segmentasi, targeting, positioning stasiun TV



A.      Segmentasi menurut Kotler (2006 : 281) mengatakan bahwa : “Segmentasi pasar membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah”

Manfaat segmentasi menurut Gitosudarmo (2000):
-     Dapat membedakan segmen yang satu dengan yang lainnya
-     Dapat mengetahui sifat masing-masing segmen
-     Dapat mengetahui mana segmen dengan potensi paling besar
-     Dapat digunakan untuk menentukan segmen mana yang akan dijadikan pasar target.

Pengelompokan segmentasi:
1.      Geografis        :           Pemetaan jenis konsumen berdasarkan Negara, provinsi, kota, kabupaten, dsb.
2.      Demografis     :           Pemetaan jenis konsumen berdasarkan umur, pekerjaan, jenis kelamin, kewarganegaraan, dan agama
3.      Geodemografis           :           khalayak yang tinggal di daerah tertentu memiliki karakter dominan yang sejenis
4.      Psikografis       :           Pemetaan jenis konsumen berdasarkan kelas social, dan tipe personalitas atau gaya hidup
5.      Tingkah laku    :           Pemetaan jenis konsumen berdasarkan intensitas penggunaan produk.
Segmantasi pada Metro TV    :           Sebagai TV spesialis berita, Metro TV memiliki segmentasi audience tersendiri dengan target maket yang lebih spesifik pada khalayak tertentu. Khalayak wanita atau pria dengan Socio Economic Status (SES) A dan B dengan usia 20+ adalah target potensial bagi stasiun tv ini. AGB Nielsen Media Research menyebutkan bahwa selama periode Januari 2007 hingga November 2008, Metro TV menjadi stasiun TV yang paling banyak disaksikan oleh pemirsa dengan latar belakang SES A dan B.


B.      Targeting menurut Keegan & Green (2008) adalah proses pengevaluasian segmentasi dan pemfokusan strategi pemasaran pada suatu negara,prpinsi,atau sekelompok orang yang memliki potensi untuk memberikan respon.
Sedangkan menurut Kotler & Amstrong (2008) adalah sekelompok pembeli (buyers) yang memiliki kebutuhan atau karakteristik yang sama yang menjadi tujuan promosi perusahaan.
Dari kedua definisi tersebut targeting merupakan sebuah proses yang sangat penting karena akan menentukan siapa yang akan membeli produk dari perusahaan.

Tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan dalam mengevaluasi dan menentukan segmen yang akan ditarget, yaitu:
  1. Memastikan bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan.
  2. Strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan itu memiliki kekuatan untuk mendominasi segmen pasar yang dipilih.
  3. Segmen pasar yang dibidik itu harus didasarkan pada situasi persaingannya yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik target segmen.
Targeting pada Metro TV       :           Professional, Executive dan Entrepreneur

C.      Positioning menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya.

Persepsi pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan bukan hanya sekedar produk fisik adalah fokus utama Positioning.  Keberhasilan positioning sangat ditentukan oleh kemampuan sebuah perusahaan untuk mendeferensiasikan atau memberikan nilai superior kepada pelanggan. Nilai superior sendiri dibentuk dari beberapa komponen. Sedangkan kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan dari  persepsi perusahaan terhadap dirinya sendiri, persepsi perusahaan terhadap pesaing, persepsi perusahaan terhadap pelanggan, dll.

Positioning pada Metro TV     :           News TV







Penerapan pada Program

Setelah mengetahui segmentasi, targeting, dan positioning yang digarap oleh Metro TV. Sekarang kita akan menelaah salah satu program unggulan Metro TV dan hubungannya dengan system Segmentasi, Targeting, dan Positioning.

Program yang akan diambil sebagai contoh adalah Program Mata Najwa. Mata Najwa adalah program talkshow unggulan Metro TV yang dipandu oleh jurnalis senior, Najwa Shihab. Talkshow ini ditayangkan setiap hari Rabu pukul 20:05 hingga 21.30 WIB.

         Disiarkan perdana sejak 25 November 2009, Mata Najwa konsisten menghadirkan topik-topik menarik dengan narasumber kelas satu. Sejumlah tamu istimewa telah hadir dan berbicara di Mata Najwa, diantaranya mantan Presiden RI, BJ Habibie (episode: Separuh Jiwaku Pergi), mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (episode: Pemimpin Bernyali), Menteri BUMN Dahlan Iskan (episode: Komandan Koboi), dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (episode: Laga Ibukota).

         Mata Najwa juga pernah menghadirkan gambar eksklusif di dalam sel tahanan Lapas Sukamiskin dan Rutan Cipinang dalam episode ”Penjara Istimewa”. Di tayangan tersebut, Najwa ikut melakukan inspeksi mendadak dan berbincang langsung dengan terpidana kasus korupsi, Gayus Halomoan Tambunan, Adrian Waworuntu, Agusrin Najamuddin dan Anggodo Widjojo.

        Mata Najwa telah berhasil meraih sejumlah penghargaan di dalam dan luar negeri. Di tahun 2010, episode ”Separuh Jiwaku Pergi” terpilih menjadi salah satu nominasi The 15th Asian Television Awards untuk kategori ”Best Current Affair Program”.  Di tahun 2011 Mata Najwa mendapat anugerah Dompet Dhuafa Award sebagai talkshow terinspiratif. Di tahun yang sama, Mata Najwa masuk menjadi salah satu nominasi KPI Award kategori ”Talkshow Terbaik”.

      Selama tiga tahun berturut-turut sejak 2010 hingga 2012, Mata Najwa berhasil terpilih sebagai Brand yang paling direkomendasikan oleh Majalah SWA. Mata Najwa juga mendapat penghargaan The Word of Mouth Marketing Award di tahun 2011.

          Pada 2014, memasuki usia tahun ke 4, Mata Najwa berhasil mendapat KPI Award sebagai "Program Talkhow Terbaik".

Segmentasi     :           AB 20+
Targeting        :           Professional, Executive dan Entrepreneur
Positioning      :           Talk Show

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI