ada Rio. Rio mengajak Tika ke luar sambil menghantam bahu Andi. Andi sekarang pasrah, dia duduk dan kakinya menendang sesuatu. Ternyata itu adalah novelnya. Andi menatap tajam kearah novelnya dengan tatapan bahagia.



Scenario

1.INT. Ruang Duduk – Day
TIKA menghampiri ANDI seraya mengembalikan novelnya dan meminjam yang baru. Walau kali ini agak sulit meminjam novel kesayangan Andi. Tika duduk di samping Andi sambil tertawa. Kemudian Tika bercerita tentang pria (RIO) yang sedang dekat dengannya.
       
2.INT. Pintu – Day
Rio menunggu Tika sambil memainkan ponselnya. Rio menunggu dengan cukup sabar karena asik dengan ponselnya. Rio tersenyum ketika Tika menghampirinya. Tika menghampiri Rio dan pulang bersama.

3.INT. Samping Meja – Day
Andi mengirim chat ke Tika dengan tidak sabar. Tika belum membalasnya. Andi tidak bisa menahan lagi dan menelepon Tika namun tidak ada jawaban.

4.INT. Depan Perpustakaan – Day
Andi melihat Tika bersama Rio keluar dari perpustakaan, Andi hendak mengejarnya. Tapi karena Tika tampak asik berjalan bersama Rio, Andi pun mengurungkan niatnya hingga besok.



5.INT. Depan Tangga – Day
Andi keluar dari ruangan samping toilet dan melihat Tika di depan tangga. Andi hendak menghampiri Tika yang sedang sendirian dan serius membaca novel. Tiba-tiba dari dalam toilet muncul Rio yang melewati Andi dan mendorongnya. Rio dengan bangga menggandeng Tika dan menutupi pandangan Tika dengan badannya yang besar. Sambil menaiki tangga.

6.INT. Perpustakaan – Day
Tika masuk ke dalam perpustakaan. Seketika itu juga Andi melihatnya. Dari luar Andi berusaha mengejar Tika dan berhasil masuk ke dalam perpustakaan. Lagi-lagi di dalam perpustakaan ada Rio. Rio mengajak Tika ke luar sambil menghantam bahu Andi. Andi sekarang pasrah, dia duduk dan kakinya menendang sesuatu. Ternyata itu adalah novelnya. Andi menatap tajam kearah novelnya dengan tatapan bahagia.



Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI