Jelajah 1000 Jurnalis, Konten Majalah AKSI (sebelum sunting)
Jelajah 1000 Jurnalis atau bisa
juga disebut Jelajah Wisata Budaya, merupakan acara yang bertujuan untuk
mempromosikan kebudayaan serta kearifan lokal, dari mata jurnalistik nasional—PWI
(Persatuan Wartawan Indonesia), jurnalis kampus, maupun jurnalis MAPALA
(Mahasiswa Pecinta Alam). Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintahan Kabupaten
Katingan, Kalimantan Tengah. Turut bekerja sama dengan DISPORA (Dinas Pemuda
dan Olah raga) dan Kalteng Pos—yang merupakan grup dari Koran Jawa Pos.
Acara ini
diselenggarakan pada tanggal 8 Agustus 2015 sampai dengan 22 Agustus 2015.
Selain sebagai sarana promosi wisata budaya Kalimantan Tengah, salah satu acara
yang paling ditunggu-tunggu adalah Pengibaran Sang Saka Merah Putih di Puncak
Bukit Raya. Sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-70 yang jatuh
pada tanggal 17 Agustus 2015. Untuk semakin memeriahkan Jelajah Wisata
Budaya, diadakan juga lomba fotografi dan pembuatan film documenter. Sayangnya,
kami tidak dapat ikut lomba pembuatan film, dikarenakan hanya ada 2 peserta
yang mendaftar; SENDAL IKJ dan kami (AKSI IKJ). Sedangkan, minimal harus 6
peserta.
Tahun ini
merupaka tahun kedua bagi pemerintahan Kabupaten Katingan. Sebelumnya, pernah
juga diadakan acara yang sejenis. Namun, hanya mengundang MAPALA se-Indonesia. Pada
tahun 2014, salah satu tujuan dari diselenggarakannya acara ini juga untuk
memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia di Puncak Bukit Raya—Bukit raya merupakan satu dari 7 gunung
tertinggi berdasarkan pulau-pulau di Indonesia, Bukit Raya juga gunung dengan
pendakian tersulit kedua setelah Cartenz/Jaya Wijaya di Papua.
Acara ini dibuka oleh Bupati
Katingan di kediamannya (RUJAB; Rumah Jabatan Bupati)—tempat ini juga merupakan
tempat kami menginap selama mengikuti acara Jalajah 1000 Jurnalis. Sebelumnya, kami para peserta—yang tiba
tanggal 6 Agustus 2015— menginap di situs Rumah Betang yang ada di Palangkaraya—tepatnya
dekat PALMA (Palangkaraya Mall).
Tanggal 8 Agustus 2015. Kami meliput
acara pertama yaitu Tiwah. Tiwah merupakan tradisi turun-temurun oleh Dayak
Kaharingan. Masyarakan dayak percaya bahwa Tiwah dapat mengantarkan roh untuk
naik ke surga. Di sana kami juga bertemu jurnalis CNN Internasional. Sayngnya
kami dan CNN telat meliput dari awal, karena acara iini berlangsung sejak
tanggal 6 Agustus 2015 sampai 9 Agustus 2015.
Tanggal 9 Aguatus 2015. Kami meliput
kegiatan penanaman di Kebun Raya Katingan. Rencananya Kebun Raya ini akan
dijadikan seperti Kebun Raya Bogor. Tanaman yang akan ditanam akan tersentral
pada tanaman daerah tropis. Setelah menanam, kami menuju tempat wisata Bukit
Batu yang sangat dekat—bisa dikatakan di dalam Kebun Raya Katingan. Konon,
batu-batu yang ada di sana muncul secara sendirinya dan setiap tumpukan batu
memiliki kehebatan masiing-masing. Contohnya Batu Kamiak, mengandung mitos
bahwa siapapun yang dapat melewati celah di antara batu, maka semua
impian/harapannya akan terkabul.
Selanjutnya, kami bersiap untuk
menaiki Puncak Bukit Raya. Kami tidak lagi menginap di RUJAB. Namun, kami bermalam
di Desa Tumbang Manggu (titik nol, Kalimantan Tengah). Kali ini kami bermalam
di Rumah Betang sungguhan milik Syaer Sua (tokoh adat sekaligus seniman). Kami
disambut dengan minuman dan terian-tarian.
Paginya kami menuju Camp Rahanjang, tempat
bermalam terakhir sebelum menaiki Bukit Raya. Sampai di Camp Rahanjang, kami
disambut dengan makanan dan tarian. Kami dibebaskan untuk memilih rumah
penduduk yang akan kami inapi. Malam harinya kami mengikuti acara malam
keakraban.
Pukul 10.00 WIB, kami memulai perjalanan ke Kaki
Bukit Raya—tempat akses mobil terakhir. Saat inilah kami memulai pendakian.
Acara ini mentergetkan agar kami bisa mengibarkan Bendera Merah Putih tepat
pada tanggal 17 Agustus. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Katingan di
Puncak Bukit Raya. Setelah turun dari Bukit Raya, kami kembali menginap di
RUJAB.
Acara ditutup dengan konser Iwan Fals.
Sekaligus, pemberitahuan bahwa Acara Wisata Budaya 1000 Jurnalis berhasil masuk
Rekor Muri. Seluruh panitia, peserta, dan masyarakat turut melebur oleh alunan
musik. Konser ini diselenggarakan di stadion bola, dekat dengan RUJAB. Konser
ini selesai pukul 17.40 WIB. Kemudian, Iwan Fals mengunjungi RUJAB untuk foto
bersama Bupati dan Panitia.
Comments
Post a Comment