The Birth of Nation (analisis Bahasa Indonesia)
The Birth of Nations
Bentuk film
sebagai system
System yang
digunakan meliputi cerita, plot, ruang, waktu, karakter, hubungan sebab akibat
sudah cukup memadai dan mampu dimengerti
walau harus benar-benar fokus saat menonton.
Bentuk film
dan isi film
Isi film
tentang perjuangan kemerdekaan Amerika ditambah cerita sebuah keluarga di masa
tersebut yang ikut menjadi sukrelawan perang dan saksi dari penembakan Abraham
Lincoln di sebuah pertunjukan teater.
Konvensi
dan pengalaman
Konvensi
pembuat film yang mungkin meliputi pengalaman penulis saat terjadi perang di
Amerika yang memungkinkan pembuat film dapat memvisualkan cerita penulis tersebut.
Pengharapan
dalam bentuk film
Menurut
sudut pandang saya dalam film ini. Ini bukanlah film pada umumnya, ini bisa
dikatakan sebagai doku-drama yang memang tidak dapet ditebak apa yang tejadi
selanjutnya saat masa peperangan seperti itu.
Bentuk film
dan rasa
Menurut
sudut pandang saya. Rasa yang diangkat saat menonton film ini adalah semangat
walaupun tidak sekuat seperti saat menonton film di masa sekarang dengan efek
visual yang jauh lebih bagus. Namun tetap saja. Rasa yang dibangun oleh pembuat
film sangat baik jika kita melihat pada masa itu. Dengan minimnya fasilitas
namun bisa membawa penonton menuju ketegangan yang luar biasa.
Bentuk film
dan makna
-
Refential
Meaning
Pada masa seperti itu dimana para orang kulit hitam dijadikan budak
dengan pakaian lusuh. Orang kaya yang menggunakan pakaian mewah dan tinggal di
rumah besar. Kendaraan yang masih menggunakan kuda.
-
Explicit
meaning
Para budak yang sedang menari saat menyambut Elsie dan keluarganya.
Pesta dansa yang dibuat oleh orang kalangan atas sebelum pergi berperang.
-
Implicit
meaning
Saat salah seorang budak di rumah memperlakukan tamu dengan tidak baik
padahal tamu tersebut sedang membuat kesepakatan dengan majikannya. Dengan
tingkahnya si budak yang malah memfitnah sang tamu kepada tuannya sehingga
tuannya menjadi semakin geram.
-
Symptomatic
meaning
Segala sesuatu tidak dapat ditebak ataupun sesuai dengan apa yang kita
inginkan tapi melihat perjuangan yang begitu besar untuk kemerdekaan. Segalanya
menjadi mungkin.
Evaluasi
-
Kriteria
realistic
Karena film ini adalah doku-drama maka saya tidak terlalu memahami dari
segi realistic. Saya hanya tau bahwa film ini bagus dengan segala kekurangan
teknis pada saat itu.
-
Kriteria
moral
Moral di sini mungkin agak rancu karena dibalik orang-orang yang berusaha
memeperjuangkan hak budak malah ada seorang budak yang membuat pemicu
peperangan walaupun cukup kecil.
-
Kriteria
kompleksitas
Cerita ini cukup kompleks karena mengangkat tema perang yang sulit
ditebak kecuali kita benar-benar mengetahui sejarah. Ditambah lagi narasi yang
brlum cukup memadai untuk penonton mudah memahami film.
-
Kriteria
originalitas
Karena film ini bertema hampir dokumentasi maka bisa dikatakan bahwa
keoriginalitasan film ini cukup tinggi.
Fungsi bentuk
Bentuk dari film ini sudah menggulirkan cerita yang menungkinkan
penontong dapat menangkap pesan yang ingin disampaikna.
Kemiripan/pemgulangan dan perbedaan/variasi
Pada beberapa tokoh dan karekter. Sebut saja si budak yang memefitnah.
Dari cerita kita tahu bahwa budak itu memiliki nait jahat. Beberapa kali si
budak diceritakan berbuat jahat dengan berbagai metode. Metode dimulai dari
menjatuhkan topi tamu, meludah tamu, hingga memfitnah tamu.
Pengembangan cerita
Cerita tersebut semakin kompleks dari setiap scene ke scene selanjutnya.
Cerita tersebut juga semakin memberikan detail yang menjelaskan kepada penonton
kenapa pertistiwa tersebut terjadi.
Kesatuan/ketidaksatuan
Untuk memahami cerita dalam film ini. Sang pembuat film telah memudahkan
kita dengan adanya narasi yang di tulis di setiap perubahan shot. Hal ini
sangat membantu kautuhan/kesatuan cerita.
Bentuk film
Bentuk film ini adalah naratif karena ceritanya yang berurutan dari
mulai pra perang, perang, dan pasca perang.
Prinsip konstruksi cerita
1. Plot cerita
Plot dalam film ini
tentu saja sudah jelas karena film ini menganut bentuk naratif.
2. Sebab akibat
Penyebab perang sudah
dijelaskan dan akibat dari perangpun sudah diceritakan dengan cukup jelas.
3. Waktu
o
Urutan
waktu
Hampir keseluruhan
adegan menggunakan linear.
o
Durasi
waktu
§ Screen duration: film ini
menceritakan peperangan pada masa perjuangan kemerdekaan Amerika menjadi
Amerika Serikat.
§ Story duration: perang terjadi
selama sekitar 100 tahun.
§ Plot duration: saya belum mengetahui berapa
durasi plot.
o
Frekuensi
waktu
Hampir tidak ada pengulangan shot
untuk menentukan frekuensi waktu
4. Space
a. Story space
Berada di Amerika
b. Screen space
Di ruang tamu, di medan
perang, di ruang perawatan rumah sakit, di tempat dansa
c. Plot space
Di ruang tamu karena ada
bangku, di medan perang karena ada berbagai senjata dan pasukan, di ruang rumah
sakit karena banyak ranjang rumah sakit, di tempat dansa dengan berbagai
artistic pesta.
5. Opening, closing, penembangan cerita
a. Opening
Cerita berawal dari
sebuah keluarga, jadi saya simpulkan bahwa opening ini menganut konsep dari
sempit ke luas.
b. Closing
Menurut saya open ending
karena walaupun perang selesai antara kulit putih dengan kulit hitam yang
disebabkan pengkhianatan tetep saja tokoh-tokoh utama masih mengharapkan cerita
yang lebih baik. Berharap bahwa Negara yang mereka tinggali akan menjadi satu
tanpa peperangan yang mengenaskan selama bertahun-hatun karena masalah rasisme.
c. Pola pengembangan cerita
Paparan pada bagian
pertengahan cerita yang merujuk pada konflik, pengambangan masalah, dan
konfrontasi antara protagonist dan antagonis sudah cukup jelas untuk dipahami.
6. Aliran informasi cerita
a. Jangkauan informasi penceritaan
Informasi dalam film
sangat luas. Berawal dari kehidupan sehari-hari, percintaan, pembelaan antar
ras yang melibatkan politik, pembunuhan Abraham Lincoln membuat film ini
terkesan ribet namun menambah pengetahuan lebih pada para penonton. Jadi
penonton tidak hanya disajikan drama tapi menitik beratkan juga pada perjuangan
kemerdekaan.
b. Kedalaman informasi penceritaan
Unrestricted adalah tema
yang pas untuk mengungkapkan kedalaman informasi film. Penonton dapat menebak
sesuka hati apa yang akan terjadi selanjutnya. Tentu saja akan berbeda bila
penonton sudah mengetahui arah cerita dari buku yang mungkin mereka baca, atau
cerita sesungguhnya dari orang-orang pada masa perang.
c. Narrator
Di sini saya simpulkan
terdapat banyak narrator. Pertama dari narasi yang memang sudah ditulis oleh
pembuat film pada tiap adegan untuk menerangkan maksud dari adegan. Kedua,
tokoh pun sudah mampu membangun narasi. Ketiga, orang-orang di luar tokoh
menambah kekokohan narasi dalam film ini. Sayangnya, karena film yang belum
bersuara, saya sebangai pengamat pemula (amatir) agak sedikit sulit untuk
mengutuhkan keseluruhan cerita.
Struktur Naratif Film
Karena ini adalah film
di awal perfilman. Tentu saja saya meyakinkan bahwa struktur yang dibuat dalam
film ini adalah Struktur Hollywood Klasik. Alasannya;
a. Karakter yang dibangun sangat jelas,
dari mulai sebuah keluarga dengan anak lelakinya (protagonist) dan si anak
perempuan (antagonis), dan peran-peran pendukung lainnya.
b. Setting yang jelas, ruang dan waktu
yang dibangun sangat mengisyaratkan kapan film itu terjadi. Mulai dari tempat,
pakaian, bahkan ada narasi yang memang menjelaskan sedikit sejarah tentang adegan
yang terjadi.
c. Perkembangan cerita yang progresif
dapat dilihat dari seberapa besar keinginan si tokoh untuk melakukan tindakan
menghilangkan rasisme walau pada akhirnya tidak sesuai pengharapan. Berbagai
repetisi juga disuguhkan saat beberapa kali ras hitam mencoba menyakiti ras
putih dan sebaliknya.
d. Penutup yang happy ending. Walaupun
saya mengatakan bahwa penutup film ini adalah open ending yang memungkinkan
berbagai harapan dari sang tokoh. Kita sudah bisa melihat akhir dari peperangan
itu. Sebenarnya Happy ending dibawakan oleh karakter kedua pria dan wanita
untuk kehidupan mereka. Dan karena mereka berdua adalah karakter utamanya maka
focus ending film bisa ditutup dengan kebahagiaan kedua insan tersebut.
Comments
Post a Comment