ARTIKEL LENGKAP TENTANG HIV/AIDS DAN NARKOBA
Pengaertian
AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome
merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang
diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV,
sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang
dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Jika seseorang terkena virus
semacam ini akan mudah terserang infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor.
Untuk sampai saat ini, penyakit HIV AIDS belum bisa disembuhkan dan ditemukan
obatnya, kalau pun ada itu hanya menghentikan atau memperlambat perkembangan
virusnya saja.
Virus HIV dan virus-virus sejenisnya seperti SIV, FIV dan lain-lain biasanya tertular
melalui kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang didalamnya
terkandung HIV, yakni darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan
air susu ibu. Penularan virus ini sering terjadi pada saat seseorang
berhubungan intim, jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah, ibu yang
sedang menyusui, dan berbagai macam bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan
tubuh tersebut.
AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV
adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan
manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV
merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+
dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah
membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per
mikroliter darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya
ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi
infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya
AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah
serta adanya infeksi tertentu.
Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan
infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata
waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian,
laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari
dua minggu sampai 20 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya
ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan
tubuh) dari orang yang terinfeksi.Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang
lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami
perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan
kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat
mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan genetik orang yang terinfeksi
juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap
beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk
yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang
berbeda-beda pula. Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat
memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu
kemampuan penderita bertahan hidup.
Apa saja tanda awal infeksi HIV?
Walaupun peningkatan kesadaran tentang HIV, AIDS dan risiko
seks yang tidak aman, banyak orang tidak tahu apa-apa tentang tanda-tanda awal
HIV. Meskipun kemungkinan tertular virus masih relatif rendah, penting untuk
menyadari tanda/gejala awal, terutama jika Anda baru saja melakukan hubungan
seks tanpa kondom.
Namun, sebagian masalahnya adalah bahwa sekitar sepertiga
dari orang yang terkena virus tidak akan menampilkan gejala awal sama sekali.
Bahkan, banyak hidup dengan HIV selama bertahun-tahun tanpa menyadari bahwa
mereka terinfeksi. Tentu saja, semakin awal infeksi didiagnosa dengan tesHIV,
maka semakin besar peluang pengobatannya.
Apa yg HIV lakukan pada tubuh?
HIV adalah virus yang dalam bentuk canggih, dapat
menyebabkan kondisi terminal AIDS (Acquired Immuno Deficiency Virus). Hal ini
menyerang sel dalam tubuh yang melawan infeksi - meninggalkan Anda lebih rentan
terhadap penyakit. Seseorang yang terinfeksi dengan HIV tidak selalu berkembang
menjadi AIDS. Pada tahap akhir HIV, gejala yang terjadi dapat memiliki efek melemahkan
pada penderita.
Namun, dalam tahap awal, HIV dikenal sebagai utama infeksi
HIV. Gejala biasanya muncul beberapa minggu setelah terkena dan hanya dapat
berlangsung untuk waktu yang singkat.
Gejala-gejala awal yg perlu diwaspadai :
Tahap awal HIV mempunyai banyak gejala yang sama seperti
kondisi umum (seperti flu atau demam kelenjar). Kuncinya untuk menentukan
apakah Anda mengalami salah satu gejala berikut setelah hubungan seks tanpa
kondom baru-baru ini:
- Kering tenggorokan
- Sakit kepala dan demam tinggi
- Merasa lelah dan kurang energi
- Nyeri pada sendi, otot dan punggung bawah
- Merasa mual dan memiliki nafsu makan rendah
- Kelenjar bengkak (terutama di leher dan ketiak)
- Ruam pada dada dan kadang-kadang lengan
- Diare
Sebagaimana disebutkan di atas, meskipun sekitar 60% dari
orang yang terinfeksi HIV akan menunjukkan gejala diatas,tapi banyak orang lain
tidak menunjukkannya.
Mendapatkan didiagnosis:
Jika Anda menduga bahwa Anda mungkin terjangkit HIV, jangan
panik. Kemungkinan infeksi rendah - hampir nol jika Anda telah menggunakan
kondom selama seks.
Namun, jika Anda khawatir, atau jika Anda menunjukkan gejala
beberapa minggu setelah hubungan seks tanpa kondom, maka penting untuk tes HIV
(tidak sama dengan tes AIDS). Jika gejala menghilang setelah beberapa hari ini
tidak berarti bahwa Anda bebas. Sering kali orang akan mengalami tanda-tanda
awal dan kemudian tidak menunjukkan gejala luar lain sampai beberapa tahun
kemudian. Pada saat infeksi mungkin telah berkembang dalam tubuh Anda dan
menjadi sulit untuk diobati.
Klinik seperti Freedom Health di London menawarkan pengujian
HIV yang dapat mendeteksi virus sedini mungkin 10 hari setelah terinfeksi. Anda
juga dapat menemukan pengobatan seperti Profilaksis Pasca Pajanan. Ini adalah
program satu bulan pengobatan anti-HIV ditujukan bagi mereka yang percaya bahwa
mereka mungkin baru saja terkena virus tersebut.
Tanda-tanda awal terinfeksi yang ditunjukkan berbeda pada
pria dan umumnya terjadi dalam dua sampai enam minggu setelah infeksi HIV, dan
dikenal sebagai Immunodeficiency Syndrome yang merusak sistem kekebalan tubuh
seseorang. Gejala awal HIV dapat disimpulkan dengan tanda-tanda berikut:
Gejala 1: Demam
Demam adalah salah satu gejala awal yang paling umum HIV.
Hal ini terjadi baik pada pria atau wanita. Gejala ini umumnya muncul segera
setelah terkena infeksi, terjadi selama dua sampai empat minggu, dan secara
bertahap menghilang seperti flu biasa. Biasanya berupa demam ringan dan
meningkatkan panas tubuh sekitar 100-101 derajat F.
Gejala 2: Sakit kepala
Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV akan mendapatkan
demam ditambah dengan sakit kepala ringan sampai sedang. Sakit kepala ini
tampak normal seperti sakit kepala biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Gejala 3: Kelenjar bengkak
Pada seorang pria yang tertular dapat ditemukan sejumlah
pembengkakan atau peradangan pada satu kelenjar getah bening atau lebih.
Kelenjar di leher, ketiak atau selangkangan sedikit demi sedikit menjadi
bengkak dan mengangkat. Secara umum, pembengkakan atau peradangan ini tidak
akan menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada kelenjar. Selain itu,
gejala ini dapat diartikan keliru untuk penyakit lain.
Gejala 4: Kelelahan
Orang-orang yang terinfeksi juga dapat ditemukan dengan
perubahan dramatis pada tingkat energi atau staminanya. Mereka mudah letih atau
lelah daripada orang lain tanpa bisa dijelaskan sebabnya. Namun, latihan fisik
pun bisa menyebabkan mereka berbeda dan dapat dipahami bahwa perasaan juga
dapat menyebabkan sedikit lebih lelah di tempat kerja.
Gejala 5: Ruam
Pada gejala awal HIV, dimungkinkan terjadi ruam yang muncul
sebagai bercak kulit yang secara bertahap berubah warna. Ruam mungkin akan
muncul dan hanya memudar dalam waktu seminggu sampai sebulan setelah pertama
kali timbul.
Jika terdapat tanda-tanda tersebut, saran terbaik adalah
melakukan pengujian pada diri sendiri. Ide pemeriksaan infeksi HIV mungkin
menakutkan. Tapi pengujian HIV itu sendiri tidak menyebabkan Anda HIV-positif
atau HIV-negatif. Hal ini sangat penting tidak hanya untuk kesehatan Anda
sendiri tetapi juga untuk mencegah penularan virus ke orang lain.
Cara Penularan Virus HIV/AIDS, HIV adalah singkatan dari
Human Immunodeficiency Virus, sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan
tubuh manusia. AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS
muncul setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima
hingga sepuluh tahun atau lebih. Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, dan satu
atau lebih penyakit dapat timbul. Karena lemahnya sistem kekebalan tubuh tadi,
beberapa penyakit bisa menjadi lebih parah daripada biasanya.
HIV terdapat dalam sebagian cairan tubuh, yaitu:
1. Darah
2. Air mani
3. Cairan vagina
4. Air susu ibu
(ASI)
HIV menular melalui:
1. Bersenggama
yang membiarkan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang HIV-positif
masuk ke aliran darah orang yang belum terinfeksi (yaitu senggama yang
dilakukan tanpa kondom melalui vagina atau dubur; juga melalui mulut, walau
dengan kemungkinan kecil).
2. Memakai jarum
suntik yang bekas pakai orang lain, dan yang mengandung darah yang terinfeksi
HIV.
3. Menerima
transfusi darah yang terinfeksi HIV.
4. Dari ibu
HIV-positif ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, dan jika menyusui
sendiri.
Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri,
karena selain untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko
penularan dengan virus lain yang diangkut aliran darah (seperti hepatitis),
bukan hanya HIV.
HIV tidak menular melalui:
1. Bersalaman,
berpelukan
2. Berciuman
3. Batuk, bersin
4. Memakai
peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar
tidur, dll.
5. Gigitan nyamuk
6. Bekerja,
bersekolah, berkendaraan bersama
7. Memakai
fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat
mati jika berada di luar tubuh. Virus ini dapat dibunuh jika cairan tubuh yang
mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin atau
Chlorox, atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang
tidak luka.
Cara Pengobatan & Pencegahan HIV Aids Dengan Efektif |
Tips Kesehatan | Cara Menghindari Penyakit HIV Aids Ganas
Cara Pengobatan & Pencegahan HIV Aids Dengan Efektif |
Tips Kesehatan | Cara Menghindari Penyakit
HIV Aids Ganas - Cara Untuk Menghindari HIV AIDS merupakan hal yang
paling bijak & efektif dilakukan oleh kita, sebab mengobatinya akan lebih
lama dan sulit, di Indonesia kasus HIV AIDS merupakan momok yang menakutkan
karena penyakit ini bersifat menular. mencegah penyakit ini misalnya tidak
melakukan tukar pasangan secara bebas atau menggunakan jarum suntuk secara
bergantian, Sementara itu, angka penderita HIV AIDS di Indonesia terus
meningkat. Hingga September 2006 tercatat jumlah total pengidap HIV positif
mencapai 4.617 orang dan AIDS 6.987 orang. Namun, kasus tersebut merupakan
fenomena gunung es, lebih banyak yang tidak terpantau dari pada yang
dilaporkan. Departemen Kesehatan tahun 2006 memperkirakan jumlah orang
Indonesia yang tertular HIV AIDS berkisar 169 ribu–216 ribu orang. Dari jumlah
penjaja seks (180 rbu-265 ribu orang), 8.200-9.640 orang telah terinfensi HIV.
Padahal pelanggan penjaja seks di negeri Muslim terbesar ini mencapai 2,5 juta
orang hingga 3,8 juta orang. Dari jumlah 96 ribu napi, sekitar 4.300-6.000 napi
telah terinfensi HIV. Tahun 2010, diperkirakan angka pengidap viruf HIV mencapai
500 ribu orang. Memang, angka penderita penyakit mematikan ini akan terus
meningkat. Bila terinfeksi oleh HIV akan kehilangan Limfosit T penolong melalui
3 tahapan :
Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD 4 sebanyak
800-1300 sel/mL darah. Pada beberapa bulan pertama setelah terinfeksi HIV,
jumlahnya menurun sebanyak 40 - 50%. Selama bulan-bulan ini penderita bisa
menularkan HIV kepada orang lain karena banyak partikel virus yang terdapat di
dalam darah.
Setelah sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus di dalam
darah mencapai kadar yang stabil, yang berlainan pada setiap penderita.
Perusakan sel CD 4+ dan penularan penyakit kepada orang lain terus berlanjut.
Kadar partikel virus yang tinggi dan kadar limfosit CD 4+ yang rendah membantu
dokter dalam menentukan orang - orang yang sanagt beresiko tinggi menderita
AIDS.
1 - 2 tahun sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD 4+
biasanya menurun drastis. Jika kadarnya mencapai 200 sel/mL darah.
Gejala infeksi HIV dalam waktu beberapa bulan atau tahun
sebelum terjadinya infeksi atau tumor yang khas untuk AIDS. Gejalanya berupa :
pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, demam yang hilang -
timbul, perasaan tidak enak badan, lelah, diare
berulang, anemia, thrush ( infeksi jamur di mulut ). Secara
definisi, AIDS dimulai dengan rendahnya jumlah limfosit CD 4+ ( kurang dari 200
sel/mL darah ) atau terjadinya infeksi oportunistik ( infeksi oleh organisme
yang pada orang dengan sistem kekebalan yang baik tidak menimbulkan penyakit ).
Juga bisa terjadi kanker, seperti sarkoma Kaposi dan limfoma non-Hodgkin,
gejala - gejala dari AIDS berasal dari infeksi HIVnya sendiri serta Infeksi
Oportunistik dan Kanker,...
Banyak obat yang bisa digunakan untuk menangani infeksi HIV
: Nucleoside reverse transcriptase inhibitor ( AZT (zidovudin), ddI
(didanosin), ddC (zalsitabin), d4T (stavudin), 3TC (lamivudin), Abakavir
), Non-nucleoside reverse transcriptase
inhibitor ( Nevirapin, Delavirdin, Efavirenz ), Protease inhibitor (
Saquinavir, Ritonavir, Indinavir, Nelfinavir ), Obat tersebut ntuk mencegah
reproduksi virus sehingga memperlambat progresivitas penyakit. HIV akan segera
membentuk resistensi terhadap obat tersebut bila digunakan secara tunggal.
Pengobatan paling efektif adalah kombinasi antara 2 obat / lebih, Kombinasi
obat bisa memperlambat timbulnya AIDS pada penderita HIV positif dan
memperpanjang harapan hidup,...
..:: Tips Cara pencegahan HIV Aids ::..
Program pencegahan penyebaran HIV dipusatkan terutama pada
pendidikan masyarakat mengenai cara penularan HIV, dengan tujuan merubah
kebiasaan orang - orang yang beresiko tinggi untuk tertular. Pencegahannya
adalah :
Untuk orang sehat, Abstinens, Seks aman ( terlindung ).
Untuk penderita HIV positif, Abstinens, Seks aman, Tidak
mendonorkan darah atau organ, Mencegah kehamilan, Memberitahu mitra seksualnya
sebelum dan sesudah diketahui terinfeksi.
Untuk penyalahguna obat - obatan, Menghentikan penggunaan
suntikan bekas atau bersama - sama, Mengikuti program rehabilitasi.
Untuk profesional kesehatan, Menggunakan sarung tangan
lateks pada setiap kontak dengan cairan tubuh, Menggunakan jarum sekali pakai.
NARKOBA
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan
Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh
manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah
pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat
menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan
ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkotika
adalah :
§ Tanaman papaver,
opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina,
kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
§ Garam-garam dan
turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan
sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
§ Psikotropika adalah
zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat
yang termasuk psikotropika antara lain:
§ Sedatin (Pil BK),
Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon,
Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic
Alis Diethylamide), dsb.
§ Bahan Adiktif
berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis
yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu
sistim syaraf pusat, seperti:
§ Alkohol yang
mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik
(karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman
yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh:
lem/perekat, aceton, ether, dsb.
Jenis Narkoba menurut efeknya
Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:
1. Depresan,
yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional
tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak
sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba
depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan
heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.
2. Stimulan,
merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis
stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai
adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.
3. Halusinogen,
efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi.
Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan
psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium
seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.
Jenis-jenis Narkoba dan Bahayanya
Posted on Februari 5, 2011 by Putra
Morphine / opium
Tumbuhan opium (papaver somniferum) telah digunakan oleh
masyarakat Sumerian di daerah Mesopotamia pada masa sekitar 3400SM, mereka
menyebut tanaman ini dengan nama Hul Gil yg artinya Tumbuhan Senang. Mereka
juga telah memanfaatkan getah dari opium sebagai peredam rasa sakit pada saat
dilakukan pembedahan yaitu dengan cara diolesinya getah opium pada pisau yg
akan membedah si pasien.Di dalam kandungan getah opium terdapat berbagai
senyawa opioid yaitu morphine (senyawa yg paling aktif), codein, thebaine, serta
dua senyawa lain yg berbeda mekanisme kerjanya yaitu papaverin, dan
noscapine.Sebelum ditemukannya cara untuk pemisahan (isolasi) senyawa morphine
dari getah opium pada tahun 1804 di German, getah opium ini dikonsumsi oleh
berbagai kalangan di seluruh dunia untuk keperluan rekreasi dengan cara
dicampur dengan tembakau lalu dibakar dan dihisap asapnya. Campuran antara
tembakau dan getah opium ini disebut juga dengan kata Madat. Oleh karena
harganya yg mahal maka diperdagangkanlah madat di seluruh penjuru dunia oleh
bangsa barat. Sehingga pada masa itu dikenal banyak tempat2 yg disebut dengan
sarang madat (opium den) yg digunakan masyarakat untuk menghisap madat dan
prostitusi.
Pada masa penjajahan Bangsa Belanda di Indonesia, mereka
juga telah memperdagangkan madat khususnya kepada masyarakat keturunan Tionghoa
oleh karena dahulu sebagian besar pedagang di Indonesia adalah masyarakat
keturunan Tionghoa ditambah pula masyarakat pribumi yg sebagian besar beragama
Islam secara jelas2 mengharamkan pemakaian madat, sehingga di kota Batavia
(Jakarta) sendiri pada masa itu telah menjamur sarang2 madat yg berlokasi di
sekitar daerah yg saat ini disebut Glodok dan Mangga Besar (dahulu bernama
Madat Besar).
Setelah berhasil dipisahkannya morphine dari getah opium serta
ditemukannya jarum suntik pada tahun 1853 barulah dikenal cara penyuntikan
morphine oleh para pemakainya. Kata morphine diambil dari kata Morpheus yaitu
nama salah satu dewa bangsa Yunani yg disebut sebagai dewa mimpi. Sebenarnya
molekul morphine sendiri merupakan salah satu senyawa alami yg diproduksi oleh
tubuh manusia dan hewan mamalia yg disebut dengan endorphine dan berfungsi
untuk membantu tubuh mengatasi rasa sakit secara alami (apakah Anda mengetahui
kenapa penari debus/kuda lumping bisa tidak merasakan sakit pada saat mereka
melakukan atraksinya?)
Pada saat itu barulah disadari oleh ilmuwan bahwa morphine
jauh lebih kuat efek kecanduannya dibanding madat dan alkohol. Apalagi ketika
telah ditemukannya heroin (diacetylmorphine) dari hasil sintesis morphine itu
sendiri, yg memiliki kekuatan bius sekitar 2x lebih kuat dari morphine dan
lebih tinggi efek “rush”-nya oleh karena molekul heroin lebih mudah menembus
BBB (Blood Brain Barrier) ke dalam jaringan otak ketimbang molekul morphine.
Dari fakta ini dimulailah lembaran hitam baru di planet bumi tempat kita
tinggal.
Padahal biji dari tumbuhan opium ini adalah salah satu bahan
makanan yg sangat bergizi (mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6) yg banyak
dipakai dalam pembuatan roti dan kue di seluruh dunia sejak jaman purba. Biji
opium yg disebut denganpoppy seed ini tidak mengandung senyawa morphine secara
signifikan sehingga walaupun sudah dikonsumsi dalam jumlah besar (seperti yg
telah dilakukan oleh Adam Savage dan Jamie Hyneman dalam salah satu serial
MythBuster – Discovery Channel) bisa menyebabkan positif pada tes morphine
selama kurang lebih 18 jam, akan tetapi tidak mempengaruhi efek psikologis dan
kecanduan sama sekali.
Poppy seed yg dijual di berbagai toko bahan baku roti dan
kue sudah dalam kondisi matang sehingga sudah tidak mungkin disalahgunakan
lagi.
Methamphetamine / crystal-meth / shabu
Shabu merupakan senyawa sintetik turunan dari amphetamine
dan juga turunan dari ephedrine. Shabu menyebabkan peningkatan secara drastis
hormon dopamine, serotonin, dan noradrenaline dalam otak dan saraf. Senyawa
methamphetamine sendiri sebenarnya sudah lama digunakan oleh para dokter untuk
mengobati pasien berpenyakit narcolepsy/kelainan tidur dan attention deficit
hyperactive disorder.
Tetapi belakangan ini penyalahgunaan shabu telah meningkat
secara drastis, salah satu contohnya banyak pemakai cocaine yg beralih ke shabu
oleh karena harganya yg lebih murah (karena 100% sintetik dan bisa diproduksi
oleh orang2 awam sekalipun di dalam perumahan), efek “on” yg jauh lebih lama
(sekitar 9-15 jam dibanding cocaine yg hanya sekitar 15-20 menit) dan jauh
lebih mudah didapatnya di pasar gelap ketimbang cocaine.Shabu dipakai dengan
cara dibakar diatas kertas timah lalu dihisap asapnya menggunakan bong supaya asapnya
disaring air terlebih dahulu, ditumbuk lalu disedot langsung menggunakan
hidung, dimakan langsung, atau dilarutkan ke dalam air lalu disuntik.
Efek dari shabu antara lain :
1. hilangnya rasa sakit penyakit dan keinginan untuk tidur
2. energi yg meningkat secara drastis
3. meningkatnya rasa percaya diri serta konsentrasi
4. euphoria/senang
5. hilangnya rasa lapar (walaupun tidak semua orang
merasakan demikian)
6. menjadi lebih sensitif terhadap suara, cahaya, dan
sentuhan.
7. lebih aktif untuk berkomunikasi
8. perasaan bulu kuduk/belakang leher yg merinding
9. paranoid dan serangan panik
Shabu menyebabkan kecanduan baik secara fisik maupun secara
psikologis. Ciri2 kecanduan shabu setelah efek dari shabu tersebut drop antara
lain :
1. rasa menagih yg dalam untuk memakainya kembali
2. depresi berat dan hilangnya rasa percara diri
3. perasaan khawatir yg sering datang tiba2
4. sering mengalami mimpi2 buruk bahkan insomnia walaupun
sangat mengantuk
5. gigi yg selalu gemetaran dan bergesekan terus menerus
6. badan yg rasanya sakit-sakitan (sebenarnya ini
diakibatkan oleh faktor kekurangan tidur atau peradangan tenggorokan atau
hidung jika digunakan dengan cara dihisap asapnya atau disedot langsung
menggunakan hidung)
Pemakaian jangka panjang dari shabu mengakibatkan :
1. kerusakan pada fungsi hormon dopamine, serotonin, dan
noradrenaline sehingga juga ikut mengacaukan fungsi keseimbangan hormon lainnya
di otak (hypothalamus)
2. kerusakan paru2 (terutama bagi yg menghisap asap atau
langsung), ginjal, dan liver
3. penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit
4. kerusakan di seluruh sistem saraf otot dan kulit yg
menyebabkan gemetaran pada otot terutama di bagian gigi, tangan dan kaki serta
munculnya banyak kedutan2 di seluruh tubuh
5. perasaan terdapatnya banyak “kutu-kutu” yg merayap di
kulit sehingga sering membuat si pecandu menggaruk kulitnya terus menerus
sampai terluka dimana2
6. menjadi lebih beresiko terserang stroke dan penyakit
jantung
7. meth mouth yaitu kerusakan berat pada gigi yg menyebabkan
kehancuran dan pembusukan gigi oleh karena kondisi mulut yg terus menerus
kering dan terjadinya gesekan2 secara terus menerus pada gigi
Shabu merupakan jenis narkoba pembunuh no-2 di Indonesia
dibawah putaw, tanpa membunuhpun zat ini akan meninggalkan cacat selama puluhan
tahun kepada mantan2 pencandu beratnya yg sudah berhenti memakainya.
Marijuana / ganja / gele
Ganja adalah tanaman sejenis cannabis sativa yg mengandung
senyawa tetrahydrocannabinol terutama pada trikoma, bunga, pucuk muda, dan
daun2nya.Pemakaian ganja sebagian besar dengan cara dibakar lalu dihisap
asapnya atau dengan cara dicampur dengan rokok, walaupun ada juga yg diseduh
seperti teh dan diminum. Masyarakat Aceh, Medan, dan Padang terkenal
menggunakan sedikit ganja untuk bumbu tambahan pada masakan khas
mereka.Walaupun penyalahgunaan ganja tidak menyebabkan ketagihan secara
signifikan akan tetapi ganja merupakan pintu gerbang menuju pemakaian narkoba
lain yg jauh lebih berbahaya.
Efek2 yg ditimbulkan dari ganja antara lain:
1. pikiran yg menjadi lamban
2. mudah untuk tertawa terbahak2
3. penglihatan yg fokus dan pendengaran yg terngiang2
4. susah untuk konsentrasi
5. mata yg berwarna merah
6. nafsu makan yg berlebihanEfek pemakaian jangka panjang
dari ganja menyebabkan banyak kehilangannya memori jangka panjang atau
kerusakan pada otak di bagian hippocampus dan juga melemahnya daya tangkap otak
untuk belajar.
Kesaksian pemusic George Michael tentang ganja:
Walaupun demikian serat yg dihasilkan dari tumbuhan ganja
ini yg disebut dengan hemp, merupakan bahan baku yg sangat berguna dan sangat
bersahabat dengan lingkungan serta kelak akan menggantikan bahan baku
petrolium. Penggunaan hemp sebagai bahan baku meliputi produksi keperluan
barang sehari2 seperti kertas, tekstil, bio-plastik, bahan bakar, tali tambang,
dan berbagai makanan bergizi tinggi.
Proses pembuatan kertas dari bahan baku hemp juga jauh lebih
bersahabat dengan lingkungan ketimbang yg dibuat dari tumbuhan2 lain (contoh:
kayu pinus) karena tidak diperlukannnya pemutih (bleaching) dan bahan2 beracun
lainnya seperti halnya pada proses pembuatan kertas yg dihasilkan dari kayu
pinus.
LSD (Lysergic Acid Diethylamide) / acid
LSD adalah senyawa semi sintetik yg di proses dari senyawa
d-lysergic acir yg dihasilkan oleh sejenis jamur yg tumbuh pada tanaman gandum
hitam (rye). LSD merupakan zat yg bersifat halusinogen akan tapi tidak bersifat
dissociative. Selain bersifat halusinogen LSD juga mempengaruhi fungsi hormon
dopamine dalam otak.Kekuatan halusinasi senyawa LSD kurang lebih 100x lebih
kuat dari senyawa psilocybin yaitu zat yg terdapat dalam jamur psilocybin
(magic mushroom) dan sekitar 3000x lebih kuat ketimbang senyawa mescaline yg
terdapat pada tumbuhan cactus peyote.Efek dari tripping LSD bisa mencapai 6-8
jam, ditambah dengan 2-6 jam offset (penurunan), efek2nya meliputi:
1. meningkatnya energi dan tidak bisa tidur
2. halusinasi penglihatan seperti tembok yg bernafas, motif
gambar yg bergerak dan meninggalkan jejak, perubahan bentuk benda menjadi
bentuk yg lain (morphing)
3. halusinasi pendengaran sehingga music terkesan bergema
dan memiliki efek chorus tambahan
4. emosi yg labil dan sangat tergantung oleh mood pada saat
itu sehingga bisa menyebabkan senang, sedih, marah, takut, jengkel, atau
depresi – bad trip.
5. perubahan persepsi tentang waktu
6. banyak berkeringat
7. susah konsentrasi
8. gigi geraham yg rasanya terikat
9. paranoid dan sering tiba2 teringat akan masa2
laluWalaupun tidak terbukti bisa menyebabkan kecanduan secara fisik, oleh
karena sifatnya yg mempengaruhi kerja hormon dopamine di dalam otak yg
berfungsi sebagai hormon reward system (yg mendorong munculnya perasaan puas
dan nikmat akan sesuatu hal yg didapat/dikonsumsi/dicapai) sehingga LSD dapat
menyebabkan kecanduan secara psikologis kecuali jika si pemakai telah mengalami
bad trip terlebih dahulu.
Ketamine / special-K / happy-K
Ketamine adalah senyawa sintetik sejenis dengan PCP
(Phencyclidine) yg dipakai sebagai obat anesthetic pada veterinary (dokter
hewan) juga pada manusia. Sebelum ditemukan ketamine PCP-lah yg digunakan oleh
dokter sebagai obat anesthetic. Setelah ketamine ditemukan pada pertengahan
tahun 1960-an, ketamine lebih di favoritkan menggantikan PCP oleh karena efek
redanya yg jauh lebih cepat ketimbang PCP.
Akan tetapi jika dipakai melebihi dosis yg dianjurkan,
ketamine merupakan zat yg bersifat halusinogen dan sangat dissociative, bahkan
delirium (tidak bisa sama sekali membedakan mana yg nyata dan mana yg tidak)
sehingga bagi mereka yg sudah merasakan efek yg diakibatkan oleh ketamine ini
menjulukinya sebagai efek tersedotnya jiwa ke dalam “K-hole”.
Ciri2 lain selain halusinasi dan dissociative/delirium
antara lain:
1. euphoria (perasaan senang)
2. perasaan yg damai
3. energi yg bertambah
4. amnesia
5. kehilangan persepsi tentang waktu
6. merasakan jiwa yg terpisah keluar/terangkat dari tubuh
7. kehilangan kontrol gerakan otot sama sekali
8. paranoid dan serangan panik
9. merasakan NDE (Near Death Experience)
10. koma bahkan kematian yg disebabkan oleh gagal jantung
atau pernafasan
Pemakaian ketamine meliputi dengan cara dihisap melalui
hidung, dimakan, atau disuntik. Walaupun ketamine belum terbukti mengakibatkan
kecanduan secara fisik tetapi dapat dipastikan mengakibatkan kecanduan secara
psikologis serta toleransi terhadap dosis yg dipakai.
Jika dipakai dalam jangka panjang ketamine dapat
mengakibatkan kerusakan pada jaringan otak (olney lession).
Selain DXM dan PCP, ketamine juga merupakan salah satu bahan
pemalsu/pencampur/pengganti yg sering ditambahkan ke dalam pil2 ecstasy.
Oleh karena rasanya yg tawar, tidak merubah warna, dan hanya
sedikit berbau metalik jika dicampurkan kedalam makanan atau minuman sehingga
ketamine juga merupakan salah satu obat yg sering dipakai para lelaki untuk
memperkosa teman kencan wanitanya (date rape drug).
Lihat artikel GHB (GammaHydroxyButyricAcid) sebagai tindakan
pencegahannya.
INHALANT
Inhalant antara lain terdiri dari :
1. gas-gas yg dipakai dalam dunia kedokteran seperti Nitrous
Oxide (N2O) dan alkil nitrite
2. beberapa jenis pelarut seperti tiner, cat, tipex, spidol
, penghapus cat kuku, berbagai jenis lem
3. gas-gas yg dipakai dalam peralatan sehari2 seperti
hairspray, freon, pengharum ruanganN2O merupakan gas anesthetic yg sering
digunakan oleh dokter gigi. Efek dari menghirup gas ini antara lain:
1. dissociative / sukar membedakan antara yg nyata dan yg
tidak seperti dalam mimpi
2. euphoria / rasa senang berlebih
3. halusinasi ringan
4. distorsi pada pendengaran
5. hilangnya rasa sakitPenyalahgunaan gas ini biasanya si
pemakai akan terlebih dahulu memindahkannya ke dalam balon supaya suhunya tidak
terlalu dingin seperti pada saat keluar dari tabung tekanan tinggi lalu akan
dihirup pada saat pesta berlangsung.
Resiko kecelakaan bahkan kematian pada pemakaian N2O yaitu
kekurangannya oxigen dalam darah. Pemakaian jangka panjang N2O akan
mengakibatkan kerusakan pada otak (olney lession).
Gas N2O adalah salah satu gas berbahaya yg menyebabkan efek
rumah kaca pada bumi, bahkan jauh lebih kuat yaitu 298x ketimbang gas CO2 itu
sendiri (methane hanya 25x lebih kuat dari CO2).
Alkil nitrite (popper) terdiri atas amyl nitrite, butyl
nitrite, dan isobutyl nitrite yg menghasilkan efek euphoria/senang pada si
pemakainya.
Sedangkan penyalahgunaan gas2 dan pelarut2 yg dipakai dalam
peralatan rumah tangga sehari2 sangat beresiko merusak otak, saraf, jantung,
paru2, liver, dan ginjal. Hal ini dikarenakan sebagian besar dari zat-zat kimia
ini bersifat racun bahkan akan secara kumulatif menimbun di dalam jaringan
lemak si pemakai. Banyak pula dari mereka yg mengalami ketulian permanen bahkan
kematian yg disebabkan oleh keracunan kimia.
Hypnotic drugs / Pil BK
Pil bk adalah obat-obatan yg bersifat hipnotik dan sedatif
yg di sering digunakan dokter untuk mengobati pasien yg menderita insomnia
(susah tidur) atau stress berat karena jika dikonsumsi sesuai dengan dosis yg
dianjurkan akan membantu membuat si pasien tidur pulas. Akan tetapi pil bk bisa
menyebabkan kecanduan jika pemakaiannya dihentikan secara tiba2 yaitu akan
menyebabkan si pasien menjadi semakin parah insomnianya, banyak mengalami mimpi
buruk, stress, dan otot2 yg mudah keram.Pil bk ini terdiri dari antara lain:
1. barbiturate
2. bromazepam (lexotan)
3. diazepam (valium)
4. flunitrazepam (rohypnol)
5. nitrazepam (mogadon)
6. nitradiazepam (nipam)Jika pil bk dikonsumsi dalam dosis
tinggi maka akan mengakibatkan si pemakainya menjadi mabuk teler, dengan ciri2
antara lain:
1. bicaranya gak jelas
2. emosi menjadi labil sehingga mudah marah dan tersinggung
3. menjadi berkepribadian ganda (schizophrenia)
3. berani untuk melakukan hal2 yg tidak mungkin dilakukannya
ketika masih sadar
4. lupa akan kejadian saat mabuk pada saat si pemakai
menjadi sadarOleh karena harganya yg relatif murah pil bk ini banyak
disalahgunakan oleh kalangan masyarakat menengah kebawah.
Menurut kesaksian dari para penyalahguna pil bk, ada orang
yg memakainya menjadi berani untuk berantem atau bertindak anarkhi, ada yg
menjadi berani untuk mengemis, mencuri atau merampok, ada yg menjadi berani
untuk mencari teman kencan, bahkan ada pula yg jadi berkeinginan untuk bunuh
diri.
Khusus untuk jenis rohipnol, oleh karena pil yg satu ini
tidak memiliki rasa dan tidak merubah warna ketika ditambahkan ke dalam minuman
atau makanan sehingga pil ini sering disalahgunakan untuk memperkosa secara diam2
teman wanita kencannya (date rape drug). Apalagi ditambah dengan efek lupa yg
ditimbulkannya setelah korban menjadi sadar sehingga sering menghambat proses
penyelidikan korban oleh pihak polisi.
Lihat artikel GHB (GammaHydroxyButyricAcid) sebagai tindakan
pencegahannya.
Heroin (diacetylmorphine)
Heroin merupakan senyawa semi-sintetik yg dihasilkan dari
proses esterisasi molekul morphine dengan 2 molekul acetic acid. Oleh karena
molekul heroin memiliki dua gugus acetyl sehingga molekul ini lebih mudah masuk
ke dalam otak melalui BBB (blood brain barrier) ketimbang molekul morphine itu
sendiri maka dari itu pemakaian heroin melalui proses penyuntikan akan membuat
si pemakai akan merasakan ketenangan (peace) dan kesenangan (euphoria) yg lebih
tinggi ketimbang morphine serta lebih mudahnya heroin dilarutkan ke dalam air
ketimbang morphine.Akan tetapi heroin juga menyebabkan efek toleransi dan
kecanduan lebih cepat dari morphine sehingga untuk pemakaian berikutnya
dibutuhkan dosis yg lebih tinggi lagi untuk mencapai kenikmatan yg sama dengan
sebelumnya.Kecanduan akan heroin meliputi kecanduan fisik dan psikologi.
Kecanduan fisik heroin kurang lebih sama dengan kecanduan pada pecandu putaw
yaitu rasa meriang di seluruh tubuh, tulang dan sendi2 yg terasa ngilu, demam
tinggi, muntah2, dan perut keram. Hanya saja pada kecanduan fisik heroin
ditambah pula dengan perasaan gatal yg sangat di dalam aliran darah dan juga
otot kaki yg menjadi tidak terkontrol gerakannya sehingga terus menerus akan
menendang secara relflek.Sedangkan kecanduan psikologinya meliputi perasaan
sugesti yg sangat kuat untuk kembali memakainya bahkan bisa bertahan hingga
puluhan tahun setelah berhenti total memakainya, perasaan depresi berat,
insomnia, mudah tersinggung dan marah, tidak bisa berkonsentrasi, dan ingin
bunuh diri.Selain disuntik heroin juga bisa dipakai dengan cara dibakar lalu
dihisap asapnya juga dengan dicampur ke dalam rokok, akan tetapi efektifitasnya
jauh berkurang ketimbang dengan cara disuntik sehingga cara penghisapan ini
biasanya hanya digunakan oleh para pemula.
Kemurnian kadar heroin yg beredar di pasaran sangat
bervariasi, dimulai dengan yg hanya memiliki kemurnian 5% hingga yg mendekati
90%, bahkan belakangan ini untuk mengeruk keuntungan yg lebih banyak lagi
heroin banyak dicampur oleh pengedarnya dengan bahan opioid sintetik lain yg
harganya jauh lebih murah serta kekuatan biusnya yg jauh melebihi kekuatan
heroin itu sendiri, bahan ini adalah fentanyl dan turunannya (contoh:
alpha-methylfentanyl/putaw, sufentanil, atau bahkan 3-methylfentanyl dan
carfentanil/obat bius yg digunakan untuk membius hewan besar liar).
Dengan demikian resiko overdosis dari heroin menjadi
berkali2 lipat lebih besar oleh karena ketidaktahuan si pecandu akan kadar dan
komposisi “heroin” yg akan dipakainya. Selain bahaya overdosis, oleh karena
pemakaian jarum suntik secara bergantian maka resiko lain yg juga tidak kalah
bahayanya adalah tertularnya penyakit2 menular mematikan seperti AIDS dan
Hepatitis B/C.
Penyuntikan heroin sering digabungkan dengan cocain yg
disebut “speedball” dan ini sangat menambah lagi resiko overdosis dan ketagihan
pada si pemakainya.
Belakangan ini telah ditemukan bahwa terdapat satu jenis
tanaman yg tumbuh di benua afrika yaitu ibogaine yg bisa menyembuhkan kecanduan
fisik akan heroin. Akan tetapi kecanduan psikologisnya tetap tidak bisa
disembuhkan walaupun si pemakai sudah berhenti berpuluh2 tahun lamanya.
Hashish / hash / getah ganja
Hashish merupakan sari dari tanaman ganja yg diproses dari
dikompresnya trikoma2 pilihan dari tanaman ganja sehingga kandungan senyawa
THC-nya (tetrahydrocannabinol) lebih tinggi ketimbang daun, pucuk, dan bunga
dari tanaman ganja.Pemakaian hashish biasanya dengan cara dimakan langsung,
dicampur ke dalam masakan, dibakar dan dihisap asapnya menggunakan bong, atau
dioleskan di sekeliling rokok yg akan dihisap.Hashish memiliki efek mirip
seperti ganja tetapi lebih kuat ketimbang ganja, yaitu:
1. pikiran jadi lamban / jika diajak berbicara akan lambat
respon jawabannya
2. pandangan jadi fokus ke satu titik dengan sekelilingnya
jadi buram
3. halusinasi pendengaran terkadang kuping akan menjadi
bising atau terngiang2
4. sering bengong alias susah untuk konsentrasi
5. gampang tertawa terbahak2 oleh sesuatu hal yg tidak lucu
sekalipun
6. sensitif terhadap sentuhan atau seksMemang THC atau
kandungan dari hashish dan ganja tidak menyebabkan kecanduan fisik sama sekali
melainkan hanya sedikit kecanduan psikologis saja, akan tetapi pemakaian hasish
dan ganja merupakan jenjang menuju ke pemakaian napza lainnya yg jauh lebih
berbahaya karena turunnya tingkat kesadaran dalam mengambil keputusan pada saat
otak sudah dipengaruhi oleh efek2 diatas.Pemakaian jangka panjang dari THC akan
menyebabkan kerusakan permanen pada otak di bagian amygdala (bagian yg berbentuk
seperti biji almond yg menjadi pusat emosi) dan hippocampus sehingga
terganggunya memori baik jangka pendek maupun jangka panjang serta emosi yg
menjadi labil.
Kata assassin diambil dari kata hashashin oleh karena di
jaman dahulu seseorang pembunuh bayaran di timur tengah akan terlebih
mengkonsumsi hashish sebelum dia melakukan tugasnya dalam membunuh.
GHB (Gamma-HydroxyButyricacid) / liquid ecstasy
GHB adalah senyawa yg bersifat anesthetic dan sedatif
(cenderung membuat si pemakai mabuk seperti mabuk alcohol).
Dalam kuantitas yg kecil senyawa ini dihasilkan secara alami
di dalam sistem saraf setiap manusia dan hewan mamalia serta terkandung juga di
dalam berbagai macam buah2an.
GHB juga dihasilkan secara alami dalam jumlah kecil dari
proses pembuatan/peragian minuman beralkohol seperti di dalam bir dan wine.
Pemakaian GHB diatas 500mg akan membuat si pemakai merasakan
senang, mabuk (seperti mabuk alcohol tetapi mulutnya sama sekali tidak bau
alcohol), bisa menikmati musik & goyangan, meningkatnya libido seks dan
kemampuan untuk bersosialisasi.
Akan tetapi jika dikonsumsi dalam dosis yg lebih besar (>
3 gram) senyawa ini sangat rentan menimbulkan efek overdosis dan kematian pada
si pemakainya.
Ciri-ciri overdosis GHB meliputi:
1. kulit muka terasa mati rasa / kebal
2. muntah2
3. pusing 7 keliling
4. gangguan penglihatan
5. sesak nafas
6. amnesia
7. koma bahkan kematian oleh karena terhentinya pernafasan
dan gagal jantung
Jika GHB dicampurkan ke dalam minuman atau makanan, senyawa
ini tidak akan merubah warna dari minuman/makanan tersebut, baunya juga tidak
akan terlalu tercium dengan jelas, dan rasanya-pun hanya agak keasinan. Oleh
karena itu zat ini sering disalahgunakan oleh para lelaki untuk memperkosa
teman kencan wanitanya (date rape drug). Ditambah pula efek amnesia yg akan
ditimbulkan oleh keracunan GHB sehingga korban menjadi susah untuk mengingat
dengan jelas proses pemerkosaan itu.
Overdosis GHB akan menjadi semakin cepat jika dikonsumsi
bersamaan dengan alkohol atau obat2an penenang seperti berbagai jenis pil BK.
Sudah banyak korban wanita yg meninggal dunia hanya karena ingin diperkosa
dengan digunakannya GHB yg ditambahkan ke dalam minuman beralkohol sehingga si
pelaku tidak hanya harus menanggung tindak pidana perkosaan bahkan ia juga
harus menanggung pidana pembunuhan tingkat 2.
Saran2 yg dapat diberikan sebagai tindakan pencegahannya
yaitu:
1. jangan pernah meminum atau memakan sesuatu yg diberikan
oleh lelaki yg belum terlalu dikenal apalagi minuman atau makanan yg sudah
dibuka
2. selalu ajak teman wanita lain yg bisa dipercaya dan tidak
mengkonsumsi alkohol agar dapat membantu mengawasi
3. jangan pernah meninggalkan makanan atau minuman tanpa
penjagaan dari teman yg bisa dipercaya, kalau memang terpaksa harus
ditinggalkan (misalnya ke toilet) lebih baik jangan dikonsumsi lagi
4. jika sudah berasa ada sesuatu yg tidak beres, secepatnya
hubungi orang tua atau rumah sakit terdekat atau pihak yg berwajib.
Fentanyl / putaw (alphamethylfentanyl)
Orang Indonesia banyak menyangka bahwa putaw sama dengan
heroin kelas bawah, padahal heroin merupakan narkotik jenis opioid yg diproses
dari getah opium yg terlebih dahulu dijadikan morphine, sedangkan putaw adalah
100% narkotik opioid sintetik alias designer drug.
Oleh karena dihasilkan melalui proses sintetik maka harga
putaw-pun lebih murah ketimbang heroin dan morphine sehingga harganya
terjangkau bagi kalangan menengah orang Indonesia yg memiliki tingkat
pendapatan rendah.
Walaupun dengan harga yg lebih murah akan tetapi kekuatan
bius dari putaw jauh melebihi morphine, yaitu kurang lebih 100x lipat lebih
kuat walaupun efek euphorianya kalah kuat ketimbang morphine dan heroin.
Salah satu ciri khas yg membedakan antara pemakai putaw dan
heroin/morphine adalah pada putaw si pemakai akan merasakan gatal-gatal
terutama pada kulit bagian muka dan hidung sedangkan pada heroin/morphine
tidak.
Cara pemakaian putaw antara lain dimakan, dihisap melalui
hidung, dibakar diatas kertas aluminium lalu dihisap asapnya, dicampur dalam
rokok, dan disuntik langsung ke pembuluh vena. Umumnya semakin seseorang
pemakai putaw kecanduan, ia akan segera beralih ke cara penyuntikan sehingga
dengan pemakaian jarum suntik secara bergantian mereka akan sangat rentan
tertular HIV dan Hepatitis B/C.
Penyuntikan putaw sangat rentan mengakibatkan overdosis
karena putaw yg beredar di pasar gelap tidak bisa dipastikan kadar
kemurniannya. Overdosis putaw sering berakibat pada kematian jika tidak
ditangani dengan cepat oleh karena si pemakainya menjadi tidak bisa bernafas.
Putaw tergolong jenis narkotik yg paling cepat menimbulkan
efek kecanduan (bahkan lebih cepat dari heroin) baik kecanduan secara fisik
(sakaw) maupun secara psikologis (sugesti untuk memakainya lagi). Kecanduan
fisik yg ditimbulkan dari putaw juga sangat menderita dan berbahaya (bisa
menyebabkan komplikasi dan kematian), sedangkan kecanduan psikologisnya juga
sangat kuat dan tahan lama meskipun seseorang telah berhenti memakainya selama
puluhan tahun.
Ciri2 dari sakaw antara lain:
1. tulang2 dan sendi2 terasa sangat ngilu dan meriang
2. sakit kepala, demam, dan kadang diare/muntah2
3. mata dan hidung terus berair
4. mudah kedinginan (menggigil) dan banyak berkeringat
dingin
5. depresi dan sangat mudah marah
6. insomnia
Oleh karena efek sakaw yg begitu menderita maka seseorang
pencandu yg sedang sakaw besar kemungkinan akan berbuat kriminal (salah satu
contoh : mencuri) untuk memenuhi kebutuhan putaw-nya.
Pemakaian jangka panjang akan menyebabkan penyumbatan oleh
*kristal-kristal berwarna biru di dalam pembuluh darah di sekitar tangan, kaki,
leher, dan kepala sehingga menjadi benjolan keras seperti bisul di dalam tubuh,
jika penyumbatan ini munculnya di daerah otak maka besar kemungkinan ia akan
mati. Selain itu pemakaian jangka panjang dari putaw juga akan mengakibatkan
kebutaan, kerusakan pada organ2 tubuh seperti liver, ginjal, organ2 pencernaan,
dan paru2.
Ingat! sekali saja mencoba dapat dipastikan anda akan
terjerumus ke dalamnya.
* Menurut berbagai kesaksian dari pekerja2 krematorium
(pembakaran jenazah) yg mereka temukan setelah mereka menumbuk jenazah yg telah
dibakar dan yg meninggal karena putaw, mereka sering mendapati kristal-kristal
kecil dan bentuknya agak panjang berwarna biru terang yg tidak hancur terbakar
walaupun telah dikremasi. Hal ini memang belum dibuktikan oleh ilmuwan dan
dokter.
Ecstasy / Inex
Inex adalah sebutan umum dari pil ecstasy. Pil ini mulai
menjadi trend dikonsumsi di discotik2 di Indonesia sejak tahun 1990-an. Pada
mulanya pil ini hanya diimport dari negara Belanda saja dan kandungan
senyawanya pun masih asli yaitu MDMA (MethyleneDioxyMethAmphetamine), sekarang
pil2 inex ini sudah banyak yg diproduksi secara ilegal di dalam negeri.
Senyawa MDMA ini mengakibatkan efek2 psikologis sebagai
berikut:
1. perasaan senang yg luar biasa
2. hilangnya permusuhan dan rasa ketidak amanan
3. rasa intimasi antara satu sama lainnya sehingga disebut
juga love drug
4. rasa empati dan simpati antara satu dengan yg lainnya
5. rasa damai dalam hati dan dihargai oleh orang lain serta
meningkatkan percaya diri
6. sensitif terhadap nada, suara, berbagai macam bunyi2an
sehingga dapat menikmati musik
7. sensitif dan menikmati sentuhan satu sama lainnya
8. distorsi pandangan
9. energetik yg luar biasa
10. kebiasaan untuk menggeleng2kan kepala dengan kencang
(godek) supaya menghasilkan rasa “on” yg lebih tinggi
Sedangkan efek2 fisiknya:
1. dehidrasi serta berkurangnya proses urinasi
2. meningkatnya suhu tubuh dan banyak berkeringat
3. meningkatnya detak jantung dan tekanan darah
4. gerakan pupil dan iris yg tidak terkendali (tertarik ke
atas mata)
5. gerakan rahang yg selalu mengigit dan bergesekan
6. sensitif terhadap temperatur sekelilingnya
7. berkurangnya nafsu makan (tidak semua pemakai merasakan
ini)
MDMA menyebabkan kecanduan secara psikologis pada sebagian
besar pemakainya dan tidak pada segelintir orang yg lainnya, kemungkinan hal
ini disebabkan oleh efek “bad trip” yg mungkin terjadi pada orang2 tertentu
sehingga membuat mereka jera untuk mengkonsumsinya kembali di lain waktu. Akan
tetapi jika seseorang sudah merasakan “high” maka pada saat efek dari MDMA ini
mulai drop ia akan merasakan “emosi yg remuk” dan mulai memikirkannya untuk
mengkonsumsinya kembali segera atau dalam jangka waktu tertentu (misalnya
week-end berikutnya).Pengkonsumsian MDMA secara rutin dapat dipastikan akan
terus meningkatkan toleransinya terhadap dosis yg harus dipakai bahkan pada
suatu saat ia akan mulai merasakan efek “magic” dari pil ini yg mulai
menghilangkan seberapapun banyaknya dosis MDMA yg telah dikonsumsinya.Efek drop
dari MDMA dalam jangka pendek mengakibatkan depresi/emosi yg remuk dimulai dari
1-2 hari setelah pemakaian dan bisa mencapai hingga 4-7 hari sesudahnya,
menjadi sering kaget ketika tertidur, terganggunya ingatan jangka pendek
(short-term memory), sulit berkonsentrasi, penglihatan yg berbayang, dan jaw
clenching (gigi yg rasanya selalu terikat dan ingin bergesekan terus menerus).
Sedangkan efek pemakaian jangka panjang mengakibatkan
terganggunya fungsi hormon serotonin dan dopamine di dalam otak, terganggunya
pula fungsi keseimbangan temperatur tubuh, menjadi sangat pelupa, tidak mampu
belajar dan konsentrasi, sulit untuk mengambil keputusan, emosi menjadi labil
(mudah panik), paranoia, dan insomnia.
Setelah tahun 1995 dimulailah beredar pil2 inex di pasaran
yg kandungannya sudah bukan lagi MDMA murni atau bahkan sama sekali tidak
mengandung MDMA melainkan senyawa lain yaitu MDEA (eve
3,4-methylenedioxy-N-ethylamphetamine), MDA (adam 3,4-methylenedioxyamphetamine),
DXM (dextromethorphan/bahan obat batuk), ketamine, PCP (Phencyclidine), GHB
(gamma-hydroxy butyric acid), LSD, methamphetamine (shabu), ephedrine (bahan
obat batuk), caffein, methylsalicylate (bahan pengharum ruangan yg sifatnya
toxic), paracetamol, aspirin, cocaine, bahkan bahan yg sangat berbahaya yaitu
PMA (paramethoxyamphetamine).
Berbeda dari MDMA, MDEA dan MDA bisa menghasilkan efek
halusinasi dan tidak mencapai tingkatan euphoria seperti yg dihasilkan MDMA.
Sedangkan DXM, ketamine, dan PCP merupakan zat2 yg bersifat halusinasi
dissociative dan mengakibatkan si pemakai tidak bisa mengendalikan dirinya
ketika ia mengalami halusinasi karena terputusnya fungsi kesadaran otak dengan
fungsi otak bagian lainnya sehingga ia susah untuk membedakan mana yg nyata dan
mana yg tidak nyata.
PMA merupakan bahan pencampur/pengganti yg sangat berakibat
fatal dan cenderung membuat si pemakai overdosis karena efek “on” yg
dihasilkannya terlambat ketimbang MDMA sehingga membuatnya akan mengkonsumsinya
lagi atau menambah pil lain yg mengandung MDMA. Overdosis PMA yg dikonsumsi
bersamaan dengan MDMA mengakibatkan meningkatnya suhu tubuh secara drastis
sehingga sering menyebabkan kematian yg dihasilkan dari hyperthermia
(temperatur tubuh yg terlalu panas).Akan tetapi bagi para pencandu berat inex
yg sudah tidak bisa lagi merasakan efek “magic” dari MDMA murni akan mulai
dengan sengaja mencampur pengkonsumsiannya antara pil2 yg mengandung MDMA murni
dengan pil2 lain yg sudah diketahui mengandung Ketamine / DXM / PCP / LSD, oleh
karena bahan2 pemalsu ini yg mampu mengangkat efek “on” dari MDMA murni menjadi
lebih tinggi dari normal.Ciri2 “on” dari inex campuran ini antara lain:
1. sudah tidak lagi bisa berhura2 dan berjoget2 riang akan
tetapi tetap duduk di bangku
2. sudah tidak lagi menggeleng2kan kepalanya dengan kencang
melainkan hanya dengan pelan atau termangut2 saja
3. terkadang hanya terdiam kaku di bangku seperti
terbengong2 oleh karena halusinasi yg sangat nyata
4. jauh lebih cepat mengalami overdosis dibanding para
pemakai MDMA murni
http://putracenter.files.wordpress.com/2011/02/ecstasy_pill_collage__i2007h0004.jpg?w=300&h=241
DXM (Dextromethorphan) / Robo-trip
DXM adalah senyawa sintetik yg terkandung di dalam berbagai
jenis obat batuk yg bersifat antitussive yaitu jika dikonsumsi dalam dosis yg
tepat maka zat ini mampu meredam batuk. Akan tetapi penggunaannya banyak
disalahgunakan dengan cara mengkonsumsi lebih dari dosis yg dianjurkan.
Serupa dengan senyawa PCP dan Ketamine, jika DXM dikonsumsi
melebihi dosis yg dianjurkan senyawa ini juga bersifat halusinogen
dissociative, yaitu dibloknya fungsi kesadaran di dalam otak dan saraf sehingga
akan membuat si pemakainya berhalusinasi dan merasakan seperti berada di dalam
dunia mimpi dan sukar membedakan antara nyata atau tidaknya halusinasi
tersebut. Berbeda dengan halusinasi yg diakibatkan oleh LSD (lysergic acid
diethylamide) si pemakainya masih mampu mengontrol tingkat kesadarannya,
seperti halnya dia masih bisa mengingat akan siapa dirinya bahkan siapa namanya,
sedangkan pada DXM, PCP, dan Ketamine tidak.
Efek2 yg disebabkan oleh DXM jika dipakai melebihi dosis yg
dianjurkan meliputi:
1. halusinasi dissociative
2. gembira (excited) atau kebalikannya
3. berkeringat banyak
4. nafas jadi pendek
5. berada dalam kondisi antara tidur dan sadar
6. mual dan muntah2
7. pendengaran yg menjadi seperti berombak2
8. tekanan darah yg menjadi tinggi
9. jantung yg berdebar2
10. amnesia
11. tidak bisa mengenal kata2 dan objek yg terlihat
12. paranoid dan merasakan seperti akan mati
13. koma bahkan kematian
DXM (juga PCP dan Ketamine) merupakan jenis bahan
pengganti/pemalsu/pencampur yg sering ditambahkan ke dalam pil ecstasy yg
beredar di pasaran karena bahan ini jauh lebih mudah didapat dan harganya yg
lebih murah ketimbang bahan asli dari ecstasy yaitu MDMA
(MethyleneDioxyMethAmphetamine).
Pada kenyataannya tahap overdosis yg dihasilkan dari
pemakaian DXM jauh lebih cepat dibanding MDMA sendiri. Overdosis DXM dapat
mengakibatkan kematian oleh karena terhentinya otak mengirim sinyal ke paru2
agar tetap bernafas.
DXM juga menyebabkan ketagihan secara psikologi dan
toleransi terhadap dosis pemakaian dari waktu ke waktu.
Cocaine & Crack Cocaine
Cocaine adalah salah satu senyawa yang terdapat dalam daun
tumbuhan coca yg tumbuh di dataran benua Amerika. Proses pemurnian senyawa
tersebut menghasilkan bubuk cocaine hydrochloride murni yg mudah larut ke dalam
air.Pemakaian cocaine hydrochloride menyebabkan terhalangnya penyerapan kembali
hormon dopamine, serotonin, dan noradrenaline yg sudah dilepaskan di dalam otak
oleh sel2 sinapsis sehingga kadar dari hormon2 tersebut di dalam otak akan
meningkat secara drastis. Peningkatan dari hormon2 tersebut menyebabkan
perasaan “high”, hilangnya rasa sakit, lapar, dan letih/ngantuk, menambah
konsentrasi, rasa percaya diri, dan perasaan euphoria/senang.Oleh karena bubuk
cocaine hydrochloride mudah larut ke dalam air maka pemakaian dari bubuk
cocaine pada umumnya meliputi:
1. disedot menggunakan hidung
2. dimakan
3. digosokan di sekitar gusi mulut
4. disuntikPemakaian cocaine dapat dipastikan mengakibatkan
toleransi dan kecanduan, karena pada saat efek dari cocaine itu “drop” si
pemakaian akan merasakan tidak nyaman dan depresi sehingga memaksa ia berusaha
untuk memakainya kembali.Pemakaian jangka panjang dapat mengakibatkan:
1. tidak menentunya denyut jantung
2. halusinasi
3. paranoid
4. tekanan darah tinggi
Kombinasi antara cocaine, rokok dan alkohol akan menambah
rasa euphoria pada si pecandu, tidak heran mereka akan terus menerus menghisap
rokok dan minum minuman beralkohol tinggi pada saat mereka menggunakan cocaine
sehingga dengan demikian para pecandu cocaine akan sangat beresiko terkena
serangan jantung, stroke, gagal ginjal, bahkan kematian.
Sedangkan crack adalah cocaine hydrochloride yg telah
diproses menggunakan baking soda sehingga menghasilkan freebase amine/bentuk
dasar amina cocaine yg tidak dapat larut dalam air sehingga pemakaiannya hanya
cocok dengan cara dihisap seperti rokok.
Efek psikologis dari crack jauh lebih kuat ketimbang cocaine
hydrochloride akan tetapi sering membuat jiwa si pemakai merasakan ganjil &
aneh sehingga sering membuatnya berubah menjadi brutal. Tingkat kecanduan dari
crack jauh melebihi cocaine hydrochloride bahkan crack merupakan salah satu
dari jenis narkoba yg paling membuat kecanduan dan toleransi pada pemakainya.
Mereka yg memakainya akan selalu berusaha untuk mencapai “high” & euphoria
seperti sebelumnya sehingga akan terus menambah dosisnya dari hari ke hari
sampai pada akhirnya mengakibatkan kematian yg disebabkan oleh overdosis.
Walaupun demikian sebenarnya kadar senyawa cocaine dari daun
tumbuhan coca itu sendiri sangat kecil persentasenya (sekitar 0.2%) sehingga
untuk menghasilkan 1gram bubuk cocaine hydrochloride murni dibutuhkan 500gram
daun coca.
Daun coca sendiri sudah lama dimanfaatkan oleh suku Indian
Andes sebagai tanaman obat yg dapat menyembuhkan penyakit kekurangan oksigen yg
diakibatkan oleh tipisnya oksigen di dataran tinggi dan menyembuhkan penyakit
pada pencernaan dengan cara diseduh lalu diminum seperti teh atau dikunyah.
Mereka juga mengunyah daun coca sebagai obat alami anesthesia (peredam rasa
sakit) ketika mereka terluka oleh panah pada saat berperang.
Pemakaian daun coca dengan cara diseduh maupun dikunyah
tidak dapat menimbulkan perasaan “high” pada si pemakai dan juga tidak pernah
terbukti mengakibatkan kecanduan. Bahkan pada tahun 1980 telah ditemukan oleh
ilmuwan bahwa daun coca bisa dipakai sebagai obat untuk menyembuhkan kecanduan
dari para pecandu crack dan cocain.
Caffeine
Caffeine adalah senyawa yg terkandung di dalam biji kopi,
biji guarana, dan daun teh (theine). Zat ini merupakan tipe zat stimulant serta
berpengaruh menambah sedikit produksi urine pada ginjal.Efek dari mengkonsumsi
caffeine adalah menyingkirkan sementara rasa kantuk dan letih serta meningkatkan
konsentrasi.Pemakaian caffein dalam quantitas atau qualitas besar dapat
mengakibatkan kecanduan dan toleransi. Ciri2 dari kecanduan caffeine adalah
perasaan mudah tersinggung, sukar untuk konsentrasi, dan munculnya rasa sakit
di bagian belakang kepala bahkan terkadang bisa mengakibatkan muntah2. Gejala2
ini akan muncul setelah kurang lebih 1 hari tidak mengkonsumsi caffeine sama
sekali. Efek kecanduan ini akan berlangsung antara 5 hari sampai dengan 1
minggu dengan masa puncaknya 2-3 hari setelah berhenti mengkonsumsi caffeine
sama sekali.Pengkonsumsian caffeine secara berlebih juga merupakan salah satu
faktor penyebab osteoporosis pada tulang dan kerusakan pada gigi.
Amphetamine / speed
Amphetamine merupakan salah satu jenis dari senyawa
phenethylamine dan adalah satu jenis obat sintetik terlarang yg dapat
mengakibatkan meningkatnya kadar hormon norepinephrine/noradrenaline,
serotonin, dan dopamine di dalam otak seseorang. Amphetamine sangat memiliki
relasi yg erat dengan ephedrine yaitu senyawa yg terdapat pada tumbuhan Ephedra
sinica (Ma huang)Efek yang ditimbulkan oleh amphetamine adalah meningkatnya
konsentrasi pikiran & semangat untuk bekerja, hilangnya rasa kantuk,
cenderung banyak berbicara, meningkatnya rasa percaya diri, mulut menjadi kering,
meningkatnya keringat, detak jantung yang cepat, sukar berbicara dengan jelas,
dan berkurangnya nafsu makan.Amphetamine dapat mengakibatkan ketagihan pada
seseorang yang mengkonsumsi secara berturut-turut atau menyalahgunakan
pemakaiannya. Bahkan dapat menyebabkan meningkatnya toleransi sehingga dosis yg
dibutuhkan akan selalu meningkat untuk mencapai efek yg sama dari
sebelumnya.Ciri-ciri dari ketagihan atas obat ini adalah:
1. stress berlebihan
2. depresi
3. badan menjadi sangat letih
4. tidur yang berlebihan
5. gemetaran pada otot
6. meningkatnya nafsu makan
7. keinginan untuk bunuh diriPenyalahgunaan dari obat ini
memperbesar resiko serangan jantung pada anak muda maupun orang dewasa.
Pemakaian jangka panjang dari obat ini merusak fungsi otak, yaitu menurunnya
fungsi pemancaran (transmitter) hormon dopamine dan serotonin pada otak
sehingga fungsi dari keseimbangan kimia tubuh akan menjadi kacau.
Alcohol / alkohol
Alkohol adalah sebutan umum dari senyawa kimia ethanol.
Alkohol dihasilkan melalui proses fermentasi unaerobik dari zat gula atau zat
tepung oleh ragi (yeast). Proses ini sudah terjadi dengan sendirinya di dalam
alam oleh karena itu alkohol sudah diproduksi dan dikonsumsi oleh manusia sejak
jaman purba.Dalam jumlah yg sedang, sekitar segelas anggur merah yang diminum
setiap malam hari oleh seseorang yg memiliki tubuh yang tidak bermasalah,
alkohol merupakan zat yg sangat baik untuk kesehatan tubuh yaitu bisa
meningkatkan mutu tidur, mencegah munculnya batu empedu dan ginjal, mencegah
diabetes, bahkan bisa mencegah penyakit jantung koroner serta darah tinggi.Akan
tetapi jika digunakan secara berlebihan sebaliknya alkohol akan mengakibatkan
kerusakan pada jantung, pancreas, dan liver yaitu lever yg mengeras, terlebih
bagi mereka yg telah mengindap penyakit Hepatitis C, B, bahkan bagi mereka yg
hanya pernah menderita Hepatitis A sekalipun.Pemakaian alkohol sesuai BAC
(Blood Alcohol Content) atau batas kadar alkohol dalam darah melebihi 0.05%
dapat mengakibatkan berkurangnya depresi & konsentrasi, pikiran menjadi
lebih relax, menambah sedikit rasa percaya diri, menjadi banyak berbicara/mudah
untuk berterus terang, kurang berhati-hati dalam mengambil keputusan (!),
berkurangnya fungsi keseimbangan tubuh.Sedangkan pemakaian dalam batas kadar
darah melebihin 0.1% akan mengakibatkan terganggunya fungsi motorik, hilangnya
keseimbangan, emosi yg bergejolak (mudah menjadi sedih atau marah), tindakan
brutal, susah untuk berkata-kata, hilangnya daya tangkap otak, muntah-muntah,
bahkan bisa menjadi tidak sadar diri. Jika kadarnya melebihi 0.3% bisa
mengakibatkan kematian.
Pemakaian alkohol pada saat mengendarai kendaraan atau mesin
yg berbahaya sering mengakibatkan kecelakaan yang fatal maupun kematian karena
susahnya untuk berkonsentrasi dan mengambil keputusan dengan cepat.
(!)Oleh karena efek2 yg ditimbulkan tersebut, alkohol banyak
dipakai oleh para lelaki sebagai minuman untuk memaksakan hubungan intim dengan
kekasih maupun teman kencannya sehingga si korban secara tidak sadar akan
menyetujuinya.
Alkohol juga dapat mengakibatkan toleransi dan
ketergantungan jika dikonsumsi secara berlebihan dan rutin karena akan
mengakibatkan terganggunya fungsi GABAergic dalam otak.
Kecanduan alkohol sangat berbahaya jika tidak ditangani
dengan segera oleh ahlinya, bahkan lebih berisiko menyebabkan kematian
dibanding narkotika seperti heroin, putaw, atau cocaine. Resiko yg disebabkan
oleh kecanduan alkohol adalah serangan ayan yg mematikan dan gagal jantung.
Biasanya seorang remaja sebelum dia sampai ke jenjang
pemakaian narkoba akan dimulai terlebih dahulu dari rokok dan alkohol. Walaupun
hukum di Indonesia dengan jelas melarang seseorang yg belum berusia 18 tahun
untuk membeli rokok dan alkohol akan tetapi dalam penerapannya tidaklah
demikian.
Penyalahgunaan Narkoba
Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk
pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan – mulai dari keinginan
untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan
persoalan, dll. – maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus
menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut
juga kecanduan.
Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:
1. coba-coba
2. senang-senang
3. menggunakan
pada saat atau keadaan tertentu
4. penyalahgunaan
5. ketergantungan
Dampak penyalahgunaan Narkoba
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi
takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan
inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya
kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung,
paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat
tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi
atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada
fisik, psikis maupun sosial seseorang.
Dampak Fisik:
1. Gangguan pada
system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan
kesadaran, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada
jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung,
gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada
kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada
paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas,
pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit
kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan
hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah
gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen,
progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak
terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan
periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna
narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara
bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV
yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan
narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba
melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan
kematian
Dampak Psikis:
1. Lamban kerja,
ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang
kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif,
menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit
berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung
menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
1. Gangguan
mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
2. Merepotkan dan
menjadi beban keluarga
3. Pendidikan
menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat.
Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila
terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan
psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya
sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial
seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif,
dll.
Bahaya bagi Remaja
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa
anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan
remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena
itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau
bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba,
mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun
semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan
remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah
pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan
narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal
ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara
bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat
penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan
kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
Apa yang masih bisa dilakukan?
Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja
menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus
penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu
1. Primer,
sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran
informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi
pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi
ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi
KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
2. Sekunder, pada
saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment).
Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 – 3 hari dengan
melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi
komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan
ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
3. Tertier, yaitu
upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses
penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12
bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi
dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan
kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan
konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan
alternatif, dll.