Menulis Sinopsis untuk Skenario (Hansel and Gretel : Witch Hunter)

Synopsis :

Bulan menampakan dirinya di atas hutan yang sangat gelap, seorang ayah berlari menuju rumahnya yang berada di dalam hutan. Dia menemui istrinya dan melaporkan jika ada hal yang tidak beres malam itu. Ke dua anaknya, Hansel dan Gretel menyadari hal itu dan bangun dari tidurnya. Sang ayah lalu membawa mereka pergi malam itu dan menyusuri hutan yang gelap dengan bermodalkan cahaya lampu pijar. Sampai ditengah hutan sang ayah meninggalkan mereka berdua dan berjanji untuk kembali. Namun, sang ayah tidak pernah kembali.



Hansel dan Gretel merasa ketakutan dan menggigil ketika mereka mendengar sesuatu dari Hutan yang letaknya lebih dalam. Namun, karena penasaran, mereka menghampiri asal suara itu. Mereke berharap bias menemukan bantuan di dalamnya, maka mereka berteriak meminta tolong sampai akhrinya mereka menyadari bahwa rumah itu tebruat dari permen-permen dan kue-kue. Mereka memakan sedikit bagian dari rumah itu. Seketika pintunya terbuka dan mereka masuk ke dalamnya.

Sampai dalam rumah mereka disambut dengan lilin-lilin yang tiba-liba menyala. Dari tengah ruangan tampak sesosok banyangan sebuah tubuh manusia yang tinggi dan kurus. Ketika lilin terakhir menyala, cahayanya menunjukan bahwa itu adalah sesosok nenek tua yang mengerikan berusaha menerkam mereka.

Nenek tua itu mengurung Hansel dalam sebuah kandang dan mengikat Gretel dengan rantai berkarat. Nenek itu memaksa Hnsel untuk memakan kue darinya. Awalnya Hansel menolak, begitu juga Gretel yang memberikan kode agar Hansel tidak memakannya. Namun, sang nenek mnyadari itu, dia menarik Gretel dan meletakan pisau pada lehernya. Nenek itu mengancam jika Hansel tidak memakan kue itu, dia akan membunuh Gretel. Hansel dengan terpaksa memakannya.

Gretel dipaksa untuk memanaskan oven yang dipersiapkan untuk memanggang tubuh Hansel. Tapi, dengan kecerdiaknnya, Gretel yang tadi mengambil paku dan sekarang berusaha membuka gembok pada rantai tersebut untuk menyelamatkan Hansel.akhirnya dengan sush payah, gembok itupun terbuka. Dengan sergap Hansel mengambil pisau dan mencoba menikam nenek itu. Nenek itu menyadari tindakan Gretel dan hendak mencelakakannya dengan memanjangkan tangannya yang kurus seperti akar. Gretel tampak baik-baik saja dan dengan sigap menerjang nenek itu. Gretel menusukan pisau secara bertubi-tubi ke perut nenek itu hingga darah terpercik-percik membasahi wajah Gretel.

Ketika sang nenek jatuh. Gretel buru-buru menghampiri Hansel dan memotong tali yang mengikat tangan Hansel. Hansel melihat nenek itu bangkit dari pundak Gretel. Tali terlepas dan Hansel segera memukul nenek itu dengan balok hingga jatuh ke perapian oven. Nenek itu terbaring diperapian. Dengan sekuat tenaga, Hansel dan Gretel menarik rantai untuk menutup oven. Oven itu tertutup hingga nenek itu terkurung di dalamnya. Mereka melihat nenek mengerikan itu terbakar sehingga bentuknya semakin tidak karuan dan sesuatu meletup dari wajahnya mencipratkan darah ke kaca oven.

Beberapa tahun kemudian disebuah perkampungan tampak seorang tua menjual susu yang dicuri oleh seorang pemuda. Pemuda itu lari dan membawa sebotol susu sambil menyaksikan pengumuman dari beberapa pria untuk membakar seorang wanita muda yang dituduh sebagai penyihir. Dari dalam kerumunan dataglah seorang pria paruh baya naik ke mimbar dan berusaha menyakinkan warga bahwa wanita itu belum tentu penyihir dan tidak pantas dihukum sebelum ada bukti signifikan. Namun, tetap saja sekumpulan pria itu meyakinkan warga kalau wanita itu pantas untuk dibakar.

Dari belakang kepala sang pria, ada sebuah selongsong senjata yang ditodongkan oleh seorang gadis, gadis itu adalah Gretel. Gretel memaksa pria itu untuk melepaskan wanita muda itu, jika tidak, Gretel akan meledakan kepala sang pria. Kemudian, Hansel datang menodongkan tembakan laras besar kearah pria-pria lain yang memegangi wanita muda itu. Hansel memaksa mereka untuk melepaskan wanita muda itu. Gretel melihat hal itu dan meminta Hansel untuk mengecek wanita itu dan membuktikan bahwa wanita itu bukanlah penyihir. Dari dalam kerumunan seorang ibu berkata bahwa anaknya diculik. Hansel dan Gretel meyakinkan warga bahwa mereka akan berusaha menemukan anak-anak yang diculik dan membawanya pulang dengan selamat serta membubarkan kerumunan.

Dengan perasaan kesal, si pria yang sesungguhnya adalah serif merasa sangat kesal atas tindakan Hansel dan Gretel. Dia meyakinkan bahwa wanita muda barusan memang benar seorang penyihir. Serif mengatakan kata-kata kasar hingga Gretel menghantam rahangnya hingga berdarah. Para pengikut serif berusaha membantu serif namun Hansel dengan sigap menodongkan senjatanya. Pria setengah baya mangajak Hansel dan Gretel untuk memulai pencarian. Dia menunjukan tempat yang pantas dicurigai sebagai sarang penyihir.

Gretel berjalan ketengah hutan dan mendobrak sebuah rumah kumuh yang tampak mengerikan. Dengan menodongkan pistol, Gretel bersiap dan menemukan sesosok penyihir yang mengerikan melihat ke arahnya. Gretel memaksa penyihir itu untuk pergi dan penyihir itu melemparkan senjata yang ditngkis oleh Gretel. Gretel menembaki penyihir yang kabur secara bertubi-tubi. Penyihir itu mengambil sapu terbang dan pergi ke tengah hutan.

Penyihir itu menabrak ranting dan jatuh. Sapu terbangnya terlepar hingga ke bawah kaki Hansel. Hansel menahan sapu itu dengan kakinya dan menambak si penyihir. Si penyihir kabur, Hansel mengejarnya dengan susah payah hingga sempat terguling. Hansel tidak putus asa dan terus mengejar penyihir tersebut sambil menembakinya. Penyihir tersebut malemparkan sihirnya yang hamper menyelakakan Hansel, hingga membuat pagar dari batang pohon.



Dari arah lain Gretel mengambil jalan pintas. Saat Hansel terus mengejar penyihir, Gretel menubruk penyihir itu. Sayangnya, penyihir itu justru menangkap leher Gretel dan melemparnya hingga terguling. Hansel melihat dan menghantam penyihir dengan senjatanya yang berat. Terjadi beberapa kali pukulan hingga Hansel terlempar ke batang pohon dan jatuh. Dari belakang penyihir, Gretel tiba-tiba menghantamnya bertubi-tubi dan jatuh. Dari belakang, Hansel kembali menghantam si penyihir. Si penyihir mengerahkan kekuatannya untuk mendorong Hansel, tetapi sebaliknya. Hansel membanting penyihir hingga jatuh menghantam batang pohon. Hansel memberi aba-aba pada Gretel. Sekali gerakan, Gretel mengambil senjata panahnya yang jatuh dan membidik penyihir. Anak panah itu menembus kaki sang penyihir yang menjatuhkannya ke tanah. Anak panah itu terhubung dengan tali tipis-kuat. Gretel menarik tali tersebut melalui ranting yang tinggi untuk menggantung penyihir secara terbalik. Penyihir itu meronta. Hansel dan Gretel menghampirinya dan dengan sangat keras menghantam wajah penyihir……………………… (dan seterusnya)……………………………………

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI