Beberapa Kata Dalam Bahasa Indonesia yang Ganjil *Pentingnya Memahami Bahasa




Kebanyakan pelajar di Indonesia mengalami masalah dalam pelajaran Bahasa Indonesia, padahal Bahasa Indosneia adalah bahasa luruh Bangsa Indonesia. Menurut beberapa survey ( curhatan guru2 BI di setiap sekolah yg pernah dan sedang gue tempatin ). Nilai terendah dalam ujian seperti UTS, UAS, bahkan UN bukanlah nilai Matematika/Bahasa Inggris namun Bahasa Indonesia. Setelah di telaah, kesalahan yang terjadi pada pelajar disebabkan dengan kebiasaan lingkungan yang juga salah mengartikan/memahami/menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sekedar info tambahan, Bahasa Inggris yang dipelajari di Indonesia dalam tingkat SMA sebenarnya merupakan pelajaran untuk tingkat SD di Inggris. Maklum saja Bahasa Inggris tampak lebih mudah.

Tidak sampai di situ, pengembangan dalam bahasa di Indonesia juga menyulitkan, pelajar (khususnya anak2, remaja) yang sedang dalam masa pemahaman bahasa terkontaminasi dengan perkembangan bahasa baru. biasanya di sebut bahasa gaul/alay.

Bahasa Indonesia juga menjadi semakin aneh dengan orang-orang yang mencampurkan tata bahasa Indonesia dengan bahasa asing.

Lebih parah dengan adanya julukan-julukan yang berarti baik namun disalah gunakan menjadi tidak baik. Biasanya disebut Peyorasi.

Berikut beberapa contoh kesalahan dalam Bahasa Indonesia.




Di Medan, kata “Bangsat” ditujukan ke orang yang sifatnya brengsek, seperti penghianat, usil, dan munafik. Tidak ada orang yang mau dituduh bangsat, dan kalau kita menyebut orang sebagai bangsat, dapat mengundang perang besar dalam jangka lama, perang batarayuda.


Ternyata di Jakarta, tepatnya bagi orang Betawi, bangsat itu adalah binatang kepinding. Binatang ini suka menyelinap di sela-sela perabotan menunggu mangsa untuk disedot darahnya, suka menyelinap di sela-sela tubuh menyedot darah, gatalnya bukan main dan baunya minta ampun.


Tetapi di Rawasari, Jakarta, ada seorang pemuda (sudah 32 an tahun tapi belum kawin-kawin) namanya Satrio. Orangnya sangat baik, suka menolong, pemberani. Pernah sendirian membekuk maling yang mencoba memalingi rumah di lorong dimana dia tinggal. Bang Satrio ini sangat disukai anak-anak, di sayangi ibu-ibu karena suka menolong mereka menyeberangi jalan raya yang padatnya minta ampun. Pokonya tak ada yang tak kenal yang namanya Satrio. Tanyakan ke penduduk dimana dia tinggal, semua akan gembira mengantarkan anda sampai ke pintu rumahnya. Adanya Satrio menjadikan kampung aman, preman-pun jerih mendengar namanya.

Satrio ini dipanggil Bang Sat, singkatan dari Bang Satrio. Jadi di Rawasari kalau anda bertanya di mana Bangsat tinggal, anda akan diantarkan ke rumah bang Satrio. Tapi kalau di Medan, pertanyaan seperti itu akan membawa anda ke masalah, dan di Condet (kampung Betawi) pertanyaan seperti itu membingungkan orang yang ditanya, atau jangan-jangan kita dianggap gila.

Demikianlah sebuah kata “bangsat” memberikan makna yang berbeda. Sebuah kata bermakna karena diberikan makna oleh penuturnya.


Demikian juga kata “Benar” tidak selalu sama dengan “Betul’. Buktinya “kebenaran” tidak sama dengan “kebetulan”.

Lalu apakah “kenaikan harga” adalah kata yang benar?, ah tidak, sebab tidak ada kata “keturunan harga”.

Ada orang Batak naik bis kota di Jakarta. Sejak naik sampai turun di tempat tujuan dia tidak dapat tempat duduk, berdiri terus. Si Batak ini menceritakannya begini : “sejak kenaikan sampai keturunan aku tidak dapat kedudukan”. Bah ……pemirsa pada bingung.


Ada juga teman yang berlangganan di sebuah warung nasi (warteg). Saban makan siang dia sudah pasti di sana. Selain murah yang terpenting bisa ngutang. Warung ini memang sangat laku. Tetapi oleh Pemda setempat warung digusur, katanya karena wilayah itu jalur hijau. Warung terpaksa pindah ke tempat lain. Teman ini ingin tau bagaimana warung setelah pindah, apakah laku atau tidak, tetapi pertanyaannya begini:”setelah pindah ke tempat baru ini, bagaimana kelakuan warung?”, tukang warung bingung dah.





Jadi kita ambil contoh Bangsa Inggris dan Bangsa Amerika. Kalau kita perhatikan, Bahasa Inggris (UK) dengan Bahasa Inggris (US) lebih sopan bahasa UK. Mereka secara tidak langsug sudah menyingkirkan ALAY (beserta bahasa anehnya) ke daratan Amrik dan tetap bertahan dengan jati diri bahasa Inggris yang baik di negara Inggris.

Popular posts from this blog

Marselli Sumarno (Wawancara Singkat)

Sedekit PR untuk FFI