Laporan Interferensi oleh Lapisan Tipis




Interferensi oleh Lapisan Tipis





Nama: Tamara Citra Deliesza
Kelas: XII IPA 2


1.      Tujuan percobaan:
Mengamati warna yang dipantulkan zat-zat di atas air yang membentuk lapisan tipis oleh cahaya matahari.
2.      Dasar teori:
Interferensi dapat terjadi pada lapisan tipis seperti lapisan sabun dan lapisan minyak. Jika seberkas cahaya mengenai lapisan tipis sabun atau minyak, sebagian berkas cahaya dipantulkan dan sebagian lagi dibiaskan kemudian dipantulkan lagi. Gabungan berkas pantulan langsung dan berkas pantulan setelah dibiaskan ini membentul pola interferensi.
Gambar 11. Interferensi cahaya pada lapisan tipis

http://fisikamemangasyik.files.wordpress.com/2011/07/picture15.png
Seberkas cahaya jatuh ke permukaan tipis dengan sudut datang i. Sebagian berkas langsung dipantulkan oleh permukaan lapisan tipis (sinar a), sedangkan sebagian lagi dibiaskan dulu ke dalam lapisan tipis dengan sudut bias r dan selanjutnya dipantulkan kembali ke udara (sinar b).
Sinar pantul yang terjadi akibat seberkas cahaya mengenai medium yang indeks biasnya lebih tinggi akan mengalami pembalikan fase (fasenya berubah 180o), sedangkan sinar pantul dari medium yang indeks biasnya lebih kecil tidak mengalami perubahan fase. Jadi, sinar a mengalami perubahan fase  180o, sedangkan sinar b tidak mengalami perubahan fase. Selisih lintasan antara a dan b adalah 2d cos r.
Oleh karena sinar b mengalami pembalikan fase, interferensi konstruktif akan terjadi jika selisih lintasan kedua sinar sama dengan kelipatan bulat dari setengah panjang gelombang (λ). Panjang gelombang yang dimaksud di sini adalah panjang gelombang cahay pada lapisan tipis, bukan panjang gelombang cahaya pada lapisan tipis dapat ditentukan dengan rumus:
λ = λ0/n.
Jadi, interferensi konstruktif (pola terang) akan terjadi jika
2d cos r = (m – ½ ) λ ; m = 1, 2, 3, …
dengan m = orde interferensi.
interferensi destruktif (pola gelap) terjadi jika
2d cos r = m λ ; m = 0, 1, 2, 3, …
3.      Alat dan Bahan:
-         Mangkuk
-         Sedotan plastic
-         Cahaya matahari
-         Air
-         Lem Kayu
-         Sabun cuci piring
-         Oli


4.      Cara kerja:

4.1.                   Lapisan tipis pada Lem Kayu
1.      Siram air pada konblok.
2.      Tuangkan lem pada air yang berada di konblok.
3.      Amati warna pelangi yang tampak pada lapisan di atas air yang terpapar cahaya matahari.
4.2.                   Lapisan tipis pada Sabun Cuci Piring
1.      Tuangkan sabun cuci piring pada mangkuk yang berisi air, kemudian aduk hinggga berbusa dengan sedotan.
2.      Amati warna pelangi pada lapisan gelembung sabun.
4.3.                   Lapisan tipis pada Oli
1.      Siram air pada konblok.
2.      Tuangkan oli pada konblok yang telah disiram air.
3.      Amati warna pelangi pada lapisan tipis air.

5.      Data hasil pengamatan:

5.1.                   Lapisan tipis pada Lem kayu
Warna pelangi tampak seperti bintang-bintang yang berwarna pelangi.
5.2.                   Lapisan tipis pada Sabun Cuci Piring
Pelangi tampak pada gelembung tipis sabun.
5.3.                   Lapisan tipis pada Oli
Warna pelangi tampak berpendar, semakin lama hanya warna ungu yang terlihat, kemudian hilang.
                        Table data hasil pengamatan:
No.
Nama Zat
Warna yang tampak pada mata
Warna yang tampak pada kamera HP (8 MP)
1.
Lem kayu
Pelangi pada kerlipan seperti bintang.
Pelangi dengan kerlipan seperti bintang namun tidak sejelas pengelihatan mata.
2.
Sabun cuci piring
Pelangi pada pinggir gelembung tipis sabun.
Pelangi pada pingir gelembung tipis sabun.
3.
Oli
Pelangi berpendar
Ungu
6.      Diskusi
Kendala yang mungkin terjadi saat melakukan pengamatan:
1.      Cahaya matahari yang tidak tegak lurus, namun pada posisi sekitar 120 derajat dan mulai tampak oranye (sore hari pukul 15.30)
2.      Warna ungu pada oli karena semakin lama warna yang tertinggal adalah ungu, kamera yang digunakan belum mampu mengambil gambar secara cepat dan sebaik mata.
7.      Kesimpulan
Warna-warni seperti pelangi yang tampak pada setiap zat merupakan hasil dari Interferensi Cahaya Konstruktif. Sinar yang jatuh ke permukaan zat di atas air akan mengalami pemantulan dan pembiasan warna pelangi oleh cahaya matahari yang bersifat polikromatik yang dapat ditangkap oleh mata.

8.     









Foto-foto hasil pengamatan
Pelangi pada Lem Kayu                                                        Pelangi pada Oli

Pelangi pada Gelembung Sabun Cuci Piring

Comments

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI