Apresiasi Seni; Singin’ In the Rain (1952)

Film SINGIN’ IN THE RAIN bercerita tentang seorang bintang film bisu bernama Don Lockwood yang memiliki pribadi yang baik dan kemampuan seni yang mumpuni di beberapa bidang seperti sebagai musisi, penari, dan
seorang pemain pengganti. Don sangat mentolerir rekan kerjanya yang bernaa Lina Lamont yang menganggap kisah cinta mereka yang semestinya hanya di dalam film seakan jadi nyata di luar kamera. Lalu setelah muncul sebuah teknologi baru dimana gambar sekarang bisa berbicara, salah satu rumah produksi film berencana untuk membuat sebuah film bersama dengan Don dan kelompok filmnya. Mereka berencana membuat sebuah film yang bisa berbicara dan tak hanya sekedar film bisu.
Lalu setelah mereka semua merencanakan apa-apa yang dibutuhkan dalam pembuatan film tersebut, mereka semua siap untuk memulai shooting film bersuara pertama itu. Proses shootingnya rupanya menuai kesulitan. Hal itu lantaran suara Lina yang sangat sulit untuk stabil dan warna suaranya yang begitu komikal. Hal itu malah membuat Lina yang merasa bahwa dia adalah aktris yang sangat handal dalam film bisu, menjadi tidak nyaman dengan hal itu. Meskipun begitu, sutradara dan Don mencoba mencari cara lain agar Lina tak terluka mengetahui kenyataan bahwa suaranya terlalu komikal untuk film bersuara.
Setelah satu kali take dan mereka melihat hasilnya, mereka semua tak suka dengan keaktoran yang dilakukan oleh Lina. Selain karena suaranya, ia juga tak mau menuruti untuk tetap bicara menghadap mik yang sudah disediakan. Don dan kawan karibnya yang bernama Cosmo Brown pun mencoba untuk memikirkan cara lain untuk menanggulangi kekurangan tersebut. Cosmo kemudian memiliki ide yang cemerlang, yakni dengan mengisi suara Lina dengan suara Kathy Selden dan mereka mengajak Simpson untuk merubah judul dari The Dueling Cavalier menjadi The Dancing Cavalier, sebuah film komedi musikal.
Dari beberapa fakta di atas, saya menjadi semakin menyadari bahwa tarian merupakan aspek yang cukup berpengaruh. Dalam film ini shot tari selalu diambil secara full shot dan sequence shot. Dalam film ini juga, tari digunakan sebagai tarian itu sendiri, juga tari sebagai hiburan.

Tari sebagai tarian dapat kita lihat pada scene saat Don dan Cosmo memulai debudnya. Sedangkan tari sebagai hiburan dapat dilihat pada scene Don, Kathy, dan Cosmo menari bersama, serta ketika Don kembali setelah mengantar Kathy pulang.

Comments

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI